Takdir Ailyna

Takdir Ailyna
EP.92 Kabar Mengejutkan


__ADS_3

Anita pun kini tengah dicari oleh polisi karena menjadi pelaku pembunuhan Ailyn. Mereka pun mendatangi rumah David. Dan disana kebetulan David sedang ada di rumah.


Para pelayan di rumah tersebut pun membukakan pintu dan menerima polisi yg datang. Lalu memanggil David dengan terburu-buru. David pun bingung ulah apalagi yg diperbuat istrinya hingga polisi datang ke rumah mereka.


Setelah bertemu dan berbicara, David mendapatkan kabar mengejutkan. Bahkan Anita istrinya telah membayar pembunuh bayaran dan merencanakan pembunuhan terhadap Ailyn putrinya sendiri.


Emosi, marah, kesal, kecewa, sedih, semuapun tampak dari wajah David. Dirinya tak menyangka kecelakaan Ailyn adalah kesengajaan istrinya. Dan merupakan bagian dari rencana jahat istrinya. Pantas saja Anita buru-buru pergi meninggalkan negara ini ternyata dia sudah akan ketahuan dan memilih langsung kabur.


David pun berjanji akan kooperatif dan membantu penyelidikan polisi. Terlebih korbannya adalah putri kandungnya sendiri. Kabar mengejutkan itu juga sudah sampai di telinga Jane.


Jane pun merasa malu atas tindakan momnya. Bahkan keluarga Juno sampai memarahinya karena ulah momnya mempermalukan mereka. Mereka juga dituduh bekerjasama dengan Anita, padahal mereka tidak tahu apapun.


Tapi berbeda dengan Jane, Jini justru senang Anita dijadikan tersangka. Karena ibunya itu tak kunjung membebaskannya hingga masa tahannya hampir habis. Jini pun menunggu momen yg tepat untuk bisa keluar dari penjara tersebut dan membalas semua perbuatan Ailyn padanya.


Dan Cloe, dirinya tak terkejur dengan berita penetapan Anita sebagai tersangka. Dirinya justru senang karena bisa bebas dari tekanan momnya. Cloe pun bisa leluasa berhubungan dengan Alonso. Dan mungkin perlahan-lahan mereka akan menikah.


.


.


Kabar itu pun juga langsung didengar oleh Ailyn. Dan wanita itu sangat puas sekali medengar Anita dijadikan tersangka karena hampir merenggut nyawanya. Jika hari itu dirinya tak sadarkan diri setelah jatuh dari jurang, pastilah Ailyn sudah tiada saat ini.


"Aku puas dengan berita ini.. " ucap Ailyn.


"Tentu nona, kita sudah bekerja keras." ucap Joe.


"Lalu ada kabar apalagi?" tanya Ailyn.


"Sepertinya ibu tiri anda melarikan diri.." ucap Joe.


"Benarkah? ya nampaknya dia sudah tahu akan ketahuan." ucap Ailyn.


"Benar nona, kami juga sedang melacaknya." ucap Joe.


"Kerja bagus.. " ucap Ailyn.


"Terimakasih nyonya."


"Lalu bagaimana dengan suamiku?" tanya Ailyn.


"Tuan Alonso nampaknya mengeluarkan semua kekuatannya untuk membereskan masalah ini."


"Lalu wanita ja***ng itu?" tanya Ailyn sinis.


"Dia masih sering berkeliaran disekitar suami anda." ucap Joe.


"Anda baik-baik saja nona?"


"Bagaimana bisa aku baik-baik saja, jika kondisiku membaik dan masalah ini selesai, aku akan memberi ja**ang itu pelajaran." ucap Ailyn mengepalkan tinjunya.


"Ide bagus nona.. untuk itu nona harus menyembuhkan diri dengan cepat. Aku juga tak suka pada wanita pelakor." ucap Joe.


"Pemikiran yg bagus Joe untuk seorang pria." ucap Ailyn.

__ADS_1


"Sekarang anda harus minum obat, nanti aku akan kabari lagi perkembangan kasusunya. " ucap Joe.


"Ya.. terimakasih Joe kau bisa kembali." ucap Ailyn.


.


.


Sementara itu, Alonso tengah memperjuangkan segalanya bagi keadilan Ailyn. Dirinya berharap saat persidangan nanti Ailyn bisa hadir dan mengatakan yg sebenarnya terjadi. Dan pada saat itu tiba, Anita juga sudah ditahan.


"Jery, apa sudah ada kabar lanjutan dari Anita?" tanya Alonso.


"Belum tuan, masih pencarian."


"Lalu Tom.. bagaimana dengan Cloe?" tanya Alonso.


"Wanita itu nampak bahagia setelah ibunya kabur.. " ucap Tom.


"Semoga saja Cloe tidak hamil karena sitausinya akan buruk bagiku." ucap Alonso.


"Benar tuan.." ucap Jery.


"Aku akan bertanggungjawab jika itu terjadi." ucap Tom.


"Sekalipun kau ditahan atau dipenjara?" tanya Jery.


"Ya.. karena dari awal ini juga adalah salahku." ucap Tom.


"Yasudah kau pikirkan solusi terbaik jika itu terjadi." ucap Alonso tak mau ambil pusing.


.


.


Di tempat lain, tepatnya apartemen Cloe. Wanita itu sedang kurang enak badan dan memilih istirahat karena mengejar Alonso terlalu melelahkan baginya. Ditambah lagi jika pria itu menolak semua usahanya akan sia-sia.


"Hari ini aku ingin malas-malasan dirumah." gumam Cloe.


Tiba-tiba saja, Cloe ingin makan sesuatu. Dan demi mendapatkan perhatian Alonso, wanita itu mengirimkan pesan pada Alonso kalau dirinya sedang sakit. Alonso pun hanya membalas seadanya dan meminta wanita itu untuk istirahat saja. Cloe pun hanya meminta Alonso untuk membelikannya makanan karena dirinya tidak bisa keluar apartemen. Padahal jaman sekarang ada yg namanya pesan makanan online.


Alonso pun tetap menurutinya karena menurutnya Cloe masih berguna. Dan tentu saja jika berurusan dengan Cloe, Tom yg akan menanganinya. Tom pun membelikan makanan yg diinginkan wanita itu. .


Dengan penuh perjuangan panjang karena panjangnya antrian, akhirnya Tom berhasil mendapatkan apa yg diinginkan oleh Cloe. Lalu oria itu segera ke apartemen Cloe.


Setelah memencet bel, Cloe pun langsung menuju pintu dan berharap yg memencet bel adalah Alonso. Wanita itu pun dengan penuh senyum membukakan pintu, namun senyumnya langsung hilang saat melihat wajah Tom.


"Kau..!" teriak Cloe.


"Kupingku tidak tuli.. ini makanan yg kau minta." ucap Tom.


"Kenapa bukan Alonso?"


"Kau pikir atasanku tidak ada kerjaan?? saat ini sedang jam kerja, jangan meminta hal yg tak masuk akal." ucap Tom lalu memberikan makanan tersebut.

__ADS_1


"Terima ini dan aku akan pergi." ucap Tom.


"Cih menyebalkan." ucap Cloe tanpa mengucapkan terimakasih.


"Dasar tak punya sopam santun." balas Tom saat Cloe langsung menutup pintu.


Tom pun kembali ke kantornya dengan emosi yg memuncak. Dirinya sudah mengantri panjang demi makanan wanita itu bahkan ucapan terimakasih pun tidak juga diterimanya.


.


.


Esok harinya, kondisi Cloe semakin memburuk, dirinya semakin lemah dan tak berdaya. Lalu kepalanya pusing dan mual. Cloe pun meminta Alonso untuk mengantarkannya ke rumah sakit, tapi yg datang lagi-lagi Tom.


"Kau lagi.." ucap Cloe.


"Kalau tidak mau pergi saja sendiri." ucap Tom.


"Ck.. menyebalkan." ucap Cloe tapi tetap naik ke mobil Tom.


Tom pun membawa Cloe ke rumah sakit dan menemani Cloe karena takut wanita itu pingsan. Cloe memang terlihat sangat lemah dan mau tak mau Tom mengikutinya dari belakang.


"Jangan ikuti aku.." ucap Cloe.


Tapi beberapa detik kemudian wanita itu hampir terjatuh. Tom pun segera menangkapnya dan membawanya ke UGD.


Disana Cloe sudah pingsan dan sedang diperiksa oleh dokter. Dan Tom mau tak mau menjadi wali bagi Cloe. Dirinya pun menemui dokter dan mendengar kabar yg mengejutkan. Dimana hal yg ia takutkan selama ini terjadi, yakni Cloe positif hamil.


"Selamat tuan.. istri anda positif hamil" ucap sang Dokter.


"Te-terimakasih dok.." ucap Tom gemetar.


Sementara Cloe masih pingsan dan belum sadarkan diri. Tom pun membertahu Alonso mengenai kabar mengejutkan itu. Alonso sampai membanting ponselnya karena kesal.


Brakk..


Jery pun terkejut melihat tuannya tersebut.


"Ada apa tuan?" tanya Jery takut.


"Cloe hamil." ucap Alonso kesal.


"Astaga, Tom benar-benar membuat masalah." ucap Jery.


"Ya.. sekarang kita harus memikirkan solusinya.. tapi sebelum itu, Jery ambil kembali ponselku." ucap Alonso.


"Ee.. baik tuan." ucap Jery.


Jery pun melihat ponsel tuannya sampai retak tapi layarnya tetap menyala dan Alonso mau tak mau tetap memakainya.


"Sudah dibuang diambil lagi.. dasar aneh." gumam Jery dalam hati.


"Pertama kau carikan aku ponsel baru lalu pindahkan semua data-data di ponsel ini ke ponsel baru." ucap Alonso.

__ADS_1


"Baik tuan." ucap Jery.


__ADS_2