
Alonso pun semakin hari semakin perhatian pada Ailyn. Dan Ailyn menganggapnya kalau Alonso sidah berubah menjadi lebih baik. Alonso juga mau meluangkan waktunya untuk mengantarkan Ailyn ke rumah sakit. Dan tak cuma itu, Alonso bahkan rela menggendong Ailyn saat turun dari mobil.
"Al.. turunkan aku.. aku bisa pakai kursi roda." ucap Ailyn.
"Ai.. turuti saja aku ini lebih cepat." ucap Alonso.
"Astaga.. semua orang melihat kita." ucap Ailyn menutup wajahnya.
"Memangnya kenapa? aku kan suamimu." ucap Alonso.
"Kemana pria dingin yg dulu.." sindir Ailyn.
"Dia sedang tidur dan jangan dibangunkan." ucap Alonso.
Ailyn yg mendengarnya pun seakan tak percaya. Bagaimana bisa pria yg terkenal kejam dan dingin itu begitu memperhatikannya bahkan sampai menggendongnya?? padahal ada kursi roda yg bisa ia gunakan.
Setelah melakukan pemeriksaan, akhirnya Ailyn bisa memaksa Alonso untuk duduk di kursi roda. Meskipun pria itu tetap setia mendorong Ailyn kemana-mana.
"Al.. kau sungguh tak sibuk?" tanya Ailyn bingung.
"Tidak, lagipula aku bosnya kalau aku mau bolos siapa yg akan marah?" balas Alonso.
"Itu benar juga sih." ucap Ailyn.
Mereka pun mengantri untuk mengambil obat dan Alonso begitu perhatian memberikan Ailyn air mineral bahkan membukakan botolnya.
"Ini minumlah.. kau pasti haus." ucap Alonso.
"Terimakasih." ucap Ailyn menerimanya.
"Tapi Al aku tak selemah itu.." protes Ailyn.
"Sudah terima saja." balas Alonso.
Hingga Alonso pun mengambil obat dan Ailyn menunggu sejenak. Kemudian Alonso kembali dan membawa Ailyn ke dalam mobil. Mereka pun pulang ke rumah dan Ailyn diminta untuk beristirahat.
Sementara Alonso dirinya sudah pergi lagi bekerja. Dan Ailyn pun merasa Alonso semakin perhatian padanya. Padahal Ailyn bisa saja pergi sendiri bersama pengawal atau pelayan.
"Alonso kian hari kian perhatian dan manis padaku.. apa yg terjadi padanya?" gumam Ailyn dalam hati.
Ailyn pun tidur setelah mengkonsumsi obatnya, dan dirinya beristirahat sesuai perintah dokter. Atasannya juga menyuruhnya istirahat hingga kondisinya pulih. Namun, di dalam mimpinya Ailyn pun kembali ke masa lalu dimana Anita selalu menyiksanya tanpa ampun. Pukulan demi pukulan itupun ia rasakan dalam mimpi tersebut, hingga Ailyn terbangun dari tidurnya.
Dengan nafas terengah-engah dan keringat yg membanjiri tubuhnya, Ailyn pun sadar kalau dirinya habis bermimpi buruk tentang dirinya di masalalu. Hal yg sudah ia lupakan, kini teringat kembali dan Ailyn membenci keadaannya di masalalu.
Tak lama pelayan pun datang menghampirinya karena mendengar Ailyn mengigau.
"Nyonya.. anda tak apa kan?"
"Iya.. aku hanya bermimpi buruk." ucap Ailyn.
__ADS_1
"Minum air ini nyonya.."
"Terimakasih." ucap Ailyn.
Ailyn pun mencoba menenangkan diri dari mimpi buruknya. Dan dirinya mulai berpikir kalau ibu tirinya memang sangat tenang akhir-akhir ini. Tapi begitu banyak peristiwa yg terjadi, hingga Ailyn tak bisa diam saja.
Jika saja kakinya baik-baik saja, pasti Ailyn sudah menyelidikinya. Tapi kondisinya sangat tidak memungkinkan untuk bergerak mencaritahu.
.
.
Sementara Alonso dirinya langsung dikabari kalau istrinya habis bermimpi buruk. Dan itu adalah laporan dari pelayan yg ia tugaskan untuk menjaga istrinya serta melaporkan apapun yg terjadi pada istrinya.
Alonso pun langsung membereskan pekerjaannya dan memilih pulang ke rumah. Bahkan Jery sampai dibuat bengong oleh tuannya tersebut.
"Tuan.. anda mau kemana?" tanya Jery.
"Tentu saja pulang.. memangnya aku mau kemana lagi?" balas Alonso.
"Tapi sekarang kan belum jam pulang kerja tuan."
"Jery apa pekerjaanku sudah selesai?" tanya Alonso.
"Sudah tuan."
"Lalu siapa bosnya?" tanya Alonso.
"Kalau begitu berhenti protes..!" ucap Alonso dengan tatapan tajam.
"B-baik tuan." ucap Jery menggaruk kepalanya.
Alonso pun langsung menuju ke rumahnya untuk bertemu dengan istrinya. Pelayan pun bercerita kalau Ailyn bermimpi buruk bahkan sampai mengigau. Hal itu membuat Alonso semakin khawatir dan langsung pulang setelah pekerjaannya selesai.
Begitu tiba di rumahnya, nampak semua orang bingung karena tak biasanya tuannya pulang lebih awal. Justru malah sebaliknya, biasanya Alonso pulang larut malam. Kini Alonso sudah tiba di rumah bahkan sebelum jam pulang kentor. Tapi mereka semua tak berani bertanya dan hanya menyambut tuan mereka.
"Bagaimana keadaan istriku?" tanyanya.
"Nyonya ada di taman samping tuan." ucap salah seorang.
Alonso pun langsung menuju ke taman samping dan melihat Ailyn tengah menikmati pemandangan bunga-bunga indah yg sedang bermekaran. Dan tentunya Ailyn menyadari keberadaan Alonso.
"Siapa itu?" tanya Ailyn.
"Kau sangat peka sekali." ucap Alonso keluar.
"Al.. ada apa? ini bahkan belum jam pulang kantor."
"Aku bosan karena pekerjaanku sudah selesai." ucap Alonso.
__ADS_1
"Oh jadi begitu.." ucap Ailyn.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Alonso.
"Baik.. aku hanya bosan saja berada di kamar." ucap Ailyn.
"Kau harus tahan sampai kakimu sembuh." ucap Alonso.
"Ya tentu saja.. aku tak ingin duduk di kursi roda selamanya." ucap Ailyn.
"Mau jalan-jalan sebentar?" tanya Alonso.
"Kau tak lelah?"
"Aku sudah bilang aku sedang bosan." ucap Alonso.
Alonso pun mengajak Ailyn jalan-jalan di taman bunga rumah mereka. Dan Alonso mendorong kursi roda Ailyn kemana mana. Mereka pun mulai terlihat bercanda tawa di taman tersebut.
Para pekerja di rumah tersebut pun hanya bisa bahagia melihat tuannya ceria tak seperti dulu. Belakangan Alonso juga bersikap lebih tenang dan mampu menahan emosinya.
"Kukira kau tak bisa bercanda." ucap Ailyn.
"Ck.. aku kan juga manusia." ucap Alonso.
"Baguslah.. kau tak menyeramkan lagi." ucap Ailyn.
"Memangnya dulu aku menyeramkan?" tanya Alonso.
"Begitulah, semua orang takut padamu." ucap Ailyn.
"Ternyata begitu ya."
"Ya.. tapi kau belajar untuk bersikap lebih ramah dan itu bagus." ucap Ailyn tersenyum.
"Aku akan berusaha." ucap Alonso.
"Ya.. tapi apa yg membuatmu berubah?" tanya Ailyn.
"Kurasa aku hanya ingin mencoba hal baru." ucap Alonso.
"Oke tak masalah." ucap Ailyn.
Alonso pun meminta pelayan membawakan buah untuk mereka dan tak lama sepiring buah pun tiba. Alonso pun memaksa Ailyn untuk makan buah yg ia suapi.
"Al.. tanganku baik-baik saja." protesnya.
"Ck.. cepat tanganku pegal." ucap Alonso, hingga mau tak mau Ailyn menerima suapan buah dari Alonso.
Perhatian kecil yg diberikan oleh Alonso pun membuat hati Ailyn tersentuh. Namun, Ailyn tak mau jatuh terlalu dalam sebelum mengetahui niat Alonso yg sebenarnya.
__ADS_1
Berbeda dengan Ailyn, Alonso mulai menyadari perasaannya. Dan pria dingin itu tengah berusaha membuka diri serta belajar untuk menjalin sebuah hubungan. Banyak buku yg ia baca secara diam-diam dan dirinya mulai menyadari perasaannya pada Ailyn. Perasaan yg menurut Jery itu adalah cinta, sama seperti apa yg tertulis di buku.
Meski konyol mempelajari cinta dari sebuah buku, tapi Alonso mencoba terus mencari refrensi untuk menguatkan fakta kalau dirinya sudah jatuh cinta pada istrinya.