Takdir Ailyna

Takdir Ailyna
EP.44 Kembali ke Rumah


__ADS_3

Dengan sebuah perdebatan, akhirnya Ailyn kembali ke rumah besar Alonso. Itupun dengan tuntutan Alonso tentang perjanjian pernikahan mereka. Mau tak mau Ailyn mengikutinya dan kembali ke rumah besar tersebut, tapi dengan beberapa syarat.


"Ailyn kita harus pulang hari ini." ucap Alonso.


"Iya dasar cerewt.. " ucap Ailyn.


"Aku akan memenuhi semua keinganmu, jadi kau sebagai pihak kedua harus menurut." ucap Alonso.


"Hmm.." balas Ailyn malas.


Akhirnya setelah membereskan beberapa barang, Ailyn pun kembali ke rumah besar tersebut. Saat turun dari mobil dirinya pun menatap taman dan bangunan yg ada dihadapannya. Tempat yg besar sekaligus sunyi tersebut, dimana Ailyn selalu merasa kesepian ada disana.


"Akhirnya dengan terpaksa aku kesini lagi.. " gumam Ailyn dalam hati.


"Ai.. ayo masuk." ucap Alonso.


"Iya." balas Ailyn.


Ailyn pun masuk ke rumah besar itu dan menuju ke kamar utamanya bersama Alonso. Ailyn pun menatap kamar besar tersebut dan tampak tak ada yg berubah sedikitpun. Bahkan barang-barangnya masih ada di tempatnya.


"Kenapa? barang-barangmu aman disini." ucap Alonso.


"Bagus." ucap Ailyn.


Ailyn pun merapikan barang bawaannya, lalu mengecek beberapa hal. Dirinya juga melihat beberapa barang penting miliknya. Tak ada yg berubah ataupun hilang, artinya Alonso benar-benar menjaganya dan tak merubah apapun.


"Ai.. turunlah kita makan bersama." ucap Alonso.


"Turunlah duluan aku mau ganti baju dulu." ucap Ailyn.


Alonso pun turun ke bawah lebih dahulu, dan Ailyn mengganti pakaiannya. Setelah itu Ailyn menyusulnya di meja makan. Sebelum keluar dari kamar, Ailyn pun melihat beberapa obat di meja. Karena penasaran Ailyn pun mengeceknya, berpikir kalau Alonso sedang sakit.


"Obat apa ini?" gumamnya.


Ailyn pun mengerti sedikit jenis obat, dan yg ada dihadapannya kemungkinan adalah obat tidur. Ailyn pun berpikir, Alonso memang benar-benar kesulitan tidur setiap malamnya. Karena penasaran Ailyn pun memfoto obat tersebut dan menanyakannya pada beberapa kenalannya.


Kemudian barulah Ailyn turun ke bawah. Di meja makan, nampak makanan sudah tersedia dengan meriah. Ailyn pun hanya menggaruk kepalanya yg tidak gatal melihat makanan sebanyak ini hanya untuk mereka berdua.

__ADS_1


"Al.. siapa saja yg akan makan?" tanya Ailyn.


"Hanya kita, memang siapa lagi?" balas Alonso.


"Kenapa sebanyak ini?" tanya Ailyn.


"Untuk merayakan kepulanganmu." ucap Alonso.


"Oh.. kurasa itu berlebihan." ucap Ailyn merasa aneh dengan alasan Alonso.


Ya, Ailyn tak pernah mendapatkan perlakuan istimewa dari keluarganya. Jadi wajar saja jika Ailyn merasa aneh dengan perlakuan ini untuknya. Dan Ailyn merasa makanan di hadapannya sangat berlebihan. Berbanding terbalik dengan kondisinya tiga bulan lalu. Ailyn pun teringat pada kota yg hangus terbakar tersebut dan tanpa sadar menitihkan air mata teringat para korban kehilangan rumah, harta benda bahkan keluarganya. Bahkan mereka harus berbagi makanan sampai bantuan datang.


Ailyn pun tanpa sadar menitihkan air mata melihat makanan melimpah di hadapannya yg hanya akan dimakan oleh dirinya dan Alonso. Alonso pun terkejut melihat Ailyn menangis tanpa sebab.


"Ai.. ada apa? apa kau sakit?" tanya Alonso.


Beberapa pelayan pun panik takut dimarahi oleh Alonso jika nyonya mereka tak suka makanan yg disediakan.


"Aku tak bisa memakan semuanya, aku hanya akan makan buah di kamar." ucap Ailyn hanya mengambil sebuah apel lalu kembali ke kamarnya.


"Al, ini bukan salah pelayan.. hanya saja aku tidak selera makan." ucap Ailyn.


"Ai...tunggu.." ucap Alonso berusaha mengejarnya.


"Kau makanlah, aku sedang tidak nafsu makan dan ingin sendiri." ucap Ailyn.


Alonso pun semakin bingung dengan tingkah Ailyn. Ingin bertanya tapi Ailyn pasti takkan menjawabnya karena ingin sendirian. Pasti ada sesuatu yg terjadi yg membuat moodnya memburuk. Alonso pun jadi tak bisa menikmati makanannya.


Setelah makan sedikit, Alonso pun menyusul Ailyn di kamarnya. Dirinya menatap istrinya yg sedang duduk di depan jendela yg tengah menatap pada taman di bawahnya.


"Ai.. ada apa?" tanya Alonso.


"Tidak ada, aku hanya sedang tidak mood makan hari ini." ucap Ailyn.


"Tapi apa alasannya?" tanya Alonso.


"Kau terlalu berlebihan.." ucap Ailyn.

__ADS_1


"Maksudmu?" tanya Alonso.


"Diluar sana ada banyak orang kelaparan karena musibah dan sebagainya, tapi disini ada banyak makanan yg hanya disiapkan untuk kita berdua.. kurasa itu tidak adil." ucap Ailyn.


"Maaf.. aku tak tahu apa yg sudah kau alami, lain kali mereka akan kusuruh menyediakan secukupnya." ucap Alonso.


"Itu lebih baik.. dan jangan pernah menyisakan makanan apalagi membuangnya.. lebih baik makanan tadi diberikan pada para pelayan." ucap Ailyn.


"Ya.. tentu.." ucap Alonso.


Alonso pun melihat sisi lain Ailyn yg berbeda dari wanita manapun. Entah apa yg sudah dialami Ailyn hingga menjadi seperti sekarang. Yg jelas, apa yg dikatakan Ailyn memanglah tidak salah. Dan Alonso menyadari kalau sikapnya itu memang berlebihan.


"Al.. mengenai syaratku waktu itu sudah kau siapkan?" tanya Ailyn.


"Bantuan untuk negara Xx kan?" tanya Alonso.


"Ya.. " ucap Ailyn.


"Jery sedang mengerjakannya." ucap Alonso.


"Baguslah, kuharap bantuan itu benar-benar tersalurkan." ucap Ailyn.


"Aku akan memastikan Jery menemukan orang-orang yg tepat." ucap Alonso.


"Terimakasih Al.. hanya itu permintaanku." ucap Ailyn.


Hal itupun semakin membuat Alonso tertampar lagi. Kemarin, Cloe menghabiskan banyak uangnya hanya untuk berbelanja barang kesenangannya. Tapi Ailyn hanya meminta Alonso untuk memberikan bantuan pada negara yg tengah berkonflik tersebut.


Sungguh mulia hati Ailyn, bahkan dirinya tak menginginkan barang mewah untuk dirinya sendiri. Tapi memikirkan kesulitan yg dialami orang lain. Alonso pun merasa menyesal sekaligus malu karena telah memancing wanita seperti Cloe yg hanya menghabiskan uangnya.


Sementara Ailyn lebih suka hidup sederhana dan menjauhi hal-hal mewah. Baginya, ia harus hidup sesuai dengan apa yg ia butuhkan. Kemewahan seperti barang-barang branded, atau fashion branded hanyalah sebuah tren yg akan terus berganti setiap harinya. Karena setiap seniman pastilah juga membutuhkan uang untuk hidupnya makanya mereka selalu berkarya.


Begitulah Ailyn memaknai hidupnya dan menjalaninya dengan kesederhanaan. Tidak menolak perkembangan zaman, tapi juga tidak berlebihan dalam memanfaatkannya. Dan itu membuat Alonso semakin tertarik padanya.


Tanpa Alonso sadari dirinya sudah jatuh cinta pada istrinya. Tapi di dalam hati pria itu ia tak percaya akan adanya cinta. Semua karena trauma di masa lalunya. Dan terus menolak arti perhatiannya pada Ailyn kalau itu adalah cinta. Dan terus mencaritahu arti keberadaan Ailyn. Terus mencaritahu kenapa Ailyn harus ada di hidupnya, dan terus berusaha memastikan kalau cinta itu hanyalah kata kiasan.


Sementara Ailyn, dirinya juga terus peduli pada Alonso. Entah untuk alasan apapun, tapi Ailyn tak bisa meninggalkannya atau menyakitinya. Padahal kejadian kemarin bisa saja Ailyn meninggalkan Alonso dan mengajukan gugatan tapi dirinya tak melakukannya. Dan tetap menerima permintaan maaf Alonso.

__ADS_1


__ADS_2