
Ailyn yg melihat penjaga berjatuhan pun menyadari ada yg tak beres disana. Lalu dirinya keluar dan menemui penjaga di depan kamarnya.
"Hei kalian dengarkan aku.. situasi sedang dalam bahaya." ucap Ailyn dan mereka pun mendengarkannya walaupun bingung.
"Pertama, diluar ada sebuah mobil asing dan menyerang rekan kalian yg berjaga.. Kalian evakuasi pelayan ke tempat yg aman.. " ucap Ailyn.
"Baik nyonya akan saya laksanakan."
"Kedua, kalian tutup semua pintu masuk dan akses masuk rumah." ucap Ailyn.
"Siap nyonya."
"Ketiga, bawa senjata terhebat kalian dan keluarkan semua kemampuan kalian." ucap Ailyn.
"Siap nyonya.. "
" Dan salah satu berjaga di area cctv untuk mengawasi dan aku minta alat kalian untuk berkomunikasi." ucap Ailyn.
Seketika semuanya pun bergerak mengikuti instruksi Ailyn. Pelayan pun dievakuasi ke tempat yg aman, dan menutup semua pintu. Serta beberapa mengawasi lewat cctv. Mereka pun belum bergerak masuk ke area pintu masuk.
"Ini gila.. siapa mereka?" gumam Ailyn dalam hati.
Setelah mendapatkan alat komunikasi Ailyn pun bergerak bersama pengawalnya. Ailyn bahkan sampai mengeluarkan senjata api miliknya untuk melumpuhkan mereka. Dan para pengawal seperti menemukan kapten mereka pada Ailyn yg memberi mereka perintah.
Pelayan pun sudah aman, serta semua pintu juga sudah aman. Ailyn pun meminta dua orang penjaga mengawalnya karena dirinya belum bisa berjalan. Ailyn pun mendapatkan lokasi para penyusup tersebut dan berniat membidiknya dari titik tertentu.
"Nyonya.. apa tidak apa?" tanya mereka terkejut melihat Ailyn membawa senjata api.
"Dalam pekerjaanku ini bukan apa-apa.. kalian tenang saja. Tugas kalian hanya membawaku dan menjaga di belakangku." ucap Ailyn.
"Baik nyonya.."
"Kebetulan aku payah dalam menembak."
"Tenang saja, serahkan urusan itu padaku." ucap Ailyn penuh percaya diri.
Setelah mengetahui lokasi penyusup tersebut Ailyn pun membidik salah seorang dari titik tertentu.
Dorr..Dorr..
Dua penyusup pun jatuh, kini sisa dua orang lagi. Ailyn pun meminta tim yg mengawasi cctv untuk mengecek di setiap sudut. Tapi tak kunjung ditemukan.
"Kalian terus waspada." ucap Ailyn.
__ADS_1
"Baik nyonya."
Tak lama berselang pengawal lain pun sudah melumpuhkan kedua orang tersebut. Kini status rumah mereka sudah aman karena keempat orang penyusup itu sudah diamankan. Polisi juga sudah tiba di tempat dan mengamankan keempatnya. Alonso pun langsung pulang mendengar kabar buruk tersebut.
"Apa yg terjadi?" tanya Alonso saat baru saja tiba.
"Ada penyusup tuan, mereka sudah menyerang penjaga di depan."
"Cih.. dasar kurang ajar.. bagaimana istriku?" tanya Alonso.
"Kau tak perlu mengkhawatirkanku.. aku baik-baik saja." ucap Ailyn.
"Ailyn.. syukurlah." ucap Alonso.
"Pelaku sudah diamankan.. dan aku menembak kedua pelaku lainnya.. sisanya dibereskan oleh pengawalmu." ucap Ailyn.
"Mereka gila, sampai berani menginjakkan kakinya di rumahku." ucap Alonso kesal.
"Iya.. sisanya aku serahkan padamu karena mereka sudah diamankan petugas."
"Baiklah, kau istirahat saja di rumah." ucap Alonso.
"Beberapa temanku sedang membantu menyelidikinya.. kuharap kita menemukan dalang dibalik peristiwa ini." ucap Ailyn.
Setelah memberikan laporan, petugas pun membawa pelaku ke kantor polisi. Dan Alonso ikut bersama untuk memberikan keterangan sebagai pemilik rumah. Ditambah istrinya sedang sakit jadi hanya melakukan laporan di rumah.
Berbagai insiden yg terjadi, mulai dari sistem, wanita suruhan Anita, penyerangan di rumah sakit, bahkan kini penyerangan secara terang-terangan di rumah Alonso sendiri. Alonso pun merasa musuhnya hanya ada satu orang yg mampu melakukan hal ini. Tapi musuhnya ini pandai menghilangkan jejak dan pandai menutup mulut orang-orangnya.
Hari ini Ailyn beruntung karena sudah ada penjagaan ketat di rumah Alonso. Ditambah Ailyn masih bisa melakukan perlawanan dibantu oleh pengawal tersebut. Berkat kerjasama mereka penyusup itu pun dengan mudah diatasi.
Alonso pun merasa lega akan hal ini dan dirinya berharap bisa menangkap baj**an yg berani mengganggunya selama ini. Karena hidupnya mulai terancam belakangan ini dan Ailyn menjadi target utamanya.
Alonso pun curiga pada satu-satunya orang yg tidak menyukainya yakni, Anita. Hanya wanita itu yg mampu melakukan hal sejauh ini mengingat perusahaan suaminya sudah berhasil ia kuasai dan juga Alonso berani secara terang-terangan menolak Jini putrinya.
Dan yg tak kalah membuatnya kesal adalah Alonso justru menikahi Ailyn anak tirinya. Hal-hal itulah yg membuat Alonso yakin kalau pelakunya adalah Anita. Serta laporan kalau tuan Damian juga terlibat dalam peretasan sistem yg dialami perusahaan Alonso beberapa waktu lalu, dan sebuah fakta menarik terungkap. Fakta tersebut adalah Damian masih merupakan keluarga dari Anita. Hal itu semakin menguatkan Alonso untuk curiga pada wanita tua itu.
Hingga saat ini, Alonso terus mengawasi gerak-gerik Anita. Wanita tua itu sangat pintar dan juga licik. Entah berapa banyak dana taktis yg dimilikinya, serta siapa saja bawahannya yg hingga kini belum terendus juga.
Sementara Ailyn, dirinya mulai menarik garis tentang rentetan peristiwa ini. Semuanya bukanlah kebetulan dan pasti di lakukan oleh orang yg sama. Hingga Ailyn juga mencurigai Anita dan kedua anaknya. Tapi kondisi saat ini Ailyn tidak bisa bergerak bebas dan membuatnya tak bisa memeriksa berbagai hal secara langsung. Ditambah lagi sikap Alonso terlihat tertutup belakangan ini, Ailyn curiga kalau Alonso melakukan semuanya seorang diri tanpa membicarakannya padanya seperti biasanya.
Sementara itu, Ailyn harus bersabar dan belajar berjalan dengan kakinya yg sedang cedera ini.
"Al.. ada yg ingin kutanyakan padamu." ucap Ailyn.
__ADS_1
"Iya.. katakan saja?" tanya Alonso.
"Apa ada yg kau sembunyikan dariku?" tanya Ailyn.
"Tidak ada.." balas Alonso.
"Kau yakin?" tanya Ailyn.
"Iya.. Ai sekarang kau fokus saja pada pengobatanmu." ucap Alonso.
"Aku merasa semuanya tak masuk akal.. dan aku curiga pada ibu tiriku." ucap Ailyn.
"Ya.. akupun begitu tapi kita tak punya bukti." ucap Alonso.
"Seandainya kakiku baik-baik saja, pasti aku akan mencaritahu semuanya." ucap Ailyn.
"Ailyn sudahlah.. aku sudah menyuruh orang untuk hal itu." ucap Alonso.
"Tapi mereka benar-benar kurang ajar." ucap Ailyn.
"Ya aku tahu.. sudah ya sementara kita aman." ucap Alonso memeluk Ailyn untuk menenangkannya.
"Al.. " ucap Ailyn mendorong tubuh Alonso.
"Ck.. kau masih saja menolak." ucap Alonso.
"Aku masih sulit mempercayaimu." ucap Ailyn.
"Ya kalau begitu aku akan membuatmu percaya." ucap Alonso.
"Percaya apa?" tanya Ailyn membuat Alonso tak mampu menjelaskannya.
"Ee.. itu.."
"Sudahlah.. kau sendiri saja tak yakin." ucap Ailyn.
"Besok jadwalmu ke rumah sakit kan?" tanya Alonso.
"Iya.. ada apa?" tanya Ailyn.
"Aku akan mengantarmu." ucap Alonso.
"Bukankah kau selalu sibuk?" tanya Ailyn.
__ADS_1
"Tidak juga, aku ada waktu besok." ucap Aloso.
"Baiklah terimakasih." ucap Ailyn.