
Beberapa menit sebelum Cloe masuk tanpa permisi, Ailyn dan Alonso pun sempat bicara serius. Dan Ailyn melepaskan dasi Alonso yg ia tarik. Ailyn masih mencoba mengontrol emosinya yg tiba-tiba saja tak terkontrol tak seperti biasanya.
Disanalah Alonso menceritakan segalanya, termasuk siapa yg menggantikannya tidur dengan Cloe. Alonso pun menjelaskannya secepat mungkin karena Ailyn sangat ingin tahu. Walaupun buktinya ada di tangan Tom.
"Aku akan percaya setelah melihat bukti yg dimiliki Tom." ucap Ailyn.
"Baiklah, nanti aku akan minta Tom menunjukkannya." ucap Alonso.
Lalu tiba-tiba Cloe datang dan kekacauan pun dimulai. Beruntung Ailyn mampu menahan emosinya tak serius melawan Cloe. Terlebih Cloe juga tengah mengandung sama seperti dirinya. Menurut dokter emosi wanita hamil cenderung tidak stabil karena dipengaruhi hormon masing-masing.
Dan juga kakeknya mengatakan pada Ailyn kalau dirinya membohongi Alonso kalau calon anak mereka sudah tiada. Awalnya Ailyn tak menyukai ide kakeknya tapi setelah dijelaskan, Ailyn pun mengerti itu hanyalah trik untuk melihat apakah Alonso mencintainya atau tidak.
Respon yg dilihat John pun mengatakan kalau Alonso sangat sedih dan terpukul. Wajah frustasinya pun membuat John senang, karena telah memberi pelajaran pada Alonso untuk tidak main-main dengan cucunya.
Dan setelah Cloe dibawa keluar oleh Tom, Alonso pun mengajak Ailyn bicara empat mata. Meski keadaan ruangannya jadi agak berantakan karena ulah Cloe.
Disinilah Alonso berdua dengan Ailyn. Keduanya pun saling tatap dengan tatapan berbeda. Di mata Alonso ada banyak penyesalan dan maaf. Sementara di mata Ailyn, pria yg berstatus suaminya itu sungguh bodoh sampai terlibat dengan wanita gila seperti Cloe.
"Ai.. sekarang kau percaya kan?" tanya Alonso.
"Ya.. berkat bukti kuat Tom." ucap Ailyn.
"Tapi.." ucap Ailyn serius.
"Tapi apa?"
"Tapi aku rasa kita harus mengecek DNA anak Cloe nanti.. sebagai upaya untuk berjaga-jaga." ucap Ailyn.
"Ya.. tentu." ucap Alonso.
"Dasar bodoh..!" ucap Ailyn kesal.
"Ai.. maafkan aku.. aku mohon maafkan aku." ucap Alonso berlutut di kaki Ailyn.
"Kau memang bodoh.. aku kesal melihatmu..!" ucap Ailyn.
"Ai.. maafkan aku, aku memang pria bodoh.. tapi aku hanya memanfaatkan Cloe untuk mendapatkan informasi Anita. Sungguh." ucap Alonso.
"Tetap saja kau itu bodoh karena tak menyelesaikannya dengan benar..!" ucap Ailyn.
"Aku tahu, aku teralihkan karena masalahmu belum selesai.. jika Anita belum ditangkap mungkin kita tak bisa bertemu." ucap Alonso.
__ADS_1
"Ck.. melihatmu membuatku emosi saja." ucap Ailyn
"Ai.. maafkan aku, aku benar-benar tak tahu kalau kau hamil sampai kehilangan anak kita.. aku tak tahu kalau kau harus menghadapi hal yg berat.. dan aku tak ada untukmu saat itu." ucap Alonso memohon.
"Cih.. nasi sudah menjadi bubur." ucap Ailyn.
"Ai.. ijinkan aku meminta maaf dengan tulus dan aku akan melakukan apapun untuk menebus dosaku." ucap Alonso.
"Benarkah?" tanya Ailyn.
"Ya.. kau bisa meminta apa saja." ucap Alonso.
"Aku akan pulang ke rumah tapi aku tak mau sekamar denganmu." ucap Ailyn seketika membuat Alonso panik.
"Tapi Ai.." ucap Alonso.
"Tapi apa? otakmu itu selalu mesum, sementara aku harus banyak istirahat atas saran dokter." ucap Ailyn dengan tatapan tajam.
"Bukan itu.. aku hanya merindukanmu dan ingin menghabiskan banyak waktu denganmu." ucap Alonso.
"Apapun asal kita tidak tidur sekamar." ucap Ailyn.
"Baiklah tapi kau harus pulang malam ini." ucap Alonso.
"Baiklah.. lakukan sesukamu." ucap Alonso.
Ailyn pun belum mengatakan soal kehamilannya dan masih menjalankan rencana kakeknya untuk membuat Alonso menurunkan egonya. Lalu Ailyn meninggalkan kantor Alonso dan menuju ke kantor kakeknya. Dirinya ingin berpamitan dari rumah kakeknya dan kembali ke rumah suaminya.
John pun menerima pemikiran bijak cucunya. Dan tak melarang Ailyn sama sekali. Apapun keputusan Ailyn pastilah yg terbaik dan cucunya bukan lagi anak kecil yg harus ia atur kehidupannya.
"Baiklah nak.. itu lebih baik demi anak kalian." ucap John.
"Terimakasih kek.. kakek sudah banyak membantuku selama ini." ucap Ailyn.
"Iya.. ini adalah caraku untuk menebus segala dosaku di masa lalu." ucap John.
"Iya aku mengerti." ucap Ailyn.
John pun meminta Ailyn beristirahat saja di markasnya karena barang-barangnya akan dikirim ke rumah Alonso langsung. Dan nampaknya Ailyn sedikit kelelahan.
Setelah beristirahay satu jan di pusat medis, Ailyn pun diperbolehkan pulang dan diantar langsung oleh Joe dan beberapa orang lain. Meski ini berlebihan tapi John meminta Ailyn untuk menurutinya untuk hal ini.
__ADS_1
"Ailyn.. mereka akan melindungimu hingga tiba di rumah suamimu." ucap John.
"Terimakasih kek." ucap Ailyn.
"Ingat, sebesar apapun masalahmu kau harus tetap tenang dan memikirkannya dengan kepala dingin." ucap John.
"Baik kek aku mengerti." ucap Ailyn.
Ailyn pun diantarkan para pengawal tersebut menuju ke rumah Alonso. Dan saat tiba disana, semua barang-barangnya dari rumah kakeknya sudah tiba disana. Dan pelayan langsung mengantarkan Ailyn ke kamarnya.
Joe dan rekannya pun langsung diperbolehkan pulang oleh Ailyn. Dan mereka langsung pergi dari sana karena ada pekerjaan lain di markasnya.
Ailyn pun diantarkan ke kamarnya dengan Alonso. Kamar yg sudah sebulan lebih dia tinggalkan. Ailyn pun melihat ada lebih banyak minuman alkohol di kamar tersebut. Serta ada banyak foto dirinya dan Alonso yg dipajang di ruangan tersebut.
"Astaga.. dia benar-benar memasang semua foto ini.." gumam Ailyn.
Ailyn pun merebahkan tubuhnya yg semakin lemah ini di kasur tersebut. Ailyn tak menyangka masalah rumah tangganya akan menjadi sebesar ini dan sedikit demi sedikit sudah terselesaikan. Hanya tinggal Cloe yg semoga saja tidak bertindak bodoh.
Akhirnya Ailyn pun tertidur di kamar tersebut. Dan terbangun saat sore hari. Dirinya pun merasa lapar karena memang sejak siang tadi tak nafsu makan melihat Cloe yg menyebalkan. Ailyn pun meminta dimasakkan beberapa menu oleh pelayan.
Para pelayan pun dengan senang hati melayani nyonya mereka yg sudah kembali. Walaupun tak seperti biasanya karena Ailyn makan lebih banyak dari biasanya. Dan mereka pun terkejut saat Ailyn menghabiskan semua makanan yg mereka siapkan.
"Terimakasih makanannya.. rasanya tetap enak seperti biasanya." ucap Ailyn.
"Senang kalau nyonya menyukainya." ucap mereka.
Lalu Ailyn pun ke kamarnya, disana dirinya membuat surat pengunduran diri. Walau hatinya berat tapi kesalahannya cukup fatal karena insiden tersebut. Ditambah lagi dirinya bersembunyi cukup lama tanpa ada kabar apapun, dan dirinya saat ini tengah hamil. Tentu mereka takkan menerima Ailyn dengan kondisinya saat ini.
Dengan berat hati, Ailyn pun mengetik surat pengunduran dirinya. Bahkan Ailyn sampai menangis jika mengingat perjuangan panjangnya untuk sampai di titik ini.
"Ini adalah keputusanku yg terbaik.. " gumam Ailyn dalam hati.
Ailyn pun mencetak surat pengunduran dirinya tersebut dan dimasukkan ke dalam amplop. Lalu Ailyn meletakkannya di meja dan meninggalkannya untuk mandi di sore hari.
Dan Alonso langsung pulang tepat waktu setelah mendengar kalau istrinya sudah kembali ke rumah. Sangking tak percayanya Alonso sampai bertanya pada semua pelayan dan pegawal di rumahnya.
Jawaban mereka pun sama, dan Alonso langsung bergegas menuju ke kamarnya. Alonso tak menemukan istrinya tapi mendengar percikan air dari kamar mandi, menandakan istrinya mungkin sedang mandi disana.
Alonso pun langsung meninggalkan kamarnya dan menuju ke kamar lain untuk mandi, tapi langkahnya terhenti saat dirinya melihat sebuah amplop di meja kerja Ailyn. Alonso pun penasaran dan membukanya, dirinya takut kalau amplop itu berisi surat gugatan cerai.
Rasa penasarannya pun membuat Alonso membukanya tanpa ijin dari Ailyn. Ternyata itu adalah surat pengunduran diri Ailyn untuk kantornya. Alonso pun seketika menjadi lega dan tak membaca keseluruhan isinya.
__ADS_1
"Baguslah jika dia resign.. dia akan selalu ada dirumah dan selalu pulang meskipun pergi." gumam Alonso dalam hati.