
Setelah mendengarkan permintaan Cloe, Tom pun kini sedang mengumpulkan barang berharganya demi membayar Cloe agar mau melahirkan anaknya. Dirinya pun sedang menghitung-hitung semua aset yg ia miliki, namun sayang uangnya masih belum cukup untuk membayar wanita itu.
"Darimana aku mendapatkan uang sebanyak itu?" gumam Tom dalam hati.
Tom pun berpikir keras demi memiliki anaknya tersebut. Jika meminta bantuan tuan Alonso mungkin tuannya bisa membantunya tapi artinya hutangnya sangat besar dan butuh waktu untuk melunasinya.
Tapi tak ada jalan lain selain meminta bantuan tuannya. Jika pun dirinya tak mendapatkan uangnya, maka mungkin Tom akan pasrah karena memang kondisinya yg sulit.
Tom pun esok harinya langsung menemui tuan Alonso untuk meminta bantuannya. Dan Tom mengatakan sejujurnya apa yg diminta Cloe darinya. Alonso pun hanya tersenyum karena Cloe pandai sekali memeras seseorang.
"Padahal kemarin aku sudah mentransfer uang 2 milyar ke rekeningnya.. dia sekarang meminta mu 5 milyar jika ingin melahirkan anaknya.. Dasar wanita gila." ucap Alonso tersenyum.
"Aku tak punya pilihan lain tuan. Jika tuan bersedia, aku akan bekerja keras untuk membayarnya." ucap Tom.
"Baiklah, aku akan membantumu." ucap Alonso.
"Nanti Jery yg akan mengurusnya.. karena jumlahnya cukup banyak." ucap Alonso.
"Terimakasih banyak tuan, aku akan bekerja keras untukmu." ucap Tom.
"Daripada itu, lebih baik kau periksa wanita itu apakah sudah pergi dari negara ini atau belum." ucap Alonso.
Tom pun keluar dari ruangan Alonso, dan langsung melacak keberadaan Cloe. Dirinya pun mengecek apartemen Cloe, namun sudah kosong. Lalu Tom mencari wanita itu kemana-mana. Tapi tak menemukannya.
Dan Tom sudah mendapatkan kabar dari Jery kalau uangnya sudah ditransfer ke rekeningnya. Tom pun tetap mencari Cloe kemana-mana demi memberikan uang tersebut.
Dan info yg ia terima dari orang-orang yg diminta untuk mengawasi Cloe bahwa wanita itu sudah berada di bandara dan tengah menuju ke suatu negara.
Tom mengecek riwayat transaksi Cloe dan dirinya mendapati wanita itu menuju ke negara yg ditujukan oleh orang suruhan Jery tersebut. Tom pun langsung mengejarnya ke bandara. Karena macetnya jalanan ibukota, Tom pun terlambat tiba di bandara dan pesawat penerbangan Cloe sudah terbang beberapa menit lalu.
Kini Tom harus mengejar Cloe ke negara tersebut karena dirinya yakin Cloe pasti akan melakukan ab**i di negara tersebut. Tom pun langsung membeli tiket dan terbang menyusul ke negara tersebut. Dirinya juga sudah mengabari Jery soal pengejarannya tersebut.
.
.
__ADS_1
Setelah menempuh beberapa jam penerbangan, Cloe pun tiba di negara tujuannya. Dirinya pun langsung mencari taksi untuk menuju ke hotel. Karena lelah Cloe pun memilih untuk mengunjungi klinik tersebut besok.
Tujuan wanita itu mendatangi negara ini hanyalah untuk melakukan ab***i karena tidak menginginkan anak itu. Mungkin jika itu adalah anak Alonso Cloe akan mempertahankannya apapun yg terjadi, tapi janinnya adalah milik Tom, seorang karyawan rendahan di matanya.
Cloe pun semakin tak mau mempertahankannya, karena dirinya tidak mencintai Tom. Meskipun pria itu rela bertanggungjawab, Cloe tak akan sudi menerimanya. Hingga wanita itu pergi ke negara ini setelah mendapatkan rekomendasi dari kenalannya.
Dan esok harinya, Cloe pun pergi ke klinik tersebut. Dirinya memeriksakan diri terlebih dahulu sebelum proses dimulai. Tapi karena jadwalnya penuh di hari itu, klinik tersebut pun meminta agar Cloe menunggu 1 hari lagi. Artinya Cloe harus datang lagi besok.
"Maaf nona, tapi hari ini ada cukup banyak pasien."
"Baiklah, aku akan kemari besok.. pastikan jadwalku tidak mundur lagi."
"Baik nona, terimakasih pengertiannya."
Cloe pun pergi dari klinik tersebut, dan menuju ke sebuah tempat makan. Entah mengapa sejak tahu dirinya hamil, moodnya jadi memburuk. Cloe lebih sering marah daripada biasanya, atau bahkan bisa tiba-tiba menangis.
Seperti sekarang, Cloe menangis melihat seorang anak yg terpisah dari orang tuanya. Entah mengapa dirinya begitu sedih setelah melihat anak tersebut. Dan tak berapa lama anak itu dijemput orang tuanya sambil menangis karena telah terpisah dari anaknya.
Cloe pun paling tahu bagaimana hidup tanpa kedua orangtua. Dan saat ini dirinya ragu untuk menga***i janinnya. Cloe pun merasa sangat jahat jika melakukannya. Tapi jika dipertahankan, janin tersebut milik pria yg bahkan tak ia kenal. Belum lagi hidupnya biasa saja, berbeda jauh dengan dirinya yg sudah kaya dari lahir. Saham milik mendiang ayahnya pun cukup untuk dirinya hidup sepanjang hidupnya tanpa perlu susah bekerja.
Cloe pun memutuskan langsung pulang ke hotel dan beristirahat. Rasanya tubuhnya jadi lemah setelah mengandung. Rencana liciknya kini menjadi boomerang untuk dirinya sendiri. Harusnya, kini dirinya bisa menjadi nyonya Alonso, tapi semuanya pupus karena Alonso memiliki banyak orang yg mampu melindunginya. Ditambah lagi kehadiran Ailyn yg ternyata masih hidup.
Cloe pun selalu menyalahkan Ailyn atas kondisinya ini. Dirinya selalu mengumpat kasar lalu menangis.
"Ailyn bre***k.. ja***ng gila itu benar-benar menghancurkan rencanaku." umpatnya.
.
.
Sementara itu, Tom pun baru tiba di negara tersebut pagi ini karena jadwal penerbangannya ditunda. Terpaksa pria itu harus menunggu lagi dan terlambat tiba di negara tersebut.
Saat dirinya tiba di negara itu, tubuhnya sudah terlalu lelah dan dirinya harus beristirahat. Akhirnya Tom memilih untuk mencari hotel dan beristirahat disana. Sembari dirinya melacak keberadaan Cloe.
Diluar dugaan, Cloe pun tidak mengaktifkan ponselnya. Dirinya juga tidak menghubungi siapapun untuk mencegah orang-orang tahu tentang kehamilannya. Hingga Tom menyelidiki riwayat transaksinya. Cloe nampak mengunjungi sebuah klinik ab**i di suatu tempat.
__ADS_1
Tom pun mulai panik, dirinya langsung mengecek ke klinik tersebut. Tapi sayang informasi yg ia dapatkan terbatas. Karena rahasia pasiennya dilarang untuk diberitahukan pada siapapun kecuali keluarga atau pasangan.
Tom pun mengaku sebagai pasangan Cloe, dan dirinya ingin tahu apakah Cloe sudah melakukannya atau belum. Dengan sedikit paksaan dan keributan, akhirnya Tom pun diberitahu tentang Cloe yg belum menjalani prosedur tersebut dikarenakan pasien yg cukup banyak hari itu. Dan mereka juga memberitahu kalau Cloe akan datang besok sesuai jadwalnya.
Hati Tom pun lega, karena artinya janinnya masih aman. Besok dirinya akan datang lagi dan mencegah Cloe melakukan ini. Itupun jika wanita itu mau mendengarkan Tom.
.
.
Keesokan harinya Tom sudah menunggu Cloe sejak pagi dan mengawasi sekitar klinik tersebut. Setelah beberapa jam, Cloe pun muncul dan hendak masuk ke klinik tersebut.
Tom langsung menariknya dan mengajaknya bicara. Cloe pun tak bisa marah karena sedang ada di tempat umum, hingga wanita itu mengikuti kemauan Tom.
"Bagaimana kau tahu aku ada disini? aku sudah membuang ponselku." ucap Cloe.
"Nampaknya, kau salah jika menganggap aku hanya bisa melacakmu lewat posel." ucap Tom.
"Aku akan langsung saja, aku punya uang yg kau inginkan jadi kau jangan malakukan ab**i.." ucap Tom.
"Cih sombong sekali.." ucap Cloe.
"Tepati janjimu.. aku akan mentransfernya segera." ucap Tom.
"Baiklah, transfer dulu uangnya.. baru aku tidak jadi melakukannya." ucap Cloe.
Tom pun langsung mentransfer uangnya ke rekening Cloe. Dan tiba beberapa menit kemudian.
"Wah.. kau habis menang jakpot rupanya." ucap Cloe tersenyum.
"Jadi tinggalkan negara ini, dan tinggal di negara yg aman." ucap Tom.
"Tapi aku yg akan memutuskan mau tinggal dimana." ucap Cloe.
"Ya.. silahkan pilih." ucap Tom.
__ADS_1
Cloe pun berdiskusi dengan Tom masalah tempat tinggal sampai persalinannya di rumah sakit. Dan Cloe menentukan negara yg akan ia tinggali sementara. Dan Tom dirinya menemani Cloe agar tahu dimana wanita itu tinggal dan melakukan pemeriksaan. Tom akan berjuang keras untuk anaknya tersebut. Walaupun dirinya belum mempercayai Cloe 100%, tapi dirinya sudah memberinya uang yg diinginkan agar wanita itu menurut.