
Beberapa hari setelah dimusnahkannya kelompok bandit Silver Wind, dibawah gunung terpencil dimana pertempuran besar antara William dan Zaratan terjadi.
Saat ini ada sebuah kereta kuda mewah yang dikawal oleh sekelompok tentara bayaran berpengalaman berjumlah sekitar 30 orang.
Dan bukan hanya itu saja, selain kelompok tentara bayaran, ada juga sekitar 100 orang prajurit berarmor perak yang membentuk sebuah formasi perlindungan dengan kereta kuda itu sabagai pusatnya.
Tidak seperti para tentara bayaran yang berjalan dengan sangat tidak teratur dan sering bersenda gurau dengan rekan satu timnya, para prajurit berarmor perak itu terlihat sangat disiplin dan terorganisir, bahkan tidak ada sedikitpun suara yang keluar dari mulut mereka dan hanya suara langkah kaki dan gemerincing armor saja yang terdengar saat mereka bergerak.
Dilihat dari aspek manapun, ke 100 orang prajurit ini jelas adalah para elit yang sangat terlatih dan sebuah kereta kuda yang dikawal langsung oleh para prajurit seperti itu pasti mengangkut orang yang sangat penting.
Saat ini di dalam gerbong kereta itu, ada dua orang gadis muda yang berusia sekitar 11 - 12 tahun sedang mengobrol dengan riang dan santai.
" Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu di tempat seperti ini Sofia, bukankah festival akan segera dimulai, mengapa kau masih berkeliaran di tempat terpencil seperti ini ? "
Orang yang pertama berbicara adalah gadis yang memiliki rambut panjang berwarna merah seperti nyala api disertai dengan wajah yang sangat lembut dan menawan, ditambah dengan pakaian indah yang dia kenakan saat ini, dia adalah gambaran sempurna dari anak bangsawan kelas atas.
" Sebenarnya aku sedang menyelidiki sebuah kejadian yang menjadi topik hangat baru-baru ini, dikatakan bahwa markas utama dari kelompok bandit Silver Wind telah ditemukan dan dibantai hanya dalam waktu satu malam, bukankah kau kemari juga karena alasan ini, Fiona ? "
Sedangkan orang yang menjawab kali ini adalah seorang gadis yang memiliki rambut dan mata emas dengan fitur wajah yang sangat cantik dan sempurna, jika dia mengenakan pakaian yang biasa di pakai oleh para gadis seusianya, pasti tidak akan ada lawan jenis yang dapat melepaskan diri dari pesona dan kecantikan gadis ini, tapi sungguh disayangkan hal itu tidak terjadi.
__ADS_1
Saat ini, tubuh gadis itu ditutupi dengan full set armor berwarna emas yang sangat mencolok, bahkan ada sebuah pedang pendek yang sangat indah tergeletak disampingnya, jika kepalanya saat ini ditutupi dengan helm ksatria, maka tidak ada yang mengira jika orang yang ada di dalam full set armor itu sebenarnya adalah seorang gadis yang sangat cantik.
" Sigh... aku tidak akan menyembunyikan hal ini darimu karena kau adalah sahabatku, sebenarnya karena aku terlalu bersemangat menantikan festival yang akan diadakan di kotamu, aku jadi tidak sabaran dan memutuskan membawa beberapa tentara bayaran untuk berangkat terlebih dahulu daripada menunggu persiapan ayah dan ibu yang pasti akan memakan waktu lama.
Tapi siapa sangka jika wilayah kekuasaan keluarga Silverash sangatlah luas dan aku juga lupa membawa seorang pemandu jalan yang baik, jadi rombonganku sempat tersesat beberapa waktu, untung saja di tengah jalan, kami bertemu dengan beberapa pedagang yang baik hati dan menunjukan jalan ke kota terdekat dan disana aku akhirnya berhasil mendapatkan seorang pemandu, tapi setelah melewati beberapa kota dan desa kecil, aku tidak menyangka akan dapat bertemu denganmu di sini.
Ngomong-ngomong, karena kau ada disini, apakah daerah ini dekat dengan kota Aurum ? "
" Tidak, sebenarnya tempat ini dapat dikatakan cukup jauh dari Kota Aurum, aku kemarin hanya karena rumor yang beredar itu. "
" Apa maksudmu rumor tentang kelompok yang menghapus para bandit itu adalah adalah anggota utama keluarga Silverash sendiri ?, aku juga mendengar sesuatu tentang hal itu dan menurutku berita itu asli.
" Oh, benarkah ?, cepat katakan padaku. "
" Tentu saja, tapi bisakah kau sedikit lebih tenang, tsk, setiap kali kita membahas keluarga Silverash, kau selalu saja bersikap seperti para penyembah fanatik dari Gereja Cahaya itu. "
" Hmph, jangan samakan penguasa kami dengan orang-orang munafik itu, tidak seperti keluarga Silverash yang selalu memikirkan kesejahteraan rakyatnya, orang-orang dari Gereja Dewa Cahaya itu hanya berpikir tentang bagaimana cara untuk menghasilkan lebih banyak kekayaan melalui sesuatu yang disebut iman, cih, mereka memang tidak tahu malu, daripada itu, cepat ceritakan apa yang kau tahu tentang rumor itu. "
" Terserahlah, dengarkan baik-baik karena aku terlalu malas untuk mengulanginya lagi, kemarin saat aku berada di sebuah kota kecil tidak jauh dari sini, aku mendengar bahkan orang yang memusnahkan seluruh kelompok bandit Silver Wind itu bukanlah salah satu Tuan muda dari keluarga Silverash dan para tentaranya tapi itu adalah seorang pemuda yang kelihatannya baru berusia 17 tahun dan seorang gadis kecil berambut putih sekitar 10 tahun... "
__ADS_1
" Tunggu dulu, apa kau bercanda, Silver Wind adalah sebuah kelompok bandit berskala besar, tidak hanya banyak Ksatria dan Penyihir Formal yang menjadi anggotanya, tetapi pemimpin bandit itu juga seorang Master Ksatria yang dikatakan tinggal selangkah lagi untuk mencapai ranah Grandmaster, apa kau pikir kelompok sebesar itu dapat dimusnahkan hanya dengan 2 orang pemuda yang bahkan belum berusia 20 tahun. "
Sebelum gadis berambut merah itu menyelesaikan kata-katanya, dia segera dibantah oleh sahabatnya dengan argumen yang realistis dan masuk akal.
" Tenanglah Sofia, aku belum selesai bicara, memang benar bahwa ceritaku ini sedikit tidak masuk akal, tapi semua orang di kota kecil itu mempercayai cerita ini karena orang yang menceritakan kisah ini berkata bahwa dia sendiri berada di tempat kejadian saat pembantaian itu terjadi, oh, dan satu hal lagi, saat pemuda itu selesai membebaskan para korban bandit itu, dia juga mengatakan bahwa dia adalah seorang Guardian dari keluarga Silverash.
Meskipun aku bukanlah penduduk asli Wilayah ini, tapi aku juga sedikit mengetahui tentang apa itu The Guardians of Silverash karena reputasi mereka yang luar biasa, dikatakan bahwa setiap orang yang berhasil mendapatkan gelar itu adalah monster dengan bakat dan keterampilan yang diluar akal sehat, dan bukankah cita-citamu sejak kecil juga menjadi salah satu dari mereka Sofia ? "
Setelah gadis berambut emas itu mendengar penjelasan sahabatnya, tangannya segera mengepal dengan sangat erat.
[ Apakah ini kemampuan dari seorang Guardian sejati ?, tidak heran jika ayah bilang meskipun bakatku sangat tinggi, tapi aku masih jauh dari memenuhi persyaratan untuk menjadi seorang Guardian sejati...
Tidak !
Aku tidak boleh menyerah dengan mudah, aku ingin menjadi seperti ayah, seorang Guardian sejati yang bertarung berdampingan dengan Tuan kita untuk melindungi seluruh penduduk yang ada di wilayah ini, aku ingin menjadi pedang tajam di tangan Tuanku yang digunakan untuk mengambil nyawa musuh-musuhnya dan yang terpenting, aku ingin membuat kedua orang tuaku bangga. ]
Saat gadis berambut emas itu masih tenggelam dalam pikirannya sendiri, tiba-tiba dia dibangunkan oleh sebuah suara yang berasal dari luar gerbong kereta.
" Nona, kita sudah sampai di tempat tujuan. "
__ADS_1