
Alonso pun tengah disibukkan dengan semua agendanya termasuk mencari siapa pemilik rekening dana korupsi tersebut. Begitu juga dengan Jery dan Tom, hingga tak ada yg memberitahukannya kalau Ailyn sudah pulang.
Ailyn akhirnya pulang ke rumah dan istirahat karena sudah beberapa hari dirinya tak pulang ke rumah. Dirinya juga tahu kalau Alonso pasti di kantornya dengan semua pekerjaannya.
Hingga tanpa sadar malam pun tiba, Ailyn bahkan melewatkan jam makannya dan melihat jam di dinding. Sudah pukul 9 malam tapi Alonso belum juga pulang ke rumah. Dirinya pun turun ke bawah dan meminta pelayan menyiapkan makanan untuknya.
Saat semua sudah siap Ailyn pun makan sendiri di meja makan. Tak lama kemudian, Alonso pun datang dan terdiam menatap Ailyn tengah makan di ruang makan. Dirinya tak percaya istrinya itu tiba-tiba sudah ada di rumah dan tak mendapat kabar apapun.
"Kenapa diam disitu? tak suka aku kembali.?" tanya Ailyn.
"Ai.. benarkah kau sudah pulang.?" tanyanya tak percaya.
"Al.. kakiku masih menapak di lantai kau pikir aku hantu." ucap Ailyn.
Alonso pun menghampiri istrinya itu kemudian menyuruhnya berdiri.
"Ai.. berdiri.." ucap Alonso dan Ailyn pun berdiri.
"Ada apa?" tanya Ailyn.
"Akhirnya kau kembali.." ucap Alonso memeluknya.
"Astaga, aku baru pergi beberapa hari." ucap Ailyn.
"Kau tidak terluka kan?" tanya Alonso memeriksa tubub istrinya.
"Hei.. jangan disini.." ucap Ailyn menahan tangan Alonso.
"Oke.. nanti aku akan memastikannya."
"Hanya ada luka ringan, kau jangan khawatir.." ucap Ailyn.
"Baiklah, aku akan mandi lalu kembali ke mari." ucap Alonso langsung menuju ke kamarnya.
Ailyn pun menikmati kembali makanannya. Dirinya merada Alonso menjadi berlebihan, mungkin karena pria itu sudah jatuh cinta padanya.
"Ternyata cinta mampu mengubah seseorang." gumam Ailyn dalam hati.
.
.
Tak berapa lama, Alonso pun turun ke bawah dan Ailyn masih menunggunya di meja makan. Alonso pun akhirnya makan ditemani istrinya tersebut. Setelah sekian lama akhirnya Alonso bisa bertemu dengan istrinya lagi.
Dan kehadiran Ailyn membuatnya bahagia di tengah masalah yg sudah ia alami di perusahaannya. Mereka pun berbicara sejenak di meja makan, kemudian mereka pergi ke kamar setelah makan. Dan Alonso benar-benar mengecek tubuh Ailyn apakah terluka parah atau tidak.
"Apa-apaan ini Ai.. kenapa jadi biru semua." protes Alonso.
"Kau itu protes saja, resiko pekerjaanku memang begini." ucap Ailyn.
"Memangnya kau tidak bisa menghindarinya??" tanya Alonso.
"Kau semakin menyebalkan ya.. memangnya kalau kau melawan beberapa orang kau yakin takkan terluka?" tanya Ailyn.
__ADS_1
"Maaf.. maksudku bukan begitu." ucap Alonso.
"Selama aku masih bisa bergerak, berdiri dan berjalan artinya aku baik-baik saja." ucap Ailyn kesal.
"Ai.. maafkan aku.." ucap Alonso.
"Aku capek mau istirahat..!!" ucap Ailyn.
"Ai.. ayo kita obati dulu luka memarnya." ucap Alonso.
"Aku sudah mengobatinya." ucap Ailyn.
"Baiklah.." ucap Alonso mengalah.
Akhirnya Ailyn pun memilih tidur, sementara Alonso terus menatapnya berharap mendapatkan sesuatu. Tapi sayang Ailyn terlalu kesal pada Alonso dan malas menanggapinya. Sikap khawatir berlebihannya membuat Ailyn merasa tak bebas akan pekerjaannya. Karena bagaimana pun setiap pekerjaan pasti akan resikonya. Dan inilah yg akan diterima oleh Ailyn pada pekerjaannya.
Di sisi lain Alonso sebagai suaminya pun tak tega melihat istrinya setiap pulang selalu terluka. Tapi dirinya juga tak pantas meminta Ailyn untuk berhenti bekerja. Dan Alonso menyadari kalau Ailyn begitu menyukai pekerjaannya.
Dan rasa khawatir itu membuat Alonso takut kehilangan istrinya tersebut. Alonso hanya berharap istrinya suatu saat bisa berhenti dari pekerjaannya dan tetap menikmati kebahagiaan hidupnya.
.
.
Pagi harinya, Alonso pun bangun pagi-pagi sekali dan meminta pelayan menyiapkan sarapan untuk istrinya. Ailyn pun sampai terkejut karena Alonso bangun lebih pagi dari biasanya. Bahkan pria yg statusnya suaminya tersebut menyiapkan sarapan untuknya.
"Ailyn kau sudah bangun rupanya.." ucap Alonso membawa nampak berisi makanan.
"Al.. kau sedang apa?" tanya Ailyn heran.
"Membawakan makanan untukmu." ucap Alonso tersenyum.
"Aku baik-baik saja dan bisa turun ke bawah." ucap Ailyn.
"Ini pelayanan khusus dariku.. kau sudah bekerja keras beberapa hari terakhir." ucap Alonso.
"Benarkah?? kenapa kau jadi bersikap manis begini?" tanya Ailyn.
"Ai.. aku kan suamimu.. tak ada alasan khusus." ucap Alonso lalu menyuruh Ailyn sarapan bersamanya.
Keduanya pun sarapan pagi bersama di kamar dan bercanda tawa. Hal itu pun membuat Alonso betah berada di kamarnya. Selain karena ada istrinya, dirinya juga merindukan istrinya tersebut.
"Bagaimana pekerjaanmu? mereka masih menyerangmu?" tanya Ailyn.
"Itu sudah selesai." ucap Alonso.
"Lalu siapa pelakunya?" tanya Ailyn penasaran karena meninggalkan semuanya untuk bekerja.
"Dia staf senior di kantorku.. bahkan memegang kepala divisi keuangan." ucap Alonso.
"Pasti dia memanfaatkan jabatannya." balas Ailyn.
"Tepat sekali, aku terkejut mengetahuinya. "
__ADS_1
Alonso pun menceritakan kejadian beberapa hari terakhir di kantornya. Terutama bagaimana dirinya bisa mengungkap kejahatan Rafli berkat Jery dan Tom. Jery pun sampai harus berkorban berpura-pura bergabung dengan musuhnya. Ailyn pun tak terkejut karena dilihat dari situasinya kemungkinan memang akan begitu.
"Tapi Al.. kasihan Jery.." ucap Ailyn.
"Kenapa dengannya?" tanya Alonso.
"Dia pernah jadi pengkhianat mereka, kau pikir Jery akan dilepaskan begitu saja?" tanya Ailyn.
"Itu benar, tapi pelakunya sudah tertangkap." ucap Alonso.
"Bukankah masih ada nyonya mereka?" ucap Ailyn yg seketika menyadarkan Alonso.
"Kau benar.. aku harus melindungi Jery." ucap Alonso.
"Dia tahu segalanya sekarang, biasanya orang seoerti Jery mudah jadi target pembunuhan." ucap Ailyn.
"Ai kau jangan menakutiku." ucap Alonso.
"Pindahkan Jery ke tempat yg aman.. dan beri dirinya pengawasan sampai masalah ini selesai." ucap Ailyn.
"Ide bagus.. aku bahkan tak terpikir sampai sana." ucap Alonso.
"Dia bisa pakai apartemenku untuk tempat tinggal sementara." ucap Ailyn.
"Ck.. enak sekali dia.. aku akan menyiapkan tempat untuknya." ucap Alonso cemburu.
"Ya.. aku kan hanya memberi solusi." balas Ailyn.
Begitulah akhirnya Jery akan pindah ke sebuah tempat yg sudah disediakan oleh Alonso. Dan pria itu juga mendapat pengawalan untuk keamanannya. Benar saja ucapan Ailyn karena saat berangkat bekerja Jery sudah diikuti dari belakang oleh beberapa orang.
Untungnya Alonso langsung meminta pengawalan pada Jery, hingga nyawa asistennya itu terselamatkan. Beberapa orang yg mengikutinya pun kabur saat ketahuan.
Di kantor, Alonso pun langsung meminta Jery dan Tom untuk pindah dari tempat tinggal mereka demi kemanan mereka.
"Kalian berdua pindah ke apartemen ini." ucap Alonso memberi mereka sebuah kunci.
"Kami?" tanya Jery mendapat kunci yg sama.
"Apartemen itu cukup untuk kalian berdua." ucap Alonso.
"Baik tuan, Terimakasih." ucap Tom.
"Kenapa aku tinggal bersama Tom?" tanya Jery.
"Jery kau lupa siapa aku?? aku bisa mendeteksi orang yg ingin menyelinap masuk ke apartemen." ucap Tom.
"Baiklah." ucap Jery.
"Aku tahu kalian normal, jadi jangan aneh-aneh selagi tinggal bersama." ucap Alonso.
"Baiklah tuan, tapi aku memang normal.." ucap Jery.
"Tentu tuan, aku tak punya selera dengan sesama." ucap Tom.
__ADS_1