
Sejak itulah, Alonso terus menerus di rumah sakit menjaga Ailyn. Ternyata ucapannya untuk menjaga istrinya itu benar-benar diwujudkan dan bukan hanya sekedar ucapan belaka di hadapan rekan-rekan Ailyn. Bahkan bisa dibilang Alonso standby 24 jam di rumah sakit.
Mulai dari makan, tidur, sampai pekerjaan pun ia kerjakan dari rumah sakit. Jika bukan namanya cinta lalu kenapa dirinya ngotot ingin menjaga Ailyn??
"Al.. kau tak pulang?" tanya Ailyn.
"Tidak, aku akan menjagamu." ucap Alonso.
"Lalu pekerjaanmu yg begitu kau cintai itu?" tanya Ailyn.
"Bisa kukerjakan dari sini.. dan Jery siap berlari kemari kapan pun." ucap Alonso.
"Astaga.." ucap Ailyn menepuk jidatnya.
"Apa aku pulang ke rumah saja ya.." gumam Ailyn.
"Kau belum boleh pulang." ucap Alonso.
"Ya..ya.." ucap Ailyn memilih untuk menonton televisi.
Alonso pun bekerja dari rumah sakit, dan sembari merawat istrinya. Jika orang lain yg melihat mereka pasti akan iri pada Ailyn, karena memiliki suami yg sangat mencintainya serta perhatian padanya. Padahal pria itu sendiri tak sadar sudah mencintai istrinya.
Ailyn pun semakin bingung dengan tingkah suaminya. Tidak cinta, tapi bisa seperhatian ini? bahkan rela meninggalkan kantor dan membawa semua pekerjaannya di rumah sakit demi menjaga Ailyn.
"Al.. aku ingin memastikan sesuatu.." ucap Ailyn.
"Iya, memastikan apa?" tanya Alonso menghentikan pekerjaannya.
"Kenapa kau standby 24 jam menjagaku?" tanya Ailyn.
"Karena kau istriku.. bukankah itu wajar?" balas Alonso.
"Kau yakin hanya itu? bukan karena kau mencintaiku?" tanya Ailyn.
"Kau ingin aku mencintaimu?" tanya Alonso mendekati Ailyn.
"Aku hanya bertanya dan memastikan." ucap Ailyn.
"Benarkah?" tanya Alonso lalu duduk di tepi ranjang semakin mendekati Ailyn.
"Al.. kau mau apa aku hanya tanya.." balas Ailyn.
"Aku juga mau memastikan.." ucap Alonso menyentuh wajah Ailyn lalu memegang bibirnya.
"Ck.. ini rumah sakit jangan aneh-aneh.." protes Ailyn menahan tangan Alonso.
Disaat yg sama ada ketukan pintu, dan membuat Alonso menatap pada pintu. Lalu muncullah wajah Zion dan Leon. Kedua jomblo itupun merasa bersalah karena sudah mengganggu Ailyn dan Alonso. Pikiran mereka pun bertraveling saat melihat tangan Alonso memegang bibir Ailyn.
"Kalian.." ucap Ailyn.
"Ada apa?" tanya Alonso santai.
"Kami hanya mau berpamitan, karena Zion sudah diperbolehkan pulang.. tapi nampaknya waktunya kurang tepat.. maafkan kami." ucap Leon.
"Senior.. kalau bisa cutilah selama satu tahun dan berikan kami keponakam yg lucu.." ucap Zion lalu mulutnya dibekap oleh Leon.
"Maaf tuan, anak ini memang suka bicara tidak sopan.. " ucap Leon.
"Iya.. semoga cepat sembuh.." ucap Alonso.
__ADS_1
"Ayo anak nakal jangan ganggu orang dewasa." ucap Leon menarik Zion menjauhi kamar Ailyn.
"Kapt.. aku kan hanya ingin yg terbaik untuk senior." ucap Zion.
"Zion, itu namanya tetap tidak sopan.. perempuan yg sudah menikah itu sensitif soal itu dan mereka bisa tertekan kalau membahas soal anak." ucap Leon.
"Benarkah?" tanya Zion merasa bersalah.
"Sudah biarlah jangan ikut campur rumah tangga Ailyn.. mereka yg paling tahu hubungan mereka." ucap Leon.
Sementara itu, Ailyn pun lega mereka tak melihat adegan yg tidak-tidak mengingat ini rumah sakit. Dan Alonso masih tak melepaskan tangannya.
"Al.. kau ini santai sekali." ucap Ailyn.
"Kita kan suami istri, mereka yg harusnya malu." ucap Alonso.
"Tapi lepaskan tanganmu ini." ucap Ailyn menarik tangan Alonso.
"Akh.. Ai.. tenagamu kuat sekali." ucap Alonso.
"Yap.. kuharap kau berhati-hati jika sudah tahu." ucap Ailyn tersenyum.
"Benarkah?" tanya Alonso justru menyergap tubuh Ailyn dan menahan kedua tangannya.
"Al.. mau apalagi?" tanya Ailyn.
"Mau memastikan cintaku.. tidak boleh?" tanya Alonso langsung mencium bibir Ailyn.
Namun, lagi-lagi pintu terbuka dan Alonso berpikir itu ulah rekan Ailyn.
"Ada apa lagi kalian?" tanya Alonso lalu saat menoleh dirinya pun terkejut dengan kedatangan pria tua tersebut.
"Haa.. anak muda memang terlalu bersemangat.. ingat Alonso ini rumah sakit." ucap John.
"Maaf kek.. kakek tahu kan istriku jarang ada dirumah." balas Alonso.
"Baiklah.. tapi lakukan itu dirumah." ucap John.
"Ada apa kek?" tanya Ailyn.
"Aku hanya ingin mengunjungimu.. katanya kau masih dirawat." ucap John.
"Iya.. Terimakasih kek atas ruangan yg nyaman ini." ucap Ailyn.
"Iya.. tentu saja, saat suamimu tak ada itu akan menjadi tanggungjawabku." ucap John.
"Terimakasih kek, jujur aku tak tahu kondisi istriku kemarin." ucap Alonso.
"Ya.. aku mengerti kesibukanmu." ucap John.
John pun berbincang-bincang dengan Ailyn dan Alonso. Dirinya menanyakan kabar Ailyn dan lukanya. Ailyn pun berkata jujur, kalau memang butuh waktu untuk sembuh. Dan John sedih melihat kondisi cucunya tersebut.
"Apa ayahmu sudah kemari?" tanya John.
"Belum. Ada atau tidak ada juga tak ada bedanya kek." ucap Ailyn.
"Serumit itu hubungan kalian." ucap John menghela nafas.
"Kakek pasti tahu kan apa penyebabnya." balas Ailyn.
__ADS_1
"Anita kan?" tanya John.
"Benar.. walaupun tampak berubah tapi tetap saja kek, ayah akan menjaga jarak denganku." ucap Ailyn.
"Baiklah, aku mengerti. Ailyn katakan saja jika kau butuh bantuanku." ucap John.
"Tentu kek." ucap Ailyn.
Mereka pun berbincang-bincang santai. Dan Alonso berusaha akrab dengan pria tua itu agar tak dicurigai apapun. Dan John sungguh menyayangkan sikap David pada Ailyn. Anaknya sudah berhari-hari di rumah sakit tapi satu detikpun dirinya tak muncul di hadapan putrinya.
John pun menitipkan Ailyn pada Alonso dan menaruh harapan besar pada Alonso. John pun menitipkan pesan saat Alonso mengantarnya keluar.
"Alonso.. kau tahu kan penderitaan Ailyn selama ini?" tanya John.
"Benar kek." balas Alonso.
"Jangan pernah sakiti dia. Hanya itu permintaanku." ucap John.
"Baik kek.. aku mengerti." balas Alonso.
"Jika kau menyakitinya, aku akan mengambilnya darimu dan takkan mempertemukannya denganmu.. Ingat itu." ucap John.
"Baik kek." ucap Alonso.
"Sampai jumpa." ucap John dan Alonso pun menundukkan kepalanya.
Alonso pun memahami ucapan John, karena Ailyn memang mendapatkan perlakuan tak mengenakan dari Anita dan David. Belum lagi saudari tirinya yg memuakkan. Alonso bahkan tak punya pemikiran untuk menyakiti dan meninggalkan Ailyn.
Lalu dirinya mulai berpikir dan menyadari satu hal, kalau Ailyn berharga di hidupnya. Apa yg akan terjadi jika kakek tua itu kesal padanya dan merebut Ailyn dari sisinya?? bahkan kakek tua itu mengancamnya untuk takkan memepertemukannya dengan Ailyn lagi.
Alonso pun pergi ke taman dan memikirkan apa perasaannya pada istrinya, cinta? ambisi? atau hanya keinginan memiliki? Lalu dirinya mulai berpikir apa itu cinta.
"Cinta ya?? apa itu cinta? bagaimana rasanya?" gumam Alonso dalam hati.
Alonso pun terus memikirkan Ailyn yg bahkan tak ingin tersentuh karena keduanya tak memiliki cinta. Dan semakin berusaha memahami bagaimana cinta itu.
Tiba-tiba di taman itu, Alonso pun melihat anak laki-laki menangis. Kemudian dirinya bertanya kenapa dan siapa yg membuatnya menangis.
"Hei.. nak ada apa?" tanya Alonso tapi anak itu tetap menangis.
"Berhentilah menangis, kau itu pria sejati kan? siapa yg menyakitimu" tanya Alonso.
"Aku kecewa paman." ucapnya sambil terisak.
"Kecewa seperti apa sampai menagis begini?? jangan bersikap memalukan sebagai laki-laki." ucap Alonso.
"Paman, hari ini aku menyatakan cintaku dan ditolak.. itu rasanya sakit paman. Paman tidak mengerti." ucap anak itu lagi.
Alonso pun tersenyum dengan tingkah bocah tersebut.
"Apakah sangat menyakitkan?" tanya Alonso dan bocah itu mengangguk.
"Lalu menurutmu cinta itu apa?" tanya Alonso.
"Perasaan bahagia saat kita bersama seseorang yg kita sukai." ucap anak itu lagi.
"Benarkah? hanya itu?" tanya Alonso.
"Paman kan sudah dewasa masa tidak tahu.. jangan-jangan paman itu jomblo dari lahir ya.." ucap bocah itu pergi meninggalkan Alonso.
__ADS_1
"Apa?? aku jomblo dari lahir??" gumam Alonso sedikit kesal.