Takdir Ailyna

Takdir Ailyna
EP.54 Sebuah Penjagaan


__ADS_3

Sejak Ailyn berada di rumah, Alonso menjadi sedikit tenang. Karema rumahnya merupakan pertahanan paling bagus dimana takkan ada yg berani menerobosnya. Dan pelaku yg ingin mencelakai Ailyn di malam itupun merupakan perawat gadungan.


Alonso pun berupaya mengejarnya dan mencarinya lewat cctv rumah sakit. Tapi sayang Alonso kehilangan jejaknya saat pelaku melarikan diri di area parkir.


Entah siapa yg menyuruh perawat itu, yg pasti wajahnya sudah dikenali oleh Alonso. Hanya satu nama yg dicurigai oleh Alonso, yakni Anita si ibu tiri Ailyn. Tak mungkin keluarga Ailyn tak tahu kalau Ailyn masuk rumah sakit, tapi tak ada satupun yg datang dengan alasan semuanya berada di luar negeri. Alibi yg cukup kuat untuk menghindari tuduhan.


Ditambah lagi pelaku berhasil menghilangkan jejak. Pastinya pelaku sudah terbiasa melakukan hal ini. Alonso pun semakin geram karena anak buahnya gagal menangkap pelaku. Tapi dengan kondisi Ailyn saat ini bukan tak mungkin mereka akan menyerangnya lagi.


Tapi kini fokus Alonso sedang terpecah untuk mengurus pekerjaannya. Dirinya hanya bisa mempercayai orang-orangnya yg menjaga Ailyn di rumah. Serta sesekali Alonso melihat cctv untuk tahu apa yg dilakukan istrinya di rumah. Serta laporan dari anak buahnya yg berjaga dirumah mengenai siapa saja yg masuk keluar rumahnya.


Baik itu pelayan, tukang kebun, sopir, bahkan pengawal sekalipun, mereka harus tercatat keluar masuknya setiap saat. Hal itu untuk meminimalisir penyusup yg mungkin menyamar di antara mereka.


.


.


Sementara itu, Ailyn yg terbiasa bekerja mengewasi dan memantau gerak-gerik seseorang pun tahu ada yg tak beres dengan semua ini. Dirinya paham betul, gerakan-gerakan yg dilakukan oleh pengawal Alonso. Ailyn pun bersiaga dan membawa beberapa senjata yg bisa ia gunakan jika bertemu musuhnya.


Entah mengapa firasat Ailyn juga buruk mengenai penjagaan ini. Dirinya berharap bukan musuhnya yg sudah tahu jadi dirinya. Lebih baik kalau itu ulah ibu tirinya, atau saudari tirinya karena dengan begitu semua orang terdekatnya takkan terancam bahaya.


Mengingat semua musuh Ailyn selama ini penjahat kelas berat yg sulit ditangani.


"Pasti ada alasan sampai Alonso menaruh beberapa pengawal disini." gumam Ailyn dalam hati.


Secara tiba-tiba, ada kunjungan dari ibu tirinya dan Jane saudari tirinya. Hal itu membuat Ailyn merasa semakin curiga.


Mereka pun datang dengan maksud menjenguk, sehingga mau tak mau Ailyn menghampirinya.


"Ailyn.. bagaimana kabarmu.." ucap Anita.


"Aku baik." ucap Ailyn.


"Aku kasihan melihatmu kini berada di kursi roda." ucap Jane.


"Ailyn, kau harus kuat.. maaf kami tak bisa datang kemarin karena sedang berlibur." ucap Anita.


"Benarkah? pasti liburan kalian sangat menyenangkan ya." balas Ailyn.


"Iya.. harusnya kami mengajakmu ya." ucap Anita.


"Tidak perlu, aku terlalu sibuk untuk mengurusi hal seperti kalian." ucap Ailyn.


"Ailyn kenapa kau bicara begitu pada mom.?" tanya Jane.


"Karena kalian cukup mencurigakan." ucap Ailyn.


"Jujur saja, aku merasa kalian tak benar-benar menjengukku.. melainkan ingin tahu seberapa buruk kondisiku." balas Ailyn tersenyum.

__ADS_1


"Cih, dasar padahal kami sudah baik-baik mengunjungimu." ucap Jane.


"Sudahlah Jane.. mungkin Ailyn masih sakit hati." ucap Anita sok bijak.


"Iya.. rasanya mustahil bagiku mempercayai kalian sudah berubah.. karena kenapa hanya kalian yg datang..? dimana ayah kandungku? lucu sekali bukan." ucap Ailyn tersenyum.


"Ailyn kau tetap tak berubah meski kami sudah mencoba baik padamu." ucap Anita.


"Cobalah sedikit lebih ikhlas ibu tiriku.." ucap Ailyn.


"Baiklah kami permisi." ucap Anita lalu menarik Jane yg sedang memelototi Ailyn.


"Hati-hati dijalan.. awas matamu keluar Jane." ucap Ailyn.


.


.


Sementara ibu dan anak itupun kesal bukan main. Apalagi Ailyn masih bisa membuat mereka kesal dengan kondisinya yg berada di kursi roda.


"Mom.. Ailyn semakin menyebalkan." ucap Jane.


"Aku tahu, wanita tak tahu diri itu memang kurang ajar." ucap Anita.


"Apa rencana mom sebenarnya?" tanya Jane.


"Tidak ada.. kita hanya akan mengunjunginya untuk membuktikan kalau kita masih menganggapnya keluarga." ucap Anita.


"Jane, kakekmu sedang mengawasi kita. Hati-hati." ucap Anita.


"Cih, baiklah.." ucap Jane.


"Sudah, kau hanya perlu mengunjungi Ailyn sesekali sebagai bukti persaudaraanmu.. kau lebih baik bersama anak dan suamimu." ucap Anita.


Anita dan Jane pun akhirnya pulang setelah menjenguk Ailyn. Anita pun mengantarkan Jane pulang lalu dirinya pergi ke suatu tempat. Tempat dimana dirinya bertemu dengan seorang wanita.


Setelah tiba di suatu rumah, Anita pun memencet bel dan masuklah dirinya ke dalam rumah tersebut.


"Akhirnya anda datang juga." ucap wanita yg tinggal dirumah tersebut.


"Tentu saja Marimar." ucap Anita.


"Bagaimana keamananku?" tanya Marimar.


"Biarkan aku duduk dulu cantik." ucap Anita.


"Cih.. wanita tua sombong." ucap Marimar.

__ADS_1


"Marimar, Alonso sudah melihat wajahmu bukan?" tanya Anita.


"Benar.. pasti dia sedang mencariku saat ini." ucap Marimar.


"Yah besok akan ada mobil yg mengantarmu menuju ke luar negeri.. kau tinggalkan negara ini." ucap Anita mengeluarkan pasport dan dokumen yg dibutuhkan.


"Maaf aku sudah gagal membunuh anak tirimu." ucap Marimar.


"Ya.. tapi bisa gawat jika kau buka mulut soal aku." ucap Anita.


"Baiklah.. besok aku akan pergi meninggalkan negara ini."


"Bagus.. jangan kembali selama beberapa tahun." ucap Anita.


"Kurasa cukup sekian ya.. kau sudah jelas statusmu sekarang." ucap Anita pergi meninggalkan rumah tersebut.


.


.


Ailyn pun mencoba berbicara pada pengawal yg berjaga di depan kamarnya.


"Kalian serius sekali.. memangnya siapa yg akan datang.?" tanya Ailyn.


"Maaf nyonya.. ini perintah tuan."


"Jika sedang berjaga tegakkan punggung kalian.. jangan terlalu kaku karena nanti kalian akan kesulitan bergerak." ucap Ailyn.


"Baik nyonya maafkan kami." ucap Ailyn.


"Coba kulihat senjata kalian hanya itu ya.. hmm.. nanti aku akan meminta tambahan peralatan oleh suamiku." ucap Ailyn.


"Terimakasih nyonya." ucap mereka.


"Ya..ya.. jangan memaksakan diri, kalian juga harus memikirkan rekan kalian." ucap Ailyn.


Ailyn pun semakin paham kalau situasinya memang aneh, terlebih ucapan Alonso kurang masuk akal. Tapi mau bagaimana pun Ailyn belum bisa bergerak bebas seperti biasanya. Dirinya hanya bisa bergerak dengan kursi roda atau tongkat.


Dan selalu ada pelayan yg bersamanya untuk membantunya. Pasti ini adalah perintah Alonso. Dan Ailyn tetap bersiaga untuk keadaan terburuk jika sampai firasatnya benar.


Sementara itu Alonso masih sibuk dengan pekerjaannya. Dirinya pun hanya melihat laporan anak buahnya sesekali. Dan Jery diminta untuk siaga jika ada telepon dari rumahnya.


.


.


Karena sudah bosan Ailyn pun memilih istirahat di kamarnya. Rasanya dirinya benar-benar tak berguna saat ini. Ailyn pun mencoba belajar berjalaj menggunakan tongkat perlahan-lahan. Lalu dirinya duduk di depan jendela kamarnya menatap area luar yg nampak sepi. Taman pun terlihat begitu indah karena bunganya sedang bermekaran saat itu.

__ADS_1


Tiba-tiba sebuah mobil asing masuk ke area halaman. Dan nampak beberapa penjaga berbicara pada orang yg berada di dalam mobil tersebut. Ailyn pun terus memerhatikannya hingga penjaga terjatuh satu persatu.


"Tidak ini bahaya.." ucap Ailyn.


__ADS_2