
Di tempat lain nampak Jini tengah mendapat laporan dari orang-orangnya kalau mereka gagal menculik anak dari Alonso dan Ailyn. Mereka juga mengepal geram karena kekuatan Ailyn dan Alonso sangat besar hingga menaruh beberapa pengawal untuk anak mereka.
"Ck.. kurang ajar." ucap Jini.
Jini pun tak kehabisan akal dan meminta mereka memantau siapa yg menjaga anak mereka. Lalu didapatlah informasi kalau ada seorang pengasuh bernama bu Siti dan satunya lagi adalah seorang pengawal yg cukup berpengalaman. Namun, Jini tak memperoleh data sama sekali.
"Incar pada pengasuh dan penjaganya, lalu kita culik bocah itu." perintah Jini lewat telepon.
Dan mereka pun bersiaga untuk menangkap pengasuh beserta pengawal Alex. Mereka mengamati dengan seksama, jadwal mereka setiap hari. Setelah mengamati beberapa hari, mereka pun paham situasinya.
Mereka pun mengincar Joe terlebih dahulu lalu membagi tim untuk menangkap bu Siti beserta sopir yg kerap membawa Alex. Ditambah lagi, Ailyn kini semakin sibuk dan berangkat lebih awal dari biasanya. Sementara Alex selalu bangun siang dan tak mungkin Ailyn menunggunya. Ditambah harus ekstra sabar jika menghadapi anak kecil.
Ailyn pun pergi lebih dahulu dengan mobilnya, lalu meminta Alonso dan bu Siti untuk memantau Alex. Dan Joe akan tiba sekitar pukul 8 pagi. Alonso pun sudah menyiapkan sopir untuk putranya.
Kini di depan meja, sudah ada Alex yg sedang menikmati sarapannya dengan wajah ditekuk.
"Alex ada apa?" tanya Alonso.
"Mama pergi duluan lagi.." jawabnya.
"Mama sedang banyak pekerjaan, kan nanti Alex bertemu lagi disana." ucap Alonso.
"Ya pa.. tapi aku kan maunya pergi dengan mama." ucap Alex cemberut.
"Makanya kau harus belajar bangun pagi." ucap Alonso.
"Iya.. besok aku mau bangun pagi." ucap Alex semangat.
"Sekarang Alex sarapan dulu, lalu tunggu paman Joe ya." ucap Alonso.
"Oke.." balas Alex.
Alex pun menghabiskan sarapannya, dan menunggu Joe sambil bermain. Bu Siti pun sudah menyiapkan segala keperluan Alex. Dan bocah itu nampak tenang seperti biasanya.
.
.
Di tempat lain, nampak Joe sedang terkepung oleh beberapa orang. Mereka juga membawa senjata api, meski Joe sudah mengirim pesan darurat ke markas. Joe pun lantas keluar dan menghadapi mereka.
Meski kemampuannya hebat, Joe nampak mampu mengatasi mereka di awal. Tapi karena mereka bermain keroyokan, Joe pun kalah jumlah dan tak mempu mengelak serangan mereka. Ditambah lagi, Joe tertembak di bagian lengannya.
Setelah babak belur, Joe pun ditinggalkan di pinggir jalan beserta mobilnya. Hingga tim bantuan yg menerima pesannya pun tiba dalam kondisi sangat terlambat. Mereka langsung membawa Joe ke pusat medis. Dan beberapa dari mereka langsung menuju ke rumah Alonso untuk menjemput Alex.
__ADS_1
Sayang, saat tiba disana Alex sudah pergi dengan sopir dan Bu Siti. Mereka pun langsung menghubungi markas dan Alex belum tiba disana. Sementara Alonso juga sudah tidak ada di rumahnya, dan para penjaga di rumah sudah memastikan bahwa Alex pergi bersama sopir yg diperintahkan oleh Alonso.
Mereka pun berupaya mengejar dan menunggu respon dari Ailyn yg sejak tadi rapat di ruangannya. Saat keluar dari ruangan, beberapa orang pun sudah menunggunya di pintu dan membuat perasaannya tidak enak.
"Ada apa?" tanya Ailyn.
"Maaf nyonya, ada kabar buruk.. Joe diserang dan kami temukan di pinggir jalan dalam keadaan babak belur."
"Apa?? lalu anakku?" tanya Ailyn.
"Menurut orang rumah anda, Alex sudah pergi dengan sopir dan pengasuhnya tapi hingga kini belum tiba." jawabnya.
"Bagaimana kondisi Joe? apakah parah?" tanya Ailyn mencoba tenang.
"Joe mendapatkan penanganan saat ini, lukanya lumayan parah dia dipukuli dan mendapat tembakan di area lengan."
"Aku akan menghubungi rumah dan suamiku, kalian cari setelah aku dapatkan cctv di rumahku." ucap Ailyn.
"Baik nyonya." ucap mereka.
Ailyn pun menghubungi Alonso yg tengah rapat dan tak mendapatkan jawaban. Lalu dirinya menghubungi Jery dan menjelaskan situasinya. Setelah itu Ailyn meminta orang rumah melacak cctv siapa yg sudah membawa putranya pergi dan siapa sang sopir tersebut.
.
.
"Kurang ajar..!!! dimana pengawal itu sekarang?" tanya Alonso.
"Sayangnya pengawal Alex sedang dirawat tuan, dia dipukuli sejumlah orang." ucap Jery.
"Ck.. arghhhh.. kenapa orang rumah begitu bodoh..!!!" ucap Alonso kesal.
"Cancel semua jadwal, aku akan mencari putraku sampai ketemu." ucap Alonso.
"Tapi tuann.."
"Nyawa anakku lebih berharga daripada perusahaan ini.. kau urus semua yg bisa kau urus." ucap Alonso meninggalkan kantor begitu saja.
Alonso pun langsung menuju rumah dengan amarahnya. Dirinya juga memarahi semua orang rumah yg percaya begitu saja. Padahal sudah ada perintah untuk menunggu Joe hingga tiba baru anaknya boleh pergi.
"Kalian....!!! bagaimana ini bisa terjadi?" tanyanya dengan emosinya.
"Maaf tuan.." ucap mereka menunduk.
__ADS_1
"Siapa sopirnya?" tanya Alonso.
"Pak Man." ucap salah seorang.
"Kalian yakin itu pak man?" tanya Alonso.
Semua pun terdiam, tapi memang hari ini Pak Man bilang sedang sakit jadi memakai masker.
"Arggghh.. bodoh kalian semua, kalau sampai terjadi apa-apa pada putraku kalian akan aku pecat..!" ucap Alonso.
Lalu tiba-tiba Ailyn datang karena tahu suaminya pasti akan mengamuk di rumah. Ailyn pun menenangkannya dan mengajaknya mencari Alex dengan diskusi dan memikirkannya dengan kepala dingin.
"Al.. jangan begini, masalah tak akan selesai." ucap Ailyn.
"Tapi Alex kita hilang dan tak ada yg tahu keberadaannya." ucap Alonso.
"Kita cari jejaknya.. " ucap Ailyn.
Lalu Ailyn meminta cctv rumah Alonso untuk melacak siapa dan mobil apa yg dipakai untuk membawa Alex. Nampak mobil tersebut memanglah mobil milik Alonso yg digunakan untuk mengantar Alex. Namun, memang wajah Pak Man tertutup masker. Tapi untungnya plat nomornya sama dengan milik Alonso yg sering digunakan untuk Alex, jadi mereka tak menggunakan mobil lain.
Hal itu pun memudahkan pencarian. Dan tim BlackShadow mulai mencari jejak Alex. Mereka mengecek semua cctv yg dilalui mobil tersebut dan berhenti di sebuah jalan. Langsung saja Ailyn dan tim pengejar menuju lokasi tersebut karena mobil tersebut belum bergerak.
Ketika tiba disana, ditemukan bu Siti dalam kondisi pingsan dan terikat. Mulut bu Siti pun ditutup oleh lakban agar tak berteriak minta tolong.
Ketika bu Siti sadar dirinya pun syok dan takut karena Alex dibawa kabur oleh para penculik.
"Nyonya ampuni saya.." ucapnya.
"Bu, katakan semua kronologis kejadian sejelas-jelasnya maka aku akan memaafkan ibu." ucap Ailyn.
"Iya bu.. katakan semuanya.." ucap Alonso panik.
Dan Bu Siti pun menceritakan segalanya pada Ailyn, Alonso dan tim pengejar. Beserta kriteria penculiknya, dan Bu Siti bilang kalau Alex diberi obat bius agar pingsan, begitu juga dirinya.
Menurut cerita bu Siti, penculiknya lebih dari satu orang. Dan sopir yg membawa mereka bukanlah Pak Man melainkan orang yg menyamar sebagai Pak Man. Mereka pun dibawa ketempat ini lalu orang-orang tersebut tiba dan membawa Alex dengan mobil lain dan bu Siti tak mampu melindungi Alex karena dirinya sudah tak sadarkan diri.
"Jadi begitu, " ucap Ailyn.
"Al.. hubungi Pak Man, apakah dia baik-baik saja atau mengalami penyerangan juga." ucap Ailyn.
"Baiklah." ucap Alonso.
"Lalu apa selanjutnya?" tanya Alonso.
__ADS_1
"Kita akan terus mencari jejak Alex." ucap Ailyn.
Lalu beberapa tim pun mendengar kabar dari markas. Ternyata Joe sudah sadarkan diri dan ingin mengatakan sesuatu pada Ailyn. Ailyn dan Alonso pun menuju ke markas untuk menemui Joe. Begitu juga dengan bu Siti yg diamankan di markas.