
Alonso pun menjalani kehidupannya seperti biasa walau dirinya tahu rasa hampa di hatinya tak bisa ia hilangkan begitu saja. Dan kerinduan akan istrinya terus membayangi setiap malamnya.
Pria dingin itu pun semakin membuat tembok besar agar tak ada yg berani menyentuhnya. Jery dan Tom pun mulai merasakan perubahan sikap tuannya yg menjadi semakin dingin walau tak sekejam dulu. Dan hanya kepada merekalah tuannya akan berkata jujur. Terutama pada rencana Anita yg kembali mengirim Cloe.
"Jery.. apa wanita itu datang kemari?" tanya Alonso.
"Tidak tuan.. wanita itu nampaknya tidak kemari." ucap Alonso.
"Dimana dia saat ini Tom?" tanya Alonso.
"Wanita itu pergi ke salon tuan beberapa menit lalu.. tapi anda tidak membuat janji dengannya kan?" tanya Tom.
"Tidak, tapi kita tak pernah tau apa yg ada di otaknya."
"Itu masalahnya tuan.. dan wanita itu kedapatan bertemu dengan Anita beberapa kali." ucap Jery menyerahkan beberapa bukti.
"Bahkan Anita beberapa kali mengunjungi apartemennya.. Sedekat apa wanita itu dengan Anita?? hal ini membuatku resah." ucap Alonso.
"Benar, nampaknya hubungan mereka bukan hanya sekedar rekan bisnis." ucap Tom.
"Jangan-jangan.." ucap Jery.
"Periksa ulang latar belakangnya di negaranya Jery.." ucap Alonso.
"Baik tuan." ucap Jery.
"Mungkin dirinya punya hubungan khusus dengan Anita.. " ucap Alonso.
.
.
Sementara itu Cloe nampak pergi ke salon dan mempercantik dirinya. Dirinya pun tak ingin sampai Alonso membencinya karena penapilannya. Maka dari itu Cloe menghabiskan banyak uangnya di salon untuk mempercantik diri.
Berbagai rangkaian perawatan pun ia lakukan dari ujung rambut hingga kaki. Dirinya ingin tampil sempurna dan membuat Alonso jatuh ke dalam pelukannya.
"Lakukan yg terbaik agar tubuhku terlihat sempurna." ucap Cloe pada dokter kecantikan.
"Tentu nona, serahkan padaku."
Seharian itupun Cloe merawat dirinya di salon, dan Alonso bisa bebas dari wanita gila itu. Alonso pun bisa fokus bekerja tanpa harus diganggu olehnya.
.
.
Malam pun tiba, Alonso mulai resah karena Cloe mungkin saja akan mengajaknya pergi. Untuk itulah Alonso memilih pergi dengan mobil Jery dan Jery pergi dengan mobil Alonso beberapa menit setelah Alonso pergi.
"Jery, kau bawa mobilku.. aku benci menemui wanita itu." ucap Alonso.
"Dengan senang hati tuan." ucap Jery tersenyum.
"Ingat jangan sampai lecet..!" ucap Alonso.
"Tentu tuan." ucap Jery langsung berkeringat.
"Ingat Jer jangan lecet mobil tuan." ucap Tom menambahi.
__ADS_1
"Ck.. diam kau Tom." ucap Jery.
Alonso pun sengaja pulang duluan dari mereka. Dan mereka berdua paham situasinya kalau Alonso ingin menghindari Cloe, bahkan sampai menukar mobilnya dengan Jery.
Dan benar saja beberapa menit setelah Alonso pergi, Cloe pun tiba di kantor Alonso dengan berpakaian seksi. Jery pun sampai menelan salivanya melihat pemandangan gratis tersebut.
"Jery, dimana Alonso.. ?" tanya Cloe.
"Tuan tadi bilang mau pergi ke resto.." ucap Jery sengaja menahan Cloe.
"Resto mana? kalau bicara yg jelas. " ucap Cloe.
"Aku tak tahu nona.. karena tuan bilang hanya ingin makan sendiri." ucap Jery.
"Baiklah, aku akan menunggunya karena mobilnya ada di depan." ucap Cloe lalu duduk di ruang santai.
Jery pun tersenyum, begitu juga dengan Tom. Mereka bisa melihat pemandangan gratis, sekaligus membantu tuannya.
"*Gila Jer.. tu perempuan bodynya yahudd.." ucap Tom
"Tapi sayang dia jahat.." ucap Jery.
"Yah, udah gitu digratisin lagi badannya diliat orang." ucap Tom.
"Makanya.. walaupun bagus jadi keliatan murah." ucap Jery*.
Begitulah obrolan keduanya di ruang chat. Perlahan-lahan mereka pun memilih pergi dari kantor dan meninggalkan Cloe sendirian. Bahkan sampai satpam keamanan pun menghampirinya.
"Permisi nona.. sedang apa disini? anda bukan karyawan kan?" tanya pria paruh baya tersebut.
"Siapa nona?"
"Kau itu mau tau sekali.." balas Cloe.
"Soalnya disini hanya tinggal aku dan beberapa temanku yg berjaga nona.. semua staf sudah pulang." ucap satpam tersebut.
"Ck.. tidak mungkin Alonso meninggalkanku mobilnya tadi masih ada di depan." ucap Cloe tak mau kalah.
"Oh, tuan Alonso sudah pulang dari tadi nona."
"Apa?? kau jangan bercanda ya.." balas Cloe marah.
"Jangan marah non.. saya kan hanya bertanya apalagi nona bukan karyawan disini." ucap sang satpam.
"Ckk.. baiklah aku akan keluar." balas Cloe.
"Baguslah nona, berbahaya jika anda sendirian.. penghuni gedung ini suka mengganggu seorang wanita." ucap satpam itu lagi.
"Penghuni? kau maksudnya?" tanya Cloe tak mengerti.
"Untuk apa aku mengganggu anda.. Penghuni yg aku maksud adalah makhluk tak kasat mata." ucap satpam itu lagi.
"Jangan bercanda, hantu itu tak ada." ucap Cloe.
"Terserah anda jika tak ingin percaya.. aku hanya mengingatkan." ucap si bapak satpam.
"Dasar satpam aneh.."
__ADS_1
"Pokoknya jika melihat wanita berbaju merah abaikan saja.." ucap pak satpam.
"Terserah, aku tak peduli." ucap Cloe.
Cloe pun keluar dan melihat mobil Alonso sudah tak ada di parkiran. Dirinya pun mengepal geram akan tindakan Alonso tersebut. Cloe pun kesal karena sudah menghabiskan banyak uang dan waktu untuk ke salon tapi Alonso justru pergi begitu saja tanpa menyapanya.
Cloe pun langsung menuju ke arah mobilnya. Dirinya pun melihat wanita berbaju merah di pojokan. Lalu teringat pada peringatan dari pak satpam.
"Tolong aku.. Tolong aku.." ucap wanita berbaju merah itu sambil menangis.
Cloe pun gemetar ketakutan, dirinya tak menyangka jaman sekarang masih ada hantu. Cloe pun berjalan cepat menuju mobilnya dan hantu itu ngesot ke arahnya.
"Ah.. dia mengejarku.." ucap Cloe langsung berlari menuju ke mobilnya.
Cloe yg ketakutan pun masuk ke mobilnya, dan dengan tangan gemetar dirinya pun mencoba menghidupkan mobil. Sangking gemetarnya sampai kuncinya jatuh di bawah kakinya. Cloe pun langsung mengambilnya dan saat dirinya bangun nampak hantu wanita itu sudah ada di samping mobilnya.
Sembari terus menangis dan meminta tolong, hantu itu pun terus mengganggu Cloe.
"Tidak..!! pergi sana..!" ucap Cloe.
Begitu berhasil menghidupkan mobilnya, Cloe pun langsung tancap gas dan meninggalkan kantor Alonso. Dirinya tak menyangka bangunan megah dan mewah itu adalah sarang hantu di malam hari.
.
.
Setelah Cloe pergi, hantu wanita itu pun bangun dan berjalan seperti wanita biasa. Pak Satpam tadi pun tersenyum padanya dan memuji akting wanita itu.
"Akting yg bagus Sri.."
"Tentu pak.. kabari aku jika ada pekerjaan begini lagi."
"Tentu saja, Pak Jery dan Pak Tom yg menyuruhku untuk mengusir wanita itu.."
"Ingat pak 70% nya milikku." ucap Sri.
"Tenang.. uangmu aman.." ucap satpam itu lagi.
Mereka pun langsung berbagi komisi di tempat itu dan Sri pulang dengan bahagia.
Sementara itu, Tom dan Jery sedang tertawa puas melihat Cloe yg ketakutan melihat Sri menyamar sebagai hantu wanita. Mereka pun puas sekali mentertawakan Cloe yg langsung kabur tanpa diusir kasar.
"Hahahahaa.. lihat itu Jer.."
"Bagaimana ideku bagus kan??"
"Iya.. kalau tuan lihat apakah dia akan tertawa juga?" tanya Tom.
"Kalau tidak dicoba kita tak tahu.." balas Jery tersenyum.
"Baiklah.. ini adalah hiburan dari kita untuk tuan.." ucap Tom lalu mengambil potongan video untuk dikirim ke Alonso sebagai laporan kalau Cloe berhasil ditangani.
Tak berapa lama, Alonso pun menerima pesan dari Tom yg berisi misi telah sukses. Lalu dirinya penasaran pada video yg dikirim oleh bawahannya tersebut. Akhirnya Alonso pun memutar video itu dan tersenyum.
Ternyata mengusir wanita itu tak harus selalu dengan kekerasan. Hingga Alonso bisa bebas dari Cloe malam ini. Tipuan dari Jery dan Tom pun berhasil membuat Cloe pergi dengan sendirinya. Dan kemungkinan Cloe akan takut pergi ke kantor Alonso pada sore hingga malam hari.
"Tipuan yg bagus.. " gumam Alonso.
__ADS_1