Takdir Ailyna

Takdir Ailyna
EP.34 Rehat


__ADS_3

Ailyn akhirnya menikmati masa cutinya untuk mengobati luka tembaknya. Luka yg tak terlalu dalam, tapi butuh waktu untuk sembuh. Dan selama itu juga Ailyn hanya bersantai di rumah. Sementara Alonso tetap melakukan pekerjaannya seperti biasa.


Insiden kemarin yg menyita perhatian media dan penegak hukum pun mampu membuat para pelaku menghilangkan jejak. Dan sampai kini mereka belum menemukan petunjuk apapun. Baik pihak Ailyn maupun Alonso tak menemukan orang yg menyuruh para pembunuh bayaran tersebut.


"Siapa orang-orang yg mengincar Alonso ini??" gumam Ailyn dalam hati.


Ailyn pun mengecek cctv di rumah Alonso secara rutin tapi tak ada yg aneh atau mencurigakan. Hal itu menandakan pelaku belum berani menyerang rumah ini. Atau mungkin pelaku sudah tahu kalau rumah ini punya sistem keamanan yg bagus.


Setelah lukanya agak baikan, Ailyn pun berjalan-jalan keluar dengan mobilnya. Dirinya mengunjungi gedung kantor Alonso tapi hanya sebatas melihat dari luar. Ailyn pun hanya melihat beberapa kondisi yg ada diluar selama 1-2 jam, lalu dirinya pergi.


Ailyn pergi ke suatu tempat yg ia rindukan. Dimana tempat itu merupakan tempat peristirahatan terakhir ibunya, Dewi. Ailyn pun memanjatkan doa dan bercerita soal kehidupannya yg kini jauh lebih baik sejak dirinya sudah bekerja.


Setelah itu, Ailyn meninggalkan tempat itu dan menuju ke rumah pamannya yg sudah lama tak ia kunjungi. Ailyn pun mampir sejenak ke toko buah untuk membeli buah tangan untuk keponakannya.


Saat tiba di rumah lamanya, Ailyn pun terharu karena mengingat semua kenangan indah di rumah sederhama tersebut. Lastri pun menyambut kedatangan Ailyn dengan bahagia bersama putranya.


"Ailyn.. kau datang tanpa memberitahu Bibi." ucap Lastri.


"Iya bi, biar ada sedikit kejutan.." ucap Ailyn.


"Kau datang sendiri?" tanya Lastri.


"Iya.. Alonso sibuk dengan pekerjaannya." ucap Ailyn.


"Masuklah, ayo kita makan bersama kebetulan bibi habis masak." ucap Lastri.


"Bi tak usah repot-repot.." ucap Ailyn.


"Kau harus makan jika pulang ke rumah ini." ucap Lastri memaksa Ailyn ikut makan dengannya.


Akhirnya Ailyn pun makan bersama bibi dan keponakannya. Hidangan sederhana yg begitu lezat pun ia rasakan kembali. Dan mengingatkannya pada kenangan indah akan rumah ini. Dulu setiap hari dirinya bisa makan makanan sederhana ini dengan bahagia dengan keluarga pamannya.


"Aku senang menikmati makanan Bibi lagi.." ucap Ailyn.


"Ailyn, kau datanglah kapanpun.. kita bisa makan bersama karena bibi akan memasakkannya." ucap Lastri.


"Terimakasih bi." ucap Ailyn.

__ADS_1


"Bagaimana pernikahanmu dengan Alonso?kalian baik-baik saja kan?? dia memperlakukanmu dengan baik kan?" tanya Lastri.


"Tentu saja bi, kemarin kami habis liburan bersama.. dan itu ada sedikit oleh-oleh." ucap Ailyn.


"Terimakasih Ailyn kau masih mengingat kami." ucap Lastri.


"Bagaimana aku bisa lupa bi, kalian kan keluargaku yg sebenarnya." ucap Ailyn.


Ailyn pun bercerita tentang liburannya pada bibinya, dan kehidupan pernikahannya yg baik-baik saja. Semua ia lakukan agar keluarganya tak mengkhawatirkannya. Dan jangan sampai mereka tahu tentang perjanjian pernikahannya dengan Alonso.


Setelah puas mengunjungi bibi dan keponakannya, Ailyn pun memutuskan untuk pulang ke rumah. Dan sebelum itu, ia kembali memutar arah untuk melihat lagi kondisi sekitar kantor Alonso. Saat Ailyn melintas, nampak tak ada yg mencurigakan dan semuanya baik-baik saja. Hingga Ailyn memutuskan kembali ke rumah.


"Sesuai dugaan mereka menghilang lagi.. pertama gangguan sistem, kedua penyerangan.. jika seniat ini pelaku menyerang Alonso, lantas siapa pelaku ini?" gumam Ailyn bermonolog dalam pikirannya.


.


.


Hari-hari pun berlalu dan Ailyn sudah menikmati masa cutinya untuk rehat dari luka yg ia terima saat penyerangan kemarin. Ailyn pun harus kembali bekerja.


"Ai kau sudah lebih baik?" tanya Alonso.


"Baiklah, hati-hati saat bekerja.." ucap Alonso.


"Lebih baik kau yg hati-hati karena kemungkinan mereka sedang mengawasimu dan menunggu saat kau lengah." ucap Ailyn.


"Sudah ada pengawal yg menjagaku.. " ucap Alonso.


"Kau sudah memeriksa semua pengawalmu?" tanya Ailyn.


"Ya mereka orang yg disewa Jery." ucap Alonso.


"Baiklah, tetap waspada karena nampaknya targetnya adalah dirimu." ucap Ailyn.


Ailyn pun pergi bekerja, dan memulai rutinitasnya seperti biasanya. Tugas-tugas sulit pun kembali ia dapatkan dan bagaimana caranya Ailyn harus menyelesaikannya. Kali ini Ailyn kembali ditugaskan di luar kota dan tak tahu kapan akan kembali seperti biasanya.


Sementara Alonso tetap pada pekerjaannya dan mengawasi sekitarnya sesuai saran Ailyn. Kini Alonso pun memperketat pengamanan serta teliti pada setiap bawahannya. Jery pun harus memastikan baik-baik setiap informasi karyawan dan kliennya. Alonso tak ingin ada korban lagi dalam penyerangan terhadap dirinya.

__ADS_1


"Jer bagaimana investigasimu?" tanya Alonso.


"Semuanya nampak baik-baik saja tuan.." jawab Jery.


"Bagus, awasi semua orang terutama yg mencurigakan." ucap Alonso.


"Tentu tuan, nampaknya penyerangan ini dengan penyerangan sistem beberapa waktu lain adalah orang yg sama." ucap Jery.


"Benar, aku juga berpikir demikian.. Artinya orang itu memang ada di sekitarku." ucap Alonso.


"Aku akan tetap mengawasi siapapun di dekat anda tuan." ucap Jery.


"Jangan lengah Jer, kalau tak mau jadi korbannya." ucap Alonso.


Begitulah, akhirnya Jery sangat teliti pada setiap karyawannya. Bahkan dia membentuk tim untuk melihat latar belakang semua orang yg bekerja pada Alonso. Sampai Jery menyelidiki setiap klien lama dan klien baru Alonso.


Tapi pencarian mereka belum menemukan petunjuk. Semuanya nampak aman dan tak ada dendam pribadi terhadap Alonso. Dan musuh-musuh Alonso dalam bidang bisnis mereka takkan berani melakukan penyerangan bodoh seperti itu. Mereka hanya akan menjadi saingan Alonso dan mencari kelemahannya untuk menjatuhkannya.


.


.


Sebulan pun berlalu dan Ailyn kembali ke rumah dalam konsdisi terluka. Tapi itu adalah hal biasa untuknya, walaupun kini cederanya agak parah dimana bagian bahunya mengalami cedera karena bertarung dengan lawan yg tangguh.


"Kau benar-benat suka menderita." ucap Alonso.


"Ini pekerjaanku, dan konsekuensinya sudah aku pikirkan.. " ucap Ailyn.


"Kalau kau tak bisa sembuh?" tanya Alonso.


"Aku akan berhenti bekerja dan meminta uang padamu." ucap Ailyn.


"Aku bisa meninggalkanmu saat kau tak berguna lagi." ucap Alonso.


"Ya tak masalah, sesuai kontrak kau akan membayarku kan?" balas Ailyn.


Alonso pun tak bisa berkata-kata lagi karena Ailyn mampu membalas semua ucapannya. Begitulah hidup Ailyn, penuh dengan rasa sakit dan perjuangan. Tapi wanita itu tetap berdiri tegak tanpa ragu dan takut. Sekalipun pekerjaannya bisa mengambil nyawanya kapan saja, tapi wanita itu tetap menjalaninya.

__ADS_1


Ailyn juga tak hanya mengandalkan fisiknya, tapi juga memanfaatkan kepintarannya untuk mengubah keadaan. Dirinya tak ingin hanya dimanfaatkan oleh Alonso lalu dibuang begitu saja saat tak diperlukan. Ailyn sudah memperkirakan semuanya sebelum setuju menikah dengan Alonso.


Ailyn pun kembali rehat karena luka yg ia terima kali ini. Dan Alonso sedikit kesal melihat Ailyn terluka lagi.


__ADS_2