
Di setiap dunia, dimana ada sisi terang, pasti ada juga sisi gelap, dimana ada cahaya pasti ada bayangan, ini seperti sebuah aturan tak terlihat yang melekat pada setiap peradaban yang berkembang.
Dan World of Ruins, atau khususnya benua Bintang tidak terlepas dari aturan ini, jika Ksatria dan Penyihir yang berasal dari 5 pemimpin tertinggi adalah sisi terang, maka sisi gelap dunia ini adalah Penyihir Hitam dan Ksatria Hitam.
Sebenarnya Penyihir Hitam dan Ksatria Hitam adalah penyihir dan ksatria normal pada awalnya, tapi karena mereka menggunakan cara yang tidak benar untuk meningkatkan kekuatan mereka, Mana atau Aura yang mereka miliki akan sedikit berbeda dengan penyihir dan Ksatria ortodoks, hal ini sekaligus menjadi cara paling mudah untuk membedakan sisi terang dan sisi gelap dunia ini.
Jika warna Mana atau Aura yang dimiliki oleh Penyihir dan Ksatria yang berasal dari 5 pemimpin tertinggi adalah bervariasi tergantung pada atribut dan teknik apa yang mereka latih maka tidak demikian dengan Penyihir dan Ksatria Hitam.
Tidak peduli atribut atau teknik jenis apa yang mereka latih, Penyihir dan Ksatria Hitam pasti akan memiliki Mana dan Aura berwarna Hitam dan hal ini tidak bisa diubah dengan cara apapun, selain itu Mana dan Aura mereka juga akan memancaran sesuatu yang membuat orang lain merasa jijik dan tidak nyaman.
Dan saat ini Evan dapat merasakan dengan sangat jelas tanda-tanda tersebut di seluruh bagian tubuh mayat orang tua Isabell.
Brak...
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka dengan keras dan memperlihatkan William yang saat ini dalam kondisi siap bertempur.
Saat William mendengar suara teriakan Isabell, dia bergegas masuk kedalam rumah dan mencari dua orang yang telah masuk mendahuluinya tadi.
" Tuanku, apakah ada sesuatu... oh ****... kenapa ada dua mayat- "
BAM...
Kali ini apa yang menyambut William bukanlah tendangan, tapi sebuah pedang es berwarna biru muda yang sangat tajam, meskipun dia berhasil menangkisnya dengan pedangnya, tapi dia masih terlempar beberapa meter kebelakang sampai menembus dinding rumah yang terbuat dari kayu itu.
[ Sigh... mengapa aku dulu mengangkat orang ini menjadi Guardianku, sekarang aku mulai ragu dengan keamananku sendiri, tunggu dulu... bukankah sejak awal dia memang tidak berguna ?, atau otaknya mungkin sedikit bergeser karena terlalu sering kujadikan samsak hidup ? ]
__ADS_1
Saat Evan sedang meratapi kesalahannya dimasa lalu, dia tiba-tiba dikejutkan oleh perubahan yang terjadi pada tubuh Isabell.
Isabell yang sebelumnya masih menangis di pelukan Evan, saat ini tiba-tiba berteriak dengan keras sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Evan dan hal yang sangat luar biasa terjadi.
Evan yang adalah seorang Master Ksatria terlempar beberapa meter oleh dorongan acak dari Isabell, meskipun Evan dalam keadaan lengah saat itu, tetapi dia masihlah seorang Ksatria yang kuat sedangkan Isabell hanyalah manusia biasa yang belum pernah berlatih sebelumnya.
Setelah menghempaskan Evan, Isabell tidak melarikan diri atau menyerangnya, tetapi malah berguling-guling dilantai sambil memegangi perutnya seolah sedang merasakan sakit yang luar biasa dan tak lama kemudian dia akhirnya kehilangan kesadaran.
Evan yang sedang menonton dari kejauhan mengira bahwa semuanya sudah berakhir, tiba-tiba perubahan yang luar biasa terjadi pada tubuh Isabell.
Rambutnya yang awalnya berwarna hitam legam mulai berubah menjadi putih seperti salju dan bukan hanya itu saja, alis, bulu mata bahkan kulitnya juga mengalami perubahan yang serupa.
[ Kebangkitan Bloodline ? Tidak !, ini adalah proses transformasi yang disebabkan oleh dua jenis ras yang berbeda saling bergabung satu sama lain secara paksa, tapi Isabell jelas adalah manusia murni dan tidak memiliki darah ras lain yang tercampur di tubuhnya... tunggu dulu, jika kita menghubungkan tragedi yang dialami oleh orang tuanya... Dasar Penyihir Hitam sialan. "
Setelah memikirkannya selama beberapa saat, Evan akhirnya menemukan penyebab terjadinya perubahan yang terjadi di tubuh Isabell dan ini membuat amarahnya semakin terbakar, jelas Isabell adalah kelinci percobaan Penyihir Hitam dan sepertinya cukup sukses.
Sekali lagi, William bergegas menemui Evan dalam kondisi siap bertempur, tapi kali ini, dia sepertinya telah belajar dari pengalaman masa lalu dan hanya mengatakan hal-hal yang diperlukan saja.
" Tidak ada, William bersiaplah, kita akan memburu Penyihir Hitam malam ini. "
Evan berjalan perlahan mendekati Isabell yang telah menyelesaikan proses transformasinya dan berkata kepada William dengan nada yang sangat dingin.
" Oh, apakah kau tahu dimana mereka bersembunyi Tuanku, mereka itu seperti bunglon yang pandai berkamuflase, jadi agak sulit untuk menemukan mereka. "
" Hehehee, kita tidak perlu mencari mereka, merekalah yang akan mendatangi kita, aku yakin mereka tidak akan melepaskan obek uji coba mereka yang berharga. "
__ADS_1
Saat William mendengar suara tawa dingin Evan, tiba-tiba punggungnya dipenuhi keringat dingin.
[ Sigh... Penyihir Hitam yang malang. ]
...
Di ruang bawah sebuah rumah kecil yang tampak umum yang berada di bagian utara Desa Pilze, ada seorang wanita cantik berambut cokelat panjang sedang mencatat sesuatu di sebuah buku dalam bahasa yang aneh.
Wanita ini terlihat baru berusia sekitar 23 tahun dan masih berada di puncak hidupnya, tapi saat ini wajahnya tampak sangat murung.
" Sialan, dari 7 kelinci percobaan yang kutanam di desa ini, 5 dari mereka gagal dan hanya tersisa dua, padahal aku menghabiskan banyak waktu dan uang untuk percobaan kali ini, sial sial sial. "
Wanita itu terus mengutuk tanpa henti tapi tangannya tidak berhenti dan terus menulis kata-kata yang tidak jelas di buku itu.
Tapi tiba-tiba semua gerakan yang dilakukannya terhenti saat dia menyadari bahwa bola kristal yang ada di dekatnya ternyata menyala cukup terang.
" Berhasil, hahahahahaa, akhirnya berhasil, sepertinya upaya yang kulakukan selama ini tidak sia-sia, dengan ini aku akan dapat menjadi lebih kuat lagi sekaligus menghasilkan beberapa kali lipat uang yang aku habiskan untuk percobaan kali ini.
Biar kulihat nomor berapa kali ini, oh ternyata nomor 4, jika aku tidak salah ingat, dia adalah gadis kecil yang tinggal di pinggiran desa.
Hehehee, sepertinya ini memang hari keberuntunganku, aku tidak perlu repot-repot mengelabui penjaga yang sedang berpatroli. "
Saat wanita itu melihat bola kristalnya bersinar semakin terang, senyum di wajahnya menjadi semakin indah yang akan membuat setiap pria yang melihatnya meneteskan air liur.
Setelah mengemas beberapa barang, wanita cantik itu pergi meninggalkan ruang bawah tanah dengan suasana hati yang baik.
__ADS_1
Tapi saat dia selangkah lagi keluar dari rumahnya, dia merasakan sedikit rasa tidak nyaman seolah ada sesuatu yang mengganjal di hatinya, dia berpikir selama beberapa saat dan mencoba mengingat apakah ada sesuatu yang mungkin dia lupakan, tapi setelah memikirkannya berulangkali dia tidak menemukan penyebab kegelisahan hatinya.
Akhirnya dia memutuskan untuk tidak terlalu memikirkannya dan kemudian pergi ke tempat dimana kelinci percobaannya berada.