
Setelah Joe berhasil melacak keberadaan Alex, semuanya pun mulai bergerak. Tim pun dibentuk dalam misi penyelamatan Alex. Dan Ailyn tak ingin ada kesalahan apapun hingga meminta semuanya untuk berhati-hati.
"Apapun yg terjadi nanti, kalian tetap waspada.. Alex masih dibawah umur, jangan sampai dia trauma." ucap Ailyn.
"Baik nyonya."
Mereka pun bergerak sesuai rencana dan mengikuti titik koordinat yg sudah ditandai oleh Joe. Dan Joe terus memantau posisi Alex sambil berharap mereka tak tahu soal jam tangan tersebut yg bisa melacak keberadaan bocah tersebut.
Ailyn pun ikut dalam misi penyelamatan tersebut, sementara Alonso masih menyelesaikan kekacauan di kantornya. Mereka mengikuti titik koordinat tersebut menuju ke sebuah tempat yg bisa dibilang bukan tempat tinggal penduduk pada umumnya.
Mereka masuk ke dalam hutan, dan agak kesulitan menjangkaunya. Ailyn pun berpikir kalau penculiknya bukan penculik sembarangan karena mampu bersembunyi di dalam hutan tersebut. Tim pun agak kesulitan dan sempat tersasar. Tapi akhirnya mereka berhasil menemukan jalan yg benar dan mendekat ke lokasi yg ditunjukkan oleh Joe.
Medan yg sulit pun menjadi penyebab mereka terhambat dalam mencari jejak Alex.
.
.
Sementara itu, Alex pun baru tersadar dari tidurnya dan mendapati dirinya berada di tempat yg asing. Serta tangan dan kakinya terikat. Hanya mulutnya yg tak ditutup.
"Ini dimana?" ucap Alex.
"Kau sudah bangun bocah?" tanya salah seorang.
"Ini dimana paman?" tanya Alex takut.
"Ini tempat yg jauh dari rumah, dan kalau kau melawan kau takkan bisa pulang." jawabnya.
"Kenapa aku ada disini?" tanya Alex.
"Kenapa ya?? ya pokoknya kau jangan banyak tanya bocah.. tak mau kan kami pukul." ucapnya.
Alex pun diam dan menurut, apalagi paman-paman itu menyeramkan dimatanya. Dan apa yg ia dengar malam itu ternyata benar kalau dirinya memang akan diculik. Alex pun menangis karena tak bisa pulang dan bertemu mama dan papanya lagi.
"Hei, kenapa menangis.. kau itu laki-laki."
"Kau urus dia jangan sampai berbuat onar."
"Ck.. kenapa harus aku, aku tak bisa menangani anak kecil."
Alex pun terus menangis dan mendengarkan mereka berbicara.
"Hei kau lapar?"
Alex pun hanya menggeleng.
"Lalu kenapa menangis?"
"Aku mau pulang.. huee.." ucap Alex menangis kencang.
__ADS_1
"Berhenti menangis, kita ada di dalam hutan kau bisa mengundang macan, mau dimakan macan?" ancamnya.
"Hutan? macan?" ucap Alex takut.
"Sudah diam dan makan ini.." ucapnya memberikan roti.
"Tapi tanganku diikat." ucap Alex.
"Ck.. menyusahkan saja." ucapnya lalu menyuapi Alex.
Alex pun ketakutan karena kini berada di dalam hutan, bagaimana caranya meminta tolong dan kabur kalau ini ada di hutan. Alex pun terdiam, berharap melihat sesuatu di luar untuk memastikan kalau dirinya ada di hutan.
"Sudah diam dan tidur saja."
Sementara Alex masih diam, rasa takutnya pun terkadang membuatnya menangis. Terlebih tak ada orang yg dikenalnya dan jauh dari rumah. Mau kabur pun Alex ragu karena ini adalah tempat baru.
"Mama Alex takut." gumamnya dalam hati.
Alex pun sengaja makan dan minum agar punya kesempatan buang air. Dan saat buang air mungkin Alex bisa tahu dimana dirinya saat ini.
"Paman aku mau pipis." ucap Alex.
"Apa tak bisa ditahan?" tanya orang itu.
"Aku akan mengompol jika tak cepat." ucap Alex.
Mau tak mau salah seorang mengantarkan Alex menuju ke kamar mandi yg terlihat sederhana tersebut. Dan Alex buang air disana. Alex juga melihat sekeliling yg ada banyak pohon. Mungkin memang benar kalau dirinya ada di hutan saat ini pikirnya.
"Kau mau kemana bocah?"
"A.. ampun.." ucap Alex menangis.
Alex pun dibawa lagi ke dalam dan diikat. Tubuh mungilnya pun mulai merasakan sakit karena diikat. Dan bocah itu menangis karena tak bisa pulang. Ditambah lagi orang-orang yg menculiknya wajahnya seram semua.
"Mama.. papa aku mau pulang.." isaknya.
Jika dirinya berada di kantor Ailyn atau Alonso rasanya mudah untuk kabur karena tak terikat. Tapi kini tangan dan kakinya diikat dan tak bisa kemanapun. Alex hanya berharap Mama dan papanya datang menjemputnya.
Sementara itu, Ailyn dan tim penyelamat pun sudah menemukan lokasi Alex ditahan. Dirinya pun mengintai disana dan memastikan kalau putranya ada di dalam rumah kayu tersebut.
"Kalian berpencar dan hati-hati." perintah Ailyn.
"Baik nyonya." ucap mereka lalu memasang earphone untuk berkomunikasi.
Ailyn pun meminta mereka untuk meminimalisir penggunaan senjata api karena akan mudah ketahuan. Dan jika sudah terdesak barulah menggunakan senjata api.
Tim pun menyebar dan mengintai dari segala arah. Mereka melihat para penjaga pun berjaga di sekitar rumah tersebut.
"Nyonya ada empat orang yg berjaga." ucap salah seorang lewat earphone.
__ADS_1
"Bisakah diatasi?" tanya Ailyn.
"Akan kami coba."
Beberapa pun maju dan memukul para penculik yg berjaga diluar. Lalu mereka menyeret penculik yg pingsan untuk mengikatnya agar tak menghalangi jalan mereka jika sadar.
"Empat orang lumpuh nyonya."
"Bagus.. aku akan melumpuhkan yg ada di depan." ucap Ailyn.
Ailyn pun bergerak dan bersama timnya melumpuhkan penjaga di depan tanpa suara. Lalu mereka mengamankan penjaga yg pingsan. Setelah diyakini penjaga telah dilumpuhkan Ailyn pun masuk ke dalam dan mengamati.
Terlihat penjaga yg sedang bersantai, dan terlihat pula Alex diikat di kursi. Hati seorang ibu pun serasa teriris melihat putranya diikat dan diculik.
Saat penculik itu lengah, Ailyn pun mengeluarkan senjata api dan menembak beberapa orang yg menjaga Alex bersama timnya.
Dorr..Dorr..
"Arrgghhn.. " teriak mereka.
Sementara Ailyn pun berlari menyelamatkan Alex. Ailyn pun sedih melihat putranya terikat. Ailyn langsung membuka ikatannya dan penutup mulutnya.
"Mama.." ucap Alex menangis.
"Ssttt.. ayo kita pulang." ucap Ailyn dengan dilindungi oleh anak buahnya.
Misi mereka pun berhasil, dan Alex berhasil mereka selamatkan. Para penculik pun ditahan dan dilaporkan pada pihak berwajib. Ailyn pun langsung membawa Alex berada di dekatnya. Nampak Alex sangat trauma akan kejadian ini.
Alonso pun lega anaknya sudah diselamatkan dan langsung menuju markas BlackShadow untuk bertemu putranya. Jery dan Tom pun sudah melakukan tugasnya, walau posisi perusahaan masih kacau.
"Pergilah tuan, kami akan mengatasi ini." ucap Jery.
"Baiklah, kalian harus berhati-hati." ucap Alonso.
Alonso pun langsung melaju dengan mobilnya menuju ke markas. Dirinya ingin melihat putranya yg diculik hari ini dan memastikan kalau putranya baik-baik saja sesuai pesan istrinya.
Alonso pun tiba di markas dan langsung menuju ke ruangan Alex. Dirinya pun berlari melihat putranya berada dalam pengkuan Ailyn.
"Alex.." panggil Alonso.
"Papa.. " ucap Alex.
Alonso pun mendekat dan memeluknya. Seharian pikirannya pun tak tenang karena putranya menghilang entah kemana, kini dirinya sudah mulai lega dengan ditemukannya Alex dan para pelaku sudah ditahan.
Ailyn pun menjelaskan situasi Alex saat ini yg agak trauma karena penculikan. Bocah yg biasanya ceria itupun jadi pendiam dan kurang aktif. Ailyn pun selalu menemaninya dan mengawasinya sampai kondisinya membaik.
"Syukurlah Alex baik-baik saja." ucap Alonso.
"Mereka sudah ditahan, Al kau urus mereka ya.. aku menemani Alex disini." ucap Ailyn.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan memberi mereka hukuman yg setimpal." ucap Alonso.