Takdir Ailyna

Takdir Ailyna
EP.48 EGO


__ADS_3

Ailyn pun masih tak terbiasa dengan kata-kata manis Alonso. Karena setahu Ailyn, Alonso paling anti dengan cinta dan tak percaya pada cinta. Ailyn pun merasa Alonso mulai berubah dari yg dulu terlihat dingin dan kaku, kini jadi lebih ekspresif dan mudah mengekspresikan emosinya pada Ailyn.


Belum lagi kadang kata-kata pujian yg dilontarkan Alonso di hadapan pelayan atau bahkan Jery asiten sekaligus sekertarisnya. Jika bukan Ailyn mungkin wanita lain akan meleleh dengan pujian tersebut. Tapi Ailyn sudah bertekat untuk tak terpancing oleh gombalan Alonso yg hanya akan menyakitinya.


Bagaimanapun hubungan mereka bukan atas dasar cinta, jadi kapanpun itu bisa berakhir. Apalagi kalau sampai Ailyn menaruh hati, pastinya dirinya akan sangat menderita. Ailyn sudah pernah dikhianati ayahnya sendiri, kini Ailyn tak mau dikhianati atau disakiti pria lain apalagi suaminya. Untuk itulah Ailyn memasang tembok yg tinggi dan besar agar tak terpengaruh oleh tindakan Alonso.


Sementara Alonso, dirinya begitu bahagia Ailyn tidak menyukai pria lain dan tak ada keinginan untuk meninggalkannya. Dan Alonso kini lebih santai tak seperti dulu lagi yg kejam, dingin dan kaku. Bahkan hal itu diakui oleh Jery asisten sekaligus sekertarisnya.


Biasanya Alonso akan serius dan fokus pada pekerjaannya, bahkan marah jika seseorang berbuat kesalahan. Kini pria itu sedikit berubah dengan sikapnya yg agak tenang dan santai. Walau masih ketat soal pekerjaan tapi dirinya sudah tak sekejam dulu. Bahkan dulu, Alonso tak segan untuk memecat karyawannya yg berbuat kesalahan.


Alonso juga mulai sering tersenyum dan bahagia tiba-tiba. Jery pun hanya bisa memaklumi tuannya yg sedang jatuh cinta, walau hingga kini pria itu masih enggan mengakuinya. Ya Alonso memiliki ego yg sangat tinggi.


Berbeda dengan Alonso yg sudah berubah, Ailyn masih tetap sama pada pendiriannya. Sejak awal Ailyn memang tidak ada niat jahat pada Alonso, dan selalu bersikap baik pada pria itu. Ailyn yg sudah mengunci rapat-rapat pintu hatinya takkan mudah terpengaruh oleh Alonso.


Bahkan perhatian kecil Alonso yg tiba-tiba mengirimkannya makanan ke kantornya pun ditanggapi Ailyn dengan biasa saja. Padahal semua rekan di kantornya sudah heboh karena Ailyn satu-satunya anggota wanita yg sudah menikah. Dan kebanyakan rekannya adalah pria. Mereka langsung heboh saat tahu suami Ailyn mengirimkan makanan, apalagi saat Ailyn pergi bertugas selalu saja ada yg menanyakan kapan kembalinya Ailyn.


"Ciee.."


"Ehm..ehmm.. perhatiannya.."


"Enak ya yg punya ayang.."


"Kalian ini benar-benar ya.." balas Ailyn.


Cuit..cuitt.. mereka pun bersiul dan bersorak bahagia saat menggoda Ailyn.


Ailyn semakin terheran-heran oleh tingkah laku Alonso yg bersikap manis padanya. Entah karena cinta atau karena ada maunya, Ailyn pun semakin curiga dan bertanya-tanya dalam hatinya.


"Kalau tidak cinta, lalu apa maksud ini semua??" gumam Ailyn dalam hati.


Tak hanya makanan untuk Ailyn, Alonso juga mengirim banyak makanan ke kantornya agar bisa dinikmati bersama rekan-rekan Ailyn. Mau marah tapi tak mungkin karena Alonso mungkin berniat baik padanya. Apalagi ini di kantornya, dan Ailyn hanya berpura-pura bahagia padahal hatinya gelisah. Gelisah memikirkan maksud tujuan Alonso.


Ailyn juga sempat berpikir ini adalah sogokan agar Ailyn tidak meninggalkan Alonso. Walaupun alasannya agak aneh, dengan membuat Ailyn menggantikan kehadiran ibunya. Apapun itu, asalkan Alonso tidak meminta hal yg bukan-bukan sudah membuat hati Ailyn lega.


Belum lagi, mereka memang harus tampak akur dihadapan orang lain agar rumah tangga mereka terlihat baik-baik saja dan harmonis.

__ADS_1


.


.


Ditempat lain nampak Alonso sedang mengadakan rapat dengan beberapa orang. Pria yg dingin itu pun begitu serius akan pekerjaannya. Dan ingin menyelesaikan segalanya dengan cepat. Tapi sayangnya ada beberapa hal yg membuatnya harus pergi ke luar negeri untuk memantau beberapa hal mengenai bisnisnya.


Mau tak mau Alonso pun harus pergi malam itu juga. Dirinya juga sudah memberi kabar pada Ailyn tentang kepergiannya. Reaksi Ailyn pun santai dan biasa saja.


"Apa-apaan reaksinya ini??" umpat Alonso.


"Ada apa tuan?" tanya Jery.


"Bisa-bisanya istriku hanya mengatakan iya saat aku ijin pergi." ucap Alonso.


"Mungkin nyonya sibuk. " ucap Jery.


"Harusnya dia menjawab lebih ramah sedikit." balas Alonso tak terima.


"Memangnya anda biasanya menjawab apa jika nyonya memberi kabar??" balas Jery.


Alonso pun terdiam mengingatnya dan tak mampu membalas ucapan Jery.


"Tuan.. " ucap Jery.


"Sudah cepat siapkan segalanya.." ucap Alonso.


"Semuanya sudah siap tuan." ucap Jery.


"Cek lagi, jangan sampai ada yg tertinggal atau kau akan kusuruh kembali hanya demi satu dokumen." ucap Alonso.


"B-baik tuan." ucap Jery.


Jery pun mengerjakan semua tugasnya mengecek segala keperluan tuannya. Bahkan dirinya sampai lupa pada pertanyaannya yg tadi. Dan Alonso selamat dari jebakan pertanyaan Jery. Dirinya pun tersenyum karena asistennya itu tak bisa menyindirnya lagi.


"Dasar asisten nyinyir.. sukanya menyindir atasan sendiri.. kalau bukan Jery sudah kupecat dia sejak lama." gumam Alonso dalam hati.

__ADS_1


Bagitulah akhirnya Alonso pergi bersama Jery dengan semua persiapan yg sangat lengkap. Jery tak ingin ada satu hal pun tertinggal karena dirinya bisa diminta pulang ke Indonesia hanya demi barang tersebut.


.


.


Di tempat lain, nampak Ailyn dan timnya sedang bersiap pada misi mereka. Mereka sudah menjadwalkan dan mempersiapkan segalanya satu minggu terakhir. Dan kali ini mereka tak ingin melepaskan target begitu saja.


Sebagai wakil dari kapten, tugas Ailyn pun begitu penting. Dan beberapa rekannya harus mengikuti instruksinya. Semua pun sudah bersiap di posisi dan tim pengintai sedang mengamati dan memberikan informasi setiap detiknya apapun yg terjadi.


Ketika semuanya berjalan seperti rencana, musuh pun dapat dengan mudah mereka lumpuhkan. Dan Ailyn beserta timnya lagi-lagi berhasil pada misi kali ini.


Musuh pun berhasil ditangkap dan diamankan. Sayang musuh menaruh jebakan berupa bom di lokasi Ailyn dan beberapa rekan yg bersamanya.


Ledakan pun tiba-tiba terjadi, dan hal itu membuat Leon sebagai kapten mereka panik. Leon pun berusaha menyelamatkan rekan satu timnya yg bisa ia jangkau. Hanya tinggal Ailyn dan Zion yg tak mereka temukan.


Duaaaarrrrr...


"Hahaha.. setidaknya beberapa dari kalian pasti mati.." ucap musuh mereka.


"Diam kau.." ucap Leon lalu memberinya bogem mentah hingga pingsan.


Bughh..


"Kalian, bawa para baj**an ini pergi.. Sisanya selamatkan rekan kita." perintah Leon.


"Baik kapt.."


Mereka pun bahu membahu mencari rekan mereka. Hanya tinggal Ailyn dan Zion yg belum ditemukan. Mereka pun terus mencari ke semua tempat dan berteriak.


"Ailyn...Zion.."


Tok..tok..


Tiba-tiba suara ketukan pun muncul dan mereka ke arah sumber suara. Saat mendekat mereka mendengar suara Ailyn tengah tertimpa dan segera menyelamatkannya.

__ADS_1


__ADS_2