
Ailyn dan Alonso pun dibawa mereka ke suatu tempat untuk dijadikan sandera. Mereka semua mengikuti semua perintah Jini orang yg membayar mereka. Dan Jini berniat melenyapkan Ailyn karena sudah tahu semua rahasianya. Sementara Alonso, Jini masih tergila-gila pada pria tersebut.
Mereka pun diikat dan ditahan di suatu tempat. Mata dan mulut mereka ditutup agar tak bisa teriak ataupun melihat apapun.
Ketika suasana sudah tenang, mata Ailyn dan Alonso pun dibuka.
"Akhirnya kita menangkap mereka juga." ucap para penjahat tersebut.
"Kau benar.. kita hanya tinggal menunggu perintah."
"Nona datang.." ucap salah seorang dari luar.
Dan tibalah Jini, wanita itu langsung menghampiri Ailyn dan Alonso. Sambil tersenyum Jini pun menawarkan tawaran menarik pada Alonso.
"Alonso aku ingin bicara dengannya.. kalian cepat buka mulutnya." ucap Jini.
Para anak buahnya pun membuka penutup mulut Alonso.
"Apa maumu Jini?" tanya Alonso.
"Mauku? tentu saja dirimu." ucap Jini menyentuh wajah Alonso.
"Aku?" tanya Alonso bingung.
"Iya, kau.. kau bisa tetap hidup jika memilihku.." ucap Jini.
"Bagaimana dengan Ailyn.?" tanya Alonso.
"Tentu saja dia akan kusingkirkan.. dia hanya akan menghalangi langkahku." ucap Jini.
"Jini kau sangat keterlaluan." ucap Alonso.
"Hahaha.. sudahlah Al, pilihanmu hanya hidup bersamaku atau mati bersamanya.. kau mau yg mana?" tanya Jini.
Alonso pun terdiam, dirinya terlihat berpikir sejenak.
"Lalu bagaimana dengan anakku?" tanya Alonso.
"Dia bocah yg tampan, dan aku tak punya dendam padanya.. dia akan aman jika kau bersamaku." ucap Jini.
"Berjanjilah kau takkan menyentuh Alex.." ucap Alonso.
"Tentu saja." ucap Jini.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan hidup bersamamu demi Alex." ucap Alonso.
"Pilihan yg bijak Al.." ucap Jini lalu meminta anak buahnya untuk melepas ikatan Alonso.
Jini pun kemudian menghampiri Ailyn dan tersenyum. Sementara Ailyn menatapnya dengan tajam.
"Ailyn, si anak haram sadar dirilah akan posisimu.." ucap Jini.
"Kenapa? kau tidak bisa menjawab ucapanku kan??" balas Jini tersenyum.
"Tataplah aku sepuasmu sebelum kau mati." ucap Jini lalu tertawa.
"Hmmmm..." Ailyn pun berusaha bicara.
Brekkk.. Jini pun menarik lakban yg menutupi mulut Ailyn.
"Kau.. aku akan membalasmu Jini.." ucap Ailyn kesal.
"Kau terlihat kesal.. tenang saja kematianmu akan kubuat mudah.. " ucap Jini.
"Cuih.." Ailyn pun meludah.
"Dasar wanita gila.. kau itu hanyalah pe***r yg merusak hubunganku dengan Alonso." ucap Jini.
"Ck.. kau membuatku kesal saja, aku akan membunuhmu dengan cepat kalau begitu." ucap Jini.
Jini pun mengambil tongkat pemukul dan mencoba memukul kepala Ailyn. Tapi baru saja Jini mengangkat tangannya, Alonso pun sudah memukul kepala belakangnya sampai pingsan.
"Seenaknya saja memukul istriku." ucap Alonso.
"Apa yg kau lakukan?" teriak sekumpulan penjahat tersebut.
"Melindungi istriku.. kenapa?" balas Alonso.
"Bagaimana ini? nona pingsan atau mati."
"Kalau begini kita bisa ditangkap.."
"Sudahlah kabur saja." ucap salah seorang.
Alonso pun melepaskan ikatan Ailyn. Dan saat mereka menyentuh pintu, anggota BlackShadow pun sudah di depan pintu dan langsung menyergap mereka. Ailyn dan Alonso pun selamat, serta Jini berhasil mereka tahan.
.
__ADS_1
.
Jini pun sadar saat sudah ada di kantor polisi dan tangannya sudah di borgol.
"Dimana ini?" tanyanya.
"Kira-kira dimana ya? apa kau tak merasa familiar dengan tempat ini?" balas Ailyn.
"Kau.. bagaimana bisa?" tanya Jini kesal.
"Aku sengaja tertangkap untuk memancingmu keluar.. dan yg sebenarnya terjadi kau yg terperangkap dalam jebakanku.. semua pembunuh bayaranmu sudah ditangkap. Semua bukti dari mendiang Jane juga sudah dilaporkan." ucap Ailyn tersenyum.
"Jane.. sudah matipun masih menyusahkanku." ucap Jini.
"Tenangkan dirimu.. karena kejutannya belum usai sampai putusan hakim." ucap Ailyn tersenyum.
Ternyata, ini semua adalah rencana Ailyn yg sengaja menjebak Jini. Setelah dirinya membuat salinan barang bukti tersebut, Ailyn juga mengirim anggota BlackShadow untuk melaporkannya ke kantor polisi jika Jini sudah tahu soal disk yg diberikan Jane.
Tentunya Jini takkan diam saja dan akan melenyapkan siapapun. Apalagi Ailyn tahu sebenarnya target Jini adalah dirinya. Dan Ailyn memanfaatkan hal itu walaupun resikonya cukup besar.
Dan Ailyn sengaja memakai jam tangan yg bisa dilacak oleh timnya jika hal buruk terjadi padanya dan dirinya tak menuju ke kantor polisi maka mereka wajib mengikutinya sesuai arahan gps di jam tangan tersebut.
Firasatnya pun terbukti, dan rencananya pun sukses menangkap Jini beserta pembunuh bayarannya. Semua bukti juga berhasil tiba di kantor polisi dan langsung diproses. Setelah serangkaian kejahatan Jini, akhirnya sepak terjangnya berhasil dihentikan. Dan Jane, adalah orang yg berjasa dalam menemukan bukti tersebut walau sampai mengorbankan nyawanya.
Jini pun ditahan, dan menunggu keputusan pengadilan. Sementara Ailyn dan John membuat pemakaman yg layak bagi Jane. Meski semasa hidupnya Jane suka berbuat jahat pada Ailyn, tapi kejahatannya masih ringan dibandingkan ibunya dan Jini. Tapi Jane justru tiada di tangan saudarinya sendiri.
Dan saat pemakaman Jane, mantan suaminya Juno dan anaknya James hadir di pemakaman tersebut. Juno pun mendapatkan penjelasan dari Ailyn masalah rumah tangganya dengan Jane. Pria itupun menyesali perbuatannya karena mengusir Jane. Sementara James anaknya, menangisi kepergian ibunya.
Keluarga Ailyn pun hanya tersisa John dan pamannya Erik. Tapi meski begitu, Ailyn berharap tiada lagi pengganggu dalam hidupnya. Dan kematian Jane, cukup membuat John sedikit terpukul setelah David juga meninggalkannya. Pria tua itu pun hanya akan mewariskan semuanya pada Ailyn dan Alex.
.
.
Persidangan pun tiba..
Semua orang pun telah hadir di persidangan itu. Berbagai pembacaan kasus, barang bukti, serta kronologis kejadian pun dijelaskan disana. Dan Jini masih menolak semua tuduhan beserta bukti yg ada. Hingga dirinya dihukum berat oleh hakim. Jini pun dijatuhi hukuman seumur hidup, ditambah dirinya yg masih belum mengakui perbuatannya.
Ailyn, John dan Alonso pun puas akan keputusan hakim. Terlebih sudah ada dua nyawa yg menghilang karena ulah Jini. Jadi sudah sewajarnya jika Jini mrndapatkan hukuman yg berat. Apalagi dirinya juga sempat mengacaukan bisnis Alonso dan menculik Alex.
Ditambah semua barang bukti pun menguatkan fakta kalau Jini adalah pelaku dari semua kejahatan ini. Jini pun kini kembali mendekam di jeruji besi dalam waktu yg sangat lama. Hukuman seumur hidup ini semoga mampu menyadarkannya akan semua kejahatannya.
Ailyn dan Alonso pun bisa hidup dengan tenang. Sementara Alex, masih mengalami sedikit trauma dan menjalani beberapa pengobatan bersama psikolog anak. Memang tidak mudah agar Alex kembali seperti dulu, tapi dengan semangat dan motivasi dari keluarga, perlahan Alex mulai kembali memiliki keberanian. Hingga akhirnya Alex mampu menyembuhkan traumanya dan memiliki keberanian yg besar.
__ADS_1
Joe pun turut mengajarkan Alex ilmu bela diri agar kepercayaan diri dan keberanian Alex kembali. Dan John pun memercayakan cicitnya pada Joe untuk dijaga dan juga diajarkan sedikit ilmu bela diri agar cicitnya kelak menjadi pria yg kuat secara fisik dan mental.