
Alonso pun menjadi semakin bertanya-tanya akan arti cinta yg sesungguhnya. Dirinya ingin selalu tahu kenapa Ailyn selalu menolaknya. Alasan sederhananya adalah mungkin Ailyn tak ingin memiliki anak dari Alonso, dan akan sangat merepotkan jika mereka berpisah. Mungkin begitu pikir Alonso.
Tapi nyatanya, Alonso masih bertanya-tanya soal cinta dan perasaannya. Bagaimana itu cinta? apa yg dirasakannya itu cinta pada istrinya?? Semakin dipikirkan semakin membuat Alonso tak bisa berpikir jernih. Hingga sebuah panggilan telepon membuyarkan segalanya.
"Hallo tuan." ucap Jery di telepon.
"Ada apa Jer?" tanya Alonso.
"Ada masalah tuan, cepatlah ke kantor." ucap Jery.
"Tenang dulu, dan katakan dengan jelas." ucap Alonso.
"Klien anda datang tuan, tuan Kim." ucap Jery.
"Apa.?? bukankah jadwalnya minggu depan?" tanya Alonso.
"Aku tak tahu tuan.. tolonglah segera datang dia ingin menemui anda." ucap Jery.
"Baiklah." ucap Alonso.
Alonso pun kembali ke kamar Ailyn untuk berpamitan dan memanggil suster untuk menjaga istrinya tersebut. Setelah itu Alonso baru pergi ke kantornya.
"Maaf Ailyn.. ada urusan mendadak." ucap Alonso.
"Oke.. hati-hati." ucap Ailyn.
"Aku akan segera kembali." ucap Alonso.
"Santai saja, jangan buru-buru.." ucap Ailyn.
Alonso pun pergi meninggalkan ruangan Ailyn dan segera menuju ke mobilnya. Alonso pun langsung tancap gas menuju ke kantornya karena tuan Kim tiba-tiba saja datang.
Beberapa menit kemudian, Alonso pun tiba di kantor dan langsung memanggil Jery. Jery pun menjelaskan sedikit dan mereka berdua langsung menemui tuan Kim.
"Selamat datang tuan Kim." ucap Alonso.
"Terimakasih tuan Alonso.. maaf aku datang mendadak." ucap Kim.
"Ya.. kurasa anda datang di saat yg kurang tepat. Jadi bisa anda jujur saja saat ini." ucap Alonso.
"Baiklah." ucap Kim.
Kim pun menjelaskan tujuannya datang ke Indonesia lebih awal. Dan Alonso agak terkejut dengan kunjungan tersebut. Tapi demi kerjasama mereka, Alonso pun mengikuti kemauan tuan Kim. Sembari dirinya menyelidiki ada masalah apa hingga pria itu tiba-tiba datang.
__ADS_1
Setelah pertemuan itu, Alonso pun harus memajukan jadwalnya. Dan mau tak mau mempercepat semua persiapannya dan mengeluarkan produk terbaru mereka secepatnya.
Alasan tuan Kim adalah karena pesaingnya sudah tahu tentang produk mereka dan akan membuat replikanya dengan harga yg lebih murah. Dan setelah Alonso menyelidikinya ternyata semuanya benar. Hingga dirinya berinisiatif untuk merubah sedikit tampilan beserta isinya agar tak sama dengan pesaing mereka.
Alonso pun mengadakan rapat dadakan bersama tuan Kim dan semua tim yg menangani project ini. Mereka pun dipaksa berpikir keras untuk mengubah produk mereka menjadi lebih menarik. Semua tim Alonso pun dipaksa untuk mencari ide semenarik mungkin karena harus berbeda dengan saingan mereka.
Mereka pun mengadakan rapat berjam-jam hingga akhirnya mendapat sebuah keputusan final. Dan Alonso memiliki ide brilian di menit-menit akhir. Setelah memutuskan, semua pihak pun setuju dengan ide itu.
Dan karena informasinya sudah bocor dari tangan tuan Kim, saat ini giliran Alonso yg memegang alih semuanya. Dan bahkan tuan Kim belum tahu gambaran inti dari konsep baru Alonso.
"Tuan Alonso, aku tunggu kabar dari anda. " ucap tuan Kim.
"Ya tentu saja, nantikanlah saat launching produknya." ucap Alonso tersenyum.
"Jangan bilang anda akan merahasiakannya dariku." ucap Kim.
"Karena aku tak mau orang-orang anda membocorkan rencana brilianku lagi." ucap Alonso tegas.
Kim pun tak berani membantah lagi karena ini juga merupakan kesalahannya. Dan mau tak mau dirinya hanya berharap ide Alonso mampu menembus pasar dan mengalahkan saingan mereka.
Satu masalah pun usai, dan tanpa sadar kini sudah larut malam. Alonso pun bergegas kembali ke rumah sakit. Kesibukkannya membuatnya lupa pada Ailyn istrinya.
"Astaga sudah jam segini.. aku harus kembali." gumam Alonso dalam hati.
Alonso pun tiba di ruangan Ailyn, dan istrinya itu tengah tertidur nyenyak. Dan Alonso pun duduk disofa sembari beristirahat. Setelah itu, Alonso memilih mandi di kamar mandi pribadi yg tersedia di ruangan tersebut.
"Apa itu?" tanya Alonso dan perawat itu pun berhenti.
"Maaf tuan, ini vitamin atas anjuran dokter."
"Benarkah?" tanya Alonso.
"Aku akan bertanya pada dokter kalau begitu.." ucap Alonso lalu menelpon dokter yg bertugas merawat Ailyn.
Wajah perawat itupun langsung pucat dan takut ketahuan. Alonso pun mencium ada yg mencurigakan pada perawat tersebut. Lalu dokter mengangkat telepon Alonso, dan perawat tersebut melarikan diri dengan cepat. Alonso pun terkejut tapi harus berbicara dengan dokter masalah ini.
Setelah mendapat penjelasan, ternyata dokter sama sekali tak meresepkam obat apapun. Dan perawat itu kemungkinan punya tujuan terselubung. Sayang Alonso tak sempat menahannya. Bahkan dokter itupun tengah berada di rumah dan kemungkinan besar besok Ailyn sudah diperbolehkan pulang.
Mendengar hal itu, membuat Alonso meradang. Dirinya pun menghubungi orang-orangnya dan melaporkan hal ini pada pihak rumah sakit. Pihak rumah sakit pun memohon maaf pada Alonso atas insiden mengerikan ini. Dan Alonso sudah menaruh pengawal di sekitar istrinya.
"Maaf kalian bilang?? bagaimana bisa rumah sakit sebesar ini bisa kecolongan?? kalau aku telat 1 detik saja bisa saja nyawa istriku melayang.." ucap Alonso marah besar.
"Maafkan kami tuan, kami akan menindak segera pelakunya."
__ADS_1
"Aku juga akan mencaritahu pelakunya jadi jangan halangi aku jika kalian tak mau berurusan denganku." ucap Alonso dengan tatapan tajam.
Seketika direktur rumah sakit itu pun pucat mengingat siapa Alonso sebenarnya. Pria kejam dengan kekuatan dan kekuasaannya mampu melakukan apapun terhadap siapa saja yg terlibat. Bahkan bisa menghancurkan reputasi rumah sakit tersebut.
Mereka pun langsung melacak orang yg menyamar sebagai perawat lewat cctv dan membantu penyelidikan Alonso. Alonso pun mempercayai orang suruhannya dan dirinya kembali menjaga istrinya.
Ailyn pun tak tahu menahu atas insiden tersebut. Terlebih obat yg diberikan memberikan efek samping yg membuatnya tertidur lelap. Dan saat dirinya terbangun, Ailyn merasa ada orang yg mengawasinya di depan pintu. Lalu Alonso juga sudah berada di kamarnya.
"Kapan kau kemari?" tanya Ailyn.
"Tadi malam, kau tertidur sangat pulas ternyata." ucap Alonso.
"Iya, obatnya membuatku mengantuk." ucap Ailyn.
"Ai.. hari ini kita pulang dan dokter sebentar lagi akan melakukan pengecekan terakhir." ucap Alonso.
"Baguslah, aku bosan disini." ucap Ailyn.
Setelah dokter memeriksa kondisi Ailyn, Ailyn pun diperbolehkan pulang tapi harus mengunjungi rumah sakit setiap minggunya untuk mengecek kondisi kakinya dan melepas gipsnya.
Alonso pun segera membawa Ailyn pulang sebelum terjadi insiden mengerikan lagi nantinya. Dan Ailyn sudah menaruh curiga pada pengawal yg bertugas menjaganya.
"Al.. kenapa mereka berjaga?" tanya Ailyn curiga.
"Belakangan ada masalah dengan perusahaan, aku hanya takut mereka menyerangmu dalam kondisi sekarang." ucap Alonso.
"Oh jadi begitu." ucap Ailyn tak percaya.
Ya, Ailyn masih curiga pada penjagaan ketat Alonso. Tapi dirinya tak punya bukti apapun dan memilih diam untuk mengawasi apa yg akan terjadi selanjutnya.
Sementara Alonso, dirinya merasa khawatir pada Ailyn. Dan kekhawatirannya dapat dibaca dengan mudah oleh Jery.
"Tuan.. apa anda yakin tak mencintai nyonya?" tanya Jery.
"Jery berhenti mengajariku." ucap Alonso.
"Anda khawatir saat nyonya masuk rumah sakit dan setelah insiden kemarin, lalu anda juga selalu merindukan nyonya, dan saat nyonya ada di rumah hati anda menjadi lebih tenang dan bahagia. Itu tanda-tanda cinta tuan." ucap Jery.
"Kau yakin Jery?" tanya Alonso.
"Ya.. coba anda pahami isi hati anda.. dan cari tahu arti dari cinta." ucap Jery puitis.
"Padahal kau sendiri jomblo sok mengajariku.." balas Alonso membuat Jery tertohok.
__ADS_1
"Tidak.. Tuan sudah berani membalasku.." gumam Jery dalam hati.
Alonso pun mulai mencaritahu arti cinta dan membaca banyak buku tentang cinta secara diam-diam.