
Mereka pun menikmati fasilitas kamar hotel tersebut. Dan baik Ailyn ataupun Alonso tidur seperti biasa tanpa ada kontak fisik berlebihan. Walaupun dekorasi kamar tersebut begitu romantis bak pasangan pengantin baru.
Pagi harinya, Ailyn pun terbangun dan membuka gorden kamarnya.
"Cuacanya cerah sekali.." ucap Ailyn.
"Akhh.. Ai silau.." ucap Alonso.
"Ini sudah pagi.." ucap Ailyn.
"Tolong tutup." ucap Alonso.
Mau tak mau Ailyn menutup kembali gorden kamarnya dan pergi ke mandi. Sementara Alonso masih menikmati sisa waktu tidurnya.
Setelah selesai mandi, Ailyn pun memutuskan untuk keluar dan berjalan-jalan di sekitar. Ailyn juga memesan sarapan di resto hotel tersebut dan duduk disana. Sembari menunggu sarapan, Ailyn pun mendengarkan musik di earphonennya.
"Permisi.." ucap seorang pria.
Ailyn pun melepas earphonenya dan bertanya siapa orang yg ada dihadapannya.
"Maaf anda siapa?" tanya Ailyn.
"Bolehkah aku duduk disini?" tanya pria itu lagi.
"Maaf, aku sedang menunggu seseorang." ucap Ailyn sembari menunjukkan cincin di jarinya.
"Maaf mengganggu anda.. aku akan pergi." ucap pria itu.
Ailyn pun melanjutkan aktifitasnya dan mendapatkan sarapan paginya. Dirinya menikmatinya sampai Alonso menghubunginya lewat telepon.
"Aii.. kau dimana?" tanya Alonso panik.
"Hhh.. aku sedang sarapan di resto hotel, ada apa?" tanya Ailyn.
"Syukurlah, kukira kau kabur untuk kembali bekerja tanpa berpamitan." ucap Alonso.
"Al aku bukan anak kecil tak perlu sepanik itu." ucap Ailyn.
"Tunggu di bawah aku akan menyusul.." ucap Alonso.
"Oke.." balas Ailyn.
Tak lama berselang Alonso tiba dan duduk dihadapan Ailyn.
"Makanya jangan bangun siang-siang.." sindir Ailyn.
"Aku ngantuk tahu semalam begadang bekerja.." ucap Alonso.
"Apakah ini liburanmu Al?? menyedihkan sekali.." ejek Ailyn.
"Ailyn.. kau ini ingin kena hukuman rupanya." ucap Alonso.
"Hukuman apa? aku kan tak memukulmu." ucap Ailyn.
"Hukuman karena sudah meninggalkanku di hotel.. ingat kau itu kemari denganku jadi jangan kemana-mana sendiri." ucap Alonso.
"Kau kan punya ponsel, aku juga tak mungkin berpergian jauh." ucap Ailyn.
"Ck.. dasar wanita, kalau batterai ponselmu habis aku menghubungimu lewat apa??" tanya Alonso.
"Baiklah maaf.. habisnya kau tidur pulas sementara aku lapar dan ingin jalan-jalan keluar." ucap Ailyn.
__ADS_1
"Sebagai hukumannya, kau harus ikut denganku bertemu klien hari ini." ucap Alonso.
"Oke.. aku hanya tinggal berpakaian seperti istrimu kan?" tanya Ailyn.
"No.. kau akan menyamar menjadi pengawalku.. karena kau harus mengamati sekitarku." ucap Alonso.
"Baiklah.. daripada aku berdiam diri di hotel." ucap Ailyn.
Alonso pun menjelaskan rencananya kali ini pada Ailyn. Dirinya juga bersiaga jika ada hal tak diinginkan terjadi dalam pertemuan ini. Karena menurut informasi, kliennya kali ini cukup mencurigakan. Bahkan ada rumor soal penipuan.
Ailyn pun mengerti instruksi dari Alonso. Dan setelah sarapan mereka akan segera bersiap. Disinilah posisi Ailyn kali ini sedang dimanfaatkan oleh Alonso, tapi Ailyn juga sudah punya rencana lain untuk memanfaatkan balik Alonso.
"Baiklah aku mengerti.. tapi aku harus mencari pakaian yg cocok." ucap Ailyn.
"Oke.. kita ke toko pakaian." ucap Alonso.
Mereka pun mengunjungi toko pakaian yg berada tak jauh dari sana. Dan Ailyn memilih pakaian yg pas dan nyaman untuknya karena niatnya awalnya hanya liburan, tapi malah berujung ikut dalam pertemuan Alonso.
Ailyn pun mendapatkan bajunya, dan Alonso sudah membayar semuanya bahkan pakaian yg bukan termasuk dalam misi kali ini.
"Terimakasih suamiku, kau memang hebat soal uang." ucap Ailyn.
"Ya.. bekerjalah dengan baik kali ini.. aku bahkan membayarmu sebelum kau bekerja." ucap Alonso.
Ailyn berganti pakaian di ruang ganti, lalu memakai beberapa peralatan sebagai pengawal. Pekerjaan yg cukup mudah bagi Ailyn, karena hanya mengawasi Alonso. Walaupun hanya Ailyn satu-satunya pengawal Alonso. Terlebih niatan mereka adalah untuk honneymoon, jadi Alonso tak membawa banyak pengawal dan hanya ada satu sopir.
.
.
Ailyn pun siap dan kini duduk di samping kursi kemudi, dan Alonso duduk di kursi penumpang selayaknya seorang atasan. Ailyn pun siaga dan memerhatikan lokasi yg akan mereka kunjungi.
Setelah tiba di tempat yg dijanjikan, Ailyn pun turun terlebih dahulu untuk memeriksa sekitar. Setelah semuanya dirasa aman, Ailyn pun membukakan pintu untuk Alonso.
"Terimakasih nona A." ucap Alonso.
Ailyn pun berjalan di belakang Alonso dan mengikuti langkah pria itu. Matanya juga tak henti-hentinya mengawasi sekitar.
"1..2..3..4..5.. tidak 10 pengawal.. apa aku tak salah lihat?" gumam Ailyn dalam hati.
Ailyn pun membisikkan informasi tersebut pada Alonso.
"Mereka punya 10 orang pengawal, hati-hati." bisik Ailyn.
Alonso pun hanya mengangguk dan terus melanjutkan agendanya bertemu klien bisnisnya. Tibalah mereka di sebuah ruangan privat untuk membahas bisnis ini. Ailyn pun tetap berdiri di belakang Alonso mengamati semuanya.
"Tuan Alonso kau hanya membawa satu orang pengawal wanita?" tanya kliennya bernama Gerry.
"Begitulah tuan, sebenarnya aku sedang liburan kemari jadi malas membawa banyak pengawal." ucap Alonso.
"Benarkah? kalau begitu kita harus mempercepat transaksinya." ucap Gerry.
"Ya aku akan membaca proposal anda." ucap Alonso.
Alonso pun membaca proposal tersebut dan mengerutkan dahinya tanda tak suka.
"Apa anda sedang bermain-main denganku tuan?" tanya Alonso.
"Main-main?? bagaimana mungkin, beginilah bisnisku." ucap Gerry.
"Baiklah, aku tidak menyukainya dan tak akan bergabung dengan projectmu." ucap Alonso.
__ADS_1
"Tuan Alonso anda tidak bercanda kan?"
"Anda yg harusnya tahu malu, sudah menjebakku disini hanya untuk memenuhi kepentinganmu.." ucap Alonso.
"Apa maksudmu? kita sudah bicarakan ini." ucap Gerry.
"Kau bilang keuntungan akan dibagi rata, tapi kenapa bagianku disini hanya 20%. Dari awal aku memang tak percaya padamu.. jadi maaf.." ucap Alonso.
"Kau..!! sudah membuatku datang kemari tapi tak mau bekerjasama, kurang ajar sekali." ucap Gerry.
"Aku tak akan tertipu oleh penipu sepertimu." ucap Alonso dengan tatapan tajam.
"Apa katamu?? penipu?? kurang ajar sekali.." ucap Gerry menggebrak meja.
Brakkk..!
"Karna kau memang lebih cocok dipanggil penipu daripada pebisnis. " balas Alonso lalu mengajak Ailyn keluar dari tempat tersebut.
Kemudian pengawal Gerry pun berkumpul untuk mengeroyok mereka berdua.
"Nona A kau sudah siap?? aku akan urus di depan, kau urus di belakang." ucap Alonso.
"Kapanpun itu tuan." ucap Ailyn tersenyum.
Mereka berdua pun menghadapi pengawal Gerry, dan Ailyn menghabisi yg ada dibelakang serta mengincar Gerry. Saat Gerry hendak kabur, Ailyn pun melempar piring ke arahnya dan mengejutkan Gerry. Sementara Alonso tengah sibuk mengatasi pengawal yg berada di depan yg jumlahnya lebih banyak.
"Anda mau kemana tuan? jangan seenaknya kabur setelah berbuat onar." ucap Ailyn.
"Ck.. dasar kurang ajar, kalian bangunlah.." ucap Gerry.
"Mereka terlalu lelah untuk bangun." ucap Ailyn tersenyum.
Ailyn pun menarik kerah kemeja Gerry dan memukul wajahnya hingga pria itu menyerah.
"Dengar, kau sudah membuat onar disini.. jadi bereskan dengan uangmu." ucap Ailyn menyeret pria yg babak belur tersebut ke meja kasir.
"Pelayan cepat hitung bill di ruangan kami." ucap Ailyn.
"B-baik nona." ucapnya takut.
"Beserta semua kerugiannya." ucap Ailyn.
Mau tak mau Gerry pun membayar atas makanan dan kerugian resto tersebut akibat pertarungan yg ia timbulkan. Lalu Ailyn menelpon polisi dan Gerry beserta anak buahnya pun ditangkap.
"Ai kau yg menelpon polisi?" tanya Alonso.
"Iya, mereka harus ditangkap karena berbuat onar, penyerangan, dan sebagainya." ucap Ailyn.
"Tak sia-sia aku mengajakmu kemari." ucap Alonso.
"Kau sendiri?"tanya Ailyn.
"Aku sudah mengikat mereka semua.. kau tahu aku cukup bisa berkelahi." ucap Alonso.
"Baguslah.. " ucap Ailyn.
Gerry dan pengawalnya pun ditangkap dan ditahan di kantor polisi. Sementara Alonso beserta Ailyn pulang ke hotel setelah melakukan laporan. Ailyn pun menyelamatkan Alonso sekali lagi dari insiden pengeroyokan ini. Dan berkat kekompakan keduanya tak ada yg dirugikan dalam insiden ini, Ailyn juga tak terluka sama sekali.
"Al sebenarnya aku ini istrimu atau pengawalmu sih?" tanya Ailyn.
"Kau itu agen ganda, bisa menjadi istriku bisa juga jadi pengawalku.." ucap Alonso.
__ADS_1
"Dasar pria licik." ucap Ailyn sementara Alonso hanya tersenyum.