Takdir Ailyna

Takdir Ailyna
EP.45 Obat Tidur


__ADS_3

Pagi itu, Ailyn pun pergi ke kantornya seperti biasa. Begitu juga dengan Alonso, dan mereka berdua juga sempat sarapan pagi bersama.


Di kantornya Ailyn menemui beberapa kenalannya yg tahu mengenai obat-obatan. Dirinya juga menunjukkan foto obat tidur milik Alonso. Hal mengejutkan pun didengar oleh Ailyn, dimana obat tidur tersebut merupakan resep dokter.


"Ailyn kau tidak mengkonsumsinya kan?" tanya Rima temannya.


"Tentu saja, itu milik temanku." ucap Ailyn.


"Oh.. baguslah.. karena obat ini hanya bisa dibeli dengan resep dokter dan biasanya juga yg mengkonsumsi adalah orang-orang yg menderita insomnia berat." ucap Rima.


"Benarkah Rim?" tanya Ailyn terkejut.


"Iya.. dia harus meminum ini untuk bisa tidur." ucap Rima.


"Lalu apakah penderitanya bisa sembuh?" tanya Ailyn.


"Bisa, tapi tak semudah yg dibayangkan.. biasanya penderitanya mengalami trauma berat." ucap Rima.


"Baiklah, terimakasih Rim.. Mungkin temanku itu memang butuh pertolongan dokter." ucap Ailyn.


"Ngomong-ngomong temanmu ini pria atau wanita?" goda Rima.


"Yah coba saja tebak." balas Ailyn lalu pergi.


"Dasar Ailyn, kepeduliannya benar-benar sulit dimengerti." gumam Rima.


Begitulah akhirnya Ailyn tahu ada yg tak beres dengan Alonso. Bagaimana dirinya selalu bekerja dan bekerja hanya agar tubuhnya lelah dan bisa beristirahat. Sungguh menyedihkan, ditambah Alonso selalu hidup sebatang kara dan lebih menyedihkan dari dirinya. Hanya harta kekayaan orangtuanya yg dirinya miliki.


"Kira-kira trauma macam apa ya yg dialami Alonso di masa lalu?? apa ada kaitannya dengan ibunya?" gumam Ailyn dalam hati.


Kemudian Ailyn pun melanjutkan pekerjaannya. Dan mengesampingkan masalah obat tidur Alonso. Mungkin nanti Ailyn akan bertanya pada Alonso langsung saat ada kesempatan.


.


.


Sementara itu di kantornya, Alonso sedang bekerja seperti biasanya. Laporan mengenai bantuan untuk permintaan Ailyn pun sedang dalam proses pengiriman. Jery sudah mengkonfirmasi mengenai penyalur bantuan tersebut.


"Tuan.. mengenai bantuan amal anda sedang kami proses." ucap Jery.


"Bagus Jer.. memangnya kemana bantuan tersebut di salurkan.?" tanya Alonso.


"Ke negara X, dan disana memang sedang ada konflik.. Tapi darimana tuan tahu negara tersebut?" tanya Jery.

__ADS_1


"Itu permintaan istriku, dia ingin aku membantu mereka. Yah karena uang ku terlalu banyak jadi aku berikan saja bantuanku." ucap Alonso sombong.


"Nyonya benar-benar berhati malaikat.. berbeda dengan seseorang yg sombong dan angkuh." ucap Jery keceplosan.


"Siapa yg kau maksud sombong dan angkuh?" tanya Alonso.


"Pria yg mengusir nyonya beberapa bulan lalu.." tambah Jery.


"Jery kau mau aku hajar??" ucap Alonso memelototi Jery.


"Hehe.. kalau aku dihajar nanti tuan akan kerepotan.." balas Jery langsung mengambil langkah seribu.


"Kalau begitu Jery, kerjakan project A dan C hari ini.. aku tunggu sampai jam 8 malam." ucap Alonso membalas dendam.


"Ba-baik tuan.. " ucap Jery.


"Tamatlah riwayatku.. mulut kau itu bre***k sekali." umpat Jery dalam hati.


Niat hari Jery menyindir atasannya pun berbuah sebuah pekerjaan yg membuatnya lembur malam ini. Dan Alonso puas sekali menyiksa Jery yg berani menyindirnya. Walaupun kesal Alonso tetap tak bisa membiarkan Jery pergi dari sisinya karena orang itu bukan hanya bisa diandalkan tapi juga bisa dipercaya saat Alonso tak ada.


Dan untuk pengiriman bantuan tersebut, Jery benar-benar memastikannya agar disalurkan kepada orang-orang yg tepat serta tak disalahgunakan. Jery juga sudah mengecek kembali apa yg terjadi di negara yg menjadi tujuan pemberian bantuan tersebut. Dan dirinya sangat terkejut saat tahu Ailyn ingin tempat terjadinya konflik tersebut. Dimana disana memang bantuan sangatlah berarti bagi kota-kota yg terdampak.


.


.


Setelah membuat reservasi, Alonso pun tiba beberapa menit sebelum jam reservasinya. Dan tibalah akhirnya Alonso dipanggil oleh perawat untuk masuk ke ruang dokter. Alonso pun menguatkan dirinya untuk kembali memeriksan kondisinya.


"Lama yak bertemu Alonso.." ucap dr.Kevin.


"Ya.. cukup lama bukan sejak terakhir kali." ucap Alonso.


"Jadi apa yg membawamu kemari?" tanya dr.Kevin.


"Jadi, untuk itu banyak hal yg ingin aku ceritakan terlebih dahulu.." ucap Alonso.


"Ya.. lakukanlah dengan santai seperti biasanya. "


Alonso pun mulai bercerita soal pernikahannya denganbseorang wanita. Dr.Kevin pun terkejut mendengarnya. Apalagi setahunya Alonso tak percaya pada cinta apalagi pernikahan. Alonso pun semakin bercerita lagi soal dirinya yg memiliki ketergantungan pada istrinya tersebut.


"Jadi begitu.. " ucap dr.Kevin.


"Lalu apa yg harus kulakukan jika dirinya tak ada?" tanya Alonso frustasi.

__ADS_1


"Apa kalian berniat bercerai?" tanya dr.Kevin.


"Bercerai, itu takkan terjadi." ucap Alonso.


"Kalau begitu.. apa yg kau takutkan tuan Alonso??" balas dr.Kevin.


"Dia memiliki pekerjaan khusus yg membuatnya selalu berpergian.." ucap Alonso.


"Bukankah kau bisa mengikutinya kemanapun?" tanya dr.Kevin.


"Itu mustahil, bahkan terkadang aku tak tahu dirinya ada dimana." ucap Alonso.


"Jadi kau sedang jatuh cinta rupanya." ucap dr.Kevin.


"Bukan begitu juga. Ya pokoknya aku tak mau bergantung padanya." ucap Alonso.


"Kau bisa kan meresepkan obat yg lebih efektif.." ucap Alonso lagi.


"Alonso, kau harus bisa mengalahkan dirimu yg dulu. Dan mungkin kehadiran istrimu membuatmu merasa aman." ucap dr.Kevin.


"Jadi apa solusi darimu?" tanya Alonso.


"Kau harus mencoba berdamai dengan masa lalu.. dengan begitu tanpa istrimu sekalipun kau tetap bisa tidur dengan nyenyak. Yah walau pastinya ada yg kurang ya jika dirinya tak ada." ucap dr.Kevin.


"Cih, kau benar-benar tak memberiku solusi." ucap Alonso.


"Tuan Alonso, semua terjadi karena dalam dirimu masih menyimpan amarah dan kemarahan, dan trauma akan masalalu yg masih sulit kau terima yg membuatmu begini." ucap dr.Kevin.


"Baiklah, lakukan segala cara agar aku sembuh." ucap Alonso.


"Kenapa kau bisa gila jika istrimu tak pulang ke rumah?" goda dr.Kevin.


"Kalau sudah tahu jangan tanya." ucap Alonso.


"Kau benar-benar yakin tidak mencintai istrimu?" tanya dr.Kevin.


"Aku saja tak percaya pada cinta, bagaimana bisa aku jatuh cinta." ucap Alonso.


"Ucapan dan perbuatanmu tak selaras.. kuharap kau mencaritahunya ke dalam isi hatimu. Pada banyak kasus cinta dapat menyembuhkan luka hati." ucap dr.Kevin


"Berhentilah bercanda, dan lakukan sesi berikutnya." ucap Alonso.


"Baiklah, jika kau memaksa." ucap dr.Kevin.

__ADS_1


Akhirnya dr.Kevin pun melakukan sesi terapi selanjutnya. Dan dari hasil yg didapat, kalau trauma Alonso muncul karena ingatan masa lalu. Dan dr.Kevin meminta Alonso untuk selalu tenang karena senua sudah berlalu. Mungkin sulit untuk menghindarinya tapi mencoba menerima semua yg telah terjadi mungkin akan mengubah situasinya.


__ADS_2