Takdir Ailyna

Takdir Ailyna
EP.49 Penyelamatan


__ADS_3

Tok..tok..


Beberapa pun mengecek sumber suara tersebut dan memberitahu Leon soal sumber suara itu.


"Cepat kita pergi ke sana mungkin Ailyn dan Zion ada disana." perintah Leon.


"Baik kapt, tim yg ada disana sedang mengeceknya."


Tibalah Leon di tempat tersebut, dan nampak beberapa orang timnya sedang mengangkat reruntuhan tersebut.


"Ada siapa disana?" tanya Leon.


"Sepertinya Ailyn kapt.."


"Lalu Zion?" tanya Leon.


"Belum pasti kapt statusnya."


"Kalau begitu ayo kita bantu angkat puing-puing ini.. aku juga akan menelpon beberapa personil .." ucap Leon.


Mereka pun bahu-membahu mengangkat reruntuhan tersebut. Dan Ailyn sepertinya sudah kehabisan tenaga sampai tak bisa berteriak. Hal yg ditakutkan Leon adalah kondisi Ailyn yg sulit mendapatkan udara karena terperangkap di dalam sana.


Beberapa timnya juga sudah berusaha mengangkat reruntuhan itu dengan hati-hati agar Ailyn bisa diselamatkan. Hingga bantuan tiba, beberapa orang pun membawa alat berat untuk membantu mengangkat reruntuhan tersebut.


Butuh waktu sekitar satu jam untuk mereka mengevakuasi Ailyn. Mereka harus ekstra hati-hati agar Ailyn tak semakin tertimpa bangunan saat mereka mengangkut reruntuhan yg ada di atas.


Situasi pun tegang dan semua orang berharap Zion juga bersama Ailyn. Karena tim mereka dalam kondisi sempurna dengan adanya Ailyn dan Zion. Akhirnya perjuangan mereka pun membuahkan hasil, mereka dapat melihat tangan Ailyn yg memberi signal kalau dirinya ada disana.


"Ailyn.. bisa kau jawab kami." teriak mereka.


Tapi Ailyn hanya menggerakkan tangannya tanpa ada suara. Mereka pun bergegas menyelamatkan Ailyn karena mungkin kondisinya sangat serius dan dalam kondisi setengah tidak sadar.


Mereka pun mengangkut puing terakhir dan bisa melihat tubuh Ailyn. Lalu mereka juga melihat Zion ada bersama dekat Ailyn. Mereka pun bersyukur kedua teman mereka bisa diselamatkan.


Setelah mengangkat tubuh Ailyn, nampak kondisi Ailyn cukup serius dan mengalami pendarahan di bagian kakinya yg tertima. Bahkan Ailyn sudah kehilangan kesadarannya saat mereka temukan.


Sementara Zion, dirinya juga terluka cukup parah. Tangannya patah, karena tertimpa reruntuhan. Baik Ailyn maupun Zion dalam kondisi tak sadarkan diri. Mereka pun langsung membawa rekan mereka yg terluka ke rumah sakit.


Di rumah sakit mereka pun langsung melakukan penanganan. Mereka berdua pun langsung mendapatkan tindakan operasi karena mendapat luka yg cukup parah. Sementara Leon merasa bersalah karena membuat rekannya dalam bahaya dan tak mampu memperhitungkannya.


Beberapa rekan mereka pun menunggu dengan panik di luar ruang operasi.


"Ini semua salahku, aku tak memperhitungkan keadaannya." ucap Leon.


"Kapt ini kecelakaan.. jangan menyalahkan dirimu."


"Benar, kita tak pernah tahu musuh berbuat samoai sejauh ini."


"Maafkan aku semuanya.. aku gagal memimpin kalian." ucap Leon.


"Kapt, semua sudah terjadi.. ini bukan salahmu."

__ADS_1


"Lebih baik kita tunggu perkembangan Ailyn dan Zion."


Leon pun menunggu mereka berdua semalaman di rumah sakit. Meski operasi sudah selesai, tapi baik Ailyn ataupun Zion masih belum sadarkan diri. Leon pun siap bertanggung jawab jika keluarga dari keduanya menuntutnya.


.


.


Pagi hari pun tiba dan Leon masih menjaga keduanya. Mereka pun ditempatkan di satu ruangan. Pagi itu, Zion siuman lebih dulu dari Ailyn.


"Akh.. dimana ini?" tanya Zion.


"Zion.. kau sudah sadar?" tanya Leon.


"Kapt.. apa yg terjadi? ukh kepalaku pusing." ucap Zion.


"Kau berada di rumah sakit karena tertima reruntuhan bangunan bersama Ailyn." ucap Leon.


"Ailyn.. dimana senior? bagaimana kondisinya?" tanya Zion.


"Dia ada di sebelahmu.. " ucap Leon.


"Syukurlah.. aku sudah berusaha melindunginya. " ucap Zion.


"Kerja bagus Zion.. sekarang kita hanya tinggal menunggu hingga Ailyn sadar." ucap Leon.


Zion pun lega karena Ailyn juga selamat. Dirinya pun bercerita kejadian awalnya. Dimana saat mereka memeriksa gedung untuk mencari barang bukti lain saat musuh mereka sudah tertangkap.


Mereka pun berhasil menghindari ledakan dan bersembunyi di bawah meja. Dan Zion berusaha untuk menyelamatkan Ailyn seniornya. Zion pun mengorbankan diri hingga tangannya tertimpa reruntuhan dan tak sadarkan diri karena banyak mengeluarkan darah. Sementara kaki Ailyn terjepit tapi masih memiliki sedikit kesadaran untuk meminta bantuan. Dengan sisa-sisa tenaganya Ailyn membuat suara sebagai pertanda pada rekan-rekannya. Saat itu kondisi Ailyn sudah setengah tidak sadar karena banyak mengeluarkan darah.


Leon pun meminta maaf pada Zion karena gagal menjadi pemimpin mereka.


"Ini semua salahku." ucap Leon.


"Kapt, ini adalah kecelakaan." ucap Zion.


"Tapi aku tak memperhitungkan sampai insiden ini terjadi." ucap Leon.


"Yg terpenting kita semua selamat.. " ucap Zion.


"Aku tetap merasa bersalah pada kalian."


"Cukup kapt, hentikan omong kosongnya." ucap Ailyn.


"Ailyn kau sudah sadar?" tanya Leon.


"Iya karena kalian berisik sekali." ucap Ailyn.


"Maafkan aku Ailyn." ucap Leon.


"Ini adalah salahku bukan salahmu kapt.. aku yg mengajak Zion untul mencari bukti lain." ucap Ailyn.

__ADS_1


"Tidak, ini juga salahku karena curiga pada barang bukti yg tak sesuai." ucap Zion.


"Baiklah.. anggap ini kecelakaan." ucap Leon.


"Sebaiknya begitu kapt." ucap Ailyn.


Mereka pun tersenyum karena akhirnya semuanya selamat. Hanya Ailyn dan Zion yg terluka, tapi misi mereka sukses. Ailyn dan Zion pun akan mendapatkan penanganan di rumah sakit. Dan mereka kemungkinan akan cuti lumayan lama sampai kondisinya pulih.


Leon juga sudah mengabarkan keluarga keduanya dan mungkin mereka ada segera tiba.


"Aku penasaran seperti apa suamimu senior.." ucap Zion menggoda Ailyn.


"Kau penasaran sekali ruapanya.. sampai tak berhenti menggodaku." ucap Ailyn.


"Tentu saja, siapa pria romantis itu yg selalu menanyakan kabarmu." tambah Leon.


"Kapten juga sampai ikut-ikutan." ucap Ailyn menepuk jidatnya.


"Ayolah senior kenalkan pada kami." ucap Zion.


"Maaf kapt, Zion aku rasa aku tak bisa mengabulkan keinginan kalian.. karena suamiku sedang bertugas ke kuar negeri." ucap Ailyn.


"Sepertinya kita belum beruntung Zion." ucap Leon.


"Ya kapt.. padahal aku ingin lihat suaminya." ucap Zion.


"Maaf ya.. kalian sedang tidak beruntung." ucap Ailyn tersenyum.


"Baguslah Alonso sedang keluar negeri jadi aku akan berhenti jadi bahan ejekan mereka.. dasar para jomblo kesepian..!" gumam Ailyn dalam hati.


Tak berapa lama, rekan mereka pun datang menjenguk. Mereka membawakan buah dan makanan. Tak lupa mereka menanyakan kabar Ailyn dan Zion. Mereka juga menanti-nanti kehadiran suami Ailyn, sang suami idaman.


"Ailyn mana suamimu?"


"Iya.. dia tidak melupakanmu kan.."


"Dia sedang berada di luar negeri.. dia butuh waktu beberapa jam untuk tiba disini." ucap Ailyn.


"Berarti masih ada harapan.. ayo kita tunggu sampai dirinya tiba." ucap mereka senang.


"Astaga.. kalian ini benar-benar minta dihajar ya.." ucap Ailyn.


"Haha.. coba saja kau bahkan belum bisa bangun.." ledek mereka.


Ailyn pun mengambil sebuah apel dan melemparkannya pada rekannya yg menertawakannya itu.


Bugggg..


"Aaa.. Ailyn kau tega sekali padaku."


"Rasakan.. " balas Ailyn.

__ADS_1


Begitulah ulah tim Ailyn yg katanya tim paling hebat yg berisi orang-orang kuat. Ternyata mereka tak lebih dari kumpulan para pelawak saat tak sedang bertugas. Bahkan mereka jauh dari kesan menyeramkan. Tapi saat sedang serius, penjahat sehebat apapun selalu bisa mereka tangani.


__ADS_2