
Jini pun tersenyum melihat lembaran kertas berisi informasi soal saudarinya Jane. Ternyata keponakannya bukanlah anak biologis dari ayahnya Juno. Melainkan anak dari pria lain, yg menjadi teman kencan Jane sebelum menikah.
"Hahaha.. Jane, kau licik juga ya.. bagaimana kalau suamimu tahu ini." gumam Jini tertawa sendiri.
Tingkah Jini pun seperti orang gila yg tertawa sendiri mengetahui aib saudarinya. Dan Jini takkan tinggal diam karena Jane melupakannya begitu saja, bahkan mengabaikan panggilan serta tidak membantunya sama sekali.
Jini pun segera mengirimkan surat tersebut ke kantornya Juno untuk mengacaukan rumah tangga Jane. Dan sambil menunggu kabar kelanjutannya, Jini pun melihat putra Alonso yg tampan tersebut masih pingsan dan ditahan oleh anak buahnya di Indonesia.
"Kalau dilihat-lihat putra mereka memang tampan, mirip Alonsoku." gumam Jini.
.
.
Selang beberapa hari, paket dari Jini pun tiba di kantor Juno. Dan langsung diantarkan ke mejanya. Saat baru datang, Juno pun terkejut menerima paket berupa amplop coklat. Setahunya tak ada berkas yg datang untuknya. Lalu saat melihat alamat pengirimnya, Juno pun semakin bingung karena berasal dari luar negeri.
Juno pun sudah bertanya ke beberapa Ob dan stafnya yg mengantarkan paket tersebut, mereka mengatakan kalau mereka hanya menerima paket itu dari kurir biasanya.
Karena penasaran, Juno pun membuka paket tersebut. Saat terbuka Juno pun terkejut melihat foto-foto istrinya bersama beberapa pria. Bahkan ada foto mereka di atas ranjang. Hal itu membuat Juno emosi dan kesal pada Jane.
Belum cukup dengan itu, ada sebuat catatan medis kalau sebelum mereka menikah Jane pergi ke klinik kecil untuk memeriksakan kandungannya yg baru berusia beberapa minggu.
Lalu Juno pun menghitung kehamilan Jane dari awal pernikahan. Memang putranya lahir terlalu cepat, tapi dokter berkata semuanya normal dan tak ada yg aneh pada putranya.
Juno pun semakin curiga dengan istrinya, ditambah lagi siapa yg mengirim ini jauh-jauh dari luar negeri. Bahkan namanya saja sangat asing ditelinganya. Juno juga sempat berpikir kalau ada yg tak suka pada rumah tangganya atau ingin menjatuhkan Jane istrinya serta mempermalukannya.
"Siapa kita-kira Jasmine?? aku tak punya kenalan bernama Jasmine? apa motifnya melakukan ini semua." gumam Juno dalam hati.
Juno pun tak ingin rumah tangganya hancur begitu saja dengan informasi anonim dari seseorang. Kini dirinya hanya tinggal membuktikan melalui tes DNA putranya.
Saat sedang libur, Juno pun bermain bersama putranya dan mengambil beberapa sampel untuk diuji di rumah sakit tanpa ketahuan siapapun. Juno berharap hasilnya mereka berdua adalah anak dan ayah. Karena Juno sudah menyayangi putranya. Bagaimana jadinya jika putranya ternyata bukan anak kandungnya, pastilah hatinya akan sangat hancur.
Setelah sampelnya ia dapatkan, Juno pun mengirim orang ke rumah sakit untuk membuktikan segalanya. Sementara Jane, saat ini sedang berpesta dengan teman-temannya karena ada salah seorang temannya yg berulang tahun.
Melihat tingkah laku Jane, Juno pun mulai curiga dan tak mempercayainya. Apalagi Jane sama sekali tak peduli pada putranya dan lebih memilih pergi dengan teman-temannya setiap hari. Putranya banyak menghabiskan waktunya dengan pengasuhnya dan pelayan di rumah mereka.
Kadang saat Jane pulang pun, mulutnya bau alkohol yg tak jarang membuat Juno kesal. Kini Juno menunggu Jane dirumahnya.
"Sayang kau menungguku.?" tanya Jane yg baru saja masuk ke kamarnya.
"Ya begitulah, kemana saja kau hari ini?" tanya Juno.
"Aku kan sudah bilang menghadiri pesta temanku.." ucap Jane.
"Haruskah sampai selarut ini?" tanya Juno.
"Ya aku tak enak pada mereka jika pulang duluan." ucap Jane.
__ADS_1
"Lalu kau meninggalkan putra kita tanpa rasa bersalah setiap hari?" tanya Juno kesal.
"Sayang, kan sudah ada pengasuh dan semua kebutuhannya terpenuhi." ucap Jane.
"Astaga.. dia juga butuh sosok ibunya." ucap Juno.
"Baiklah aku akan mengurangi bepergian." ucap Jane.
"Baguslah.. Aku saja bisa meluangkan waktu bermain dengannya padahal aku sibuk bekerja setiap hari." ucap Juno.
"Ck.. apa aku harus bekerja juga?" tanya Jane.
"Untuk apa? kau tidak bekerja saja jarang dirumah." ucap Juno kesal lalu meninggalkan Jane.
Sementara Jane cukup tersinggung dengan ucapan Juno. Dirinya pun juga kerap dibandingkan karena hanya seorang ibu rumah tangga.
.
.
Beberapa minggu pun berlalu dan Juno menunggu-nunggu hasil tes DNA dirinya dan putranya. Orang suruhannya pun telah tiba dan membawakan hasil tes tersebut dari rumah sakit. Lalu dengan gugup Juno pun membukanya agar dirinya tak penasaran seumur hidupnya.
Perlahan mata Juno pun membaca setiap kata demi kata yg tercantum dalam laporan tersebut. Apa yg ia takutkan pun terjadi, dimana putranya bukanlah anak kandungnya. Dan hal itu membuat Juno kesal setengah mati. Padahal dia sudah sangat menyayanginya dan senang putranya itu tumbuh dengan baik.
"Apa yg harus kulakukan pada Jane dan putraku?" gumamnya dalam hati.
Juno pun tak tahan lagi dan menelpon orang rumah untuk menanyakan keberadaan istrinya. Ternyata istrinya sedang berada di rumah dan menuruti ucapannya kemarin.
"Sayang ayo kita bicara.." ucap Juno menarik tangan Jane masuk ke kamarnya.
"Ada apa? apakah sangat mendesak? kau tumben sudah pulang jam segini." ucap Jane.
Juno pun diam, dan terus membawanya ke kamar. Lalu Juno mengeluarkan sebuah amplop dan meminta Jane membukanya.
"Bukalah." ucap Juno.
"Amplop." gumam Jane membukanya.
Jane pun lebih terkejut lagi karena isinya merupakan hasil tes DNA putranya dan suaminya yg hasilnya ternyata mereka berdua bukanlah ayah dan anak.
"Katakan siapa ayahnya?" tanya Juno.
"Tentu saja kau.." ucap Jane.
"Lalu kenapa hasilnya begini.?"
"Mana aku tahu, mungkin sampelnya tertukar." balas Jane.
__ADS_1
"Aku sudah memeriksanya ulang, dan hasilnya tetap sama." ucap Juno.
"Tidak mungkin.. " ucap Jane.
"Dan aku mendapatkan bukti lain." ucap Juno lalu memberikan foto-foto yg dikirimkan oleh sosok anonim dari luar negeri.
Jane pun menutup mulutnya seakan tak percaya apa yg dilihatnya. Saat ini Jane melihat foto-foto kenakalannya sebelum dirinya menikah. Bahkan ada laporan medis soal kehamilannya sebelum menikah.
"Katakan siapa ayahnya?" tanya Juno.
"Aku tak ingat." balas Jane.
"Memangnya ada berapa pria yg tidur denganmu?" tanya Juno.
"Juno kumohon maafkan aku.. James putraku tak bersalah." ucap Jane.
"Dia memang tak bersalah, tapi karena dirimu dirinya berada dalam posisi yg tak ia inginkan." ucap Juno.
"Kumohon maafkan aku, aku akan melakukan apapun." ucap Jane.
"Katakan siapa ayah James?" tanya Juno.
"Aku tak ingat, karena itu hanya cinta satu malam."
"Apaa?? kau benar-benar sudah gila? semurah itu tubuhmu?" balas Juno emosi.
Bagaimana bisa Jane melakukan itu sebelum pernikahan mereka. Dan Juno sudah terlanjur mencintai James dan menganggapnya putranya.
"Juno kumohon maafkan aku." ucap Jane.
"Keluar dari rumahku..!!" usir Juno.
"Tidak, putraku.."
"Aku akan merawatnya.. aku sudah terlanjur mencintainya.. pergi dari rumah ini aku akan memberimu kompensasi setelah kita bercerai." ucap Juno.
"Apa bercerai??" tanya Jane.
"Kenapa?? kau pikir kesalahanmu ringan?" ucap Juno.
"Juno ampuni aku." ucap Jane berlutut tapi suaminya tetap mengusirnya dan mengajukan gugatan cerai.
.
.
Mendengar kegaduhan rumah tangga Jane, Jini pun semakin bahagia.
__ADS_1
"Hahahaaa...rasakan itu Jane.. salah siapa mengabaikanku.. kini tinggal pria tua yg pelit." ucap Jini.
Jini pun menargetkan David sebagai sasarannya berikutnya.