Tahta Perak

Tahta Perak
Pertempuran pertama lll


__ADS_3

Medan pertempuran antara regu Ksatria dari keluarga Silverash dan ksatria musuh saat ini sangat kacau, setiap dari mereka berusaha sekuat mungkin untuk menghabisi lawan mereka atau binasa bersama-sama, dan dengan seiring berjalannya waktu banyak korban berjatuhan antara masing-masing pihak.


Ksatria musuh yang awalnya berjumlah sekitar 70 orang saat ini mungkin tidak melebihi 30 orang, sedangkan dipihak Evan sudah ada 11 orang yang gugur, meskipun begitu tidak ada satupun dari kedua belah pihak yang berniat untuk mundur, karena bagi seorang Ksatria, mati di medan perang adalah sebuah kehormatan tertinggi yang bisa didapat.


Saat seorang Ksatria bertempur di medan perang, mereka tidak perlu mengkhawatirkan kondisi anggota keluarga yang mereka tinggalkan karena tuan dan saudara seperjuangan mereka akan mengurus kebutuhan hidup keluarganya jika dia tidak bisa lagi kembali ke tanah airnya, tapi sebaliknya jika mereka melarikan diri, tidak hanya mereka akan dihukum dengan sangat berat tapi juga akan menerima cacian dan penghinaan dari publik, bahkan anggota keluarga mereka juga tidak akan luput dari hal ini.


Ada pepatah yang mengatakan lebih baik menjalani hidup yang singkat dengan penuh rasa hormat dari pada memiliki umur yang panjang tapi membawa aib dan penyesalan.


Karena itu, setiap Ksatria yang bertarung saat ini tidak pernah terlintas sedikitpun dipikiran mereka untuk mundur dari medan pertempuran.


Saat ini di pusat medan pertempuran, ada 2 orang yang saling memandang satu sama lain, meskipun mereka hanya berdiri diam disana, tapi tidak ada yang berani mendekati mereka berdua dalam jarak sepuluh meter, banyaknya mayat yang tergeletak di sekitar kedua orang itu mengingatkan pada para Ksatria dari kedua belah pihak untuk tidak mencoba memasuki area itu.


Kedua orang itu jelas adalah Evan dan pria paruh baya dengan banyak bekas luka diwajahnya.


Mereka berdua saling menatap dengan tajam seolah sedang mengukur tingkat kekuatan musuh mereka masing-masing, setelah observasi singkat, dua kata terlintas hampir bersamaan di benak mereka masing-masing.


[ Kuat... sangat kuat. ]


Dengan pengalamnya yang berlimpah, pria parubaya itu dapat menyimpulkan bahwa anak kecil didepannya ini bukanlah Master Ksatria biasa, sedangakan Evan menggunakan Sword Eyes yang memiliki sensitivitas energi yang tinggi dan merasakan bahwa tubuh orang didepannya mengandung energi dalam jumlah yang sangat besar.


Setelah saling menatap untuk sementara waktu, pria parubaya itu akhirnya memutuskan untuk mengawali percakapan, tapi saat pria itu hendak berbicara, sebuah sinar cahaya perak berbentuk setengah lingkaran mengarah kearahnya dengan sangat cepat.


Itu adalah Evan yang menyerang menggunakan Aura Blade secara tiba-tiba, dia sepertinya tahu bahwa musuhnya mencoba mengulur waktu, tujuannya adalah agar semua Ksatria dipihaknya binasa sehingga mereka bisa mengepungnya dengan lebih banyak orang, selain lebih efektif, korban dipihak musuh juga akan berkurang.


Ini memang rencana yang bagus tapi terlalu mudah untuk ditebak, tidak mungkin Evan akan tertipu dengan trik murahan seperti itu.


Meskipun pria paruh baya itu sedikit terkejut dengan apa yang terjadi tapi dia tidak mengurangi penjagaannya, saat Aura Blade Evan akan mengenai tubuhnya, dia berhasil menahan serangan itu dengan pedangnya meskipun dia harus terlempar beberapa meter kebelakang.

__ADS_1


Seusai menahan Aura Blade Evan, pria itu secara reflek menoleh ketempat Evan berada dan hendak memberikan serangan balasan tapi yang dilihatnya hanyalah sebuah tempat kosong tanpa ada jejak seorangpun disana.


Tiba-tiba dia merasakan merinding disekujur tubuhnya dan dengan cepat dia memadatkan perisai cahaya merah yang terbuat dari aura murni di sekeliling tubuhnya.


Baamm...


Dan benar saja, entah kapan Evan sudah berada disamping kiri pria itu dan melancarkan serangan mematikan pada bagian lehernya tapi sepertinya serangan menyelinapnya gagal.


Blue Dragon Sword yang dilapisi dengan aura berwarna perak hanya berjarak beberapa sentimeter dari leher pria paruh baya itu tapi ditahan oleh perisai cahaya merah yang mengelilingi tubuhnya.


Meskipun serangan Evan berhasil menembus perisai cahaya, tapi pedangnya tetap berhenti saat akan mengenai leher pria itu, namun saat pria paruh baya itu menghela nafas lega, dia melihat bahwa Evan yang harusnya melarikan diri malah memberinya senyum tipis.


~ Fireball ~


Evan dengan cepat mengalirkan seluruh mana yang dimilikinya kedalam Blue Dragon Sword dan tiba-tiba di ujung pedangnya yang telah menembus perisai cahaya itu, bintik-bintik oranye mulai berkumpul dengan sangat cepat dan akhirnya membentuk sebuah bola api seukuran kepala bayi.


Tak lama kemudian, terdengar ledakan yang sangat besar dari pusat medan pertempuran yang bahkan membuat para Ksatria yang sedang bertempur mengalihkan perhatian mereka sejenak.


Asap yang sangat tebal menutupi pandangan orang lain sehingga menyulitkan mereka untuk melihat apa yang sedang terjadi.


Beberapa saat kemudian setelah asap mulai menghilang, akhirnya para ksatria itu dapat melihat situasi yang terjadi dengan jelas.


Keadaan di pusat medan pertempuran saat ini sangat berbeda dengan keadaan awalnya, tidak ada rumput atau bahkan tanah datar yang seharusnya terlihat disana tetapi yang ada sekarang hanyalah sebuah lubang besar berukuran beberapa meter, dan di dalam lubang itu terlihat dua orang dengan keadaan yang sangat menyedihkan.


Evan saat ini dalam kondisi yang cukup buruk, separuh bagian wajahnya terbakar, lengan kirinya terkulai lemas yang sepertinya tidak bisa lagi berfungsi saat ini dan banyak darah menetes dari mulut dan hidungnya, meskipun dia memakai Oceanic King Armor di tubuhnya tapi dia tidak memiliki cukup kekuatan untuk mengeluarkan semua kemampuan armor itu, jadi meskipun luka luar Evan hanya terjadi pada bagian-bagian tertentu, tapi luka dalamnya cukup serius.


Tapi dia merasa bahwa pertaruhan yang dia buat sebelumnya sepadan saat dia melihat keadaan pria itu.

__ADS_1


Kondisi dari pria paruh baya itu bahkan jauh lebih mengerikan daripada cedera Evan saat ini, pria itu berlutut dengan satu kaki dan menggunakan pedang untuk menopang tubuhnya agar tidak jatuh ketanah sambil terus menerus batuk sesuap besar darah dari waktu ke waktu, bagian kiri tubuhnya mulai dari kepala sampai pinggangnya terbakar habis hingga hanya menyisakan tulang dan organ dalam yang dilindungi oleh aura, bahkan kau dapat melihat dengan jelas jantung yang berdetak cepat dibalik tulang rusuknya, selain itu lengan dan mata kirinya juga hangus terbakar menjadi abu.


Saat para Ksatria yang sedang bertempur melihat kondisi pemimpin mereka, mereka memutuskan untuk menghentikan pertempuran sejenak dan menuju pusat medan pertempuran.


Pertempuran yang berlangsung selama dua jam ini merenggut banyak nyawa dari kedua belah pihak, pasukan musuh yang awalnya terdiri dari kurang lebih 70 orang sekarang hanya tersisa 13 orang, ada 4 Master Ksatria dan sisanya adalah ksatria formal tingkat tinggi.


Sedangakan dipihak Evan yang awalnya adalah 20 orang Ksatria, sekarang hanya William dan Gerrarld yang masih bertahan hidup.


Jika pertarungan dilanjutkan sedikit lebih lama lagi, jelas bahwa Evan mungkin akan berada pada situasi yang sangat buruk.


Saat ini kedua belah pihak saling menatap dengan waspada, meskipun mereka sama-sama kelelahan tapi tidak ada satupun yang mengendurkan penjagaan mereka.


Saat situasi akan mulai memanas kembali, tiba-tiba terdengar suara dari pria paruh baya yang sedang terluka parah itu.


" Uhukk..uhukk... kalian semua, hentikan !, tidak ada gunanya lagi melanjutkan pertarungan ini. "


Saat suara pria itu terdengar, para ksatria disekitarnya mulai menarik kembali aura mereka, tapi ini tidak terjadi di pihak Evan, saat mendengar kata-kata itu, kemarahan yang luar biasa mulai menyelimuti hatinya.


" HAHAHAHAAA... kau bilang pertempuran ini tidak ada artinya, bagaimana dengan nyawa ke 18 Ksatriaku ?, apakah pengorbanan mereka juga tidak ada artinya ?, bagaimana aku bisa menjawab keluarga mereka yang saat ini sedang menunggu kepulangan mereka ?, apa kau pikir dapat datang menyerang kami tanpa peringatan dan menghentikan pertempuran sesuka hatimu, hah, mati kau sialan. "


Dengan kemarahannya yang mencapai puncak, Evan mengayunkan pedangnya sekali dan Aura Blade perak meluncur dengan cepat menuju sekelompok orang itu.


Saat Evan melakukan gerakannya, pihak lain juga tidak berdiam diri, 4 Master Ksatria masing-masing mengeluarkan Aura Blade untuk memblokir serangan Evan, saat kelima sinar cahaya bertabrakan satu sama lain, terjadi ledakan energi dahsyat yang membuat ke empat Master Ksatria musuh mudur beberapa langkah.


Disini dapat terlihat bahwa meskipun mereka berempat bergandengan tangan bersama, masih belum cukup untuk menandingi Evan sendiri, apalagi ada dua Master Ksatria lain dipihak Evan saat ini.


" Tolong tunggu tuan muda Silverash, kami ingin bernegosiasi denganmu, bukankah kau ingin tahu siapa dalang dibalik semua ini. "

__ADS_1


__ADS_2