
Perintah demi perintah pun dijalankan oleh Jery. Tanpa pernah pria itu bertanya lebih lanjut. Sementara itu, Tom terus mengawasinya dan memberi pencegahaan terhadap setiap rencana Rafli.
Tom dan Jery pun bekerja sama dan saling mengisi satu sama lain. Kadang Jery harus berpikir keras untuk tetap melakukan pekerjaannya sembari tetap melindungi Alonso. Semua bukti yg ia kumpulkan pun sangat luar biasa. Bahkan Alonso tak menyadari kemana semua aliran dana perusahaannya.
Alonso pun kini tengah menyusun rencana dan menunggu Jery bertindak. Tapi Jery tetap masih ingin menyelidiki lebih dalam lagi. Dan dirinya ingin masalah ini tuntas sampai akar-akarnya. Sudah cukup dirinya dan tuannya dipermainkan oleh Rafli dan pendukungnya.
Jery pun diminta mencuri data penting perusahaan dan kini dirinya tengah mencari solusi untuk hal itu. Sementara user name miliknya sudah tak bisa masuk lagi ke program yg mereka tuju.
Dan Jery tak menemukan jalan lain selain meminta tolong pada Tom. Tom pun bingung, karena takut data perusahaan bocor. Hingga dirinya berkonsultasi dengan Alonso.
"Baiklah, kita ikuti permainan mereka." ucap Alonso.
"Tapi tuan ini berbahaya." ucap Tom.
"Kita akan langsung menangkap mereka.." ucap Alonso.
"Baiklah jika begitu.. aku akan mengatur segalanya dengan Jery."
Begitulah, akhirnya Tom akan membantu Jery dan mengatur segalanya agar dirinya bisa menangkap semua komplotan Rafli.
Sesuai rencana, Jery akan memakai komputer milik tom dan dengan begitu dirinya akan leluasa mengakses sesuatu. Tapi bukan Tom namanya jika memberikan segalanya dengan mudah, dirinya sudah menyiapkan kejutan untuk Jery dan Rafli.
Dan sesuai yg direncanakan, esoknya Jery bersiap untuk mencuri data. Tom pun dengan sengaja meninggalkan mejanya tanpa mengunci komputernya. Dirinya juga memasang beberapa jebakan disana.
Jery pun langsung beraksi dan mencari data yg ia inginkan. Sesuai perintah Rafli dirinya langsung mengunduh data-data tersebut. Sementara itu, Tom mengawasi lewat cctv diruangan lain. Dirinya bersama Alonso pun tengah mengawasi gerak-gerik Jery.
Disaat bersamaan Alonso sudah menyiapkan pengawalnya untuk berjaga. Tepat setelah semuanya terunduh, Jery pun meninggalkan meja Tom. Dirinya langsung menuju ke ruangan Rafli dan memberikan disk yg ia dapatkan dengan susah payah.
Saat Jery memasuki ruangan Rafli, pengawal pun sudah berjaga di depan pintu. Sesuai aba-aba Alonso pengawal tersebut pun menggrebek Jery dan Rafli tengah berbagi disk. Disana mereka menemukan bukti disk dan isinya yg berharga. Lalu Jery dan Rafli pun diamankan.
Mereka berdua pun dibawa ke hadapan Alonso dan diadili di ruangannya. Dalam kondisi terikat, Rafli pun mengepak geram. Bagaimana bisa dirinya ketahuan?? padahal sepengetahuannya Jery cukup lihai dalam pekerjaannya.
"Rafli.. kau semakin tua ya.. biasanya padi semakin berisi semakin merunduk, tapi kau semakin tua semakin busuk." ucap Alonso.
"Cih.. dasar anak iblis..!" umpat Rafli.
"Ya.. aku bisa menjadi iblis sesuai keinginanmu." ucap Alonso.
"Dan Jery.. kau benar-benar luar biasa.." ucap Alonso tapi Jery hanya terdiam.
Jery pun berharap Tom mau membantunya tapi Tom justru diam saja. Dan Jery hampir putus asa karena berhadapan dengan kemarahan Alonso.
"Aku yg akan bertanggungjawab atas segalanya." ucap Rafli.
"Benarkah? lalu bagaimana dengan bawahanmu?" tanya Alonso.
"Mereka tidak bersalah."
"No..No.. mereka sudah tahu perbuatannya salah tapi tetap melakukannya." ucap Alonso.
__ADS_1
"Kalian bawa semua kaki tangan Rafli." ucap Alonso lalu pengawal pun membawa masuk semua anggota Rafli sesuai data dari Jery.
"Cih.. sudah kubilang ini tanggungjawabku...!!"
"Itu menurutmu, tapi mereka juga bersalah." ucap Alonso.
Alonso pun menyebutkan satu persatu kesalahan mereka dan membuat Rafli terdiam. Dirinya terkejut bagaimana bisa Alonso tahu semuanya?? Sementara Jery hanya terdiam tanpa berkata apa-apa.
"Lalu apa data ini Rafli..?" tanya Alonso lalu menyalakan proyektor yg menampilkan beberapa aliran dana miliknya.
"Cih.. "
"Kau bisa-bisa melakukan korupsi besar-besaran di perusahaanku.. Kau tak tahu ada berapa banyak orang yg mengerahkan segalanya demi perusahaan?" ucap Alonso.
Tapi Rafli hanya diam dan menunduk. Amarah di hatinya pun memuncak dan ingin membalas semua kejahatan ayah Alonso di masa lalu.
"Ini semua karenamu dan ayahmu yg bere***k itu.." ucap Rafli.
"Apa yg dia perbuat padamu?" tanya Alonso.
"Dia membuatku mendekam di penjara karena ulahnya memukul seorang pegawai." ucap Rafli.
"Lalu apa hubungannya denganku? itu dosa miliknya." ucap Alonso.
"Karena wajahmu mirip dengannya dan tingkahmu sangat menyebalkan." ucap Rafli.
"Berhentilah bicara.. hentikan dramamu itu.. semua sudah berlalu dan aku tak ada hubungannya dengan masalahmu.. tapi masalah ini sangat serius karena kau mencuri uangku." ucap Alonso.
"Lalu siapa "Nyonya" yg menjadi pendukungmu?" tanya Alonso.
Seketika Jery pun terdiam, dirinya menyadari sesuatu. Bahwa semua info yg ia berikan pada Tom disampaikan pada Alonso. Tapi anehnya kenapa dirinya juga ikut diikat?? apakah Tom berkhianat padanya??
"Aku bekerja sendiri." ucap Rafli.
"Benarkah Jery?" tanya Alonso.
Jery pun tersenyum dan mengangkat kepalanya.
"Kenapa Rafli?? apa nyonya kita tak bisa menyelamatkan kita??" tanya Jery tersenyum.
"Jery kau.." ucap Rafli.
"Kau bilang dia orang yg hebat yg mampu memberikan segala yg kita inginkan, kenapa dia tak bisa membebaskan kita?"
"Jery tutup mulutmu sia***...!!"
"Sayangnya tanganku terikat saat ini." ucap Jery tersenyum.
"Kejahatanmu sangat besar Rafli, jika hanya berkhianat mungkin kau hanya akan kupecat.. Tapi penyerangan dan korupsi, itu kejahatan besar." ucap Alonso.
__ADS_1
"Aku sudah bilang aku akan bertanggungjawab atas semuanya." ucap Rafli.
"Kau hebat juga, tapi tidak untukku.." ucap Alonso.
Lalu pengawal datang dan membertahu kalau polisi sudah tiba di tempat. Alonso pun mempersilahkan masuk dan membawa Rafli beserta kaki tangannya.
Saat Rafli diseret keluar nampak, Tom membuka ikatan Jery. Dan dirinya terkejut karena Jery tak ditahan bersamanya.
"Tom kau lama sekali mengikatku." ucap Jery.
"Maaf kawan.. harus agak dramatis sedikit momen kali ini." ucap Tom.
"Kau..!! berani sekali kau berkhianat.." ucap Rafli.
"Yah.. itu balasan karena sudah menjebakku Rafli.. kau ternyata hanya pria tua yg bodoh." ucap Jery.
"Sampai jumpa lagi di pengadilan." ucap Alonso.
Dan Rafli pun diseret keluar dari kantor. Semua staf pun menatapnya dan tak percaya atas yg telah terjadi. Rafli dikenal sebagai pegawai senior yg menjadi tauladan semuanya kini menjadi tersangka korupsi dan penyerangan Alonso beserta istrinya.
.
Sementara itu, Alonso pun tengah bicara pada Jery dan Tom.
"Maaf Jery aku harus berbohong padamu.. Tapi berkatmu pengkhianat kita tertangkap." ucap Alonsi.
"Tuan tega sekali padaku.. " ucap Jery merajuk.
"Cih, kau ini baru dipuji sudah lemah lagi.." ucap Alonso.
"Berkatku si Rafli itu tertangkap.. dan aku membawakan banyak buktinya.. jika saja tuan menunggu sejenak mungkin kita akan tahu siapa nyonya itu." ucap Jery.
"Sekali lagi kuucapkan terimakasih Jery, tapi aku sudah tahu siapa wanita itu." ucap Alonso.
"Terimakasih Tom, kau sudah melibatkan diri membantuku." ucap Alonso.
"Tentu tuan." balas Tom.
"Tapi tuan, siapa wanita itu?" tanya Jery.
"Ibu mertuaku tercinta, kau tahu kan siapa dia?" tanya Alonso tersenyum.
"Apa?? nenek sihir itu??"
"Benar, dan jika kita menelisik rekening tempat uang itu mengalir mungkin salah satunya miliknya." ucap Alonso.
"Semuanya jadi masuk akal." ucap Jery.
"Sekarang, kita harus bergerak cepat.. sebelum dana itu hilang." ucap Alonso.
__ADS_1
"Baik tuan." ucap Jery dan Tom.
Akhirnya nama baik Jery pun kembali, dan Jery kembali ke posisinya. Dan Tom kembali ke posisinya karena tak tahan menggantikan pekerjaan Jery.