Takdir Ailyna

Takdir Ailyna
EP.32 Jalan-jalan


__ADS_3

Setelah kemarin mengurusi bisnis Alonso, kini Ailyn ingin pergi jalan-jalan. Liburan macam apa yg membuatnya tetap berkelahi seperti ini, begitulah pikir Ailyn. Hingga Alonso pun menuruti kemauan Ailyn.


"Kau yg mengajakku liburan.. sekarang aku tak mau bekerja." ucap Ailyn.


"Wah, kau sudah bisa merajuk." ucap Alonso.


"Tanpa merajuk pun kau tetap bisa menurutiku." ucap Ailyn dengan tatapan tajam.


"Baiklah, sekarang kita jalan-jalan.." ucap Alonso.


"Kita ?? aku bisa pergi sendiri." ucap Ailyn.


"Ailyn, kita kemari untuk berbulan madu." ucap Alonso.


"Oh ya?? bulan madu macam apa yg membuatku menghajar beberapa orang." sindir Ailyn.


"Ai, aku adalah pihak pertama, dan keputusanku adalah mutlak untukmu sebagai pihak kedua." ucap Alonso mengingatkan perjanjian mereka.


"Kau mulai lagi, dasar menyebalkan." balas Ailyn.


"Jadi mau honneymoon di dalam kamar hotel saja? aku siap.." ucap Alonso.


"Ck.. Ayo jalan-jalan keluar." ucap Ailyn pasrah.


Awalnya Ailyn berpikir mereka akan pergi masing-masing begitu tiba di negara tersebut. Tapi malah berakhir dengan Alonso yg memanfaatkan Ailyn untuk bisnisnya. Dan kini Ailyn harus mengikuti kemauan Alonso.


"Makanan disana cukup populer, ayo kita coba Ai.." ucap Alonso.


"Oke.. asal tak ada alkohol, pork.. " ucap Ailyn.


"Oke.. disana aman." ucap Alonso.


Ailyn pun menuruti Alonso, dan mereka memesan makanan disana. Ailyn pun mencoba makanan baru dari negara tersebut dan cukup menikmatinya. Sementara Alonso terus memerhatikan Ailyn.


"Makan saja jgn lihat-lihat." ucap Ailyn.


"Baiklah." ucap Alonso ketahuan.


"Apa mata Ailyn seperti cctv??? dia tahu kalau aku memerhatikannya." gumam Alonso dalam hati.


Setelah makan, seorang wanita pun mendekati mereka. Wanita itu tak lain adalah Vina mantan kekasih Alonso.


"Al.. kaukah itu.?" ucap wanita berambut pirang tersebut.


"Vina.. " ucap Alonso dingin.


Ailyn pun melihat reaksi Alonso yg berubah menjadi dingin saat berhadapan dengan wanita ini.


"Kau sedang apa? siapa dia?" tanya Vina.


"Bukan urusanmu." ucap Alonso.


"Al.. kau berubah sekali, ayo kita minum nanti malam." ucap Vina.


"Maaf aku tak bisa." ucap Alonso.

__ADS_1


"Kenapa? apa wanita itu kekasihmu?"


"Iya.. memangnya kenapa?" balas Alonso dingin.


"Kau tak salah? atau seleramu berubah." ucap Vina.


"Apa masih lama Al.. aku tunggu di luar." ucap Ailyn.


"Tunggu.. Ai.." ucap Alonso tapi Ailyn keluar begitu saja.


"Apa maumu Vina.?" tanya Alonso.


"Jadi dia benar-benar kekasihmu? aku terkejut seleramu kini modelnya seperti itu." ucap Vina.


"Vina.. kau benar-benar menyebalkan, aku tak punya urusan denganmu." ucap Alonso lalu pergi menyusul Ailyn.


Dan Vina menatap keduanya yg bicara di depan resto dengan santai tanpa ada rasa cemburu.


"Dia mantan kekasihku.." ucap Alonso.


"Aku tidak tanya." balas Ailyn.


"Ck.. tak bisakah sedikit saja kau waspada sebagai istriku.?" tanya Alonso.


"Sudahlah Al.. kita hanya perlu saling menjaga satu sama lain, dan membantu satu sama lain.. kurasa itu sudah cukup sesuai perjanjian yg kau inginkan." ucap Ailyn.


"Ck.. " Alonso pun langsung diam dan kembali ke mobil.


Alonso pun tak bicara sepatah katapun sejak mendengar ucapan Ailyn. Ucapannya tak salah, karena itu memang perjanjian mereka. Tapi rasanya ada yg aneh terutama saat Ailyn santai melihat Alonso bersama wanita lain. Meskipun hubungan keduanya baik-baik saja tapi bukan berarti ada perasaan antara mereka berdua.


.


.


Ailyn pun masa bodo dengan Alonso yg masih kesal padanya. Tapi Alonso berubah menjadi dingin sejak saat itu. Pagi harinya Alonso sudah bangun dan sudah rapi.


"Kau sudah bangun." ucap Ailyn.


"Bersiaplah, ikut aku ke pertemuan dan jadi pengawalku lagi." ucap Alonso.


"Lagi?? astaga." ucap Ailyn.


"Kau mau protes?" tanya Alonso dingin.


"Tak ada gunanya, aku hanya pihak kedua." ucap Ailyn bangun dan menuju ke kamar mandi untuk bersiap.


Perubahan sikap Alonso pun begitu terasa, dan Ailyn tetap baik-baik saja karena lebih beik Alonso seperti ini. Jadi jika mereka berpisah takkan ada rasa sakit yg tertinggal.


.


.


Seharian Ailyn pun mengikuti Alonso tanpa protes. Dan dirinya mampu berdiri berjam-jam karena fisiknya yg kuat. Sementara Alonso tak memperdulikannya dan tetap melakukan pekerjaannya tanpa memberi Ailyn istirahat.


"Jadi ini sikapmu yg kejam itu?" gumam Ailyn dalam hati.

__ADS_1


Bahkan begitu mereka kembali ke hotel, Ailyn diberi kunci kamar hotel yg baru dan diminta pindah dari kamar tersebut.


"Ini kunci kamarmu dan kemasi barangmu di kamar ini." ucap Alonso.


"Baik." balas Ailyn.


Ailyn pun mengambil kopernya dan menuju ke kamar barunya. Ailyn pun tetap santai dengan perubahan sikap Alonso yg dingin dan kejam seperti rumornya.


Dan pada malam harinya, Ailyn sedang mencari pakaiannya di koper. Dirinya menemukan pakaian milik Alonso yg tercampur ke dalam kopernya. Ailyn pun langsung memisahkannya dan mengantarkannya ke kamar Alonso.


Ailyn pun mengetuk pintu dan Alonso membukakannya.


"Ada apa?" tanyanya dengan nada datar.


"Kaos kita tertukar.. aku akan mencarinya disini." ucap Ailyn.


"Bisakan dilakukan besok?" tanya Alonso.


"Lebih baik langsung dikerjakan." ucap Ailyn.


"Masuklah, tapi jangan mengacak-acak kamarku." ucap Alonso.


"Tentu, dan terima ini.." ucap Ailyn memberikan beberapa pakaian Alonso.


"Ck.." ucap Alonso menerimanya.


Ailyn pun mmencarinya di lemari dan menemukannya. Lalu dirinya segera berjalan menuju pintu keluar. Tapi ada sesuatu yg membuat fokusnya berubah. Sebuah tanda merah yg bergerak, menandakan kalau ada penembak jitu di luar. Arah tanda merah itupun mengarah pada Alonso dan tepat di jantungnya.


Ailyn pun langsung bergerak dan menarik Alonso untuk menghindar. Mereka berdua pun jatuh dan berguling di lantai.


"Apa yg terjadi?" tanya Alonso.


Tapi Ailyn hanya mengarahkan telunjuknya ke mulutnya agar Alonso diam. Dan menunjuk tanda merah yg bergerak mencari Alonso.


"Siapa mereka? berani sekali." umpat Alonso.


Dorr..! praannkkkk..


Sebuah tembakan pun dilepaskan dan menghancurkan keheningan. Suaranya bahkan membuat orang-orang di hotel tersebut panik.


Ailyn pun melihat ke luar jendela dan orang itupun merasa sudah ketahuan lalu kabur.


"Cih, dia kabur." ucap Ailyn.


"Siapa ba**an itu.." umpat Alonso kesal.


"Kau tak bisa tidur disini lagi.. ayo pindah ke kamar lain atau hotel lain." ucap Ailyn.


"Baiklah." ucap Alonso langsung mengemasi barangnya dan melaporkan hal ini pada pihak hotel dan polisi.


Setelah melaporkan segalanya, Alonso pun pindah ke hotel lain. Dan dirinya meminta Ailyn untuk satu kamar dengannya lagi untuk menjaganya. Ailyn pun menerimanya karena memang situasi ini cukup berbahaya.


Malam itu, Ailyn tetap terjaga dan waspada jika ada penjahat lainnya muncul. Sementara Alonso bekerja di hadapan laptopnya sampai dirinya tertidur nyenyak.


Dan pagi harinya, Ailyn tertidur di sofa sembari bersiaga jika ada serangan tak terduga. Alonso pun bangun dan melihat Ailyn yg ketiduran. Dirinya merasa menyesal sudah memperlakukan Ailyn buruk kemarin, karena nyatanya justru Ailyn yg menjaganya semalaman.

__ADS_1


"Apa yg sudah kulakukan?" gumamnya dalam hati.


__ADS_2