
Di rumah David yg besar mereka pun tengah berbahagia atas pertunangan Jane. Dan tentu saja Anita sangat bangga karena Jane akan menikah dengan pria kaya yg merupakan pewaris perusahaan besar.
"Sayang, selamat.. pokoknya kau sebelum menikah tidak boleh macam-macam dan berpergian jauh." ucap Anita.
"Baik mom." ucap Jane.
"Selamat Jane, dad harap kau bahagia dengan pilihanmu." ucap David.
"Tentu dad." ucap Jane.
Kemudian Jane pun masuk ke dalam kamarnya, dirinya sangat penasaran pada hadiah yg diberikan Ailyn untuknya. Jane pun langsung membuka hadiah tersebut pertama kalinya karena sangat penasaran. Dirinya berpikir Ailyn dan suaminya yg kaya mungkin akan memberinya perhiasan atau semacamnya.
Tapi saat hadiah itu dibuka ternyata isinya adalah sebuah kamera kecil dan sepucuk surat. Di dalam sepucuk surat tersebut tertulis kalau Ailyn tak suka hadiah pemberian Jane jadi ia mengambalikannya. Jane pun kesal setengah mati, bagaimana Ailyn bisa tahu benda kecil tersebut?? Dan bodohnya kenapa dirinya tak mengeceknya terlebih dahulu.
Brakkk..
"Ailyn kurang ajar.. ! dasar anak haram tak tahu diri..!" umpat Jane dalam kamarnya.
Ya, Ailyn berhasil mengubah mood Jane dari bahagia jadi marah besar. Bahkan wanita itu terlihat sangat mengerikan saat keluar dari kamarnya, hingga pelayan tak berani mengajaknya bicara.
Jane pun menemui momnya untuk bicara empat mata. Dirinya ingin membalas perbuatan Ailyn padanya.
"Apa ketahuan??" tanya Anita.
"Dia bahkan mengembalikan barang ini." ucap Jane menunjukkan kamera kecil tersebut.
"Kurasa kita tak boleh meremehkan kemampuannya, kemarin orang suruhan mom bilang kalau dia sudah terkunci di toilet, tapi tiba-tiba bisa keluar dengan mudah dan duduk di samping suaminya." ucap Anita.
"Cih, mungkin rumor mengenai Ailyn benar mom.." ucap Jane.
"Rumor apa Jane?" tanya Anita penasaran.
"Ailyn berprestasi di pekerjaannya saat ini bahkan dipuji-puji oleh atasannya." ucap Jane.
"Benarkah?? kau tahu darimana?" tanya Anita.
"Aku pernah ikut makan malam dengan orang tua Juno, dan keluarga mereka membahas Ailyn serta membanggakannya." ucap Jane.
"Ternyata dia lebih hebat dari dugaan kita selama ini, padahal dulu dia selalu diam walaupun aku memukulnya." ucap Anita.
"Sudahlah mom.. kita pikirkan lagi cara lain untuk membalas dendam." ucap Jane.
"Ya.. kau istirahatlah dan jangan pikirkan apapun sampai hari pernikahanmu." ucap Anita.
"Baik mom.. lebih baik kita main aman untuk sementara waktu." ucap Jane.
Jane pun memilih tidak akan menyerang Ailyn untuk sementara setelah sadar kekuatan Ailyn yg sebenarnya. Begitu juga dengan Anita, dirinya tak ingin Jane berada dalam masalah jika mengganggu Ailyn mengingat suaminya adalah seorang Alonso yg terkenal kejam.
.
__ADS_1
.
Sementara Ailyn dirinya sudah kembali pada pekerjaannya dan berpergian entah kemana. Dan Alonso, dirinya juga sibuk dengan pekerjaannya hingga tak lagi meminta Ailyn menyelidiki seseorang.
Pagi itu di meja makan Ailyn bicara pada Alonso soal misinya kali ini.
"Misi kali ini aku akan ditugaskan ke luar negeri lagi." ucap Ailyn.
"Kenapa jauh sekali?" tanya Alonso.
"Kenapa? kau tidak merindukanku kan?" tanya Ailyn.
"Tentu saja tidak, tapi pekerjaanmu jadi menumpuk saat kau pulang." ucap Alonso.
"Dasar pria licik, tulis saja listnya nanti aku kerjakan saat senggang." ucap Ailyn.
"Dan pria licik ini adalah suamimu." ucap Alonso tersenyum.
"Ya.. itu fakta yg tak terbantahkan." balas Ailyn.
Di meja makan itulah Alonso merasa rumahnya mulai terasa hidup. Kadang pembicaraan sederhana begitu menyenangkan bersama Ailyn.
Kemudian setelah pembicaraan pagi itu, Ailyn kembali ditugaskan jauh. Dan hal itu membuat Alonso kembali murung. Alonso menjadi lebih dingin dan kejam dari biasanya. Bahkan Jery pun takut melakukan kesalahan saat tengah bekerja.
Sayangnya Jery melakukan kesalahan hari ini. Dan mendapat amukan dari Alonso.
"Jery..!" sentak Alonso pada asisten sekaligus sekertarisnya tersebut.
"Cepat..! jangan buang-buang waktu.." ucap Alonso dengan tatapan tajamnya yg menusuk.
Semua staf pun bahkan langsung tegang saat Alonso melintasi mereka. Mereka takut membuat kesalahan yg berakhir pada hukuman potong gaji atau tugas lembur.
.
.
Disisi lain, nampak Jini sudah bisa dibebaskan. Dan Jini masih kesal pada David yg tak mau membebaskannya dengan cepat.
"Jini sekarang kau bebas.. Jika kau tak berubah juga maka keluar dari rumah ini dan jangan minta uang padaku apalagi perlindungan." ucap David.
"Maaf dad.. aku janji akan berubah." ucap Jini.
"Mulai besok kembali bekerja.. jangan malas, karena perusahaan sekarang hampir menjadi milik Alonso." ucap David.
"Apa??" ucap Jini terkejut.
"Ini semua karena ulahmu. Jika kau tidak mamakai obat-obatan itu kondisi kita takkan seperti ini." ucap David lalu meninggalkan Jini.
Jini pun ditampar fakta lain, kalau ayahnya menyalahkannya atas tragedi ini. Sementara Jini berpikir ini adalah ulah Ailyn. Karena anak haram itulah dirinya bisa berada di tempat menyedihkan tersebut.
__ADS_1
"Ailyn.. awas kau ya..!" gumam Jini dalam hati.
Jini pun berkumpul dengan Anita dan Jane. Dirinya kesal pada Ailyn yg membuatnya ketahuan bahkan membuatnya mendekam di tempat menyedihkan tersebut.
"Mom.. ini semua gara-gara anak haram itu.." ucap Jini.
"Ya.. mom tahu, tapi harusnya kau itu main aman.. bagaimana bisa ketahuan?" tanya Anita.
"Aku juga tidak tahu.. dan lagi dia sekarang menikah dengan Alonso.. padahal harusnya aku yg menikah dengan Alonso." ucap Jini.
Plakk..
Jane pun menampar Jini dengan keras.
"Jane.. apa maksudmu?"
"Maksudku?? kau itu bodoh ha?? dad sudah bilang kan perusahaan kita hampir menjadi milik Alonso jika Ailyn tak menikah dengannya." ucap Jane kesal.
"Tapi aku menyukainya.. dia yg terbaik.." ucap Jini yg sudah kelewat bucin.
"Terbaik matamu..! nampaknya kau mesti dipukul kepalanya agar sadar, atau kau masih memakai obat gila itu??" tanya Jane kesal dan menyerang Jini.
"Mom.." teriak Jini.
"Berhenti kalian..!" teriak Anita sambil memisahkan mereka.
"Apa-apaan ini?? bukannya bersatu malah saling menyerang." ucap Anita.
"Mom, gara-gara ulah dia kita hampir bangkrut di tangan Alonso, dan sekarang dia masih bucin pada pria bre***k itu..!" ucap Jane kesal.
"Mom.. apa salah menyukai seseorang??" tanya Jini.
Kedua putrinya pun membuat Anita sakit kepala karena sama-sama egois. Dan Anita pun mencoba menenangkan mereka dengan diskusi satu persatu. Jika keduanya disatukan dalam diskusi maka akan terjadi lagi pertengkaran.
.
.
Setelah diceramahi ibunya, Jini pun berpikir siapa yg tahu tentang dirinya selain Jane.?? Lalu dirinya teringat pernah mengundang Alonso. Dan Alonso sepertinya tiba di kamar apartemennya tapi Jini tak begitu mengingatnya karena pengaruh obat tersebut.
Jini pun mengecek cctv apartemennya dan benar dirinya melihat Alonso tiba di apartemennya kemudian meninggalkannya. Dari sanalah Jini tahu siapa yg membuatnya dilaporkan dan mendekam di tempat menyedihkan tersebut.
"Alonsooo...!! akan kubuat kau menyesal..!" umpat Jini dalam hati.
Jini pun memiliki rencana dan memanggil orang yg bisa ia percayai. Kemudian Jini juga berupaya menjebak Alonso untuk membalas dendam atas perbuatannya.
Sesuai rencanan, Jini menghubungi temannya yg merupakan sebuah bandar dan mengirimkan barang haram tersebut menuju ke rumah Alonso. Dirinya ingin Alonso dan Ailyn tertangkap serta dipermalukan dihadapan media, seperti yg ia dapatkan dahulu.
Kurir pun dikirim ke rumah Alonso, tapi sayang penghuninya sedang tak ada ditempat semua. Disana hanya ada pelayan dan beberapa pekerja lain di rumah tersebut.
__ADS_1
Lalu polisi tiba-tiba datang dan menggeledah tempat tersebut. Alonso yg tengah di negara tetangga pun terkejut karena mendengar penggeledahan tersebut. Dirinya langsung menyelesaikan tugasnya agar bisa cepat kembali untuk membereskan masalah yg ditimbulkan oleh orang yg ingin memfitnah serta mempermalukannya.
"Dasar kurang ajar..! Baj***an mana lagi ini yg berani menggangguku." umpat Alonso dalam hati.