Takdir Ailyna

Takdir Ailyna
EP.68 Kunjungan


__ADS_3

Dan sejak hari itu Jery dan Tom menjadi teman sekamar. Keduanya mau tak mau menerima hal itu demi keamanan bersama khususnya Jery. Tapi nampak keduanya sangat akrab sampai bertengkar di hari pertama.


"Dengar Jery jangan sentuh barang-barangku..!" ancam Tom.


"Aku juga tidak berminat dengan barangmu." balas Jery.


Jery pun masuk ke kamarnya dan merapikan pakaiannya. Sementara Tom diriny sedang memasang kamera di sekitar agar mudah area apartemen diawasi olehnya kapanpun.


Hingga Jery pun keluar kamar dan melihat ruangan tengah dipenuhi dengan barang-barang Tom. Teman sekamar itu pun menjadi saling sinis karena Jery tak suka hal berantakan, sementara Tom memang memiliki banyak peralatan setiap bekerja.


"Tom.. nanti semuanya rapikan." ucap Jery.


"Kau pikir aku pembantumu.." balas Tom.


"Lihat ruangan ini berantakan." ucap Jery.


"Nanti juga beres setelah pekerjaanku selesai, jangan ganggu aku sana pergi dan jangan coba menyentuh barang-barang ini." ucap Tom.


"Cih.. siapa juga yg mau sentuh." balas Jery.


Begitulah mereka sangat akrab hingga saling mengawasi satu sama lain. Yg satu sibuk dengan dunianya yg rumit, yg satu lagi orang yg sangat rapi dalam bekerja.


.


.


Alonso pun tak perduli akan pertengkaran mereka asalkan semua pekerjaan mereka beres. Dan mereka tak boleh bertengkar dihadapannya.


"Kalian ini benar-benar seperti film kartun kucing dan tikus." ucap Alonso.


"Tuan.. dia orang yg menyebalkan." rengek Jery.


"Kau saja yg aneh, kalau tak mengerti pekerjaanku diam saja." ucap Tom.


"Jika masih ingin bertarung, haruskah aku siapkan ring?? kalian bisa bebas bergulat disana." ucap Alonso.


"Mm-maafkan kami tuan." ucap Keduanya takut dimarahi Alonso.


"Sudah kembali bekerja.." ucap Alonso.


Akhirnya keduanya pun kembali bekerja dan situasi pun kembali damai. Sementara Ailyn, dirinya diam-diam keluar rumah dan memeriksa beberapa hal. Dirinya mengecek sekitar kantor Alonso dan nampak memang ada orang mencurigakan.


Sekelompok tak dikenal pun berjaga di sekitar gedung perkantoran tersebut. Ailyn pun memanggil penjaga untuk mengecek mereka.


"Pak nampaknya mereka aneh.. coba cek." ucap Ailyn pada pengawal yg bertugas.


"Baik nyonya."


Mereka pun mengecek mobil mencurigakan tersebut. Tapi bukannya mendapatkan penjelasan, justru malah mendapatkan perlawanan. Ailyn pun takkan tinggal diam dan membantu mereka meringkus orang-orang mencurigakan tersebut.


"Bagaimana? kalian temukan sesuatu?" tanya Ailyn.


"Ini nyonya ponsel mereka." ucap mereka menyerahkan beberapa ponsel.

__ADS_1


Ailyn pun mengeceknya, ternyata benar mereka mengincar Jery. Di percakapan ponsel tersebut mereka diminta untuk menangkap Jery dan membawanya hidup-hidup.


"Jadi ini target kalian." ucap Ailyn.


Mereka pun bungkam dan tak menjawab apapun, hingga Ailyn meminta pengawal melaporkan hal ini pada pihak berwajib. Semuanya pun ditahan dan kabar ini sudah terdengar di telinga Alonso.


Pria itu pun menghubungi istrinya, dan Ailyn langsung menemuinya di kantornya. Ailyn pun masuk ke ruangan suaminya.


"Ailyn, kau sedang apa?" tanya Alonso.


"Menemuimu, tapi tak sengaja melihat mereka." ucap Ailyn.


"Apa kau terluka?" tanya Alonso.


"Tidak, aku baik-baik saja aku kan tak sendiri melawan mereka." ucap Ailyn.


"Syukurlah.." ucap Alonso.


"Saat ini nyawa Jery sedang terancam, mereka menargetkan Jery seperti dugaanku." ucap Ailyn.


"Aku tak menyangka mereka akan segila ini." ucap Alonso.


Tok..tok..


Yg dibicarakan pun muncul membawa beberapa berkas, Jery pun memberi salam pada Ailyn kemudian memberikan berkas untuk tuannya. Setelah bicara pada Alonso, Ailyn pun mengajaknya bicara.


"Jery, apa kau bisa bela diri?" tanya Ailyn.


"Tidak nyonya.." ucap Jery.


"Aku sudah mendengarnya nyonya, terimakasih atas pencegahan anda." ucap Jery.


"Ya.. kau orang penting bagi suamiku.. dan aku punya hadiah kecil untukmu." ucap Ailyn lalu memberikan sesuatu padanya.


"Apa ini nyonya?" tanya Jery.


"Itu alat kejut, kau bisa baca aturan pemakaiannya dan hati-hati saat menggunakannya.. jangan gunakan untuk mengerjai temanmu." ucap Ailyn.


"Terimakasih nyonya.." ucap Jery lalu permisi.


Setelah Jery pergi Alonso pun menunjukkan rasa cemburunya.


"Kenapa hanya Jery yg diperhatikan." ucap Alonso.


"Kau iri?" balas Ailyn tersenyum.


"Semalam aku sudah dicuekin.. sekarang malah Jery yg diperhatikan.. kau curang." ucap Alonso merajuk.


Ailyn pun kembali tercengang oleh tingkah Alonso yg kekanakkan tersebut.


"Baiklah, karena sudah disini mau makan bersama?" tanya Ailyn.


"Oke.. ayo kita pergi." ucap Alonso.

__ADS_1


"Tapi pekerjaammu?" tanya Ailyn.


"Aku bosnya, bahkan Jery takkan berani membantahku." balas Alonso langsung menarik tangan Ailyn keluar.


Diluar nampak, Jery melihat tuannya pergi dengan istrinya meninggalkan dokumen yg baru ia berikan. Seketika dirinya pun lemas, karena dokumen itu harus segera diselesaikan. Mau marah pun Jery tak pantas, karena Alonso adalah tuannya.


.


.


Sementara Alonso sedang mode bocin dengan Ailyn. Dirinya pun mengajak istrinya makan siang bersama dan berlama-lama di resto tersebut. Ailyn sampai tak mengerti dengan tingkah suaminya itu.


"Hei, kita sudah cukup lama ada disini." ucap Ailyn.


"Tak masalah, aku bosnya." ucap Alonso.


Baru saja berucap begitu, tiba-tiba Jery menelponnya dan membuatnya kesal setengah mati. Ailyn pun hanya tersenyum karena memang Alonso harus kembali ke kantornya. Akhirnya dengan berat hati, Alonso pun kembali ke kantornya dan Ailyn pulang ke rumahnya.


Saat dikantor, nampak Jery sudah menunggunya di ruangannya.


"Jery kau itu mengganggu saja." ucap Alonso.


"Tuan, ini dokumen penting.. dan sore ini harus diserahkan." ucap Jery.


Alonso pun langsung mengerjakannya dan berharap bisa pulang cepat. Tapi jadwalnya terlalu padat minggu ini hingga harus lembur bekerja.


.


.


Sementara itu, Ailyn terus menyelidiki orang-orang yg mengganggu hidupnya dan Alonso. Dirinya juga mengecek kondisi ibu tirinya yg terlihat baik-baik saja.


Ailyn pun mengunjungi rumah ayahnya tersebut dan membawakan 2 buah durian besar. Buah yg sangat tak disukai Anita. Ailyn pun datang dan langsung memberikannya pada Anita.


"Mau apa kau kemari?" tanya Anita.


"Ibu jangan berkata begitu.. aku bawa buah mahal ini lho." ucap Ailyn menunjukkan durian besar tersebut.


"Singkirkan dia dariku.. aku tak suka baunya." ucap Anita lalu menutup hidung dan mulutnya.


"Kenapa?? ini enak lho rasanya manis legit, lalu harganya juga lumayan mahal.. karena kau tahu kan suamiku tak pernah membiarkanku membeli barang murah." ucap Ailyn.


"Ailyn singkirkan.. aku mau muntah." ucap Anita.


"Oh, jangan begitu ibu.. ini makanan mahal." ucap Ailyn semakin mendekatkannya.


"Ailyn hentikan apa maumu?" tanya Anita.


"Mauku?? kurasa kau sudah tahu apa mauku.. " ucap Ailyn.


"Apa maksudmu?"


"Maksudku?? berhati-hatilah dalam langkahmu.. karena durian ini sangat tajam kulitnya." ucap Ailyn lalu meninggalkan dua buah durian besar tersebut duruang tamu.

__ADS_1


Tentu baunya sangat menyengat hingga Anita langsung kabur dan muntah di toilet. Sementara para pelayan diminta langsung membuang buah tersebut dan menghilangkan baunya.


Ailyn pun tersenyum, karena dirinya sedang mengancam nenek sihir tersebut. Ailyn harus berbuat sesuatu sebelum nenek sihir itu menjadi semakin kuat dan menghancurkannya bersama Alonso. Mungkin sedikit ancaman ini akan membuat Anita lebih berhati-hati lagi dan berbuat hal yg berlebihan pada orang sekitarnya.


__ADS_2