
Alonso pun menyelidiki ponsel yg didapatkan istrinya tersebut. Dan orang-orang yg bekerja dengannya pun dengan cepat melakukan pekerjaannya. Meski mereka berhasil membuka kunci ponsel tersebut tapi sayang ada banyak nomor tanpa nama di dalamnya. Mau tak mau mereka mencari satu persatu siapa pemilik nomor tersebut.
Satu persatu data pun diperoleh dan semuanya tanpa nama karena dikirim melalui internet. Bisa dibilang nomornya palsu karena pesan tersebut dikirim bukan melalui ponsel tapi lewat internet. Kecanggihan teknologi pun kadang membuat banyak orang tertipu.
Dan Alonso kembali menelan pil pahit karena gagal lagi menangkap musuh terbesarnya. Dimana orang itu terus mengganggu kehidupannya. Padahal istrinya sudah bersusah payah mendapatkan ponsel tersebut dari pelaku, tapi sayang usahanya gagal karena lawannya sangat cerdik dan begitu memperhitungkan situasi keamanannya.
"Apa tak ada cara untuk melacaknya?" tanya Alonso.
"Maaf tuan, tapi mustahil bagi kita melacaknya." ucap Tom.
"Ck.. kurang ajar sekali orang satu ini..!" ucap Alonso kesal.
"Tapi aku akan berusaha untuk melacak dimana lokasi si pengirim pesan." ucap Tom.
"Kerjakan sekarang Tom." ucap Alonso.
"Baik tuan." ucap Tom langsung malanjutkan pekerjaannya.
Tom pun berusaha keras untuk melacaknya, namun hasilnya sangat mencengangkan. Dimana alamat si pengirim berasal dari gedung perusahaan Alonso sendiri. Dan berasal dari salah satu komputer yg ada di kantor tersebut. Setelah dicari tahu ternyata berasal dari komputer Jery.
"Jery apa maksudnya ini?" tanya Alonso.
"Tu-tuan ampuni aku tapi percayalah bukan aku.." ucap Jery memohon.
"Dimana kau pada pukul xx?" tanya Alonso.
"Saat itu aku sedang diruang rapat menggantikan anda tuan karena datang terlambat." ucap Jery.
"Tapi.. coba cek cctv pada jam itu." ucap Jery.
"Kau benar.. Tom cek cctv." ucap Alonso.
Setelah cctv di cek ternyata benar Jery berada di ruangan rapat saat itu. Dan ada seseorang dibalik meja Jery tapi orang itu berusaha keras untuk menutupi wajahnya. Tom pun bingung menentukan siapa orang tersebut karena memang hanya tampak kepalanya saja.
"Tuan.. aku tidak bohong.. aku benar-benar di ruang rapat." ucap Jery.
"Maaf Jer, tapi aku benar-benar tidak tahu siapa musuhku." ucap Alonso.
"Tom kau yakin hanya ini?" tanya Alonso.
"Hanya ini yg kutemukan, dan kelihatan aneh tuan."
"Aneh?" tanya Alonso.
"Benar, seperti ada bagian yg sudah di edit." ucap Tom.
__ADS_1
"Jadi benar-benar ada musuh dalam selimut." ucap Alonso.
"Benar tuan, lihat di menit ini nampak gambarnya sedikit aneh." ucap Tom.
"Kau benar.. Tom aku percaya padamu selidiki dengan benar." ucap Alonso.
"Lalu bagaimana denganku tuan? apa tuan memercayaiku." ucap Jery.
"Tidak." ucap Alonso.
"Tuan.. bagaimana bisa aku sudah bekerja bertahun-tahun denganmu." ucap Jery.
"Jery, dengar.. aku belum bisa memercayaimu sampai pelakunya ditangkap." ucap Alonso.
"Tapi kenapa Tom anda percayai?" tanya Jery.
"Karena dia lebih berguna." ucap Alonso.
"Tuan anda jahat sekali padaku." ucap Jery marah lalu keluar dari ruangan.
"Tuan, apa anda tak salah?" tanya Tom.
"Tunggu dan lihat saja apa yg akan terjadi." ucap Alonso tersenyum.
Tom pun mengajak Jery bicara pada jam istirahatnya. Nampak pria itu jadi pendiam dan murung.
"Jery.. kau baik-baik saja.?" tanya Tom.
"Kenapa? kau senang aku tidak dipercayai lagi." balas Jery.
"Bukan begitu, justru aneh jika kau melakukan ini. Kau orang yg paling diperlukan tuan." ucap Tom.
"Makanya.. aku sudah mengerahkan darah, keringat dan air mata untuknya tapi ini balasannya." ucap Jery.
"Aku akan membantumu.. ayo kita bekerjasama." ucap Tom.
"Apa rencanamu." ucap Jery.
"Berpura-puralah membenci tuan, dan lihat siapa yg akan mendatangimu." ucap Tom.
"Baiklah, aku setuju denganmu." ucap Jery.
"Jadi kawan mari kita bekerjasama.. kau hubungi aku saat butuh bantuan." ucap Tom.
"Oke.. ayo kita tangkap si tukang bikin onar di kantor ini." ucap Jery.
__ADS_1
"Benar, tuan sudah banyak membantuku." ucap Tom.
Akhirnya Tom dan Jery pun bergerak untuk mencari siapa pengkhianat yg sebenarnya. Dan Jery berakting seolah-olah dirinya dibuang oleh Alonso. Dirinya pura-pura kesal di hadapan karyawan lain bahkan di kantin untuk mencuri perhatian semua orang.
Sebagai orang yg paling dipercaya oleh Alonso, pastilah Jery tahu banyak soal perusahaan. Dan itu akan dimanfaatkan oleh lawan Alonso untuk mengadu domba beberapa pihak. Dan Jery akan pura-pura mengikuti pengkhianat tersebut untuk tahu siapa yg sebenarnya menjadi musuh tuannya.
"Tuan Alonso bre***k.. pengabdianku selama ini sia-sia .." teriak Jery di kantin.
Dan dirinya pun berhasil menarik perhatian. Beberapa rekannya pun menasehatinya dan memintanya untuk bersabar. Ada juga yg ikut mengumpat Alonso, dan bergabung membicarakan kejelekan Alonso. Kini Jery pun tahu siapa yg benar-benar tulus bekerja pada tuannya dan siapa yg bermuka dua.
Beberapa pun menceritakan banyak kejelekan Alonso yg Jery sendiri tak paham. Bahkan ada yg mengarang cerita demi memanas-manasi Jery. Sementara Jery tahu semua yg dilakukan tuannya, bahkan semua yg mereka bicarakan 90% adalah kebohongan.
"Jadi mereka orang-orang bermuka dua ini..?" gumam Jery dalam hati.
Tak lama setelahnya, Jery dipindahkan ke divisi lain. Dan tom diangkat sebagai asisten Alonso. Jery pun semakin memperlihatkan kekesalannya. Dan beberapa orang mendekatinya.
Salah satu diantaranya kepala divinsi keuangan. Orang yg ia pikir paling jujur dari semua orang, ternyata tak sebersih penilaiannya. Pak Rafli seorang kepala divisi keuangan bahkan terang-terangan berkata kalau dirinya tak menyukai Alonso.
Yg membuat Jery terheran-heran lagi, dirinya diajak untuk bersekongkol mencari kekurangan Alonso.
"Jery kau adalah mantan sekertaris sekaligus asisten tuan Alonso.. kau pasti tahu banyak tentang keburukannya." ucap Rafli.
"Ya kurang lebih begitulah pak."
"Bagaimana kalau kita jatuhkan dia?? " ucap Rafli tersenyum.
"Tapi apa keuntunganku?" balas Jery.
"Kau kan sudah dibuang, kau tidak sakit hati? "
"Itu benar, tapi aku tidak bodoh.. jika hanya semakin merugikan ku untuk apa?? anda juga tahu kan pak, tuan Alonso punya kekuasaan penuh?" balas Jery.
"Orang pintar sepertimu sayang sekali dibuang begitu saja oleh Alonso." ucap Rafli.
"Jujur aku sakit hati atas tindakannya padaku, tapi jika aku salah langkah aku sama saja dengan bunuh diri." balas Jery semakin memancing Rafli.
"Jery ikutlah denganku, kita pergi minum kopi sepulang bekerja.. nanti aku akan ceritakan segalanya padamu." ucap Rafli.
"Baiklah, aku bersedia mendengarkanmu." ucap Jery tersenyum.
Jery pun paham situasi kalau Rafli sangat hati-hati dan tak ingin terdengar oleh orang lain mengenai pembicaraan mereka. Hingga Jery akan mengikuti rencananya.
Setelah pertemuan dengan Rafli, Jery pun bicara pada Tom. Dan Tom memberinya alat penyadap untuk mendengarkan apa saja yg akan dibicarakan kepala divisi keuangan tersebut.
Lalu, Tom pun menyampaikan semuanya pada Alonso. Alonso pun paham, dan kini dirinya menunggu semua kebenarannya bersama dengan Tom. Bahkan Tom sengaja menggantikan Jery, agar Tom selalu ada didekatnya melaporkan gerak-gerik Jery.
__ADS_1