Tahta Perak

Tahta Perak
Kemampuan Isabell


__ADS_3

[ Sialan, apa kau pikir kepalaku dapat di bongkar pasang seperti mainan anak-anak. ]


Zaratan mengutuk keras di dalam hatinya saat mendengar kata-kata William yang sangat tidak masuk akal.


Sebenarnya dia ingin menyelesaikan masalah ini dengan damai jika itu memungkinkan karena menurut instingnya yang telah banyak menyelamatkannya dari ancaman kematian, dia dapat merasakan rasa bahaya yang sangat kuat dari Ksatria berambut hitam di depannya itu.


Tapi sepertinya Ksatria itu bertekad untuk tidak membiarkannya pergi dengan mudah, jadi pertarungan jelas tidak akan dapat dihindari.


Tanpa banyak bicara lagi, Zaratan segera mengeluarkan sebuah pedang biru transparan dari cincin ruangnya dan segera meluncurkan serangan kepada William yang masih berdiri dengan santai.


Srrringgg... Boomm...


Tiba-tiba sebuah Aura Blade biru meluncur dengan kecepatan tinggi dan mengenai tepat dimana posisi William berdiri sehingga menyebabkan ledakan yang cukup besar.


Setelah Zaratan mengeluarkan serang menyelinap pertamanya, dia tidak memilih melancarkan serangan lanjutan melainkan malah menyipitkan matanya dan menatap pusat ledakan terjadi yang diselimuti oleh debu dan asap.


[ Heee... aku tau tidak akan semudah itu. ]


Dan benar'saja, setelah debu dan asap yang menyelimuti pusat ledakan mulai memudar, di pusat ledakan itu mulai terlihat William yang tubuhnya diselimuti oleh cahaya kuning tanah sedang dalam posisi bertahan dengan menggunakan pedang Great Swordnya sebagai pelindung.


" Serangan menyelinap yang bagus, aku berpikir kita akan berduel satu lawan satu dengan cara Ksatria, aku tidak berharap kau akan akan melancarkan serangan lebih dulu tanpa peringatan apapun. "


" Hehee, harusnya kau tidak lupa dengan identitasku tuan William, selain sebagai seorang Master Ksatria, aku juga pemimpin kelompok bandit, kau seharusnya tidak berharap banyak dariku. "


" Hahahaa, jika kau berkata seperti itu, beban psikologisku akan sedikit berkurang satelah membunuhmu. "


" Potong omong kosong, terima ini. "

__ADS_1


Swhoooss... Bam...


Sekali lagi, dengan tebasan dari pedang Zaratan, sebuah Aura Blade biru yang mengandung energi lebih besar dan lebih terkonsentrasi dari sebelumnya meluncur dengan sangat cepat menuju William.


Tapi ketika Aura Blade biru itu baru sampai di tengah jalan, itu disambut dengan Aura Blade kuning pekat.


Boom...


Dan hasil tabrakan dari dua Aura Blade yang mengandung daya hancur yang sangat tinggi itu adalah sebuah ledakan yang sangat besar sehingga membuat tempat di sekitarnya berguncang hebat dan ledakan itu juga menandai dimulainya pertandingan hidup dan mati dari dua orang Master Ksatria.


...


Di sebuah puncak pohon tidak jauh dari area pertempuran Isabell dan William terjadi, saat ini ada seorang anak laki-laki yang sedang menonton petarungan mereka sambil memegang sekantong kue kering di tangannya.


" Oh, apakah sudah dimulai, pertandingan hidup dan mati antara dua Master Ksatria yang sangat terampil... hehe... aku ingin tahu siapa yang akan tetap berdiri di akhir dual kematian ini. "


Tidak perlu ditanyakan lagi siapa identitas anak ini, dia adalah Evan yang saat ini sedang mengawasi pertempuran dari para bawahannya.


Dia sebenarnya ada disini dengan tujuan untuk berjaga-jaga jika ada situasi yang tidak terduga terjadi saat pembasmian kelompok utama grub bandit Silver Wind.


Tapi sepertinya semuanya berjalan dengan cukup lancar jadi dia beralih profesi dari seorang pengawas menjadi penonton.


Dari misi kali ini, tidak diragukan lagi yang paling menonjol adalah Isabell dengan kemampuan ras Vampirenya yang dapat dibilang sangat dilebih-lebihkan.


Setelah hasil penelitian, pengujian dan ajaran berulangkali dari Profesor Evan Silverash, Isabell saat ini dapat menggunakan kemampuan beberapa kemampuan yang tersembunyi di dalam dirinya.


Yang pertama adalah kemampuan khusus yang disebut Shadow Movement, yaitu dia dapat melebur tubuhnya secara menyeluruh di dalam bayangan suatu benda atau mahkluk hidup dan dapat berpindah dari bayangan satu ke bayangan lain, dia bahkan dapat melancarkan serangan secara langsung saat dalam mode bayangan.

__ADS_1


Dan dengan menggunakan skill ini, Isabell secara diam-diam dapat membunuh lebih dari 100 orang sendirian hanya dalam waktu 2 jam, tapi pada akhirnya aksinya di gagalkan oleh seorang Ksatria formal yang menjadi targetnya selanjutnya.


Kemampuan Isabell yang kedua adalah Undead Body, dinamakan demikian karena Isabell saat ini memang dapat dikatakan sebagai orang yang memiliki tubuh abadi seperti ras Vampir pada umumnya.


Tubuh ras Vampire dikatakan sebagai tubuh abadi karena mereka tidak akan mati walaupun tubunya terbagi menjadi beberapa bagian, bahkan jika kepala mereka terpisah secara paksa dari tubuhnya, mereka akan tetap bertahan hidup selama salah satu dari dua jantung yang ada di tubuh mereka tetap berdetak dan sekarang Isabell juga memiliki karakteristik seperti ini.


Meskipun Undead Body Vampire terbilang sangat kuat, tapi mereka juga memiliki satu kelemahan fatal yaitu kekuatan mereka akan melemah lebih dari setengahnya jika terkena sinar matahari.


Tapi mungkin karena Isabell pada awalnya adalah seorang manusia, dia masih memiliki beberapa perbedaan dengan ras Vampire yang asli seperti hanya memiliki 1 jantung dan dia juga tidak perlu takut pada sinar matahari seperti ras Vampire lainnya, ini mungkin juga dapat dianggap situasi yang baik bagi Isabell karena dia saat ini hidup di World of Ruins yang lingkungannya sangat berbeda dengan World of Darkness.


Dan kemampuan Isabell yang ketiga adalah Blood Weapons, yaitu kemampuan untuk mengontrol darahnya sendiri atau darah yang ada disekitarnya untuk membentuk berbagai macam jenis senjata dan armor.


Baik itu pedang, kapak, tombak, pisau, rantai dan bahkan busur dan anak panah bisa dibuatnya jika dia memiliki darah yang cukup.


Dengan ketiga kemampuan ini, Isabell yang masih seorang Murid Penyihir, dapat menandingi 3 Ksatria formal dan 2 Penyihir formal secara bersamaan.


" Cih, membosankan, pertarungan antara dua Master Ksatria terlalu monoton, mereka hanya akan mengeluarkan Aura Blade dari waktu ke waktu dan melakukan kejar-kejaran seperti tikus dan kucing, sigh... akan lebih baik jika tingkat teknik pedang mereka lebih tinggi atau bahkan memiliki Sword Intent. "


Evan yang menonton pertunjukan dari jauh terus mengeluh tentang adegan pertarungan yang membosankan dan para aktornya yang tidak cukup baik.


Tapi saat dia mengatakan itu dia tiba-tiba teringat bahwa dia hanya selangkah lagi dari memahami Sword Intentnya sendiri.


Jika seseorang saat ini dapat melihat menembus melalui tubuh Evan, selain sebuah tempat di dekat jantungnya yang terdapat sebuah tanda pedang perak kecil yang terus-menerus berfluktuasi dengan energi yang sangat tajam, tepat di perut bagian bawahnya dimana terdapat sebuah pusaran angin berwarna perak putih, ada juga seberkas cahaya yang memancarkan energi yang sangat tajam tepat di pusat pusaran angin perak itu.


Seberkas cahaya ini sebenarnya adalah embrio Sword intent yang hanya selangkah lagi akan terbentuk sepenuhnya.


" Sigh... yang kubutuhkan saat ini hanyalah sebuah kesempatan, jika aku berhasil membentuk Sword intent sebelum waktu pertemuan para Penyihir Hitam itu diadakan, aku mungkin tidak perlu meminta bantuan ayah untuk menyelesaikan masalah ini, tapi sepertinya hal itu sedikit sulit bahkan untuk orang jenius sepertiku. "

__ADS_1


Setelah Evan menghela nafas panjang, dia kemudian mengalihkan pandanganya dari duel sengit Master Ksatria ke area pertempuran Isabell berada.


__ADS_2