Takdir Ailyna

Takdir Ailyna
EP.24 Tak peduli


__ADS_3

"Ailyn kumohon.. bicaralah pada Alonso agar Jini bisa dimaafkan atau diringankan hukumannya." pinta Anita memelas pada Ailyn.


"Benarkah? haruskah aku melakukan itu?" tanya Ailyn.


"Bagaimana pun juga Jini saudarimu." ucap Anita.


"Saudari ya? itu fakta sih, tapi saudari mana yg mau memfitnah saudarinya sendiri. Nyonya maaf aku tak peduli lagi pada kalian." ucap Ailyn.


"Ailyn..! sampai kapan kau akan memaafkan kami dan berubah?" ucap Anita dengan tatapan kesal.


"Sampai kalian menghentikan tindakan gila kalian padaku, nyonya berhentilah bertindak seperti korban.. " ucap Ailyn.


"Ailyn, kau bisa hidup enak dan menikah dengan Alonso itu berkat kami.. kau harusnya sadar itu..!" ucap Anita.


"Benarkah Al?? " tanya Ailyn lalu Alonso hanya menatap tajam pada Anita.


Jika bukan wanita maka sudah habislah wanita yg ada dihadapannya sekarang.


"Berhenti membual dan bersikap seperti korban.. putrimu itu sudah kelewatan.. gara-gara ulahnya aku dan Ailyn hampir kehilangan pekerjaan." ucap Alonso kesal.


"Nyonya.. sadarlah dan bangun dari mimpi.. aku tak peduli pada Jini, dirinya sudah berbuat sesuatu dan harus berani bertanggungjawab." ucap Ailyn lalu meninggalkan Anita.


Semua orang pun menatapnya dengan tatapan tak suka. Karena bagaimanapun putrinya bersalah tapi dirinya bersikap seolah-olah putrinya adalah korban. Bahkan sampai berusaha berlutut di hadapan Ailyn dan Alonso guna menarik simpati. Tapi justru pandangan orang berbalik menyerangnya bukan mendukungnya.


"Kenapa kalian melihatku seperti itu..??" ucap Anita kesal.


Sementara yg lain tak menjawab dan diam saja. Anita pun hanya bisa pasrah pada Jini yg begitu bodoh menyerang Ailyn tanpa memberitahukannya padanya.


Masalah baru pun muncul tepat sebelum pernikahan Jane. Jane pun kesal bukan main, tapi ia harus menekan emosinya agar diterima di keluarga Juno. Jane hanya bicara jujur soal Jini, dan tak berani berbohong di hadapan keluarga Juno.


Beruntungnya keluarga Juno masih menerimanya. Padahal skandal Jini cukup mengejutkan serta memalukan di keluarga David. Hingga kini pun kakek mereka enggan menemui atau memanggil David dan anak-anaknya.


.


.


Waktu pun berlalu dan putusan sidang memutuskan bahwa Jini akan menjalani hukuman sesuai peraturan yg berlaku. Mau tak mau Jini kembali lagi ke tempat yg lebih menyedihkan dari kemarin. Dan hanya Anita yg menjenguknya. Jane sudah tak peduli lagi pada Jini karena hampir saja membuat pernikahannya batal. Sementara David memenuhi ucapannya kalau dirinya takkan membantu Jini jika ada masalah lagi yg ia timbulkan.


"Jini bersabarlah ini hanya akan memakan waktu beberapa tahun." ucap Anita.


"Tapi mom.. ini tak sebentar." ucap Jini.


"Salahmu sendiri bertindak gegabah.. kau itu punya otak dipakai, jangan kebanyakan menghayal." ucap Anita.


"Tapi Jane dan dad kemana? kenapa mereka tak mengunjungiku?" tanya Jini.


"Kenapa kau bilang?? Jane hampir batal menikah karena kasusmu, dan David dia tidak menyukaimu karena selalu membuat ulah." ucap Anita.


"Mom.." ucap Jini sedih.


"Sudahlah, nasi sudah menjadi bubur.. terima hukumanmu." ucap Anita lalu meninggalkan Jini.


Jini pun semakin membenci Ailyn yg sudah mengambil segalanya darinya. Alonso yg harusnya menjadi miliknya, mengacaukan segala rencananya, serta dua kali mempermalukan dirinya.


Bahkan kini Jane dan dadnya sudah tak peduli lagi padanya. Hanya momnya yg masih mengunjunginya. Jini pun terlihat semakin menyedihkan, dan dikucilkan di sel tahanannya.


.


.

__ADS_1


Sementara itu, Ailyn dan Alonso merasa puas sudah menghukum Jini atas perbuatannya. Masalah di kantor Alonso pun teratasi, dan Ailyn juga sudah menjalani serangkaian pemeriksaan yg membuktikan dirinya tak bersalah hingga masih bisa kembali bekerja.


"Akhirnya masalah ini selesai juga." ucap Ailyn.


"Ya.. berkatmu dan teman-temanmu." ucap Alonso.


"Tapi rekaman cctv yg kau dapatkan juga sangat berguna." ucap Ailyn.


"Baguslah, masalah di kantorku juga cepat teratasi." ucap Alonso.


"Apa tugasku selanjutnya?" tanya Ailyn.


"Saat ini belum ada.. nanti aku kabari, lebih baik kau nikmati saja liburanmu yg tersisa." ucap Alonso.


"Oke." balas Ailyn.


Mereka pun menjalankan aktivitasnya seperti biasanya. Dan Jini sudah tak bisa mengganggu Ailyn lagi karena berada di penjara. Anita dan Jane juga sedang mempersiapkan pernikahan Jane jadi mereka terlalu sibuk untuk bisa mengganggu Ailyn.


.


.


Suatu hari, Ailyn pun dikirimkan sebuah paket oleh ibu tirinya. Ailyn pun bingung, ada angin apa nenek sihir itu memberikan sesuatu untuknya. Dan saat ia buka ternyata isinya adalah pakaian untuk acara Jane. Tapi sayang pakaian itu begitu lusuh dan kotor.


"Cih.. memalukan sekali, apa mereka sudah jatuh miskin?" gumam Ailyn.


Ailyn pun mencari tahu, apa maksud dari gaun ini. Mungkin saja mereka ingin memperlihatkan kalau Ailyn tak pantas mengenakan pakaian bagus. Tapi itu justru membuat Ailyn tertarik dan mencaritahu pakaian macam apa yg mereka sekeluarga kenakan.


Ailyn pun tahu butik dan desainer mana yg akan membuat pakaian untuk Jane dan Juno. Kemudian dia meminta bantuan Alonso untuk fitting pakaian disana.


"Ai, tumben sekali kau berminat kemari." ucap Alonso.


"Ckk?? apa ini?? masih lebih bagus kain lap di dapur kita." ucap Alonso.


"Makanya, aku tak ingin mempermalukanmu." ucap Ailyn.


"Oke.. ayo kita beli pakaian paling mahal dan paling berkualitas disini." ucap Alonso.


"As you wish.." ucap Ailyn tersenyum.


Jika biasanya Ailyn dimanfaatkan, maka kini gantian Ailyn yg memanfaatkan Alonso. Terlebih pria itu orang yg sangat perfectionis. Hingga pasti akan memilih pakaian terbaik disana tak peduli berapapun harganya.


"Al disinilah mereka memesan pakaian, jadi aku sengaja ingin membuat mereka kesal." ucap Ailyn.


"Kau tenang saja dan ikuti aku." ucap Alonso.


Alonso pun berbicara pada salah satu pegawai, lalu seseorang yg diduga pemilik butik tersebut keluar dengan membawa desainer terbaiknya. Mereka pun mengukur tubuh keduanya dan memberikan pakaian terbaik yg mereka punya. Ailyn pun sempat bertanya pada konsep pernikahan Jane, untuk membuat pakaian yg sesuai. Dan mereka langsung dipilihkan pakaian terbaik yg cocok untuk acara tersebut.


Kini pakaian mereka berdua pun takkan kalah dari Anita sekeluarga. Dan pastinya Ailyn tak perlu memakai pakaian usang tersebut dan dipermalukan bersama Alonso.


.


.


Tibalah di hari pernikahan Jane, mereka berdua pun datang dengan bergandengan tangan serasi. Semua orang pun manatap mereka bak menekin hidup, yg terlihat begitu sempurna.


"Al.. semua orang menatap pada kita, apa kita berlebihan?" bisik Ailyn.


"Tidak, mereka hanya kagum. Kau harus terbiasa tampil." bisik Alonso.

__ADS_1


"Oke."


Ailyn pun berjalan menuju ke tempat seluruh keluarga berkumpul. Dan disana juga terdapat beberapa atasan Ailyn yg diundang. Ailyn pun menyapa mereka dan mereka cukup terkejut dengan penampilannya.


Setelah pernikahan usai, barulah semua orang menyelamati Jane dan Juno. Ailyn dan Alonso pun menyelamati mereka.


"Selamat Jane dan Juno.." ucap Ailyn.


"Iya, semoga kalian hidup bahagia dan damai." ucap Alonso.


"Terimakasih tuan Alonso dan kak Ailyn." ucap Juno.


"Iya terimakasih sudah hadir." balas Jane.


Bahkan Juno saja memanggil Ailyn kakak, tapi justru Jane memanggilnya nama bahkan merendahkannya. Ailyn pun tahu kalau Juno sudah tahu bagaimana pekerjaannya lewat keluarganya, makanya Juno berusaha menghormatinya dan tak mencari masalah dengannya.


Setelah itu Anita mendekati Ailyn dan Alonso di kursinya.


"Ailyn, kenapa baju pemberian mom tidak dipakai?" tanya Anita.


"Oh itu baju, kukira itu kain lap karena sangat usang." balas Ailyn.


"Ailyn, apa karena kau sudah jadi orang kaya makanya bertingkah begini?" tanya Anita mencoba mempermalukan Ailyn.


"Apa ibu yg ingin mempermalukanku dengan pakaian bekas ini?? bahkan kalian sekeluarga memesan pakaian mahal." ucap Ailyn mengeluarkan pakaian pemberian Anita.


"Ailyn kau benar-benar memfitnahku.." ucap Anita menangis.


"Ibu, sebagai suaminya aku tak terima ibu memberikan pakaian ini pada Ailyn.. jadi aku membelikannya pakaian yg layak." balas Alonso.


"Lagipula, jika ibu menganggapku anak, kenapa ibu tak mengajakku untuk fitting baju keluarga di butik S.. Kemarin aku kesana bersama Alonso dan mereka menceritakan kalau semua keluarga ibu mendapat pakaian yg sama dari sana." ucap Ailyn menyerang balik Anita.


"Maafkan ibu Ailyn.. ibu kira kau dan Alonso sibuk." ucap Anita lalu meninggakan Ailyn.


Selang beberapa menit kemudian, pelayan pun datang membawakan wine. Tapi justru dengan sengaja menumpahkannya di gaun milik Ailyn.


Byurr..


"Maaf nona tanganku terpleset.." ucap pelayan itu.


"Kau..!! apa kau sengaja?? " tanya Alonso kesal.


"Aku tahu kau sengaja melakukan ini, karena tadi istriku sempat menjauh." ucap Alonso.


"Maafkan aku tuan." ucapnya.


"Yasudah pergilah.. jangan dipikirkan." ucap Ailyn tahu pasti pelayan itu juga disuruh.


"Ailyn kenapa dibiarkan?" tanya Alonso.


"Sudahlah sayang.. baju ini bisa dicuci.. dan lagi ini bukan satu-satunya gaunku." ucap Ailyn berusaha menyadarkan Alonso situasi saat ini.


"Maaf sayang.. aku emosi melihatmu terkena wine itu." ucap Alonso.


"Aku akan ke toilet." ucap Ailyn.


"Aku ikut." ucap Alonso dan Alonso pun menunggunya agak jauh dari toilet agar tak mengganggu kenyamanan orang lain.


Sementara Anita tersenyum melihat pelayan itu melakukan tugasnya dengan baik.

__ADS_1


"Rasakan itu anak haram..!" gumam Anita dalam hati.


__ADS_2