Tahta Perak

Tahta Perak
Melewati Gerbang


__ADS_3

Saat ini, Evan yang baru saja meninggalkan antrian panjang di gerbang utama kota berjalan perlahan menuju sebuah pintu gerbang kecil yang jaraknya tidak jauh dari pintu gerbang utama dengan Isabell mengikuti di dibelakangnya.


Pintu gerbang ini jauh lebih kecil dari gerbang utama yang dapat dilewati oleh dua kereta kuda berukuran besar sekaligus dan mungkin hanya dapat memuat sebuah kereta kuda berukuran kecil.


Sebenarnya pintu masuk ini hanya dikhususkan untuk para bangsawan atau orang-orang dengan status yang tinggi, jadi tidak seperti pintu gerbang utama, pintu gerbang kecil ini tidak memiliki apa yang disebut antrian sama sekali.


Saat Evan semakin dekat dengan pintu ini, dia memperhatikan bahwa ada dua orang Pelayan Ksatria yang menjaga pintu itu dan saat dia mendekat, kedua orang itu segera berteriak memperingatkannya.


" Berhenti, pintu ini di khususkan untuk orang-orang tertentu saja, jika kau ingin memasuki kota, kau perlu mengantri di gerbang utama. "


Evan yang sangat kelelahan jelas tidak berniat untuk berdebat dengan dua penjaga gerbang ini, jadi tanpa basa-basi dia mengeluarkan kartu identitas yang dia buat di desa Pilze sebelumnya.


" Hmm... Evan dari Perserikatan pedagang Mawar ?, aku tidak pernah mendengar ada nama seperti itu di Perserikatan, jika kau memang memiliki status setinggi itu, mengapa penampilanmu begitu menyedihkan, lagipula meski kau adalah Tuan Muda dari Perserikatan pedagang Mawar, kau tidak dapat melewati pintu ini. "


Salah satu penjaga itu mengambil kartu identitas yang Evan keluarkan dan melihatnya dengan seksama, tapi dia tetap tidak membiarkan Evan lewat.


" Hooo, apa kau yakin tidak membiarkanku lewat, kakekku adalah seorang yang cukup penting di Perserikatan, bahkan dia pernah berbicara langsung dengan Yang Mulia Rossaline sendiri, apakah kau dapat menanggung konsekuensi dari tindakanmu ini ? "


" ... "


" Akan kuberi kalian waktu 3 menit untuk mempertimbangkan, jika melewati batas waktu aku akan pergi ke gerbang utama, hehehee... aku yakin kakekku akan senang jika mendengar cucu kesayangannya diusir oleh para penjaga gerbang. "


" Hahahaa, tidak perlu seperti ini Tuan Muda, bukankah ini hanya memasuki kota, tidak ada bedanya jika lewat pintu ini atau gerbang utama, tunggu sebentar, kami akan segera membuka pintu untukmu. "


" Hehehee, benar sekali, ini hanya masalah kecil, tidak perlu membuat keributan tentang itu. "


Tak lama kemudian, pintu gerbang kecil itu terbuka secara perlahan dan Evan dengan santai melewatinya dengan Isabell mengikuti di belakang.


" Hmm, bagus sekali, ambil ini sebagai tanda terima kasihku. "

__ADS_1


Ketika Evan melewati dua penjaga gerbang itu, dia tidak lupa memberi beberapa uang tip kecil kepada mereka berdua.


" Hey, apakah tidak masalah kita membiarkan orang itu masuk begitu saja ? "


" Sigh... bukankah lebih baik seperti ini, jika apa yang anak itu katakan adalah sebuah kebenaran, kita mungkin akan kehilangan pekerjaan yang nyaman ini, dan meskipun dia berbohong tentang kakeknya, setidaknya kartu identitasnya asli, jadi kita tidak akan mendapatkan terlalu banyak masalah tentang hal ini.


Selain itu, kurasa anak itu bukanlah anak yang sederhana. "


" Bagaimana kau tahu tentang hal itu ?, apakah kau memiliki kemampuan khusus seperti mata penembus langit yang legendaris itu ? "


" Tidak dasar idiot, jika aku memiliki kemampuan seperti itu, aku tidak akan menjadi penjaga gerbang rendahan sepertimu, lihatlah ini, ini adalah sesuatu yang diberikan oleh anak kecil itu. "


" Wow, apakah itu emas sungguhan ?, dan ada 5 keping, hehehee, sepertinya kita bisa minum dan bermain di distrik lampu merah sepuasnya malam ini. "


" Hussst... jangan keras-keras, kau tahu jika saudara laki-lakiku sedang berpatroli kali ini, jika dia mendengarnya, berita ini pasti akan sampai ke telinga istriku, kau juga tidak inginkan jika istrimu tahu tentang ini kan. "


" Ehehee, maafkan aku saudara. "


Dan Evan tidak akan pernah membayangkan jika uang tip yang dia berikan secara acak akan dapat menyebabkan retaknya hubungan rumah tangga seseorang.


Setelah memasuki kota Aurum, hal pertama yang Evan lakukan adalah mencari sebuah penginapan, tapi mungkin karena dia terlalu lelah secara fisik dan mental dia tidak dapat mengendalikan Soul Energynya secara normal jadi dia sering menabrak orang lain atau benda yang ada disekitarnya.


Saat Isabell melihat ini, dia merasa sangat bersalah dihatinya karena dalam perjalanan melarikan diri dari penjaga reruntuhan, Evan telah berusaha sekuat tenaga untuk melindunginya dan William.


Sedangkan dia dan William hanya dapat dianggap sebagai beban yang menyeret Tuannya ini kebawah.


Terutama dirinya sendiri, saat dia hanya terkena satu serangan dari penjaga reruntuhan itu, dia langsung terbaring sekarat di permukaan tanah, jika bukan karena Evan dan William yang menggunakan semua keterampilan mereka secara ekstrim hingga keduanya harus menanggung cedera yang cukup berat, dia mungkin sudah mati di tangan penjaga itu.


[ Orang tuaku harus meninggalkan dunia ini lebih awal karena aku, dan sekarang apakah hal yang sama akan terjadi pada Tuan Muda dan tuan William ?

__ADS_1


Tidak !


Aku tidak boleh membiarkan hal itu terjadi, aku harus tumbuh menjadi lebih kuat lagi agar tidak menjadi rantai yang mengikat Tuan Muda dan tuan William. ]


Untuk kedua kalinya, Isabell kembali disadarkan akan betapa lemahnya dia.


Sebenarnya jika dilihat dari sudut pandang orang lain, pertumbuhan Isabell sangatlah cepat bahkan menyamai Evan yang disebut-sebut sebagai bakat terbaik yang pernah ada dalam sejarah keluarga Silverash.


Dia merasa lemah karena memang dia baru saja memulai karier pelatihannya kurang lebih selama 3 bulan dan orang-orang disekitarnya seperti Evan dan William juga merupakan bakat terbaik di generasi mereka sehingga tingkat pertumbuhannya tidak terlalu mencolok jika dibandingkan dengan mereka berdua.


Ini sebenarnya juga merupakan salah Evan dan William yang tidak menjelaskan tentang logika yang ada di dunia ini kepada Isabell sehingga membuatnya selalu berpikiran negatif.


Dan kesalahan kecil inilah yang merupakan salah satu faktor penyebab munculnya mahkluk dengan kekuatan mengerikan yang namanya akan dikenal hingga ke seluruh World of Ruins.


Brakk...


Isabell yang masih tenggelam dalam lamunannya, akhirnya terbangun saat mendengar suara keras tidak jauh darinya.


Ternyata itu adalah Evan yang tidak sengaja menabrak sebuah pohon peneduh yang ada di pinggir jalan hingga dia terjatuh cukup keras.


Isabell yang melihat hal itu, buru-buru bergegas membantunya duduk di bawah pohon itu.


" Tunggulah disini Tuan Muda, biar aku saja yang mencari penginapannya, sepertinya anda tidak dalam kondisi yang baik. "


" Sigh... baiklah, maaf merepotkanmu kali ini Isabell, jika aku tahu ini akan terjadi, seharusnya kubawa saja Ksatria bodoh itu. "


" Tidak perlu minta maaf Tuan Muda, ini sudah tugasku menjadi pelayananmu. "


Setelah itu, Isabell pergi meninggalkan Evan yang duduk lemas dibawah pohon.

__ADS_1


...


Disisi lain, tidak jauh dari kota Aurum, ada sebuah kereta kuda mewah yang dikawal oleh rombongan tentara bayaran dan para prajurit berarmor perak sedang menuju gerbang kota dengan sangat cepat.


__ADS_2