
Alonsopun menunggu di depan kantor Ailyn sore itu. Dirinya yakin kalau istrinya pasti berat meninggalkan pekerjaannya. Tapi Alonso tak pernah ingin memaksanya mengundurkan diri selama ini. Semua insiden ini yg membuat Ailyn mengundurkan diri. Ditambah dengan hadirnya janin di rahimnya, pastilah Ailyn akan berpikir ribuan kali untuk tetap bertahan dengan kondisinya.
Di dalam nampak, Ailyn menemui beberapa atasannya. Cukup lama Ailyn diintrogasi oleh beberapa atasannya. Banyak yg harus dijelaskan oleh Ailyn terkait kondisinya saat itu. Bahkan riwayat medisnya pun harus dicek kebenarannya.
Setelah berbicara cukup lama, Ailyn pun mengajukan pengunduran dirinya. Semua pun terkejut karena mereka tak berniat menyingkirkan Ailyn. Tapi wanita itu pun menjelaskan alasan mengapa dirinya sampai mengundurkan diri.
Beberapa atasannya pun memintanya memikirkan ulang keputusannya. Tapi Ailyn tetap akan berhenti dari pekerjaannya karena kelak dirinya tak ingin jauh dari anaknya. Ailyn tak mau melihat anaknya kehilangan sosok sang ibu sama seperti dirinya. Ditambah suaminya cukup kaya untuk menafkahinya dan anaknua nanti.
Dan dengan berat hati, mereka pun menyetujui surat pengunduran diri Ailyn dan akan langsung memprosesnya. Ailyn pun keluar dari ruangan dan disambut oleh rekan-rekannya yg sangat penasaran.
"Ailyn bagaimana?" tanya mereka saat Ailyn muncul.
"Baiklah aku akan menjelaskan segalanya pada kalian." ucap Ailyn lalu mereka mendengarkan dengan seksama kecuali Leon yg sudah tahu.
"Jadi aku akan mengundurkan diri.. dan ini bukan karena hukumannya karena mereka tak memberiku sanksi berat." ucap Ailyn.
"Kenapa senior?" tanya Zion.
"Iya ada apa Ailyn?? apa kau tidak menyukai kami.?" tanya mereka.
"Bukan, karena ada makhluk hidup disini." ucap Ailyn menunjuk perutnya.
"Cacing?" tanya Zion.
Plakk..
"Bodoh.. masa kau tidak paham."
"Au.. sakit tau."
"Maksudnya aku saat ini sedang hamil, jadi aku pikir aku takkan bisa bersama kalian. Bahkan meskipun bayi ini lahir aku tak mau jauh darinya apalagi meninggalkannya kapanpun." ucap Ailyn.
"Aku mengerti sekarang maksudmu." ucap Leon.
"Terimakasih kapten." balas Ailyn.
"Kukira kau membenci kami.. aku ikut senang mendengarnya Ailyn."
"Kau sudah berjuang selama ini di tim ini.. kau juga harus berjuang untuk anakmu."
"Aku mengerti alasanmu.. karena sulit bagi wanita meninggalkan anaknya."
"Iya.. kami akan sering mengunjungimu."
"Terimakasih semuanya.. aku takkan melupakan ikatan yg sudah kita bangun selama ini." ucap Ailyn.
"Hikss.. senior, akhirnya aku akan mempunyai keponakan." ucap Zion terharu.
__ADS_1
"Iya.. jadi kau mengerti kan alasanku?" tanya Ailyn.
"Iya.. aku mengerti." ucapnya.
"Bagus, ingat jangan malas-malasan saat tak ada aku." ucap Ailyn.
"Kau tenang saja, kami yg akan mengawasinya."
"Ailyn, bagaimana kalau kita adakan pesta perpisahan.." ucap salah seorang.
"Ide bagus."
"Iya kurasa itu harus dilakukan."
"Bagaimana Ailyn kau setuju dengan mereka?" tanya Leon.
"Ya aku setuju, nanti kita atur tanggal dan waktunya." ucap Ailyn.
"Baiklah.. semuanya jangan ke tempat aneh-aneh karena Ailyn sedang hamil.. dan jangan katakan hal buruk juga." ucap Leon.
"Baik kapt.." ucap mereka semua.
Ailyn pun berpamitan pada mereka dan mendapatkan banyak ucapan selamat. Lalu Ailyn keluar dari kantornya dan melihat Alonso yg masih menunggunya di halaman parkir.
Alonso yg melihatnya pun langsung tersenyum.
"Iya, terimakasih sudah menunggu." ucap Ailyn.
Alonso pun membukakan pintu mobil untuk istrinya dan memastikan Ailyn masuk dengan aman. Lalu mereka langsung menuju ke rumahnya. Nampak, Ailyn tak merasa sedikit kecewa pada keputusannya kali ini.
.
.
Sementara itu, Cloe pun sudah ada di depan rumah Alonso. Dan meski sudah diusir wanita itu enggan meninggalkan rumah tersebut. Alonso yg baru datang pun jengah melihatnya.
"Ck.. mau apalagi wanita itu." gumamnya.
"Kita lihat saja apa maunya." ucap Ailyn.
Mereka pun keluar dari dalam mobil dan langsung dihampiri oleh Cloe.
"Akhirnya kalian datang juga." ucap Cloe.
"Apa maumu datang ke rumah ini?" tanya Alonso.
"Kau harus bertanggungjawab.. gara-gara ulahmu aku sampai hamil..!" ucap Cloe.
__ADS_1
"Yg berbuat kan dirimu kenapa menyalahkan suamiku?" balas Ailyn.
"Kalian..! kalian benar-benar jahat.. setelah menjebakku dan membuatku hamil kalian langsung cuci tangan." ucap Cloe.
"Cuci tangan? bukankah kau yg menginginkannya Cloe? sampai menaruh obat di minumanku." ucap Alonso.
"Ck.. tapi kenapa malah Tom yg bersamaku?" tanya Cloe.
"Karena, kau yg menggodanya dengan tubuhmu, Tom bilang kau sudah dalam keadaan tak sadarkan diri dan dipengaruhi oleh obat tersebut." ucap Alonso.
"Kau yg menggodanya sendiri, dan kau juga yg bodoh dengan tak sadar melakukan sesuatu, tapi menyalahkan orang lain." ucap Ailyn.
"Kalian...! kalian harus ganti rugi.." ucap Cloe.
"Untuk apa?" tanya Ailyn tegas.
"Karena gara-gara kalian aku sampai hamil.. aku tak menginginkan anak ini karena milik Tom.. yg aku inginkan anak bersamamu Alonso." ucap Cloe.
"Cih dasar perempuan sinting..!" ucap Alonso.
"Kalian harus membayar mahal karena aku ingin menggu***kannya.. aku tidak menginginkan anak ini." ucap Cloe.
"Dasar wanita gila.. !! dia juga tak mau hadir di rahimmu.. kau yg membuatnya hadir." ucap Ailyn kesal.
"Apa maumu..?? ini tubuhku dan semuanya milikku, mau aku singkirkan pun ini hakku." ucap Cloe.
"Ya.. dan kau akan menyesalinya seumur hidupmu." ucap Ailyn.
"Tidak akan.. dia adalah sebuah kesalahan dan tak seharusnya hadir ke dunia ini." ucap Cloe.
"Aku bisa memberimu uang, tapi pergilah dari hidup kami." ucap Alonso.
"Bagus.. aku akan kemari lagi kalau begitu." ucap Cloe.
Cloe pun pergi dan Alonso mengajak Ailyn untuk masuk ke dalam. Ailyn masih tak habis pikir dengan pemikiran Cloe. Wanita itu dengan mudahnya mengatakan akan menyingkirkan janinnya sendiri. Sementara banyak diluar sana, wanita yg sulit mengandung. Dan banyak juga anak-anak yg hidup dalam kesulitan karena tidak punya orang tua..
"Cloe benar-benar membuatku muak..!" ucap Ailyn kesal.
"Ai.. tenanglah.." tanya Alonso.
"Dia gampang sekali ingin menyingkirkan anaknya.. membuatku jadi kesal." ucap Ailyn.
"Kita tak bisa mencegahnya, karena kita tak punya hak apapun." ucap Alonso dan Ailyn pun diam.
Ailyn pun jadi tak selera makan dan melupakan makan malamnya. Alonso sudah berupaya merayunya untuk makan, tapi Ailyn memiliki pendirian yg kuat. Alonso pun sudah menawarkan banyak makanan tapi istirnya sedang tidak mood untuk makan. Terakhir Alonso memaksanya memakan buah yg sudah ia potong.
Akhirnya Ailyn pun memakannya dan memilih untuk tidur setelahnya. Alonso pun takut jika Ailyn mogok makan dan berdampak pada kesehatan janinnya. Tapi untunglah Ailyn mau makan buah malam ini.
__ADS_1
Dan keesokan harinya Ailyn pun ikut ke kantor Alonso. Dirinya ingin bicara dengan Tom. Alonso pun sudah memintanya untuk tenang karena akan menanganinya dengan Tom. Tapi Ailyn tak mau dan ingin ikut menanyakan pendapat Tom tentang hal ini.