
Di dekat kastil Gubernur kota Aurum, saat ini ada 3 tamu tak diundang yang perlahan mendekati gerbang kastil.
Tidak ada seorangpun yang berani menghentikan kelompok 3 orang itu, bahkan para penjaga gerbang berinisiatif untuk membuka gerbang kastil dan kemudian berlutut dengan satu kaki sambil berkata dengan hormat.
" Salam Yang Mulia. "
Tidak perlu ditanyakan siapa identitas ke 3 orang itu, mereka jelas ada Evan dan kelompoknya yang datang kemari dengan tujuan untuk mencari akomodasi dan makanan gratis.
Alasan mengapa para penjaga itu tidak menghentikannya sebenarnya bukan kerena Evan sengaja menginformasikan rencana kunjungannya sebelumnya tapi karena saat ini dia tidak menyembunyikan rambut peraknya yang indah, selain itu ada juga sebuah plakat kecil seukuran telapak tangan yang menggantung di pinggangnya dengan ukiran pedang perak sederhana ditengahnya.
Meskipun plakat cukup kecil, tapi entah kenapa itu sengat menarik perhatian seolah ada kekuatan aneh yang menyelimutinya sehingga menyebabkan orang-orang tanpa sadar memfokuskan perhatian pada plakat itu.
Ketika para penjaga itu berlutut dan mengucapkan salam padanya, Evan hanya sedikit menganggukkan kepalanya sambil terus berjalan melewati gerbang kastil tanpa niat untuk berhenti.
Tak lama setelah dia melewati pintu gerbang, Evan disambut oleh Brian dan keluarganya yang sepertinya telah memperkirakan dia akan datang.
Saat Evan tiba di depan mereka, semua anggota keluarga Eleanor dan para pelayannya segera membungkuk dalam-dalam dan berkata dengan sangat hormat.
" Salam Yang Mulia. "
" Hehehee, tidak perlu begitu formal dan juga maafkan aku karena kunjungan yang tiba-tiba ini, tapi aku tidak punya pilihan lain, saat dalam perjalanan menuju kota ini, kereta kuda kami diserang oleh para bandit, untungnya pelayan dan Ksatriaku cukup mampu sehingga kami dapat meloloskan diri dari para bandit itu, jika tidak, seorang penyandang disabilitas sepertiku tidak akan dapat bertahan hingga saat ini.
Meskipun kami selamat, tapi kami terpaksa harus meninggalkan kereta dan barang bawaan dibelakang demi mempertahankan kehidupan kecil kami, jadi kami kemarin dengan tujuan untuk meminta akomodasi selama beberapa hari di rumah keluarga Eleanor, kuharap kalian tidak keberatan dengan permintaanku yang sedikit berlebihan ini. "
" Apa yang anda bicarakan Yang Mulia, seluruh kota Aurum adalah milik keluarga anda, anda dipersilahkan tinggal dimanapun anda mau dan tidak akan ada orang yang keberatan tentang itu. "
__ADS_1
" Hahahaa, baguslah kalau begitu, dengan izin darimu, aku tidak akan bersikap sopan, meskipun ini bukan pertama kalinya kita bertemu dan pertemuan pertama kita sebenarnya sedikit tidak menyenangkan, tapi bukan berarti kita akan memiliki hubungan yang buruk dimasa depan, dan juga ada sesuatu yang ingin kubicarakan dengan kalian keluarga Eleanor, karena ini akan segera waktunya untuk makan malam, bisakah kita membicarakannya di meja makan ? "
" Tentu saja Yang Mulia, silakan lewat sini. "
Dengan Brian yang memimpin Evan dan kelompoknya ke ruang makan, Sera yang saat ini sedang memegang tangan anak kecil yang sepertinya baru berusia 2 tahun segera memerintahkan para pelayan untuk mempersiapkan hidangan terbaik yang mereka bisa.
Seketika semua orang yang ada di kastil menjadi sangat sibuk karena kedatangan Evan yang tiba-tiba, mereka semua sangat bersemangat dan mencoba yang terbaik untuk melayani pemilik kota Aurum yang sebenarnya dan juga eksistensi yang mereka anggap seperti Dewa bagi mereka, tapi ada satu orang yang sepertinya dalam suasana hati yang buruk.
Orang itu tidak lain adalah Sofia yang selama ini diam-diam mencoba untuk menghilangkan hawa keberadaanya seolah dia tidak ingin ada orang yang melihatnya.
[ Aku tamat, tidak pernah terlintas sedikitpun dalam pikiranku jika beliau adalah Tuan Muda Evan.
Tidak hanya aku mencoba mengusirnya, aku bahkan sempat berdebat dengannya dan memanggilnya seorang pengemis.
Saat ini dia pasti memiliki kesan yang sangat buruk tentangku, ini sudah berakhir, aku tidak akan pernah meraih cita-citaku menjadi seorang Guardian. ]
Ketika Sofia masih tenggelam dalam pikiran negatifnya, tiba-tiba dia dibangunkan oleh teriakan keras ibunya.
" Apa yang terjadi padamu, cepatlah, Tuan Muda Evan meminta seluruh keluarga kita untuk makan malam bersamanya, ini adalah sebuah kehormatan besar, kau harus memperhatikan sikapmu, jangan membuat malu keluarga kami. "
Tanpa menunggu balasan dari putrinya, Sera menggendong putra laki-lakinya yang baru berusia 2 tahun dengan satu tangan dan menyeret Sofia dengan tangan yang lain menuju ruang makan keluarga.
Ketika ketiga orang itu sampai di tempat tujuan, mereka melihat Brian telah duduk di kursi kepala keluarga sepertinya biasanya sedangkan Evan duduk di kursi yang berlawanan dengannya.
Sebenarnya ada aturan ketat dalam posisi duduk di meja makan bagi para bangsawan, biasanya meja makan para bangsawan akan berbentuk persegi panjang, pada sisi yang pendek akan ada masing-masing sebuah kursi.
__ADS_1
Kursi disebelah kanan hanya boleh diduduki oleh kepala keluarga sedangkan sisi yang berlawanan disediakan untuk seorang tamu dengan status yang sama atau lebih tinggi dari status kepala keluarga tuan rumah, sedangkan sisi yang panjang biasanya akan diisi oleh anggota keluarga dari kedua belah pihak.
Tapi ini sebenarnya tidak berlaku bagi Evan, karena dia dari keluarga Silverash yang adalah Tuan sejati kota Aurum, dia dapat duduk dimanapun dia mau dan tidak ada yang bisa menghentikannya, tapi dia jelas tidak kemari untuk memulai masalah dan menyombongkan statusnya, jadi dia memilih untuk duduk di kursi tamu daripada kursi kepala keluarga untuk memberikan wajah kepada keluarga Eleanor.
Setelah ketiganya sampai di dekat meja makan, mereka meminta izin kepada Evan dan Brian terlebih dahulu dan setelah mereka berdua mengangguk, ketiganya segera duduk di tempatnya masing-masing.
" Hohoo, selain memiliki seorang putri yang luar biasa, aku mendengar kau juga dikaruniai seorang putra dua tahun yang lalu, siapa namanya ? "
" Namanya adalah Alvin Eleanor, aku berharap suatu hari nanti, dia akan dapat berkontribusi kepada tanah airnya dan tetap setia pada Tuannya. "
" Nama yang bagus, akan lebih baik jika dia lahir beberapa tahun lebih awal, jika dia memiliki bakat yang kau wariskan, aku mungkin mempertimbangkannya untuk menjadi seorang Guardian, tapi sayang... "
" Sigh... mau bagaimana lagi, sepertinya takdir tidak mengizinkan keluarga Eleanor kami menjadi guardian dalam generasi anda Yang Mulia. "
" Memang sangat disayangkan. "
...
" Y-Yang Mulia, ke-kenapa tidak mempertimbangkan hambamu ini ? "
Ketika Brian dan Evan saling menghela nafas penuh penyesalan, Sofia akhirnya menguatkan tekadnya dan berkata sambil sedikit tergagap.
Sontak hal ini membuat semua orang yang mendengar hal itu sangat terkejut, bahkan William dan Isabell yang selama ini berdiri diam di belakang Evan, cukup terkejut mendengar hal ini, seketika seluruh ruangan menjadi hening tanpa ada sedikit suara terdengar.
" Apa yang kau katakan dasar gadis bodoh, cepat minta maaf kepada Tuan Muda Evan segera. "
__ADS_1
" Cepat dan berlutut minta maaf. "
Tapi tak lama kemudian, keheningan itu digantikan oleh raungan keras penuh amarah dari Brian dan Sera yang jelas ditujukan pada putri mereka.