
Ailyn pun memanggil Tom dan Jery di ruangan Alonso. Tak lama kemudian mereka berdua tiba disana dan langsung diminta mengunci pintu dari dalam. Setelah itu Alonso pun memulai pembicaraan mereka.
"Tom, ini mengenai masalahmu dengan Cloe." ucap Alonso.
"Baik tuan, aku akan mendengarkan." jawab Tom.
"Cloe memintaku untuk memberinya kompensasi ganti rugi atas kehamilannya." ucap Alonso.
"Apa?? wanita itu sudah tidak waras." ucap Tom kesal.
"Ya aku memang ambil bagian pada malam selanjutnya, karena menyuruhmu menggantikanku.. bagiku aku bisa memberikannya berapapun asal tak mengganggu hidupku dan istriku." ucap Alonso.
"Tidak perlu tuan, itu adalah tanggungjawabku." ucap Tom.
"Dengarkan dulu suamiku bicara." ucap Ailyn lalu Tom pun diam.
"Tapi masalahnya, Cloe meminta ganti rugi untuk menggu***rkan kandungannya." ucap Alonso.
"Apaa..! berani sekali dia." ucap Tom.
"Ya.. kemarin dia datang ke rumah dan menuntut ganti rugi, karena sudah menipunya." ucap Ailyn.
"Maafkan tindakan bodohku nyonya." ucap Tom.
"Aku tahu, tapi aku sangat kesal mendengarnya ingin menyingkirkan janinnya dengan mudah." ucap Ailyn.
"Maka dari itu, Tom.. kau harus mengambil keputusan karena ini menyangkut keturunanmu.. Bagiku aku bisa memberinya uang, tapi kau juga berhak tahu untuk apa uang yg kuberikan." ucap Alonso.
"Baiklah aku akan memikirkannya." ucap Tom.
"Aku ingin kau mengambil keputusan yg bijak.. bagaimana pun bayi itu tak pernah minta dilahirkan kedunia." ucap Ailyn.
"Baik nyonya." ucap Tom.
"Kalian awasi Cloe.. jangan sampai mengganggu istriku." ucap Alonso.
"Baik tuan." balas keduanya.
Lalu Jery pun mengajak Tom keluar setelah selesai bicara dengan tuannya. Jery pun melihat temannya itu sedang pusing karena masalah ini. Ditambah lagi Cloe pasti menolaknya jika Tom ingin bertanggungjawab.
"Kau baik-baik saja?" tanya Jery.
"Ya.. aku hanya bingung." ucap Tom.
"Tapi apa yg dipikirkan nyonya benar, janin itu anakmu." ucap Jery.
"Apa dayaku Jer.. aku hanya staf biasa dan tak sekaya tuan Alonso." ucap Tom.
"Wanita itu memang hanya memandang harta dan kekayaan pria saja.. pantas tak ada yg mau menikahinya." ucap Jery.
"Aku saja enggan jika dia tidak sedang hamil anakku." ucap Tom.
"Makanya Tom tobat sebelum terlambat.. Berzina itu dosa.. dan sekarang kau sedang menerima akibatnya." ucap Jery ceramah.
"Cih.. memangnya kau sebersih apa.." cibir Tom.
"Pokoknya sesuatu yg buruk akan berakibat buruk juga." ucap Jery lalu meninggalkan temannya di ruangannya sendirian.
Sementara Tom, bukannya dapat solusi malah dapat ceramah dari Jery. Meskipun ucapannya benar, tapi nasi sudah menjadi bubur. Tom sudah terlanjur melakukannya.
Tiba-tiba pintunya terbuka lagi dan Tom mengira itu adalah Jery.
"Sudah cukup ceramahnya.. aku butuh solusi Jer." ucap Tom tanpa melihat.
"Aku bukan Jery." balas Ailyn seketika membuat mata Tom mengarah ke arah pintu.
"Nyo-nya.. maafkan aku." ucap Tom.
__ADS_1
"Aku mengerti masalahmu.. dan aku hanya sedih jika ada wanita yg ingin meng***kan janinnya." ucap Ailyn.
"Yang membuatku pusing adalah wanita itu menolak saat aku ingin bertanggungjawab." ucap Tom.
"Apa kau mencintai wanita itu?" tanya Ailyn.
"Tidak karena karakternya menyebalkan." ucap Tom.
"Ya memang, dia sangat angkuh karena kau tahu kan siapa ayahnya?" balas Ailyn.
"Iya.. mantan pembalap terkenal." ucap Tom.
"Tepat sekali, lalu apa alasanmu bertanggungjawab?" tanya Ailyn.
"Karena janin itu adalah darah dagingku." ucap Tom.
"Kau memang pria sejati, kau tidak mencintai ibunya tapi tetap ingin bertanggungjawab atas bayinya." ucap Ailyn.
"Nyonya apa anda punya solusi? atau ide apapun?" tanya Tom.
"Kalau diluar negeri, punya anak tanpa status pernikahan itu biasa.. tapi kalau disini pasti tidak mungkin, yah walaupun Cloe juga bukan berasal dari sini." ucap Ailyn.
"Lalu apa aku harus memintanya mempertahankannya sampai bayi itu lahir saja? setelahnya aku akan mengurusnya." ucap Tom.
"Itu ide bagus, tapi pasti harganya sangat mahal Tom. Kau tahu sendiri kan wanita itu matre." ucap Ailyn.
"Ya aku tahu persis nyonya, bahkan ia menolakku karena aku miskin." ucap Tom.
"Pemikirannya dangkal sekali, mungkin dia tak kesulitan uang dalam hidupnya." ucap Ailyn.
"Aku akan mencoba cara itu, dan akan mencari uang berapapun agar anakku bisa lahir." ucap Tom.
"Ide bagus, kau harus mencobanya." ucap Ailyn.
"Terimakasih nyonya solusinya." ucap Tom.
Ailyn pun berharap Tom mampu menyelesaikan masalah ini dan mampu menghalangi Cloe untuk menggu****kan kandungannya. Meski uang bukan masalah bagi Alonso tapi tetap saja Tom tak terima calon anaknya disingkirkan begitu saja.
"Aku harus mengajaknya bicara.." gumam Tom dalam hati.
Kemudian Tom pun menghadap Alonso dan menyampaikan rencananya. Alonso pun tak mempermasalahkannya karena itu urusan Tom.
Setelahnya, Tom pun menghubungi Cloe untuk bertemu. Tapi wanita itu sama sekali enggan ditemui. Beberapa kali Tom menghubunginya tapi Cloe sama sekali tak meresponnya.
.
.
Hingga akhirnya Cloe akan datang mengunjungi Alonso, dan dirinya juga akan mengatakan nominal yg harus Alonso berikan padanya. Hari itu, Cloe pun dengan berani mendatangi kantor Alonso lagi. Saat itu Ailyn sedang bersama Alonso di ruangannya.
Cloe pun memaksa masuk seperti biasanya.
"Alonso..!" teriaknya.
"Cih, berisik sekali wanita ini.. kau pikir suamiku tuli.." ucap Ailyn kesal.
"Diam kau..! aku hanya akan bicara pada Alonso." ucap Cloe.
"Silahkan saja." ucap Ailyn.
Ailyn pun memilih untuk keluar ruangan karena setiap melihat Cloe emosinya jadi naik. Dan Ailyn memilih untuk mencari Tom guna menanyakan rencananya. Tom pun berkata kalau Cloe enggan menemuinya.
"Saat ini Cloe ada di ruangan suamiku.. " ucap Ailyn.
"Bagus, aku akan kesana." ucap Tom.
"Tidak, aku yg akan membawanya kemari.. lalu kalian bicaralah." ucap Ailyn.
__ADS_1
"Nyonya itu berbahaya." ucap Tom.
"Sepertinya kau lupa siapa aku dulu." ucap Ailyn.
"Baiklah, tapi hati-hati aku takut dimarahi tuan." ucap Tom.
Kemudian Ailyn pun keluar ruangan dan menunggu di depan pintu Alonso.
.
Di dalam ruangan Alonso nampak, Cloe menuntut uang untuk biaya a***i dirinya di negara lain.
"Aku akan mentransfernya." ucap Alonso.
"Awas kalau kau bohong." ucap Cloe.
Tak berapa lama uang sejumlah 2 milyar pun masuk ke rekening Cloe. Dan wanita itu keluar dari ruangan Alonso. Saat keluar Ailyn pun menghadanganya.
"Minggir." ucap Cloe.
"Ikut denganku." ucap Ailyn.
"Kau mau apa?"
"Ikut saja aku hanya ingin bicara." ucap Ailyn menarik tangan Cloe dan menyeretnya ke ruangan Tom.
Setelah tiba di ruangan tersebut, Tom pun sudah menunggunya.
"Kau..! jadi kalian bersekongkol??" ucap Cloe.
"Dia ayah dari janinmu kan? bicaralah sebelum kau melakukan operasi tersebut, pasti suamiku sudah mentransfer sejumlah uang kan?" balas Ailyn.
"Cih, itu hakku." ucap Cloe.
Ailyn pun pergi meninggalkan kedua orang tersebut bicara.
"Cloe, dengarkan permintaanku." ucap Tom.
"Memangnya kau siapa sampai bisa membuat permintaan padaku.?" tanya Cloe.
"Aku ayah dari bayi itu, aku juga berhak." ucap Tom.
"Tidak, dia ada di tubuhku artinya dia hakku." ucap Cloe.
"Tolong lahirkan bayi itu.. setelahnya aku yg akan mengurusnya." ucap Tom.
"Kau ingin membuat tubuhku jelek dan gendut?? " balas Cloe kesal.
"Bukankah kau memang sengaja ingin hamil? aku menemukan beberapa transaksimu tentang vitamin dan obat penyubur kandungan." ucap Tom.
"Kau.. berani sekali padaku." ucap Cloe.
"Kenapa? bayi itu juga anakku, aku bisa memberimu uang untuk melahirkannya." ucap Tom.
"Benarkah? kau mampu?" cibir Cloe.
"Katakan berapa?" tanya Tom.
"Beri aku 5 milyar.." ucap Cloe.
"Baiklah, tapi jangan gugurkan kandunganmu." ucap Tom.
"Kita lihat saja apa kau mampu memberikan uang tersebut, sedangkan kau hanyalah staf biasa disini." ucap Cloe.
Cloe pun pergi meninggalkan Tom. Dirinya pun menghubungi beberapa klinik di luar negeri yg mampu melakukan ab****i. Dan dirinya juga sudah mengecek soal harga dan tindakan yg akan ia jalani.
Cloe pun tak percaya kalau Tom mampu membayarnya sebanyak itu demi melahirkan bayinya.
__ADS_1
"Dasar.. darimana kau dapat membayarku sebanyak itu?" gumam Cloe dalam hati.