Takdir Ailyna

Takdir Ailyna
EP.62 Serangan Anita


__ADS_3

Meski Ailyn telah pulih, tapi hati Alonso tetap merasa khawatir. Mengingat artinya Ailyn harus kembali bertugas dan semuanya tak bisa ia prediksi. Tapi meski demikian, pria itu tetap teguh dan percaya pada cintanya. Dan untuk pertama kalinya Alonso berusaha percaya pada cintanya dan bertaruh pada semua keberuntungannya.


Alonso sudah banyak melakukan pendekatan pada Ailyn, dan berharap hati wanitanya bisa luluh dan terbuka untuknya. Alonso pun sering mengajak Ailyn pergi berdua saat ada kesempatan dan memanjakan istrinya itu. Dan Ailyn mulai bisa menilai sikap Alonso padanya.


Menurut data-data yg ia peroleh selama ini, Alonso tak pernah sehangat ini pada wanitanya. Bahkan cenderung acuh jika sudah tak suka. Bukan hanya itu, Alonso bisa bersikap kejam pada siapa saja termasuk mantan kekasihnya.


Tapi semua berbeda dengan apa yg Ailyn alami saat ini. Kini pria kejam dan dingin itu berubah 180°. Bukan hanya itu pria itu bahkan rela menunggu Ailyn pulang bekerja sampai larut malam, padahal dulu Alonso sering memutuskan kekasihnya hanya karena terlalu lama menunggunya berdandan.


Semua pun kini berkebalikan dari data yg diperoleh oleh Ailyn. Dan dari sorot matanya nampak jelas Alonso mencintainya. Ailyn pun mulai berharap kalau perasaan Alonso tulus dan takkan pernah berubah. Perlahan cinta itu pun muncul di hati Ailyn.


Tanpa disadari, Ailyn mulai memahami kebiasan Alonso dan memaklumi segala tingkahnya. Bahkan Ailyn melupakan semua kekejaman Alonso padanya di masa lalu. Kini tak ada lagi tugas bagi Ailyn yg ada Alonso selalu memanjakannya. Entah dengan makan bersama atau berbelanja, Alonso mencoba segalanya untuk meluluhkan hati Ailyn.


Hari demi hari pun berlalu dan Ailyn akan mengikuti misi selanjutnya sesuai jadwalnya. Dirinya juga sudah merancang berbagai strategi dengan rekannya. Alonso juga sudah ia beritahu dan pria iru tetap mengijinkannya walau sesungguhnya sangat berat hatinya melepaskan istrinya kembali bertugas.


Alonso hanya meminta Ailyn untuk makan malam dengannya sebelum pergi. Tentu saja Ailyn akan memenuhi keinginan Alonso. Keduanya pun sudah rapi dan bersiap untuk ke sebuah resto yg sudah Alonso sewa untuk mereka berdua.


Mereka pun tiba di tempat dan disambut oleh para pelayan resto tersebut. Lalu diantarkan ke tempat yg sudah direservasi. Tempat dengan pemandangan sangat indah pun menjadi tempat pilihan Alonso. Dan hal itu membuat Ailyn kagum pada suasananya yg indah.


"Seleramu memang selalu luar biasa." ucap Ailyn.


"Aku senang jika kau suka.." ucap Alonso tersenyum.


"Ya.. tempat seindah ini mana mungkin ada yg tak menyukainya."


"Baiklah.. ayo kita pesan makanannya. "


Mereka pun memesan makanan dan menikmati makan malam romantis itu. Suara alunan musik klasik pun menambah suasana romantis tempat tersebut.


"Terimakasih Al untuk malam ini." ucap Ailyn.


"Tentu saja, membuatmu bahagia adalah tujuan hidupku saat ini." ucap Alonso.


"Akhirnya tujuan hidupmu bukan hanya untuk bekerja." balas Ailyn tersenyum.


"Ai seharusnya kau senang.. bukan malah mengejekku." ucap Alonso.


"Iya aku sangat senang mendengarnya." ucap Ailyn.


"Benarkah? lalu apakah perasaanmu sudah berubah?" tanya Alonso penasaran.


"Ya.. semuanya perlahan berubah." ucap Ailyn tersenyum.


"Jadi apa arti diriku bagimu?" tanya Alonso.


"Kau sudah jadi orang yg sangat berarti bagiku." ucap Ailyn.


"Dan aku punya hadiah kecil untukmu.. Bukan sesuatu yg mahal, tapi kau bisa menyimpannya." ucap Ailyn lalu mengeluarkan sekotak kecil hadiah.


"Apa ini?" tanya Alonso senang menerima hadiahnya.

__ADS_1


"Bukalah.. dan katakan dengan jujur bagaimana perasaanmu setelah melihatnya." ucap Ailyn.


Alonso pun membuka hadiah tersebut dan melihat ada sebuah pena dengan namanya di sisi pena tersebut.


"Ini sangat berguna untukku." ucap Alonso.


"Benarkah? "


"Ya.. aku akan menyimpannya sampai kapanpun." ucap Alonso.


"Syukurlah.." ucap Ailyn.


Mereka pun melewati malam dengan bahagia karena keduanya sudah menyadari perasaannya masing-masing. Dan Ailyn sudah percaya pada Alonso sepenuhnya, hingga dirinya akan bertahan dalam misi sesulit apapun itu.


.


.


Pagi harinya mereka pun terbangun di sebuah hotel yg sudah dipesan Alonso tadi malam. Dan jangan tanyakan bagaimana penampilan mereka karena keduanya saat ini tengah berantakan. Akhirnya mereka sudah melakukan hal yg seharusnya sejak lama mereka lakukan sebagai pasutri.


"Ukh.. " ucap Ailyn.


"Kau sudah bagun?"


"Kau menghabiskan banyak tenagaku.. jahat sekali." ucap Ailyn.


"Rasanya aku seperti habis menjalankan misi 1 malam bergelut dengan para penjahat." ucap Ailyn.


"Benarkah? aku memang sekuat itu." ucap Alonso.


"Kau tidak bekerja?" tanya Ailyn.


"Ada Jery yg bisa kuandalkan." ucap Alonso.


"Nanti malam aku akan pergi, jadi kau jangan terlalu khawatir." ucap Ailyn.


"Aku tidak khawatir." balas Alonso berbohong.


"Itu bagus.. lebih baik kita pulang karena kau harus bekerja." ucap Ailyn.


"Tak bisakah kita sedikit lebih lama lagi sebelum kau pergi." ucap Alonso.


"Nampaknya Jery takkan mengijinkannya." ucap Ailyn melihat ponsel Alonso berdering dengan nama Jery.


"Sh**.! Jery memang menyebalkan." umpat Alonso lalu mengangkat panggilannya.


Akhirnya Alonso pun harus bergegas kembali ke kantornya dan Ailyn dipaksa ikut ke kantornya juga. Alonso berjanji kalau siang ini, dirinya akan mengantarkan Ailyn pulang setelah makan siang.


.

__ADS_1


.


Sepanjang jalan menuju ke kantor Alonso, Ailyn pun mulai curiga pada mobil dibelakang mereka yg mengikuti mobil Alonso. Ailyn pun terus memasang matanya baik-baik untuk waspada pada orang-orang yg sepertinya punya niatan buruk tersebut.


"Al.. sepertinya kita diikuti." ucap Ailyn.


"Jadi mereka ya.." ucap Alonso melihat ke arah spion.


"Benar, hati-hati." ucap Ailyn.


"Aku akan menghubungi bantuan." ucap Alonso.


"Itu lebih baik." ucap Ailyn.


Belum juga tiba bantuan dari Alonso tapi mereka dengan sengaja menabrak mobil Alonso dari samping hingga mau tak mau Alonso keluar jalur.


Brakk..


"Aaakkh.." teriak Ailyn dan Alonso.


Dan mobil mereka pun menabrak pohon, tapi untungnya keduanya selamat. Lalu mobil yg mengikuti mereka menghilang.


"Akh.. mereka kabur." ucap Ailyn.


"Ai.. kau tak apa?" tanya Alonso.


"Aku tak apa, tapi kau sendiri lihat keningmu berdarah." ucap Ailyn.


Ailyn pun langsung menyetop taksi yg kebetulan lewat untuk mengantarkan mereka ke rumah sakit. Sementara Alonso sudah meminta orangnya untuk mengurus mobilnya.


Mereka pun ke rumah sakit untuk mengobati Alonso, dan Ailyn kesal pada penyerang mereka pagi ini. Dirinya yakin ini adalah sebuah ancaman. Setelah mengurus Alonso, Ailyn pun menyelidikinya. Dirinya sudah melaporkan hal ini dan mengecek cctv jalanan.


Ailyn pun mengikuti jejak orang-orang itu bersama teman-temannya dan orang suruhan Alonso. Dan dalam waktu singkat mereka pun ditemukan. Ailyn juga menemukan mobil yg mereka gunakan untuk aksinya kali ini.


Akhirnya pelaku pun diamankan dan Ailyn tahu mereka pasti akan bungkam lagi. Maka dari itu Ailyn menyita semua ponsel mereka dan menemukan satu nomor mencurigakan yg mengirimkan uang pada mereka.


Sayangnya waktu Ailyn tak banyak, dirinya menyerahkan hal itu pada Alonso untuk diselidiki. Dan Ailyn hanya menitipkan pesan itu pada Jery tepat sebelum Ailyn berangkat. Saat itu Alonso tengah rapat dan hanya Jery yg bisa ia temui.


"Jery, aku percaya padamu.. jadi tolong sampaikan ini pada suamiku." ucap Ailyn.


"Nyonya tunggulah sebentar tuan akan segera selesai."


"Tidak, aku tak punya banyak waktu untuk menunggu." ucap Ailyn lalu pergi.


Dan mau tak mau Ailyn harus pergi sebelum menuntaskan kasus tersebut. Dirinya harus datang tepat waktu dan membahas beberapa strategi dan kondisi sebelum berangkat.


Sementara Alonso, dirinya harus kembali ditinggalkan oleh istrinya. Dan hanya berharap Ailyn bisa cepat kembali. Lalu Alonso menerima pesan dan beberapa barang dari Ailyn yg dititipkan pada Jery.


Setelah dibaca, Alonso pun paham maksud istrinya. Dirinya meminta orang-orangnya untuk mengusurmt tuntas siapa pelaku yg sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2