
Keesokannya Alex pun ikut bersama Ailyn ke kantornya. Karena akan lebih aman jika Alex bersamanya dan berada di markas BlackShadow. Jika pun penculik itu berani menyusup, itu sama saja mereka dengan bunuh diri karena ada banyak pasukan yg bersiaga di markas saat ini.
"Mama.. aku tidak ikut papa lagi kan?" tanya Alex.
"Ya benar, kenapa? Alex masih mau main di kantor papa?" tanya Ailyn.
"No.. disana tidak seru." ucap Alex.
"Kenapa?" tanya Ailyn.
"Kenapa ya? disana tidak ada mainan, semua orang sibuk di depan komputernya." ucap Alex.
"Ya kantor papa memang begitu.. berbeda dengan kantor mama dan kakek." ucap Ailyn.
"Iya.. disini aku kenal para paman-paman yg keren.. disana payah semua terutama paman Jery." ucap Alex.
"Alex tidak boleh begitu.. " ucap Ailyn.
"Hehe.. maaf ma, habis paman Jery payah sekali dan cepat lelah." ucap Alex.
"Dasar kau ini anak nakal." ucap Ailyn.
Ailyn pun membawa Alex ke markas BlackShadow yg berada di bawah pengawasannya. Bu Siti pun tetap mengawasinya saat Ailyn bekerja. Dan hari ini John memberikan tugas pada Joe untuk mengawal Alex dan membimbingnya, terlebih sudah ada percobaan penculikan.
Hari ini Joe pun memperkenalkan diri pada Alex.
"Hai Alex, aku Joe dan akan menjadi temanmu." ucap Joe.
"Huaa.. paman teman dari kakek?" tanya Alex.
"Ya itu benar." ucap Joe.
"Oke.. aku senang kalau paman yg menjagaku." ucap Alex.
"Dasar kau ini, ingat jangan menyusahkan paman Joe ya." ucap Ailyn.
"Baik ma.." ucap Alex.
"Sudah mama tinggal dulu."
"Joe, hati-hati ya.. Alex anak yg sangat aktif." ucap Ailyn pada Joe.
"Baik nyonya." ucap Joe.
"Paman, ayo kita main kesana." ucap Alex.
Joe pun menemani Alex kemana-mana, dan hampir kewalahan karena bocah itu terlalu aktif. Tapi Joe berusaha untuk mengawasinya dan mengantarnya kemana-mana dengan aman.
Dan memang benar, Joe mengakui kalau Alex sangat aktif dan pintar. Dirinya melihat bocah itu dengan leluasa menyelinap ke suatu ruangan. Ditambah lagi tubuhnya yg kecil memudahkan untuknya masuk ke ruangan.
"Alex, kau mau apa kesana?" tanya Joe.
"Aku mau melihat semua orang dari sini.." ucap Alex melihat ke jendela.
"Hati-hati ya." ucap Joe.
Lalu Alex sudah berpindah lagi dari satu tempat ke tempat lain. Dan Joe mengikutinya dengan sabar. Dirinya juga bertugas mengamati bocah itu seharian dan menilai segala tindakan Alex. Joe pun sekarang sudah seperti psikolog anak yg menilai prilaku bocah tersebut.
__ADS_1
"Hh.. tugas macam apa ini?? aku saja belum punya anak, bagaimana aku menilai prilaku bocah ini." gumam Joe dalam hati.
Joe pun terus mengikuti Alex seharian ini, dan dirinya mengakuinya sangat lelah mengikuti Alex bermain kesana-kemari. Dan saat ini bocah itu tengah makan bersama bu Siti dan ibunya. Sementara Joe bisa beristirahat.
Alex pun bersama bu Siti dan Ailyn melihat Joe terlihat kelelahan. Ailyn pun menghampirinya dan bicara pada Joe.
"Joe bagaimana anakku?" tanya Ailyn.
"Oh dia anak yg lumayan aktif." ucap Joe.
"Jangan bohong dia anak yg super aktif.." ucap Ailyn.
"Itu memang benar.. " ucap Joe menarik nafas.
"Sudah kuduga.. kemana saja dia hari ini?" tanya Ailyn.
"Ke berbagai tempat nyonya.." ucap Joe menjelaskan.
"Astaga.. sungguh anak itu luar biasa." ucap Ailyn.
"Apa benar nyonya masalah insiden penculikan kemarin?" tanya Joe.
"Benar, ini cctv dari kantor suamiku." ucap Ailyn menunjukkan video yg ditemukan oleh Tom.
"Pria ini memang benar hendak menculik.. " ucap Joe.
"Makanya, kalau membawa Alex keluar kau harus mengawasinya kalau perlu pegang tangannya agar tak lepas darimu.. kau mengerti kan.." ucap Ailyn.
"Baik nyonya.. " ucap Joe.
Kemudian, Alex pun ditemani oleh bu Siti dan Joe. Seharian di dalam markas tentunya sangat aman. Karena semua orang adalah bawahan John. Takkan ada yg berani mengganggu cicitnya Alex.
Dan hari ini Ailyn akan lembur karena ada beberapa rencana yg sedang mereka bahas. Joe dan bu Siti pun diminta pulang lebih dahulu.
"Alex, mama hari ini lembur maaf ya.." ucap Ailyn.
"Baik ma.. nanti mama pulang kan?" tanya Alex.
"Tentu saja, mama memang mau tidur dimana kalau bukan dirumah." ucap Ailyn.
"Oke.. " ucap Alex.
"Sekarang Alex pulang sama bu Siti dan paman Joe ya.." ucap Ailyn.
"Baik ma.. bye.." ucap Alex.
"Bye Alex.." ucap Ailyn.
Setelah anaknya naik mobil dan pergi, Ailyn pun masuk ke dalam dan melanjutkan pekerjaannya. Dirinya merancang strategi untuk tim yg akan dikirim pada misi.
Ailyn pun bertanggungjawab atas perancangan strategi bersama tim tersebut. Mereka melihat dan memantau beberapa situasi serta membuat strategi yg cocok pada misi tersebut. Rapat tersebut pun berlangsung lama dan kemungkinan sampai larut malam.
.
.
Di sisi lain, nampak Alex dan Joe sesang menuju ke rumah. Joe pun merasa mobil mereka diikuti dari belakang karena ada mobil yg terus mengekor di belakang mereka.
__ADS_1
Kemudian Joe pun memilih untuk mampir ke mini market.
"Paman, kenapa kita kesini?" tanya Alex.
"Alex mau camilan?" tanya Joe.
"Mau sih, tapi nanti mama marah kalau nanti malam makan camilan." ucap Alex polos.
"Tidak apa, nanti paman yg bilang.." ucap Joe.
"Sungguh.. aku mau es krim paman." ucap Alex.
"Oke.. ayo kita ke mini market." ucap Joe.
Joe pun mengajak Alex dan bu Siti ke mini market tersebut, dan menghubungi tim lain untuk membantu mereka. Sementara Joe mengelabui mereka dengan mengajak Alex membeli es krim.
Tim lain pun tiba sesuai instruksi Joe, dan mereka membawa mobil lain. Lalu muncul badut-badut entah darimana dan menutupi Joe dan Alex masuk ke mobil baru yg telah disiapkan.
Joe, Alex dan bu Siti pun pulang dengan mobil baru, sementara mobil mereka dibawa oleh tim lain yg dikhususkan menjebak mereka.
Bu Siti pun diminta untuk tetap tenang demi keselamatan mereka. Agar Alex juga tak tahu apa-apa soal insiden ini dan tak ketakutan. Dengan strategi Joe, mereka pun tiba dengan selamat sampai di rumah. Dan Bu Siti langsung membawa Alex masuk sesuai perintah Joe. Beberapa pengawal juga diminta siaga menjaga rumah Alonso.
Sementara Joe, dirinya bersiaga di rumah jika ada tamu tak diundang lainnya. Dan menunggu kabar dari tim bantuan yg ia kirim untuk menggiring penguntit tersebut.
.
.
Tim yg menggiring penguntit tersebut pun berhasil membawa mereka masuk ke dalam jebakan. Disana mereka berhenti di sebuah jalan buntu yg sepi. Dan mobil yg mengikuti mobil Alex pun mengikuti sampai kesana. Lalu keluarlah tim bantuan tersebut membuat mereka terkejut.
Beberapa orang pun muncul entah darimana, dan mereka berhasil masuk ke dalam jebakan tim bantuan BlackShadow. Penguntit yg berjumlah dua orang itupun terkejut karena langsung di grebek oleh anggota BlackShadow.
"Keluar..!" teriak salah seorang.
Mereka berdua pun keluar dengan ketakutan dan langsung dibawa ke markas. Mereka diintrogasi habis-habisan dan Ailyn pun muncul semakin membuat mereka tegang.
"Berani sekali kalian mengikuti anakku?" ucap Ailyn kesal.
Mereka pun mengakui perbuatannya dan hanya disuruh oleh seseorang tanpa bertemu orang tersebut. Ailyn dan anggoa BlackShadow pun langsung menyelidikinya. Hingga Ailyn pulang ke rumah pada tengah malam.
Saat tiba di rumah Ailyn pun langsung mencari putranya yg ternyata ada di kamarnya bersama Alonso. Hatinya pun langsung tenang saat melihat putranya baik-baik saja.
"Ai.. kau baru pulang." ucap Alonso.
"Maaf ya.. aku ada banyak pekerjaan." ucap Ailyn.
"Iya tak masalah, Alex juga langsung tidur." ucap Alonso.
"Ada yg ingin kukatakan.." ucap Ailyn.
Ailyn pun mengajak Alonso bicara di ruangan lain, dan mereka membahas insiden hari ini. Alonso pun terkejut mengetahuinya. Entah siapa yg ada di balik ini semua. Antara saingan bisnis Alonso, atau justru malah Jini saudari tiri Ailyn. Hanya dua kemungkinan itu yg bisa Ailyn dan Alonso curigai.
"Kita tak bisa membiarkan Alex dalam bahaya." ucap Alonso.
"Maka dari itu kita harus memperketat pengamanan." ucap Ailyn.
Namun, di depan pintu nampak Alex menguping pembicaraan kedua orang tuanya. Dirinya pun jadi tahu kalau sedang diincar untuk diculik. Bocah itu pun hanya bisa mendengarkan. Walau tak mengerti apa yg sesungguhnya terjadi, tapi Alex tahu kalau kedua orangtuanya khawatir, begitu juga dirinya yg tak mau dijauhkan dari orangtuanya jika diculik.
__ADS_1