Takdir Ailyna

Takdir Ailyna
EP.94 Hukuman


__ADS_3

Anita pun ditangkap di bandara setelah turun dari pesawat pribadi bersama John. Ternyata John hanya membohonginya untuk bisa membawanya kembali dan mendapatkan hukuman.


Sekeras dan sehisteris apapun Anita berteriak namun, pria tua itu tak juga meresponnya. Dan hanya berkata akan membantunya nanti. Anita pun merasa dibohongi.


Setelah diberikan kebebasan selama satu hari, dan menikmati fasilitas mewah pesawat pribadi milik John, namun saat mendarat justru kedua tangannya di borgol dan saat ini Anita tengah ditahan.


Disisi lain nampak John memang sudah memperhitungkan segalanya dan bekerjasama dengan polisi. Bukan hal sulit baginya untuk menangkap Anita, apalagi wanita itu terang-terangan menghubunginya untuk dimintai bantuan.


Berita itupun sudah terdengar sampai ke telinga Alonso. Pria itu pun terkejut saat Jery mengatakan kalau kakek mertuanya telah berhasil membawa Anita kembali tanpa pertarungan.


Alonso pun tersenyum setelah mendapatkan kabar tersebut. Segala usahanya bersama anggota pasukan khusus pun terbayarkan. Dan kini hanya tinggal menunggu keputusan pengadilan.


"Semuanya sudah beres tuan." ucap Jery.


"Bagus Jery.. kurasa aku akan menemui kakek mertuaku itu." ucap Alonso.


"Tapi.." ucap Jery.


"Kenapa?" balas Alonso menatap tajam.


"Diluar ada Cloe dan Tom." ucap Jery.


"Biarkan dia masuk." ucap Alonso.


"Baiklah tuan." ucap Jery.


Setelah Cloe masuk wanita itu pun datang menghampiri Alonso dan memeluknya. Lalu protes karena Alonso tak menemaninya.


"Jadi bagaimana kesehatanmu?" tanya Alonso.


"Aku membawa kabar bahagia." ucap Cloe.


"Benarkah?"


"Aku hamil.. saat ini kita akan menjadi orang tua." ucap Cloe.


"Kalau begitu, jaga kesehatanmu.. dan jangan berkeliaran." ucap Alonso.


"Hanya itu? kau tidak bahagia? apa kita tak akan menikah?" tanya Cloe.


"Cloe aku pernah bilang kan aku membenci pernikahan." ucap Alonso.


"Kau jahat sekali Al.. setelah aku hamil." ucap Cloe menangis.


"Sudahlah, jangan buang tenagamu.. kau kan sudah tahu semuanya dari awal." ucap Alonso.


"Kau jahat..!" ucap Cloe.


"Ya memang.." balas Alonso.


"Tom bawa Cloe pulang." perintah Alonso.


"Baik tuan."

__ADS_1


"Tidak mau, aku mau disini.." ucap Cloe.


"Terserah yg pasti aku ada urusan diluar sampai jam pulang kantor." ucap Alonso.


"Al.." rengek Cloe.


"Lebih baik anda pulang nona.. bukankah dokter bilang untuk beristirahat." ucap Tom..


"Ck.."


Dan Tom kini menyesali perbuatan buruknya. Seandainya saja dirinya tidak khilaf pastinya masalah ini takkan terjadi. Dan Cloe tak harus mengalami nasib buruk dan memalukan ini. Tom pun sedikit merasa kasihan pada Cloe yg masih saja mengejar-ngejar Alonso.


Tapi yg membuatnya khawatir adalah bagaimana jika setelah Cloe tahu kalau janinnya bukan milik Alonso tapi milik Tom. Bisa saja wanita itu menggu***kannya.


"Cepat atau lambat aku harus mempersiapkannya." gumam Tom.


Tom pun mengantarkan Cloe menuju ke apartemennya. Dirinya juga menawarkan apakah Cloe ingin makan sesuatu sebelum kembali. Hingga mereka pergi ke beberapa tempat lalu pulang ke apartemen.


Cloe pun membeli banyak stok makanan sehat. Dan dirinya takkan banyak keluar apartemen mulai sekarang. Walaupun Alonso tidak mau menikahinya pastilah pria itu juga mau bertanggungjawab atas anaknya.


Begitulah pikir Cloe tanpa tahu milik siapa janin tersebut. Dirinya pun tengah bahagia di atas penderitaan ibunya yg baru saja ditahan. Cloe pun mengetahuinya dan hanya bersyukur karena rencana gila ibunya diketahui. Dirinya juga takut dekat-dekat dengan Anita, takut kalau sampai ikut terseret padahal dirinya tak tahu apapun.


"Maaf mom.. tapi ini masalahmu.. aku harus pikirkan kesehatanku." gumam Cloe dalam hati.


Tom pun mengantarkan Cloe sampai di apartemen, dan pria itu dengan penuh perhatian membawakan semua barang belanjaan Cloe. Tom pun mulai merasakan rasa bersalah atas perbuatannya hingga sekeras apapun wanita itu menghinanya dirinya akan menahannya.


Setelah memastikan Cloe aman, Tom pun kembali ke kantor. Dirinya kembali bekerja dan mendapatkan tugas dari Alonso. Tugas mengecek harta kekayaan Anita dan siapa saja yg ia temui belakangan. Lalu mengenai Jini yg hampir bebas dari tahanan.


.


.


Sementara Ailyn bahagia mendengan ibu tirinya berhasil ditahan. Walau tak tahu siapa yg membawanya kembali, yg jelas Anita sudah ditahan dan itu sudah cukup baginya.


Semua orang di BlackShadow pun bahagia karena usaha mereka sukses. Mereka berhasil membuka kasus pembunuhan penerus BlackShadow.


Lalu John pun mendatangi Ailyn sebelum pergi menemui Alonso.


"Kakek. " ucap Ailyn senang.


"Kau pasti sudah mendengar beritanya." ucap John.


"Benar." ucap Ailyn.


"Apa kau siap muncul di persidangan?" tanya John.


"Ya.. tentu saja." ucap Ailyn.


"Bagus, nanti saat jadwalnya sudah keluar kau harus persiapkan kesehatanmu.." ucap John.


"Lalu kedua orang yg kita tahan?" tanya Ailyn.


"Mereka juga harus kita hukum." ucap John.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan menantikan persidangannya." ucap Ailyn tersenyum.


"Ya.. kau harus tetap sehat dan jangan kemana-mana." ucap John lalu pergi.


Sementara Ailyn masih sangat bahagia atas tertangkapnya ibu tirinya tersebut. Dirinya pun puas karena akhirnya bisa membalas kekejaman Anita yg dilakukannya pada Ailyn.


Lalu Ailyn terpikirkan Alonso, sudah sangat lama sejak mereka terakhir bertemu. Dan dirinya penasaran apakah Alonso masih bersama dengan Cloe? jika masih mau sampai kapan hubungan mereka berlanjut?? Ailyn pun jadi kesal memikirkannya.


Sementara Joe dan siapapun telah diperintahkan John untuk merahasiakan tentang Alonso. Karena menurut informasi dari rumah sakit tempat Cloe dirawat, wanita itu dinyatakan hamil. John pun mencurigai kalau itu anak Alonso juga, hingga menahan semua orang memberitahukan berita buruk ini agar mental dan kesehatan Ailyn baik-baik saja.


.


.


Di sebuah kantor polisi nampak Anita diintrogasi. Dan dicecar dengan beberapa pertanyaan. Wanita itupun hanya diam dan menunggu bantuan dari John. Tapi yg datang hanyalah David, suaminya. David pun berkata kalau John mustahil membantunya karena ayahnya tersebut sudah tahu semua kelakuan jahat Anita.


"Kau jangan bercanda.." ucap Anita.


"Ayah sudah menemuiku setelah kau ditahan kemarin." ucap David.


"Sayang.. David hanya kau yg aku miliki saat ini tolong bantu aku." ucap Anita.


"Aku hanya akan membantumu sebisanya.. tapi ada hal yg harus kau lakukan jika aku membantumu." ucap David.


"Apa maksudmu?? aku ini masih istri sahmu." ucap Anita.


"Ya.. tapi kau sudah tega menyingkirkan putriku.." ucap David.


"David dengarkan aku.. itu bukan ulahku aku difitnah." ucap Anita.


"Lalu mengapa mereka menunjukmu? dan juga membuktikan bukti transfer uang darimu?" tanya David dan membuat Anita terdiam.


"Aku hanya akan membantumu menyediakan pengacara dan memastikan kau tak kekurangan apapun di penjara.. tapi kau harus menandatangani ini." ucap David menyerahkan sebuah dokumen.


Anita meraihnya dan membacanya. Lalu ekspresi wajahnya terlihat begitu kesal setelah membacanya.


"Apa-apaan kau ini? kau minta cerai?" tanya Anita.


"Lebih baik aku hidup sendiri daripada bersamamu, aku sudah memberikanmu segalanya kecuali hatiku tapi kau tega merenggut nyawa Ailyn." ucap David.


"Kau..!!" teriak Anita.


"Jangan mempersulit hidupmu, jika ingin aku bantu cepat tanda tangan.. kudengar di dalam penjara ada berbagai orang jahat.. dan mereka bisa menyakitimu." ucap David.


"Apa?? kau jangan menakutiku." ucap Anita.


"Kalau begitu kau tandatangani saja atau tidak tapi tak ada yg akan membantumu." ucap David.


"David kau jahat sekali padaku." ucap Anita menangis.


"Lihat sekarang semua orang menjauhimu bahkan keluargamu sendiri, tapi aku tetap mau membantumu meski kau sudah membunuh putriku..!" ucap David kesal.


"Aku akan meninggalkannya disini." ucap David.

__ADS_1


Anita pun masih terdiam dan tak mau bicara apapun. Lalu dirinya membaca surat perceraian tersebut dan berpikir. Mungkin dirinya akan kehilangan segalanya dari David, tapi dirinya juga butuh perlindungan saat ini. Akhirnya Anita pun menandatangi surat tersebut dan mendapatkan pengacara.


Tapi sayangnya pengacara tersebut justru memintanya untuk berkata jujur untuk meringankan hukumannya. Mau tak mau Anita pun berkata yg sejujurnya agar dirinya bisa cepat bebas.


__ADS_2