
Karena Alonso pulang lebih awal, dirinya juga ingin makan malam bersama Ailyn. Sesuatu yg jarang mereka lakukan bersama. Tapi Ailyn merasa itu adalah hal normal bukan sesuatu yg istimewa. Alonso pun meminta koki untuk memasak menu khusus malam ini.
Tak sampai disitu, Alonso juga menggendong Ailyn dari kamar saat menuruni anak tangga. Hingga para pelayan menunduk dan tersenyum melihat tuannya yg semakin hari semakin romantis pada istrinya.
"Astaga Al.. kenapa sampai repot-repot begini." ucap Ailyn.
"Aku lapar.. jadi kita harus cepat." ucap Alonso.
Mereka pun tiba di meja makan, dan makan berdua. Tak ada yg istimewa, tapi hal itu sungguh jarang terjadi diantara mereka.
"Rasanya berbeda jika kita tak makan sendirian." ucap Alonso.
"Kita kan sudah sering sarapan bersama." ucap Ailyn.
"Tapi makan siang dan makan malam kan jarang sekali." ucap Alonso.
"Baiklah.. aku mengerti." ucap Ailyn.
"Kapan-kapan kita bisa makan di luar.. kau mau?" tanya Alonso.
"Tak masalah, tapi saat kakiku sudah sembuh." ucap Ailyn.
"Baiklah.. nanti aku akan mengajakmu makan diluar saat kau sudah sembuh." ucap Alonso.
Makan malam pun diselingi dengan obrolan ringan diantara mereka. Dan Alonso berusaha untuk dekat dan lebih akrab lagi dengan Ailyn. Alonso ingin agar dirinya lebih mengenal istrinya.
.
.
Perlahan-lahan, kondisi Ailyn pun membaik dan Alonso terus memantaunya. Dirinya juga selalu mengantarkan Ailyn ke rumah sakit. Dan saat gips di kaki Ailyn dilepas, Alonso menuntun Ailyn untuk belajar berjalan. Tapi memang butuh waktu untuk Ailyn bisa berjalan.
Alonso juga sesekali menemani Ailyn belajar berjalan. Tanpa disadari mereka pun jadi dekat dan lebih akrab dari sebelumnya. Walau kini Ailyn masih harus berjalan dengan tongkatnya kemana-mana.
Dan saat ini kondisi Ailyn memang sedang tidak baik, walaupun sudah membaik tapi tetap saja butuh waktu baginya untuk bisa berjalan normal. Dan keadaan Ailyn ini akan dimanfaatkan oleh Anita. Dirinya mengundang Ailyn untuk datang pada acara ulangtahun pernikahannya dengan David minggu depan.
Ailyn pun sudah menduga pasti hal ini akan terjadi dan dirinya pasti akan dipermalukan dengan kondisinya saat ini.
"Ai.. lebih baik kita tak usah datang." ucap Alonso.
"Tidak, jika aku tak datang pasti tetap akan ada berita buruk lainnya." ucap Ailyn.
"Aku akan hadiahkan wanita gila itu dengan barang mahal agar mulutnya diam." ucap Alonso.
"Kita lihat saja nanti Al.." ucap Ailyn.
"Baiklah aku percaya padamu.. tapi hari ini ikutlah denganku." ucap Alonso.
"Kemana?" tanya Ailyn.
"Kita akan makan malam diluar." ucap Alonso.
"Dengan kondisiku yg begini?" tanya Ailyn.
"Kau tenang saja." ucap Alonso.
"Kau tak berniat memesan satu restoran kan hanya untuk kita makan?" tanya Ailyn.
__ADS_1
"Aku tak segila itu Ailyn.. sudah kau ikuti saja." ucap Alonso.
Ailyn pun bersiap dan saat dirinya keluar kamar, Alonso langsung menghampirinya.
"Ayo kita berangkat." ucap Alonso.
"Oke." ucap Ailyn.
Baru saja Ailyn ingin melangkah tiba-tiba badannya pun melayang karena Alonso sudah menggendongnya. Malu rasanya saat itu karena ada beberapa pelayan menyaksikan mereka. Meski bukan yg pertama tapi tetap saja Ailyn merasa malu.
"Al.. aku bisa berjalan sendiri." ucap Ailyn.
"Biar cepat Ai.." ucap Alonso.
Kini mereka pun sudah berada di dalam mobil dan menuju ke suatu tempat. Dan saat tiba di tempat itu nampak sebuah villa besar di hadapan Ailyn. Dirinya pun berpikir, mungkin Alonso mengajaknya untuk menginap dan makan malam di villa tersebut.
Saat Ailyn turun dari mobil Alonso pun membantunya berjalan dengan merangkul pundaknya dan tak lagi menggendongnya karena Ailyn terus protes.
"Hati-hati Ai.." ucap Alonso.
"Iya.. pelan-pelan saja." ucap Ailyn.
"Kita mau makan disini?" tanya Ailyn.
"Iya.. sebentar lagi kita sampai.." ucap Alonso.
Mereka pun tiba di sebuah taman yg disinari oleh lampu taman. Nampak udara sejuk pun menambah suasana malam itu menjadi damai. Tibalah mereka di sebuah meja dan Alonso membantu Ailyn untuk duduk di kursinya.
"Terimakasih." ucap Ailyn.
"Duduklah dengan tenang, karena makan malam akan segera diantarkan." ucap Alonso.
"Apa ini Al?" tanya Ailyn tersenyum.
"Apalagi, kita kan mau makan malam." ucap Alonso.
"Apa kau habis menonton film.." balas Ailyn.
"Tidak juga, kenapa? kau tidak suka?" tanya Alonso.
"Bukan begitu, rasanya agak aneh." ucap Ailyn.
"Kau bahkan belum makan makanannya tapi sudah bilang aneh." ucap Alonso.
"Ini bukan soal makanannya." protes Ailyn.
"Haha.. sudah makan saja.." ucap Alonso tertawa.
Ailyn pun kembali melihat sisi lain Alonso yg belum ia temui. Terlihat pria itu sangat hangat dan ramah, serta penuh perhatian. Bahkan pria itu sering bercanda pada Ailyn hingga keduanya tersenyum dan tertawa. Mungkin jika Alonso sejak awal begini, Ailyn pasti akan menerimanya dengan baik.
Setelah makan makanan utama, pelayan pun tiba dengan membawakan potongan buah segar kesukaan Ailyn. Keduanya pun masih asik berbincang-bincang di bawah sinar bulan. Dan tanpa sadar waktu berjalan dengan cepat.
"Ai.. sudah malam ayo kita masuk." ucap Alonso.
"Oke.." ucap Ailyn.
"Tapi aku tak bawa baju ganti." ucap Ailyn.
__ADS_1
"Yah tak pakai apa-apa juga bagus." ucap Alonso tersenyum lalu mendapat sikutan tajam dari Ailyn.
"Akkhh.. sakit Ai.." ucap Alonso.
"Dasar mesum..!" ucap Ailyn lalu berjalan mendahului Alonso.
"Ai.. tunggu.." ucap Alonso.
"Jangan macam-macam.." ucap Ailyn.
"Aku hanya bercanda." ucap Alonso lalu menemani Ailyn masuk ke dalam kamar.
Tibalah mereka di kamar, dan Alonso memberikan piyama tidur untuk Ailyn. Piyama couple yg serasi bak pasangan sungguhan. Ailyn pun terkejut melihatnya tapi tak ada pilihan lain selain memakainya.
Mereka berdua pun merebahkan tubuhnya dan menatap pada langit-langit kamar. Rasanya Ailyn tak percaya dengan sikap suaminya akhir-akhir ini. Berusaha membahagiakannya dan menjaganya sepenuh hati. Bahkan Alonso sudah jarang berkata dingin dan sesuka hatinya.
"Al.. kau habis mimpi buruk ya?" tanya Ailyn.
"Tidak, memangnya kenapa?" balas Alonso.
"Kau aneh, kau lebih perhatian, bahkan sampai mengajakku kemari." ucap Ailyn.
"Aku kan suamimu, masa kau merasa aneh." ucap Alonso.
"Kau yakin tidak memiliki perasaan padaku?" tanya Ailyn sekali lagi.
"Kau sangat penasaran rupanya.. mau aku jawab atau mau aku buktikan.?" balas Alonso menatap wajah Ailyn.
"Aku hanya mau mendengar jawabanmu." ucap Ailyn.
"Aku mulai menyukaimu." jawab Alonso.
Degg.. seketika jantung Ailyn pun berdegup sangat cepat, sampai rasanya tak percaya pada apa yg ia dengar.
"Jangan bercanda Al." ucap Ailyn.
"Aku tidak bercanda." ucap Alonso.
Ailyn pun menatap tajam mata Alonso dan tak menemukan kebohongan.
"Kenapa sudah percaya? rasanya memang sulit untuk membohongi anggota pasukan khusus sepertimu." ucap Alonso.
"Apa ini bukan mimpi.?" balas Ailyn.
Alonso pun langsung mencium bibir Ailyn lalu melepaskannya.
"Al.. kau.." ucap Ailyn protes.
"Kau sudah sadar kan kalau ini bukan mimpi?" balas Alonso tersenyum menatap langit-langit kamar tersebut
"Tapi sejak kapan?" tanya Ailyn.
"Entahlah.. kau sendiri? apa tak merasakan apapun?" tanya Alonso.
"Aku sendiri bingung dan tak tahu harus jawab apa." ucap Ailyn.
"Kau lebih payah dariku rupanya." ucap Alonso.
__ADS_1
"Sudahlah, aku mau tidur." ucap Ailyn membalikkan badannya karena malu dan wajahnya memerah.
"Kau benar-benar sudah ngantuk Ai?" tanya Alonso tapi tak mendengar jawaban dari Ailyn.