
Pada sore harinya, Cloe pun kembali ke kantor Alonso. Sungguh wanita itu adalah pengangguran berat yg hidupnya hanya untuk mengejar-ngejar Alonso. Sampai kepulangan Alonso pun ia tunggu-tunggu.
Mau tak mau Alonso berpura-pura tersenyum dihadapan Cloe padahal dirinya sangat muak dengan wanita itu. Alonso pun berbasa-basi dengan menanyakan kabar Cloe hari ini dan apa yg ia lakukan seharian.
Hingga wanita itu mengajak Alonso keluar malam ini untuk menghabiskan waktu berdua. Sesuai dugaan, kejadian ini pun terjadi lagi. Alonso pun tak ada pilihan lain selain mengikuti keinginan Cloe.
Dan mereka berdua pun menuju ke sebuah bar untuk minum bersama. Sungguh Cloe bukanlah wanita baik-baik karena mengajak Alonso ke tempat seperti ini.
Jery dan Tom pun mengikuti keduanya dari belakang bersama beberapa pengawal lainnya. Semuanya pun sudah diluar rencana mereka karena Cloe tak menyebutkan kemana akan pergi dengan Alonso. Dan Alonso hanya mengikuti saja semua keinginan wanita itu.
Ternyata Cloe bahkan sampai memesan ruangan pribadi disana. Hingga baik Jery ataupun Tom tak bisa mengikuti mereka. Alonso pun berada di ruangan khusus yg sengaja di pesan oleh Cloe. Bahkan di ruangan tersebut sudah disediakan minuman.
Alonso pun mulai berpikir apakah minumannya aman untuk ia minum. Karena nampaknya Cloe menyiapkan obat tertentu untuknya. Keduanya pun mulai berdekatan, dan Alonso sangat menahan diri dari aroma Cloe yg menurutnya sangat tidak enak. Tapi ia harus menahannya agar semuanya baik-baik saja.
"Cloe apa ada kabar dari Anita mengenai rencananya?" tanya Alonso.
"Belum ada.. aku pasti akan melaporkannya padamu." ucap Cloe.
"Kau harus melakukannya jika masih ingin melihatku hidup." ucap Alonso memberikan penekanan pada Cloe.
"Aku takkan membiarkan dirimu mati.." ucap Cloe.
"Bagus.. " ucap Alonso.
Cloe pun memeluk dan menyandarkan tubuhnya di bahu Alonso. Lalu dirinya dengan sengaja membuka kancing bajunya beberapa hingga menampakkan sebuah pemandangan indah bagi kaum laki-laki.
"Kau gerah?" tanya Alonso.
"Iya.. rasanya sangat panas." bisik Cloe.
Dan mau tak mau Alonso pun meminum minuman yg ada disana agar Cloe tak curiga. Dan wanita itu selalu bergelayut manja di pelukan Alonso. Padahal Alonso sudah sangat mual dengan aroma tubuh Cloe.
Semakin lama, Alonso pun merasakan hawa panas di tubuhnya yg menandakan obat yg dimaksud oleh Tom adalah obat perangsang. Begitu juga dengan Cloe yg mulai liar terhadapnya.
__ADS_1
"Cloe.. hentikan jangan disini." ucap Alonso.
"Sayang.. ayolah." ucap Cloe.
"Baiklah, ayo kita ke hotel." ucap Alonso.
Meskipun tubuhnya merespon obat tersebut, tapi aroma tubuh Cloe yg membuat Alonso mampu mengendalikan hasratnya. Sementara Cloe sudah mulai liar dan melakukan aksinya.
Jery dan Tom beserta yg lainnya pun mengikuti Alonso ke hotel tersebut. Sembari memasang telinganya guna menyadap percakapan Alonso dan Cloe. Tom pun mendengar Alonso memesan kamar dan menyebutkan nomor kamarnya.
Dengan informasi tersebut, mereka pun bertugas mencegah hal buruk terjadi pada Alonso. Dengan cepat pula mereka bertanya pada bagian reseptionis mengenai letak kamar Alonso.
Mereka pun berpencar untuk memisahkan Alonso dari Cloe sebelum tuan mereka berhasil di masuk ke dalam jebakan Cloe.
Jery dan Tom beserta dua orang pengawal pun menunggu Alonso di lift. Nampak Cloe sudah mulai kehilangan kesadaran dan terus menyerang Alonso. Sementara Alonso masih bertahan karena aroma tubuh Cloe yg sangat tidak nyaman.
Ketika mereka semua berada di lift yg sama, kedua pengawal pun diberi kode oleh Jery untuk membuat Alonso dan Cloe pingsan.
Bughh..Bughh..
Jery pun berhasil mengamankan Alonso dan membawanya pulang. Sementara Tom terjebak dengan Cloe di kamar tersebut. Pengawal yg membantunya pun keluar lebih dulu karena ingat anak dan istrinya serta tak ingin terpancing. Sementara Tom, baru saja dirinya merebahkan tubuh Cloe entah bagaimana wanita itu tersadar dan mengira kalau Tom itu Alonso.
Seketika Tom pun diserang oleh Cloe. Dan wanita itu langsung menc**m Tom dengan penuh nafsu. Sebagai pria normal, Tom pun terpancing. Gairahnya pun mulai muncul saat Cloe mulai melepas satu persatu pakaiannya.
"Sial aku harus cepat pergi dari sini.." umpat Tom.
Tapi di hadapannya Cloe sudah tak berbusana dan mendekat padanya. Bahkan Cloe melepas pakaian Tom. Wanita itu benar-benar sedang bergairah dan hal itu membuat Tom juga tak tahan.
"Sayang.. " ucap Cloe.
"Aku tak tahan lagi, kau yg memaksaku.." ucap Tom membalas semua perbuatan Cloe.
Tom pun menghabiskan malam panas tersebut bersama Cloe menggantikan tuannya. Sungguh niat baiknya justru membuatnya terjebak dalam hubungan satu malam dengan Cloe.
__ADS_1
Dan wanita itu benar-benar berhasil membangkitkan gairahnya. Terlebih tubuh Cloe sangat se**i di mata Tom.
.
.
Sementara itu, Alonso pun berhasil dibawa pulang oleh Jery dan pengawal. Alonso pun selamat dari jebakan Cloe, tapi ada laporan dari pengawal yg mengurus Cloe kalau Tom masih di dalam kamar bersama Cloe.
Pengawal itupun tak berani mengatakan apapun karena tak melihat apa-apa. Tapi Jery yakin Tom pasti tergoda oleh Cloe. Seketika Jery pun menepuk jidatnya dan memikirkan apa yg akan terjadi selanjutnya. Tuannya memang lolos dari jebakan, tapi justru Tom yg masuk ke dalam jebakan ini.
Bukan tidak mungkin Tom akan dalam bahaya jika Cloe tahu yg tidur dengannya bukan Alonso.
"Astaga.. Tom.. kau benar-benar sudah tidak waras.. masa kau hajar juga.." gumam Jery dalam hati.
.
.
Sementara itu, di kamar hotel semuanya sudah berantakan. Cloe pun membuat Tom bertekuk lutut di ranjang. Dan wanita itu kini kelelahan ditambah dengan obat yg ia konsumsi juga. Mereka pun melakukannya selama berjam-jam karena Cloe meminum obat tersebut.
Tom pun tersadar lebih dulu karena tak mengkonsumsi apapun. Dan dirinya melihat perbuatannya malam ini menggantikan tuannya. Tom pun ketakutan kalau tuannya terkena masalah karena perbuatannya.
Dengan cepat Tom pun memakai pakaiannya dan meninggalkan Cloe di kamar tersebut. Walaupun dirinya merasa bersalah karena bersikap seperti pria bre***k yg pergi begitu saja setelah berbuat buruk pada Cloe.
"Aku harus menyelamatkan nyawaku dulu.." umpat Tom langsung bergegas keluar hotel.
Dirinya bahkan masih mengingat dengan jelas malam panas tersebut. Dan entah mengapa bayangan wanita gila itu terus ada di otaknya. Tom pun merasa dirinya sudah gila dan membuat tuannya dalam masalah.
.
.
Pagi harinya Cloe pun terbangun dengan rasa puas di hatinya. Tapi dirinya tak melihat Alonso di sampingnya. Namun, ia merasakan kalau tadi malam dirinya sangat puas melakukannya pada Alonso. Padahal yg bersamanya tadi malam adalah Tom, orang kepercayaan Alonso.
__ADS_1
"Alonsoku.. kenapa kau pergi begitu saja." gumam Cloe tersenyum.