
Malam itu juga Alonso pun pasrah karena tidak diijinkan Ailyn untuk tidur di kamar. Alonso yang selalu hidup dalam kemewahan pun kini merasakan bagaimana tidur di sofa. Walaupun jauh dari kata nyaman, tapi Alonso tetap mencoba tidur walau rasanya aneh.
Karena tak bisa tidur, Alonso pun memilih untuk bekerja. Ya hanya bekerja yg ada di otak Alonso selama ini.
Semalaman Alonso pun bekerja dan baru tertidur pada dini hari. Saat pagi hari, Ailyn pun keluar dari kamarnya dan melihat Alonso benar-benar tertidur di sofa. Sebuah kemajuan dimana tuan Alonso yg sangat berkuasa yg tak pernah hidup susah akhirnya bisa tidur di sofa.
"Wah, apakah ini bisa disebut sebuah rekor?" gumam Ailyn dalam hati.
Ailyn pun memilih memasak sarapan pagi untuk mereka berdua sebagai hadiah karena Alonso bisa tidur di sofa. Aroma masakan yg nikmat pun membuat Alonso terbangun.
"Aroma apa ini? kenapa bisa masuk ke kamarku?" gumam Alonso.
Kemudian Alonso pun membuka matanya dan tersadar kalau ini bukan kamarnya apalagi rumahnya. Lalu dirinya mengikuti sumber aroma masakan tersebut dan menemukan Ailyn di dapur. Dirinya pun tersenyum melihat istrinya memasak.
"Jangan sok sembunyi, aku tahu kau sudah disana sejak tadi." ucap Ailyn.
"Kau memang tak bisa ditipu." ucap Alonso.
"Iya, bahkan aku sudah tahu kalau anak buahmu mengikutiku." ucap Ailyn.
"Nampaknya aku harus memberi mereka pelajaran berharga agar tidak ketahuan." ucap Alonso.
"Biarlah, toh aku yg tahu.. kalau lawanmu yg tahu itu baru masalah." ucap Ailyn.
"Bagaimana pengalaman tidur di sofa pertama kali?" tanya Ailyn tersenyum.
"Ck.. Buruk.. tubuhku sakit karena kaku, dan sempit sekali." ucap Alonso.
"Itu karena kau tak tahu cara mengubah sofa tersebut jadi tempat tidur." ucap Ailyn.
"Memangnya bisa?" tanya Alonso bingung.
"Yah, kau sudah terbiasa dilayani jadi tak tahu atau terbiasa menyuruh orang." ucap Ailyn.
"Aku serius, aku benar-benar tidak tahu." ucap Alonso.
"Sini biar kutunjukkan." ucap Ailyn.
Ailyn pun mengubah sofa tersebut menjadi tempat tidur yg nyaman, dan Alonso merasa dirinya sangat bodoh bertahan dengan posisi yg membuat seluruh tubuhnya kaku.
"Nah, apa kau masih bisa mengeluh jika begini?" tanya Ailyn.
"Ya.. harusnya kau bilang sejak awal." ucap Alonso.
"Sudahlah, lebih baik kau mandi dan sarapan." ucap Ailyn.
__ADS_1
"Ya.." ucap Alonso.
"Tapi toiletnya dimana?" tanya Alonso.
"Di dalam kamarku." ucap Ailyn.
Alonso pun akhirnya bisa masuk ke dalam kamar Ailyn dengan alasan mandi. Dirinya pun tersenyum lalu segera masuk ke dalam.
Sementara Ailyn beres-beres rumah dan kamar saat Alonso mandi. Saat sedang merapikan kamarnya, Alonso pun keluar dari toilet dengan menggunakan handuk yg melilit dipinggangnya.
"Aku akan keluar.." ucap Ailyn.
"Tunggu.." ucap Alonso menarik tangan Ailyn dan membawanya ke dalam pelukannya.
"Ck.. kau ini apa-apaan, tubuhmu basah." ucap Ailyn berusaha melepaskan diri.
"Ailyn, tunggulah sebentar." ucap Alonso.
"Bajuku jadi basah tahu.." ucap Ailyn berontak dan menginjak kaki Alonso.
"Akhh.."
"Rasakan.. sekarang pakai baju dan kutunggu di meja makan." ucap Ailyn.
Dan detak jantung Ailyn yg tak beraturan saat Alonso memeluknya. Baru kali ini ada pria yg memeluknya, jadi mungkin itu adalah pengalaman pertama yg menyebabkan jantungnya berdetak kencang.
"Pengalaman pertama, ya mungkin karena alasan itu." gumam Ailyn dalam hati.
.
.
Dikamar nampak Alonso sedang bersiap dan tampak bahagia. Memeluk Ailyn walau sekejap dan berakhir dengan injakan kaki Ailyn membuatnya sedikit bersemangat pagi ini. Alonso pun melihat-lihat isi kamar Ailyn dan beberapa foto disana.
Alonso pun melihat sebuah bingkai foto dimana ada anak perempuan dan ibunya. Mungkin itu adalah foto Ailyn dan ibunya, begitulah pikir Alonso. Namun, di foto itu nampak Alonso mengenali wanita yg kemungkinan ibunya Ailyn.
"Sepertinya aku pernah melihat ibu ini.." gumam Alonso.
Alonso pun berusaha keras mengingatnya tapi belum berhasil. Kemudian Alonso pun memilih untuk menyusul Ailyn di meja makan. Nampak istrinya itu belum memulai sarapannya.
"Kau menungguku?" tanya Alonso tersenyum.
"Sudah tahu nanya." balas Ailyn.
"Maaf-maaf, di dalam aku melihat gadis cantik." ucap Alonso.
__ADS_1
"Al, sudahlah makan saja." ucap Ailyn.
"Oke." ucap Alonso.
Mereka pun sarapan pagi, dan Ailyn tak mambahas apapun. Mereka makan dengan tenang, lalu Alonso berpamitan pada Ailyn.
"Aku berangkat Ai.." ucap Alonso.
"Iya." ucap Ailyn sedang mencuci piring.
Alonso pun pergi ke kantor dengan hati yg bahagia, dirinya bisa merasakan masakan istrinya dan makan bersama pagi ini. Moodnya pun membaik, membuat semua pekerjaannya di kantor cepat selesai. Jery pun bahagia melihat perubahan tuannya tersebut.
"Apakah ini yg dinamakan kekuatan cinta?" gumam Jery dalam hati.
Alonso pun pulang tepat waktu, dan tampak tak sabar untuk sampai di apartemen Ailyn. Ailyn juga hari ini sedang libur bekerja jadi kemungkinan istrinya itu berada di apartemennya.
Alonso pun sudah diberitahu pasword apartemen Ailyn hingga Alonso bisa masuk kapan saja. Apartemen tersebut tampak sepi, dan Alonso tak mendengar suara apapun.
Alonso melihat kesana kemari untuk mencari keberadaan istrinya, dan dirinya menemukan Ailyn tengah tertidur di sofa. Alonso pun menatap wajah istrinya tersebut, wajah yg sudah hampir satu bulan ini menghilang. Alonso pun merasa kasihan dan memindahkan Ailyn ke kamarnya agar tidurnya lebih nyaman.
Setelah memindahkan Ailyn, Alonso pun memilih mandi. Ailyn nampak begitu lelah hingga tak terbangun saat Alonso berada di kamarnya sampai selesai mandi. Alonso juga tak ingin membangunkannya, hingga bergerak perlahan dan keluar dari dalam kamar.
Perutnya pun mulai terasa lapar, biasanya jika ingin makan Alonso tinggal menyuruh pelayan. Tapi sekarang dirinya berada di apartemen Ailyn dan tak bisa menyuruhnya yg sedang tidur untuk memasak. Alhasil, Alonso pun menghubungi Jery untuk memesankan makaman kesukaannya dan dikirimkan ke apartemen Ailyn.
Jery pun melakukan tugasnya dengan baik, dan satu jam kemudian makanan pun tiba. Walau sangat lama, tapi Alonso harus bersabar. Hingga saat makanan datang, Alonso pun bisa makan dengan tenang.
Di kamar, nampak Ailyn baru terbangun dan mendapati dirinya sudah ada di kamarnya. Ailyn pun bingung karena seingatnya dirinya tadi di kamarnya. Ailyn pun keluar kamar dan melihat Alonso makan. Dan yg membuatnya heran adalah makanan yg tersaji sudah seperti makanan dari resto bintang 5.
"Al, ini semua kau yg memasaknya?" tanya Ailyn.
"Tentu bukan, Jery yg memesannya." ucap Alonso.
"Kau makan sebanyak ini?" tanya Ailyn.
"Ini makanan untuk kita berdua.." ucap Alonso.
"Baiklah, tapi setelah ini kau harus bantu aku membereskannya." ucap Ailyn.
"Oke." balas Alonso.
Mereka berdua pun akhirnya makan, dan setelah itu Ailyn meminta Alonso untul membantunya membereskan semuanya. Nampak Alonso tak mengerti apa-apa dan Ailyn harus mengajarinya. Akhirnya selama 30 tahun lebih hidup dalam kemewahan seorang tuan Alonso bisa mengelap meja, sebuah prestasi yg membanggakan baginya.
"Bagaimana Ai.. sudah bersih kan." ucap Alonso.
"Oke.. cukup.. " ucap Ailyn tersenyum.
__ADS_1