Takdir Ailyna

Takdir Ailyna
EP.112 Ayah dan anak


__ADS_3

Alonso pun merayu Alex agar ikut dengannya ke kantornya. Walaupun bocah itu sempat menolak, tapi Alonso yg tahu kekurangannya pun memancingnya dengan hal yg ia sukai.


"Alex yakin tak mau ikut ke kantor papa..?" tanya Alonso.


"Tidak mau.. tidak seru." ucap Alex.


"Yah, padahal papa mau membelikan Alex mainan baru di mall sebelah.. tapi kalau tidak mau berarti tidak jadi." ucap Alonso tersenyum.


"Tidaakkkk...!!" teriak Alex.


"Tidak?" tanya Alonso.


"Aku ikut papa.. tunggu sebentar." ucap Alex.


"Mamaaaaa.." panggil Alex dan Alonso pun merasa menang.


"Iya nak, ada apa teriak-teriak.?" tanya Ailyn.


"Hari ini aku mau ikut papa.." ucap Alex.


"Kau yakin?" tanya Ailyn.


"Iya ma.. boleh kan?" tanya Alex tersenyum.


"Tentu saja, ingat selalu hati-hati dan jangan berkeliaran sembarangan.." ucap Ailyn.


"Oke.. siap.." ucap Alex.


Ailyn pun tersenyum dengan sikap Alex yg lucu. Dan dirinya mengijinkan Alex pergi ke kantor Alonso. Walau sebenarnya Ailyn berat karena tahu kantor Alonso selalu sibuk. Tapi Ailyn juga ingin melihat seberapa kuat Alonso menjaga Alex yg super aktif tersebut.


.


.


Tibalah mereka di kantor Alonso, dan bocah kecil itu tersenyum melihat kantor ayahnya yg tak kalah besar dari kakeknya.


"Waahhh.. keren." ucap Alex.


"Kau suka Alex?" tanya Alonso.


"Iya suka.. " ucap Alex dengan mata berbinar-binar seperti menemukan tempat petualangan baru.


Jery yg melihatnya pun terkejut karena tuannya membawa anaknya ke kantor.


"Tuan, kenapa membawa Alex?" tanya Jery.


"Aku ingin mengenalkan bisnis padanya diusia muda." balas Alonso.


"B-bisnis??" gumam Jery.


"Oh iya, kau sesekali awasi putraku." ucap Alonso.


"Baik tuan." ucap Jery.


"Paman, apa disini ada taman?" tanya Alex pada Jery.


"Ada, tapi jangan sekarang karena sebentar lagi mataharinya akan sangat panas, lebih baik sore saja ke tamannya." ucap Jery.


"Huh.. paman tidak seru." ucap Alex berjalan meninggalkannya.


"Alex.. kau mau kemana?" tanya Alonso.

__ADS_1


"Aku mau jalan-jalan pa.." ucap Alex.


"Tidak, ke ruangan papa dulu." ucap Alonso.


Alex pun menurutinya ke ruangan ayahnya. Disana Alex diberikan susu dan camilan oleh Jery. Tapi boceh kecil itu nampaknya tak bisa diam dan langsung berdiri saat camilannya habis.


"Papa.. aku mau jalan-jalan." ucap Alex.


"Astaga.. baiklah pergi dengan paman Tom." ucap Alonso.


"Paman Tom? siapalagi?" tanya Alex.


"Sebentar lagi orangnya kemari nak.." ucap Alonso.


Tak berapa lama, Tom pun datang dan terkejut melihat Alex di kantor. Terlebih lagi dirinya diminta untuk mengajak Alex jalan-jalan. Tom pun tak ada pilihan lain selain mengajak Alex jalan-jalan.


Tom mengajak Alex ke berbagai ruangan di kantor tersebut. Mereka menyusuri setiap lantai, dan Tom seperti sedang menjadi tourguide bagi Alex.


Bocah itu pun mengikuti Tom dan mengingat setiap yg dijelaskan oleh Tom. Lalu mereka berhenti di kantin kantor. Tom menawarkan Alex makanan agar bocah itu diam.


"Alex, kau mai makan sesuatu?" tanya Tom.


"Hm... memangnya ada menu apa saja paman?" tanya Alex.


Dan Tom memberitahu menu yg ada di kantin. Tom pun menunjukkan menu ayam goreng yg pastinya disukai anak-anak. Dan Alex pun tak mampu menolaknya.


"Aku mau paman..!" ucap Alex semangat.


"Oke.." ucap Tom senang karena akhirnya ada waktu untuk duduk.


Tom pun mengambilkan pesanan Alex dan mereka duduk di kursi. Lalu Alex makan ayam gireng tersebut dengan lahapnya sampai Tom tersenyum.


10 menit pertama Alex nampak tenang, kemudian 10 menit berikutnya Alex mulai risau dan bosan. Dirinya pun mencari ide untuk kabur dari ruangan Tom.


"Paman.. aku mau pipis ke toilet." ucap Alex.


"Bisa tahan sebentar? paman sedang bekerja." ucap Tom.


"Mana bisa.." ucap Alex memegangi celananya.


"Aku sudah tidak tahan lagi, dimana toiletnya.." ucap Alex.


"Diujung koridor.. hati-hati nanti paman menyusul." ucap Tom.


"Iya.." balas Alex tersenyum.


Bocah kecil itupun berhasil menipu Tom dan kabur entah kemana. Dan saat Tom menyusulnya Alex sudah tidak ada. Dirinya pun panik dan memanggil Alex.


"Alex.. kau ada dimana?" panggil Tom.


"Ada apa tuan Tom?" balas seseorang yg bernama Alex juga.


"Bukan kau, tapi Alex anak tuan Alonso." ucap Tom.


"Oh yasudah, tadi mereka melihat anak kecil ke arah ruang rapat." ucapnya.


"Oh tidak.." ucap Tom langsung berlari ke ruangannya.


Tom pun langsung mengecek cctv dan mellncari keberadaan Alex. Beberapa menit kemudian, Tom pun menemukan jejak Alex, ternyata bocah itu sedang menarik perhatian para karyawan wanita dan mendapatkan banyak camilan dari mereka.


Seketika Tom pun merasa iri pada Alex.

__ADS_1


"Bahkan dia mirip ayahnya yg selalu didekati wanita." gumam Tom.


Tom pun berlari ke ruangan para karyawan tersebut untuk menjemput Alex. Nampak, Alex kecil mudah berbaur dengan para karyawan wanita tersebut.


"Alex kau sangat lucu dan tampan.. aunty punya biskuit untukmu."


"Aku juga punya coklat.."


"Aku punya permen.."


"Wah terimakasih aunty semua.. aku senang main di kentor ayah.." ucap Alex gembira dengan semua hadiah tersebut.


"Alex.. sudah ke toiletnya?" tanya Tom.


"Oo..ooww.. aku ketahuan." ucap Alex memasang senyum lucu.


"Kyaa.. Alex kau sangat lucu.."


"Paman Tom, sudah menjemputku.. sampai jumpa aunty yg baik, bye.. bye.."


"Ayo kita kembali ke ruangan papamu, dia menanyakanmu." ucap Tom.


"Benarkah? bukannya papa sibuk." ucap Alex.


"Iya tidak selalu." ucap Tom.


Tom pun mengembalikan Alex ke ruangan Alonso. Dan menceritakan kejadian hari ini, dimana Alex bisa mengelabuinya dan kabur untuk berkeliaran. Tapi Alex beruntung bertemu staf wanita yg baik hati dan mimberinya camilan.


"Belum ada satu jam dia sudah bisa kabur.. " ucap Alonso.


"Maaf tuan, tapi aku ada pekerjaan penting." ucap Tom lalu kabur ke ruangannya.


"Haaa.. dasar Tom." ucap Alonso.


"Papa.. kantor papa banyak orang baik." ucap Alex.


"Tentu saja.. papa kan orang baik." ucap Alonso kemudian Jery batuk-batuk.


"Uhuk..Uhukk.."


"Paman kenapa? padahal tak sedang makan atau minum." ucap Alex.


"Biasa paman itu memang aneh.." balas Alonso.


"Jadi tadi Alex diberi hadiah apa saja?" tanua Alonso.


"Ada coklat, permen dan biskuit." ucap Alex senang.


"Lalu Alex tadi kemana saja sampai paman Tom mencarimu?" tanya Alonso.


"Aku hanya berjalan-jalan sebentar habis dari toilet.. aku melihat para paman sedang berkumpul di suatu ruangan.. dan ada layar besar yg menyala. Lalu karena bosan aku jalan-jalan lagi dan bertemu para aunty yg baik hati." ucap Alex.


"Oh begitu.. yasudah, sekarang Alex diam di ruangan papa ya.. papa sudah siapkan mainan." ucap Alonso.


"Benarkah?? " tanya Alex senang.


"Iya.. paman Jery, keluarkan." ucap Alonso.


Jery pun membawa sekotak mainan untuk Alex dan bocah itupun bermain dengan riang. Alonso pun merasa senang karena Alex bisa ia awasi dengan baik.


Tapi itu hanya berlaku satu jam saja, satu jam kemudian Alex sudah kabur lagi. Dan Alonso meminta Jery untuk mencarinya. Jery pun mengecek kesana kemari sembari memanggil Alex. Lalu memerintahkan semua staf untuk mengantarkan Alex ke ruangan Alonso. Dan bagi yg menemukannya akan mendapatkan hadiah khusus dari Alonso.

__ADS_1


__ADS_2