Takdir Ailyna

Takdir Ailyna
EP.26 Kehamilan Jane


__ADS_3

Beberapa minggu pun berlalu, dan kini Jane pun menikmati kehidupan rumah tangga yg sempurna. Suami yg tampan dan kaya, serta mertua yg tak ikut campur dalam rumah tangganya. Bahkan Anita begitu membanggakannya melebihi Jini yg kini berada di penjara.


Jane pun merasa tengah berada di puncak kebahagiaannnya. Dan kini dirinya hanya tinggal menunggu hadirnya anak dalam rumah tangganya untuk menyempurnakan semuanya.


Jane pun baru kembali dari honneymoon-nya bersama suaminya setelah tertunda karena pekerjaan Juno yg padat. Dirinya pun bahagia bisa menikmati indahnya kasih sayang dari suaminya.


Jane pun menunggu saat-saat datang bulan agar bisa memastikan kehamilannya. Tapi dirinya terlalu bahagia sampai lupa kapan terakhir kali datang bulan. Hingga ia mengeceknya di bulan kedua pernikahannya.


Hasil tespack yg menunjukkan garis dua pun membuatnya senang bukan main. Dan setelah suaminya tahu, Jane pun semakin berkuasa bak ratu. Anita pun sangat bangga padanya dan memuji Jane pada teman-temannya.


Bahkan David pun senang menantikan kehadiran cucu pertamanya. Dirinya pun mengadakan acara syukuran di rumahnya dengan mengundang beberapa kerabat dekat dan rekan kerja.


Tak ketinggalan Ailyn pun sudah mulai diikutsertakan dalam acara tersebut. Ailyn pun malas karena ia tahu pasti akan dibanding-bandingkan dengan Jane yg baru menikah tapi sudah hamil.


"Ck.. aku malas sekali hadir.." ucap Ailyn.


"Maksudmu hadir di acara syukuran kehamilan Jane?" tanya Alonso.


"Iya, kau tahu kan maksudku?" balas Ailyn.


"Maksudmu mereka merencanakan sesuatu?" tanya Alonso.


"Al.. kau itu tidak peka sekali.. yg ada kita hanya akan dibanding-bandingkan karena kita lebih dulu menikah dan Jane yg baru menikah beberapa bulan sudah hamil." ucap Ailyn sudah bisa menebak situasi yg akan terjadi.


"Di dunia ini kadang keluarga sangat merepotkan.. untung aku tidak punya keluarga." ucap Alonso.


"Hei, kau jauh lebih menyedihkan.." ucap Ailyn.


"Ai.. kau takkan pernah bertemu mertua saat menikah denganku." ucap Alonso.


"Itu memang benar, tapi mereka pasti bisa bicara yg tidak-tidak.. mereka bisa menyebutku man.." ucap Ailyn tapi Alonso menutup mulutnya.


"Jangan dikatakan.. itu sama sekali belum terbukti." ucap Alonso.


"Memang, tapi mereka kan suka bicara seenaknya terutama si nenek sihir." ucap Ailyn mengingat Anita.


"Hahaha.. maksudmu ibu tirimu?" tanya Alonso tertawa.


"Siapa lagi, nenek sihir jahat di hidupku." ucap Ailyn.


"Baiklah,.. aku akan jadi peri baik hati untukmu." balas Alonso.


"Peri itu kecil dan punya kekuatan.. kau besar dan hanya punya kekuasaan." ucap Ailyn.


"Justru kekuasaanku yg akan membuatnya diam.. atau kau ingin membuktikan kalau dirimu wanita normal?" tanya Alonso.


"Bagaimana caranya?" tanya Ailyn.


"Mudah saja.. mungkin butuh beberapa kali percobaan sampai berhasil." ucap Alonso mendekati Ailyn.


"Tunggu maksudmu?" ucap Ailyn langsung menatap tajam.


"Kenapa? mau membuktikan? aku siap kapanpun." ucap Alonso.


"Tidak.. jangan bermimpi.." ucap Ailyn.


"Tapi kau bisa membungkam mereka.." tambah Alonso.

__ADS_1


"Al.. sudah bosan hidup? atau mau kubuat kau cuti dari pekerjaanmu dan berlibur di rumah sakit?" ucap Ailyn.


"Oke Ai.. aku hanya bercanda.." ucap Alonso tersenyum.


"Mati aku kalau sampai membuatnya kesal.." gumam Alonso dalam hati.


.


.


Hingga tibalah acara syukuran kehamilan Jane. Mau tak mau Ailyn datang bersama Alonso. Setelah keduanya mencoba menyempatkan waktu mereka. Ailyn dan Alonso pun tiba di rumah yg sangat enggan Ailyn datangi. Jika bukan karena untuk menghindari pertikaian yg tak perlu, Ailyn pasti memilih untuk tidak hadir.


Saat Ailyn dan Alonso tiba, nampak Anita sedang memerkan Jane pada teman-temannya.


"Putriku sangat subur, sampai langsung hamil.." ucap Anita.


"Anda beruntung nyonya.."


"Selamat ya nyonya.."


"Kuharap kalian juga mengalami hal sama sepertiku." ucap Anita.


Kemudian, Anita melihat David menghampiri Ailyn dan Alonso. Dan Anita langsung ikut menyapa keduanya.


"Ailyn.. Alonso selamat datang.. " sapa Anita.


"Iya terimakasih undanganya." ucap Alonso.


"Ayah dimana Jane?" tanya Ailyn memotong Anita yg hendak bicara.


"Sepertinya di sebelah sana, dia sedang berkumpul dengan teman-temannya." ucap David.


"Iya.. kalian nikmati saja acaranya.." ucap David.


Sementara Alonso hanya tersenyum membalas David dan sama seperti Ailyn yg mengacuhkan Anita. Anita pun kesal bukan main dengan ulah keduanya.


Ailyn pun melihat meja-meja makanan dan mencari minuman. Anehnya, di acara syukuran bayi kenapa ada wine?? Ailyn pun sudah tak terkejut dengan apa yg disajikan.


"Wine di acara selamatan kehamilan.. lucu sekali mereka." ucap Ailyn.


"Sudahlah Ai.." ucap Alonso.


Ailyn pun hanya mengambil segelas jus untuk dinikmati sembari menunggu saat yg tepat mengucapkan selamat pada Jane. Acara pun berlangsung dan semua orang menikmatinya.


Dan tiba saatnya Ailyn hendak pulang, dirinya baru mengucapkan selamat pada Jane.


"Selamat Jane.. semoga kau sehat selalu." ucap Ailyn.


"Dan ini ada hadiah kecil untukmu." ucap Alonso.


"Terimakasih Ailyn.. Alonso.." ucap Jane.


"Terimakasih kak Ailyn.. tuan Alonso." ucap Juno.


Anita pun datang dan menyela mereka.


"Ailyn.. kau sudah lama menikah kenapa kau belum hamil juga..?" tanya Anita.

__ADS_1


"Belum rezekinya bu." ucap Ailyn mulai tahu arah pembicaraan.


"Yah kami ingin menikmati masa pacaran dulu, dengan kemana-mana berdua.. kami juga selalu sibuk, mungkin nanti kami akan honneymoon ke eropa setelah Ailyn mengajukan cuti." ucap Alonso memeluk tubuh Ailyn.


"Oh begitu rupanya.. jangan ditunda ya kehamilan itu penting.." ucap Anita tersenyum jahat.


"Tentu." balas Ailyn.


"Ailyn, jika kau mau aku akan kenalkan pada dokter kandungan hebat.." ucap Jane.


"Ya.. terimakasih Jane, mungkin nanti aku akan kesana." ucap Ailyn.


"Ailyn, kuharap kau tidak mandul kan..?? haha.." sindir Anita.


"Maaf..?" ucap Ailyn.


"Aku hanya bercanda.. jangan dianggap serius." balas Anita.


"Bu, kami menikah karena perjodohan, jadi kami akan menikmati masa pacaran kami dulu. Dan aku memahami ucapan anda." ucap Alonso.


"Ada apa ini??" tanya John tiba-tiba muncul dan Ailyn tak mengenalinya.


"Kakek datang juga.." ucap Jane.


"Tentu saja cucuku." ucap John.


"Kalau begitu kami permisi." ucap Ailyn.


Ailyn dan Alonso pun melangkah keluar dari tempat tersebut. Benar dugaannya kalau ibu tirinya akan merundungnya. Untungnya susana sedang sepi jadi dirinya takkan heboh. Mungkin jika suasana ramai Anita akan sangat heboh mempermalukan Ailyn.


"Terimakasih Al.. bantuanmu sangat membantuku di posisi tadi." ucap Ailyn.


"Ya.. sudah sepatutnya.. kita kan partner, jika namamu jelek aku akan ikut terseret juga." ucap Alonso.


"Baiklah ayo kita pulang." ucap Ailyn.


"Tunggu.." ucap salah seorang.


"Siapa kalian dan mau apa?" tanya Ailyn.


"Kalian tak tahu siapa aku?" tanya Alonso melihat sekitarnya telah dikepung.


"Maaf tapi tuan John ingin bicara pada nona Ailyn."


"Siapa tuan John?" tanya Alonso menatap mereka tajam takut kalau Ailyn dalam bahaya.


"Aku John.. ayah dari David atau lebih tepatnya kakek dari Ailyn." ucap John.


"Kakek?" ucap Ailyn.


"Benar, ayo kita bicara Ailyn." ucap John.


"Al.. tunggulah di mobil, aku akan segera kembali." ucap Ailyn.


"Baiklah, tapi hati-hati." ucap Alonso.


"Tentu." balas Ailyn.

__ADS_1


Ailyn pun pergi bersama John ke mobilnya untuk bicara empat mata. Entah apa yg mereka bicarakan tapi pastinya Ailyn akan baik-baik saja karena itu adalah kakeknya.


__ADS_2