
Malam itu, Jini pun menyadari kalau ponsel yg ada di tangannya bukanlah miliknya. Dan kemungkinan besar ponselnya sengaja ditukar karena sama persis dengan miliknya. Jini pun cemas kalau semua rencananya terbongkar.
Lalu perlahan dirinya mencoba tenang dan melihat orang sekitarnya. Jini pun mencoba memutar cctv dan mencoba melihat siapa yg sudah menukar ponselnya. Dalam cctv, nampak Jane yg sudah menukarnya. Akhirnya Jini pun tahu kalau Jane akan menusuknya dari belakang sebagai upaya balas dendam karena telah dihancurkan rumah tangganya.
Ditambah lagi semua isi ponsel Jini adalah bukti kejahatannya selama ini. Jika jatuh ke tangan yg salah, Jini akan kembali ke sel tahanan yg dingin tersebut. Karena tak ingin menjalani hukuman dan ingin memenuhi balas dendamnya, Jini pun akan membereskan Jane.
Karena setelah mendapatkan ponselnya, Jane pun pergi entah kemana. Beberapa jam kemudian barulah Jane kembali, dan Jini sudah menantinya.
"Oh saudariku sudah pulang." ucap Jini.
"Jini, ada apa menungguku?" tanya Jane.
"Kembalikan ponselmu yg kau curi." ucap Jini.
"Ponsel apa?"
"Kau masih mengelak? mau kutunjukan buktinya?" ucap Jini memperlihatkan bukti Jane menukar ponsel miliknya.
"Ck.." ucap Jane lalu mengeluarkan ponsel Jini dari dalam tasnya.
"Jangan main-main denganku Jane, meski kita saudara keadaan sudah tak seperti dulu lagi." ucap Jini lalu mengambil ponsel tersebut.
Jane pun merinding mendengarnya terlebih dirinya sudah tahu soal kejahatan Jini. Untungnya Jane mengirim disk itu pada Ailyn dan berharap saudari tirinya itu berhasil menangkap Jini.
Malam itu juga Jane pun mengemasi barangnya, nampaknya Jane baru memahami ucapan Ailyn untuk menjaga dirinya dari Jini. Jane ingin keluar dari rumah besar tersebut dan mungkin merelakan warisan bagiannya asalkan nyawanya selamat.
"Bodohnya aku baru menyadari ucapan Ailyn.." gumam Jane dalam hati.
Jane pun mengemas semua barangnya ke dalam koper. Dan diriny berniat pergi dari rumah malam itu juga tanpa menunda lagi, terlebih dirinya sudah ketahuan telah menukar ponsel Jini.
Setelah merapikan semua barangnya, Jane pun berniat langsung pergi dari rumah. Tapi sayangnya beberapa orang masuk melelui jendela kamarnya. Jane yg panik pun mencoba kabur dan berteriak meminta pertolongan. Tapi dirinya hanyalah wanita yg lemah dan tak bisa melindungi diri dari kekerasan fisik.
Jane pun dicekik hingga meninggal. Dan tubuhnya di letakkan di kasur seakan-akan sedang tertidur. Setelah itu orang-orang suruhan Jini pun kabur entah kemana. Jini pun puas karena orang yg berusaha menjatuhkannya pun berhasil ia singkirkan.
Wanita itu pun tengah menikmati musik dan makanan di kamarnya. Sementara para pelayan, sudah ia usir dari rumahnya dengan alasan Jini memberinya libur.
.
.
__ADS_1
Esok paginya, Jini pun mengurus segala harta miliknya. Jini pun bersama pengacaranya untuk mengurus harta warisannya termasuk hak atas perusahaan David.
Sementara itu, beberapa pelayan pun mulai kembali ke rumah tersebut. Mereka cukup senang karena dipulangkan kemarin sore. Dan pagi ini mereka mulai bekerja dengan semangat. Mereka pun mencoba ke kamar Jane untuk membangunkannya.
"Nona.. bangunlah sudah siang." ucap salah seorang dari depan pintu namun tak ada jawaban.
Pelayan pun pergi, dan kembali lagi 30 menit kemudian tapi tetap tak ada jawaban. Dan pelayan pun melakukan itu sampai 3x tapi tetap tak ada jawabannya. Karena penasaran mereka pun mencoba masuk dan mencari kunci cadangan karena takut terjadi sesuatu dengan Jane.
Setelah pintu dibuka, mereka pun melihat Jane masih tertidur di kasurnya. Salah seorang mendekat dan mencoba membangunkannya. Tapi Jane tak kunjung sadar juga. Lalu mereka memegang tubuh Jane yg sudah mulai dingin, dan merasa ketakutan. Dipanggillah temannya lain sesama pelayan untuk mengecek tubuh Jini.
"Astaga, jangan bilang kalau nona.." ucapnya lalu mencoba mendengar detak jantungnya yg ternyata sudah berhenti.
"Apa yg terjadi?? nona tidak mati kan?"
"Sudah terlambat.. kita harus panggil polisi." ucap pelayan yg mengecek tubuh Jane.
Mereka pun memanggil polisi dan polisi mengkonfirmasi kalau Jane sudah meninggal. Sementara Jini tak peduli dan tetap mengurus dirinya serta warisannya. Apalagi jika Jane tiada otomatis semua hartanya akan jatuh padanya.
Berita ini pun sudah terdengar sampai telinga Ailyn dan John. Lagi-lagi kabar kematian, membuat mereka merinding siapa orang yg terus menghilangkan nyawa keluarga mereka.
Dan Ailyn mendapatkan paket misterius dari seseorang tanpa nama. Ailyn pun perlahan membukanya dan menemukan amplop yg berisi surat dan sebuah disk.
Di dalam surat tersebut tertulis kalau pengirimnya adalah Jane. Seketika Ailyn pun paham situasinya, apalagi isinya tertulis kalau Jane menemukan semua bukti kejahatan Jini. Ailyn pun mengepal geram, karena Jini sudah sangat keterlaluan. Mungkin kematian Jane juga adalah ulah Jini karena Jane sudah mengetahui rahasianya.
Ailyn pun membuka isi disk itu tanpa basa-basi, dan dirinya melihat beberapa file yg isinya sangat mengerikan. Mulai dari pesan Jini pada beberapa orang tentang penculikan Alex, lalu hacker yg mengacaukan perusahaan Alonso, sampai pembunuhan ayahnya yg ia rancang dengan membeli racun mematikan. Ailyn pun takkan tinggal diam akan semua bukti yg didapatkan Jane dengan mempertaruhkan nyawanya tersebut.
Ailyn pun langsung memberitahukan semuanya pada Alonso dan kakeknya. Mereka juga akan melaporkan Jini atas semua kejahatannya. Alonso pun geram karena wanita itu tak kunjung jera setelah ditahan di penjara selama beberapa waktu.
Kini Jini mengulanginya dan melakukan kesalahan yg sangat fatal, sampai menghilangkan dua nyawa keluarganya. Ailyn dan John pun tak habis pikir pada sikap Jini. Padahal, selama ini David cukup memanjakannya dan memberinya yg terbaik, tapi Jini malah membunuh ayah kandungnya sendiri.
"Ayo kita laporkan kejahatan Jini." ucap Alonso pada Ailyn dan John.
"Sebelum itu, bukti ini harus kita buat salinannya agar jika hilang atau sengaja dihilangkan kita masih punya cadangan." ucap Ailyn.
"Ya.. dan Alex lebih baik ada disini sampai masalah ini selesai." ucap John.
"Baiklah, aku percaya pada kemanan tempat ini." ucap Alonso.
"Aku dan Alonso akan mengurus ini kek." ucap Ailyn.
__ADS_1
"Bagus.. aku akan menjaga Alex disini." ucap John.
"Terimakasih kek, kami pergi." ucap Ailyn.
Setelah mereka membuat salinan disk tersebut, Ailyn dan Alonso pun menuju ke kantor polisi untuk melaporkan segala kejahatan Jini pada mereka. Bahkan sampai menghilangkan nyawa David dan Jane.
Ditengah jalan, mobil mereka dicegat oleh sekelompok orang. Dan Ailyn menebak kalau Jini sudah tahu kalau Jane telah memberinya disk ini.
"Ai, bagaimana mereka tahu.." ucap Alonso.
"Kurasa, mereka memang sudah tahu, makanya membunuh Jane." ucap Ailyn.
"Ck.. "
"Kita harus menghadapinya." ucap Ailyn.
"Keluar kalian..!" teriak mereka.
Ailyn dan Alonso pun keluar, dan mereka langsung dihadang oleh senjata tajam.
"Ada apa?" tanya Alonso.
"Berikan disk yg kalian terima." ucap salah seorang.
"Disk apa? aku tak mengerti." ucap Alonso.
"Ck.. mau pakai cara paksa rupanya."
Mereka pun menyerang Ailyn dan Alonso, keduanya pun memberikan perlawanan. Dan tak mau kalah dari mereka. Hingga, Ailyn tertangkap dan dijadikan sandera agar segera menyerahkan disk yg mereka minta.
"Cepat serahkan atau istrimu celaka.." ucap mereka.
"Jangan Al.." ucap Ailyn.
"Cepat, kau mau lihat istrimu mati dihadapanmu?" tanya mereka sembari menodongkan senjata api ke kepala Ailyn.
"Baiklah, tapi lepaskan istriku dulu." ucap Alonso.
"Berikan dulu disknya." ucap mereka.
__ADS_1
Alonso pun terpaksa memberikan disknya, dan berharap Ailyn dilepaskan. Dirinya juga tak memberikan perlawanan pada mereka. Namun, bukannya dilepaskan mereka malah diikat dan dibawa ke suatu tempat oleh mereka.
"Sesuai dugaanku, mereka memang kejam.." gumam Ailyn dalam hati.