
Saat Alonso membaca surat tersebut, Ailyn pun baru saja keluar dari kamar mandi. Dirinya melihat Alonso membaca surat pengunduran dirinya dan tersenyum senang. Ailyn sempat berpikir kalau Alonso sudah membaca keseluruhan isinya dan tahu soal kehamilan Ailyn yg ia rahasiakan.
"Al.. kenapa kau membacanya tanpa ijin dariku?" tanya Ailyn.
"Anu.. maaf Ai.. aku hanya penasaran.." ucap Alonso tersenyum kaku.
"Sekarang kau sudah tak penasaran lagi kan?" tanya Ailyn.
"Iya.. tapi apa alasanmu mengundurkan diri?" tanya Alonso yg berarti pria itu tak membaca keseluruhan isinya.
"Karena aku bersembunyi tanpa kabar." ucap Ailyn.
"Hanya itu?" tanya Alonso.
"Ya begitulah." balas Ailyn.
"Tapi aku senang kau berhenti.." ucap Alonso.
"Ya.. " balas Ailyn santai.
"Itu artinya kau takkan pergi jauh lagi dan aku akan selalu tahu dimana keberadaanmu." ucap Alonso.
"Kurang lebih begitu juga denganmu.. aku akan tahu jika kau bertemu Cloe di tempat terpencil sekalipun. " ucap Ailyn serius.
"Ya.. aku takkan merahasiakannya, tapi aku memang harus mewaspadainya." ucap Alonso.
"Itu bagus, kalau kau berbohong kau akan mati di tanganku." ancam Ailyn.
"Ai.. kenapa kau sangat sensitif sekali sejak kembali?" tanya Alonso.
"Karena kau menyebalkan.." ucap Ailyn.
"Ada yg aneh padamu, kau lebih pemarah dan galak dari biasanya, bahkan Jery jadi lebih takut padamu dari pada aku bosnya." ucap Alonso.
"Mungkin karena banyaknya insiden buruk yg menimpaku, ditambah hadirnya wanita itu." ucap Ailyn.
"Baiklah aku akan berhati-hati." ucap Alonso.
"Keluarlah kalau sudah selesai, kau belum mandi kan?" tanya Ailyn.
"B-baiklah." ucap Alonso.
Kini Ailyn bahkan sangat sensitif pada hal-hal kecil. Sampai jika dirinya membahas Cloe maka emosinya akan naik. Alonso pun semakin takut kalau Ailyn meninggalkannya. Mungkin niatan awal Alonso baik, tapi Alonso juga tak tahu kalau Ailyn masih hidup.
Dan Cloe adalah batu pijakannya untuk membongkar semua kejahatan Anita.
"Kenapa Ailyn jadi sangat sensitif begini." gumam Alonso dalam hati.
Setelah mandi, Alonso pun meminya pelayan untuk menyiapkan makanan. Mereka pun berkata kalau nyonya mereka sudah makan tadi. Dan Alonso pun akhirnya makan sendirian di meja makannya.
Sementara Ailyn, dirinya sedang menonton acara makan-makan di y***e. Dirinya melihat orang begitu lahapnya menikmati makanan dengan porsi besar. Hal itu membuatnya kembali lapar, tapi tak ingin makan masakan pelayannya. Melainkan Ailyn memesan banyak makanan secara online.
Lapar mata, itulah yg dialami Ailyn saat ini. Ditambah lagi hormon di tubuhnya yg membuatnya begini. Lalu kondisi kehamilannya yg membuatnya lebih cepat lapar dan makan dalam porsi lebih banyak dari biasanya.
Sementara itu Alonso pun sudah menghabiskan makan malamnya. Lalu tiba-tiba penjaga gerbang datang dengan membawakan banyak makanan yg baru saja tiba oleh ojek online.
"Tuan, ada beberapa kurir makanan mengantarkan ini.. atas nama nyonya." ucapnya.
"Apa?? Ailyn memesan ini semua?" tanya Alonso terkejut melihat banyaknya pesanana makanan istrinya.
__ADS_1
"Benar tuan." ucap penjaga itu.
"Benar.. itu semua pesananku.. Terimakasih pak." ucap Ailyn dari lantai atas.
"Iya nyonya, saya permisi." ucapnya lalu pergi.
Ailyn pun menuruni anak tangga dengan riang. Dan melihat semua pesanannya. Sementara Alonso merasa heran oleh tingkah istrinya. Bahkan makanan yg ia pesan ada bermacam-macam, apakah istrinya itu sanggup menghabiskannya?
"Ai.. kau menginginkan ini semua?"
"Benar.." ucap Ailyn bahagia.
"Kau yakin sanggup menghabiskannya?" tanya Alonso lagi.
"Tentu saja, konten kreator saja sanggup." ucap Ailyn dengan entengnya.
"Ai.. bukankah kata pelayan kau sudah makan malam.?" tanya Alonso sangking herannya.
"Kenapa? kau takut aku gendut?? kau takut jelek.. lalu akan pergi pada wanita bernama Cloe itu?" balas Ailyn marah.
"Bu-bukan begitu, bukannya kau mengajarkanku untuk tidak mubazir terhadap makanan?"
"Itu benar, tapi aku akan memakan semuanya.. aku mau semuanya.. kenapa kau tidak suka?" tanya Ailyn emosi.
"Ti-tidak.. silahkan dinikmati." ucap Alonso mengalah sebelum Ailyn semakin emosi.
"Harusnya kau bilang begitu dari tadi." ucap Ailyn.
Ailyn pun membuka semua makanan pesanannya, dan sempat menawari Alonso. Tapi suaminya itu sudah kenyang dan hanya ingin melihat apakah istrinya itu sanggup menghabiskan semuanya.
Ailyn pun memakan semua makanan itu satu persatu dengan raut wajah bahagia. Hingga Alonso pun heran melihatnya. Apakah ini istrinya?? kenapa begitu bahagia hanya karena sebuah makanan?? Pikiran Alonso pun semakin tak menemukan alasan kenapa istrinya berubah jadi begini.
Alonso pun semakin dibuat terkejut lagi karena Ailyn mampu menghabiskan semuanya. Bahkan pria dingin itu sampai mengecek semua boks makanan itu untuk memastikan kalau isinya sudah kosong.
"Ai.. kau tidak seperti biasanya." ucap Alonso.
"Ya.. aku kadang ingin makan banyak.. tapi kadang juga bisa tak memakan apapun saat moodku buruk." ucap Ailyn.
"Apa kau sakit? atau ada sesuatu?" tanya Alonso.
"Tak ada.." ucap Ailyn membereskan meja dibantu oleh pelayan.
Lalu Alonso mengajak istrinya itu jalan-jalan di taman. Dan Ailyn sangat menyukai taman milik Alonso tersebut.
"Kau masih menyukai taman ini?" tanya Alonso.
"Tentu saja, disini aku mendapatkan ketenangan." ucap Ailyn.
"Baguslah.. katakan jika kau ingin menambahkan sesuatu pada taman ini.. kau bebas mengurusnya." ucap Alonso.
"Benarkah?" tanya Ailyn.
"Iya.. ini benar." ucap Alonso.
Ailyn pun senang karena memang suka melihat taman dan bunga yg bermekaran.
"Al.. besok ikut aku." ucap Ailyn.
"Kemana?" tanya Alonso.
__ADS_1
"Sudah ikut saja. Dan kau dilarang menolak jadi sempatkanlah waktumu." ucap Ailyn.
"Baiklah.. aku akan menghubungi Jery untuk hal itu." ucap Alonso.
.
.
Keesokannya, Alonso pun sudah bersiap dan menunggu istrinya. Lalu tak lama Ailyn pun keluar dan mendekati Alonso.
"Kau pakai mobil yg digunakan pengawal saja." ucap Ailyn.
"Kenapa?" tanya Alonso bingung.
"Sudah ikuti saja." ucap Ailyn.
"Baiklah." balas Alonso menurut saja daripada dimarahi.
"Dan aku yg akan mengemudi." ucap Ailyn.
Alonso pun lagi-lagi mengalah demi menjaga agar Ailyn tak memarahinya. Ailyn pun mengemudikan mobilnya ke suatu tempat yg tak lain adalah markas BlackShadow. Dan Alonso tidak terkejut karena itu adalah milik John, kakeknya.
Ailyn pun menunjukka kartu aksesnya hingga bisa masuk kesana dengan mudah. Setelah itu, mereka turun dari mobil, dan Alonso masih tak mengerti tujuan istrinya.
"Ai.. kita mau apa kemari?" tanya Alonso.
"Ada yg ingin kutunjukkan padamu." ucap Ailyn.
Alonso pun mengikutinya masuk ke dalam gedung tersebut. Dan mereka menuju ke pusat medis mereka. Alonsi semakin tak mengerti, dan Ailyn nampaknya akan berkonsultasi dengan seorang dokter.
"Ai.. apa kau sakit? tapi kenapa kemari.?" tanya Alonsi bingung.
"Ada sesuatu yg harus kau ketahui.." ucap Ailyn.
Alonso pun semakin takut kalau istrinya itu menderita penyakit serius. Tapi pria itu harus memastikannya langsung.
"Nona Ailyn.. kali ini kau datang bersama suamimu." ucap dr.Viola.
"Benar.. " ucap Ailyn.
"Baiklah mari kita periksa keadaannya." ucap dokter tersebut tersenyum.
Alonso pun semakin bingung, pemeriksaan macam apa yg dilakukan oleh istrinya.
"Dokter istriku sakit apa? seberapa parah kondisinya?" tanya Alonso mulai panik.
"Apa nona Ailyn belum memberitahukannya?" tanya dokter tersebut.
"Al.. lihat dan dengarkan." tunjuk Ailyn menunjuk pada layar di monitor.
"Silahkan dok.. dijelaskan." ucap Ailyn pada dr.Viola.
Viola pun menjelaskan kondisi Ailyn saat ini yg tengah mengandung anak Alonso. Pria dingin itupun seketika membeku. Dan untuk pertama kalinya dirinya mendengar denyut jantung calon anaknya. Alonso pun sampai menangis, mengetahui fakta ini. Ternyata John telah membohonginya tapi disisi lain Alonso pun bersyukur janin tersebut masih ada di rahim istrinya.
"Syukurlah." ucap Alonso menghapus air matanya.
"Kau menangis?" tanya Ailyn.
"Iya.. tangis kebahagiaan." balas Alonso.
__ADS_1