
Pagi itu, Alonso pun mendekati Ailyn bermaksud menyuruhnya pindah ke ranjang. Tapi Ailyn yg siaga penuh pun terbagun saat ada yg mendekatinya. Matanya pun langsung terbuka lebar menatap pada Alonso yg mendekatinya.
"Akh.. bikin kaget saja." ucap Ailyn.
"Pindahlah ke kasur.." ucap Alonso.
"Apa jadwalmu hari ini?" tanya Ailyn.
"Tidak ada, kita di dalam kamar saja.. aku tak tahu kapan mereka akan menyerang lagi." ucap Alonso.
"Baiklah, hati-hati saat ada yg datang dan mengetuk pintu.. aku mau istirahat." ucap Ailyn.
"Iya." balas Alonso.
Ailyn pun beristirahat di tempat tidur, sementara Alonso mengurusi pekerjaannya yg anehnya selalu saja ada. Alonso juga hanya memesan makanan dari hotel untuk di kirim ke kamar mereka.
Ailyn pun tertidur pulas, dan terbangun jam 10 pagi. Dirinya membuka mata dan matahari sudah bersinar cerah. Ailyn juga menatap Alonso yg sedang bekerja dan tampak baik-baik saja.
"Al tak ada yg aneh kan selama aku tidur?" tanya Ailyn.
"Tidak, semuanya baik-baik saja." ucap Alonso.
"Baiklah, aku mau mandi." ucap Ailyn.
Ailyn pun mandi, sementara orang-orang Alonso pun tiba di hotel tersebut. Ya semalam Alonso menghubungi Jerry untuk meminta pengawal datang esok harinya karena ada insiden penyerangan. Jerry pun langsung menghubungi orang kepercayaannya dan hari ini mereka pun tiba di hotel tempat Alonso dan Ailyn menginap.
.
.
Saat selesai mandi Ailyn pun diminta Alonso untuk menghabiskan makanan yg sudah disediakan olehnya. Ailyn pun menikmatinya karena memang dirinya melewatkan sarapan pagi.
"Ai, habis ini kita kemasi barang dan kembali." ucap Alonso.
"Baiklah. Aku mengerti." ucap Ailyn.
Setelah makan Ailyn pun membereskan barangnya lalu menunggu aba-aba dari Alonso untuk meninggalkan hotel tersebut.
"Baiklah, kalau sudah siap ayo berangkat.. dan diluar sudah ada pengawalku yg akan menjagaku.." ucap Alonso.
"Baguslah.. lebih banyak orang lebih baik." ucap Ailyn.
"Pantas saja aku mendengar langkah kaki orang di depan pintu.." gumam Ailyn dalam hati.
Mereka pun keluar dari hotel dan menaiki mobilnya menuju bandara. Mereka berdua harus mengakhiri liburannya dengan cepat karena insiden tadi malam. Pengawal Alonso pun berjaga mengiringi mobil Alonso, lalu mereka tiba di bandara dan menunggu keberangkatan pesawat.
Di bandara pun nampak aman dan tenang. Ailyn tak merasakan adanya hal yg mencurigakan. Bahkan sampai di pesawat pun semuanya nampak baik-baik saja. Ailyn pun menjadi lebih santai karena sudah ada pengawal.
__ADS_1
Di dalam pesawat yg akan terbang selama berjam-jam, Ailyn pun sibuk membaca buku atau menonton film.
"Ai, maaf liburan kali ini tidak menyenangkan." ucap Alonso.
"Ya mau diapakan, memang situasinya tak baik." ucap Ailyn.
"Kau kecewa?" tanya Alonso.
"Tidak, aku terbiasa dengan situasi ini." balas Ailyn.
"Sisa cutimu lebih baik kau gunakan untuk istirahat di rumah." ucap Alonso.
"Itu benar.. aku juga harus melakukan beberapa hal." ucap Ailyn.
"Menurutmu siapa yg menyerang kita?" tanya Alonso.
"Pastinya mereka orang suruhan, dan kau adalah targetnya.. jadi berhati-hatilah dimanapun kau berada." ucap Ailyn.
"Aku memang punya banyak musuh, tapi tak kusangka mereka akan membunuhku." ucap Alonso.
"Ya hati manusia tak ada yg tahu Al.. " ucap Ailyn.
.
.
"Mereka juga orang suruhanmu?" tanya Ailyn.
"Ya benar." ucap Alonso.
"Bagus." ucap Ailyn.
Ailyn dan Alonso pun berjalan berdampingan menuju pintu keluar. Tapi saat sudah tiba di pintu keluar dan mulai sepi pengunjung lain, tiba-tiba seorang pengawal Alonso pun menodongkan senjata api ke hadapan Alonso.
"Hei.. kau.." ucap Ailyn memasang badan.
"Kau..!" teriak Alonso dan anggota yg lain langsung bersiaga.
Dorr..
Orang itu pun menembak ke arah Ailyn dan Alonso lalu kabur.
Semua orang pun panik dan beberapa mencoba mengejar orang tersebut. Beruntung Ailyn mendorong Alonso dan peluru pun meleset. Ailyn langsung bangkit dan mengejar orang tersebut.
"Pinjam senjatamu." ucap Ailyn mengambil senjata milik salah seorang pengawal kemudian berlari.
"Ai.. tunggu." ucap Alonso.
__ADS_1
"Ayo kejar mereka." perintah Alonso.
Alonso dan beberapa pengawal pun mengejar Ailyn dan pelaku. Mereka berlari menuju ke sebuah tempat yg sepi tapi Alonso dan pengawal lainnya kehilangan jejak karena keduanya berlari sangat cepat.
Ailyn, pun berhenti di sebuah parkiran mobil. Dan dirinya tahu pasti pelaku sedang bersembunyi. Nampaknya pelaku sedang berusaha menjebaknya, tapi Ailyn tetap tenang dan tak ingin terpancing.
Justru Ailyn mencoba memancingnya keluar, pelaku pun keluar tapi sayang dirinya tak sendiri. Ada beberapa orang yg bersembunyi di tempat lain.
"Aku menyerah.." ucap pelaku tersebut.
"Cih, apa semudah ini ?" tanya Ailyn.
Dor..!!
Ailyn pun sempat sedikit bergerak dan peluru meleset ke lengan kirinya. Tak kehabisan akal Ailyn pun menembak pria di hadapannya dan pria yg bersembunyi di belakangnya. Dor..Dorr..
Sementara Alonso, mendengar suara tembakan pun menuju ke sumber suara bersama para pengawalnya. Dirinya yakin kalau Ailyn sedang dikepung karena mendengar suara tembakan beruntun tadi.
"Ayo cepat kesana.." ucap Alonso.
Saat tiba di tempat, Ailyn sedang bersembunyi di balik mobil dan pelaku sudah tergeletak tapi masih hidup.
"Ailyn.." teriak Alonso.
Beberapa pelaku yg bersembunyi pun memilih kabur karena Alonso membawa beberapa orang pengawal. Dan Ailyn bersembunyi untuk menghindari serangan dadakan lainnya. Alonso pun mengikuti jejak darah dan menemukan Ailyn di balik sebuah mobil.
"Ai.. kau tertembak.." ucap Alonso.
"Bagaimana mereka? kabur?" tanya Ailyn.
"Iya.. mereka kabur dan pengawalku sedang mengejarnya." ucap Alonso.
"Aku hanya melumpuhkan satu orang." ucap Ailyn.
"Sudahlah, ayo ke rumah sakit." ucap Alonso.
Ailyn pun mengikat erat lukanya agar tak mengeluarkan darah. Dan dirinya langsung dibawa ke rumah sakit terdekat. Penyerangan itupun mendapat perhatian dari media dan polisi tengah mengehar pelaku lainnya.
Sementara Ailyn berada di rumah sakit karena luka yg ia dapatkan. Setelah kondisinya membaik, Ailyn memilih pulang ke rumah. Alonso pun bersikeras agar Ailyn dirawat di rumah sakit tapi alasan Ailyn membuatnya terdiam.
"Disini rumah sakit umum Al, siapa saja bisa datang.. kau tahu kan artinya?" tanya Ailyn.
"Baiklah. Aku mengerti." ucap Alonso.
Akhirnya mereka pun pulang ke rumah dan Ailyn memilih beristirahat di rumah. Selain lebih aman, tentunya lebih nyaman di rumah sendiri. Soal pelayanan juga ada banyak pelayan yg akan membantu Ailyn.
Salah satu yg berhasil ditangkap pun diintrogasi setelah mendapatkan pengobatan. Dirinya tetap bungkam dan hanya bicara kalau dirinya hanya dibayar oleh seseorang untuk membunuh Alonso dengan harga yg mahal. Alonso pun kesal mendengarnya karena orang itu tetap tidak memberitahu siapa pelakunya.
__ADS_1