Takdir Ailyna

Takdir Ailyna
EP.58 Belajar Berjalan


__ADS_3

Pagi hari pun tiba, namun saat Ailyn terbangun ia merasakan tubuhnya sangat berat. Saat membuka mata nampaklah tangan besar Alonso tengah memeluknya. Perlahan Ailyn pun melepaskan diri dan bangun dari tempat tidur.


Rasanya ia masih belum percaya pada apa yg ia dengar tadi malam. Lalu jika sudah begini, apa arti pernikahan mereka sekarang?? Hati Ailyn pun kini dipenuhi dengan tanda tanya.


Ailyn pun memilih mandi untuk menyegarkan pikirannya. Setelah itu, Ailyn pergi ke taman untuk berjalan-jalan. Awalnya Ailyn pun hanya ingin jalan-jalan saja, tapi lama kelamaan Ailyn mulai terpikir dengan acara yg dibuat Anita untuk mempermalukannya.


Disitulah Ailyn kesal dan ingin bisa berjalan kembali. Dirinya pun perlahan-lahan belajar berjalan tanpa tongkatnya. Langkah demi langkah pun ia jalani walau rasanya sangat sakit dan sulit.


Meski hanya mampu berjalan beberapa langkah, tapi Ailyn akan mencobanya setiap hari. Ia juga berharap kakinya bisa segera pulih karena sangat tak nyaman jika sulit berjalan.


Belum lagi sikap Alonso yg suka tiba-tiba menggendongnya tak perduli di hadapan orang lain. Hal itu membuat Ailyn malu sekaligus canggung. Untuk itulah Ailyn berjalan perlahan-lahan.


Di sudut taman nampak Alonso sudah terbangun dari tidurnya dan mencari istrinya itu. Dirinya berdiri disana dan memerhatikan Ailyn yg mencoba untuk belajar berjalan sendiri. Bahkan istrinya itu mengusir pelayan yg hendak membantunya.


Sangking seriusnya bahkan Ailyn tak merasakan kehadiran Alonso di sudut taman. Namun, tiba-tiba keseimbangan Ailyn hilang dan dirinya hampir terjatuh. Alonso pun langsung berlari menangkapnya agar Ailyn tak langsung jatuh ke tanah.


"Eh.. " ucap Ailyn saat sadar dirinya tak jatuh di tanah.


"Ailyn kau harus berhati-hati." ucap Alonso.


"Iya aku tadi sempat kehilangan keseimbanhan." ucap Ailyn.


"Sudah Ai, ayo masuk kau pasti belum sarapan." ucap Alonso.


"Iya.." balas Ailyn lalu dibantu berjalan oleh Alonso.


"Kenapa sih kau tak mau diam.." protes Alonso.


"Aku tak bisa berdiam diri dan bergantung pada orang lain apalagi tongkat. Aku masih muda Al bukan nenek-nenek." balas Ailyn.


"Baiklah, sudah cukup latihannya sekarang kita sarapan." ucap Alonso.


Mereka pun sarapan pagi, sebelum kembali ke rumah. Setelah sarapan pagi, Alonso pun membawa Ailyn kembali ke rumahnya.

__ADS_1


.


.


Setiap harinya Ailyn pun mencoba untuk belajar berjalan sendiri. Dirinya mencoba sekeras yg ia bisa untuk kembali bisa berjalan dalam waktu satu minggu sebelum acara ibu tirinya. Ailyn tak ingin dipermalukan lagi dan akan membalas semua perbuatannya di masa lalu.


Alonso pun tahu hal itu dari para pelayan yg melaporkan semua kegiatan istrinya. Tapi Alonso membiarkannya dan hanya meminta pelayan untuk tetap mengawasinya. Walaupun dalam hatinya dirinya khawatir tapi Alonso ingin Ailyn merasa bebas.


Berkat usahanya, perlahan Ailyn mengalami banyak kemajuan. Dirinya sudah bisa berjalan tanpa menggunakan tongkatnya, tapi memang dirinya belum mampu untuk berlari. Dokter pun merasa perkembangan Ailyn cukup cepat untuk mampu berjalan. Tapi dokter juga tidak menyarankan Ailyn untuk berjalan jauh, apalagi berlari.


Alonso pun senang dengan kabar tersebut. Dirinya bangga atas usaha keras istrinya hingga mampu berjalan lagi. Dan kemungkinan Ailyn juga akan kembali bekerja tapi di kantor karena aktivitasnya masih terbatas.


"Akhirnya kau bisa berjalan." ucap Alonso.


"Iya.. dan aku bisa menghadiri acara ibu tiriku itu." ucap Ailyn.


"Wow.. wanita gila itu mampu membuatmu bangkit." ucap Alonso.


"Tentu saja, dia pasti akan mempermalukanku jadi sebelum itu mari kita buat matanya melotot dan kesal karena aku bisa berjalan lagi." ucap Ailyn.


"Oke.." ucap Ailyn.


.


.


Di butik pun terjadi banyak drama yg disebabkan oleh Alonso. Dirinya tidak setuju dengan banyak gaun yg dipilihkan untuk Ailyn.


"Terlalu ketat.. kau akan sesak."


"Jangan merah.."


"Tidakkah kau merasa dingin jika terbuka begitu."

__ADS_1


"Ai.. jangan pakai rok yg memperlihatkan pahamu.. aurat..!" ucap Alonso.


"Alonso aku menyerah, coba kau pilihkan baju untukku." ucap Ailyn lelah mencoba baju.


Akhirnya Alonso pun mencari baju yg tepat untuk istrinya. Itupun setelah dirinya mencari selama 2 jam lebih, hingga Ailyn hampir tertidur di sofa menunggunya.


"Ai.. coba pakai ini.." pinta Alonso menunjuk sebuah gaun berwarna cream.


"Wah, pilihan yg bagus." ucap Ailyn lalu mencobanya.


Pilihan Alonso pun cukup baik mengingat gaun yg akan dikenakan Ailyn tidak terlalu ketat dan terlalu terbuka. Alonso pun puas melihat istrinya memakai pakaian yg menurutnya sesuai.


"Aku mau yg ini.." ucap Alonso setelah melihat Ailyn mencobanya.


Sementara itu, Ailyn pun nampak kelelahan karena menunggu terlalu lama. Tapi akhirnya semuanya selesai juga dan bisa pulang ke rumah. Alonso pun melihat Ailyn nampak lelah dan mengantuk karena mereka lama sekali berada di butik tersebut.


Ailyn pun nampak menyandarkan bahunya ke belakang dan mulai menutup matanya. Kemungkinan istrinya itu sangat mengantuk, karena tak lama setelahnya nafas Ailyn pun teratur menandakan dirinya sudah tertidur.


Alonso pun menyandarkan kepala Ailyn pada bahunya agar tidak jatuh ke arah jendela mobil. Sambil memeluk istrinya, Alonso pun menikmati momen-momen tersebut. Karena pastinya istrinya akan kembali menolaknya jika sudah tersadar.


Alonso kini menyadari kebodohannya menganggap remeh sebuah pernikahan. Bahkan dirinya sampai membuat perjanjian di atas kertas dengan Ailyn. Tak cukup sampai disitu, Alonso mengingat lagi ulah bre***knya dengan menemui beberapa wanita secara diam-diam dan berkencan dengan mereka, dan dirinya juga menjadikan Ailyn senjatanya untuk menjatuhkan musuh-musuhnya.


Jika diingat-ingat lagi, Alonso sangat kejam pada Ailyn. Dan kini dirinya menyesalinya karena istrinya sangat sulit didekati. Bahkan Ailyn masih tak percaya padanya. Alonso pun merasa menjadi suami paling bodoh di dunia ini. Bagaimana bisa dirinya menyuruh istrinya melakukan pekerjaan yg berbahaya selama ini??


.


.


Setelah sampai di rumah, Alonso pun menggendong Ailyn masuk menuju ke kamarnya. Perlahan-lahan dirinya membaringkan Ailyn ke kasur. Nampak, wanita itu tertidur begitu pulas.


Lalu Alonso pun berbaring di sampingnya sembari menatap wajah Ailyn. Sungguh beruntung dirinya setelah semua yg ia lakukan Ailyn tetap bersikap baik padanya dan tak meninggalkannya. Jika itu wanita lain maka mungkin Alonso sudah ditinggalkan.


Alonso mencoba menggenggam tangan Ailyn, dan merasakan ketenangan bersamanya. Jika begini saja rasanya sudah membuatnya bahagia, bagaimana jika Ailyn juga mencintainya?? Pastilah hidupnya akan sangat bahagia.

__ADS_1


Mungkin Alonso tidak akan menjadi orang yg gila kerja dan mungkin juga Alonso akan mencoba pulang tepat waktu. Tapi saat memikirkan Ailyn bekerja dan tak kembali, pikiran Alonso pun mulai kacau. Dirinya pasti akan menunggu istrinya tersebut dan bagaiman jika Ailyn tak kembali juga, pasti Alonso akan menggila.


"Tidak boleh.. Ai kau harus kembali jika pergi bekerja." gumam Alonso dalam hati sembari menatap wajah Ailyn.


__ADS_2