Takdir Ailyna

Takdir Ailyna
EP.37 Mencari tempat baru


__ADS_3

Ailyn pun pergi dari rumah Alonso dengan beberapa baju yg ia bawa. Dirinya melihat Cloe tersenyum menatap Ailyn pergi membawa beberapa barang di tas besarnya. Dan Alonso berusaha bicara pada Ailyn tapi Ailyn pergi meninggalkan rumah tersebut menuju ke mobilnya.


Ailyn yg bingung belum memiliki arah tujuan pun hanya mencari hotel di sekitar kantornya. Dirinya mencari hotel terdekat, dan memesan kamar. Tapi tangannya mulai terasa perih, hingga Ailyn memilih pergi ke rumah sakit untuk mengobatinya.


Rasa lelahnya hari ini pun benar-benar menyesakkan. Sudah fisiknya dalam kondisi tak bagus, kini harus menghadapi sikap Alonso yg menyebalkan dan seenaknya. Parahnya harga diri Ailyn diinjak-injak sebagai seorang istri. Ailyn harus berpura-pura sebagai sepupu Alonso di hadapan Cloe.


"Alonso benar-benar ba***an..!!" gerutu Ailyn dalam hati.


Setelah kembali ke hotelnya, Ailyn pun beristirahat. Dirinya akan mengistirahatkan pikirannya, dengan semua yg terjadi di rumah tangganya. Lalu kemungkinan besok Ailyn akan libur dan hanya akan berada di kamar hotel tersebut.


Di dalam kamar hotelnya, Ailyn pun berpikir apa yg akan terjadi jika sampai Ailyn bercerai dengan Alonso. Dirinya pasti harus menyiapkan tempat tinggal baru. Dan Ailyn harus mulai mencari tempat baru agar dirinya tak menyusahkan keluarga pamannya.


Keesokannya, Ailyn pun mulai mencari informasi unit apartemen untuk tempat tinggalnya. Lalu Ailyn menyesuaikan dengan uang yg ada ditabungan miliknya. Setelah menemukan tempat yg cocok Ailyn pun langsung melakukan pembayaran. Dirinya ingin segera memiliki tempat tinggal untuk dirinya sendiri. Karena Alonso sudah semakin menyebalkan dan tak bertanggungjawab. Teganya dirinya mengusir Ailyn hanya demi kekasihnya.


Dan besok kemungkinan Ailyn bisa menempati apartemen tersebut. Dirinya tak perlu lagi menginap di hotel dan dapat dengan bebas tinggal di apartemen.


.


.


Sementara Alonso, dirinya mulai disibukkan dengan Cloe yg membuatnya sakit kepala. Wanita itu yg selalu menempel padanya, bahkan memaksanya untuk masuk ke kamar pribadinya. Tapi Alonso takkan mengijinkan wanita itu, terlebih masih ada barang-barang milik Ailyn.


Cloe pun mulai berulah dengan berbelanja barang-barang mahal dan menghabiskan uang Alonso. Jery pun mulai jengah dengan laporan keuangan yg diterimanya mengenai kartu yg dipakai oleh Cloe. Bahkan Ailyn yg istri sahnya saja tak pernah melakukan hal sejauh ini.


"Kadang pelakor memang benar-benar tak tahu diri.." umpat Jery dalam hati.


Jery pun melaporkan semuanya pada Alonso.


"Apa?? sebanyak ini yg ia belanjakan?" tanya Alonso.


"Ya tuan bisa lihat apa yg ada di kertas tersebut. " ucap Jery.


"Ck.. dasar wanita tak tahu diri.." ucap Alonso.


"Apakah aku harus memblokir kartunya tuan?" tanya Jery.


"Biarkan dia menghabiskan limitnya.. karena limitnya sudah hampir habis." ucap Alonso.


"Baik tuan." ucap Jery.


Sementara itu Alonso pun menanyakan keberadaan Ailyn istrinya. Jery pun menjelaskan kalau Ailyn menginap di hotel A sesuai dengan pemakaian kartu yg diberikan oleh Alonso.


"Jadi istriku ada disana?" tanya Alonso.

__ADS_1


"Benar tuan.. nyonya ada disana." ucap Jery.


Tapi pada kenyataannya Ailyn sudah mulai mengisi beberapa barang di apartemen barunya. Dan kini beberapa orang sedang membersihkannya. Ailyn juga akan merahasiakan tempat ini dari Alonso.


.


.


Keesokannya Ailyn pun pindah ke apartemen tersebut, meski barang-barangnya masih belum banyak tapi yg terpenting ada tempat tidur untuknya beristirahat.


Ailyn pun membereskan barang bawaannya dari rumah Alonso ke dalam lemari. Dirinya pun menikmati tempat baru tersebut.


"Jadi ini rasanya memiliki rumah sendiri?" gumam Ailyn.


Ailyn pun bersih-bersih sebentar, lalu istirahat di kamar pribadinya. Rasanya menyenangkan sekali dua hari tanpa melihat Alonso yg menyebalkan. Dirinya bisa bebas kemana saja, dan tak lagi mendapatkan tugas darinya. Dan perlahan-lahan Ailyn akan mengisi apartemennya tersebut dengan barang-barang yg sesuai dengan kebutuhannya.


Berbeda dengan Ailyn yg bahagia menempati apartemen baru, justru Alonso sedang sakit kepala oleh ulah Cloe. Wanita itu marah-marah karena limit kartunya habis.


"Cloe tahu dirilah, memangnya dirimu semahal apa sampai aku harus membayar semua tagihan belanjamu?" tanya Alonso.


"Al kau tega sekali menghancurkan harga diriku." ucap Cloe.


"Ya.. kalau kau punya harga diri kau tak mungkin tinggal satu atap denganku." ucap Alonso dengan kata-kata tajam karena sudah jengah dengan ulah Cloe.


Namun, anehnya Alonso merasa kehilangan sosok Ailyn. Dirinya pun pergi mengunjungi hotel tempat Ailyn menginap, tapi wanita itu tak ada tempatnya.


"Kemana wanita itu malam-malam begini? apa sedang bekerja??" gumam Alonso.


Alonso pun berpikir Ailyn sedang bekerja karena ponselnya juga tak aktif. Dirinya memilih pulang ke rumah dan mendapati Cloe tengah menanti dirinya.


"Al.. kau kemana saja kenapa baru pulang?" tanya Cloe.


"Memangnya aku terlihat habis darimana, aku masih memakai pakaian kantor.. sudahlah diam aku lelah..!" bentak Alonso kasar.


Tapi Cloe tetap diam dan masuk ke kamarnya. Tak ada kata-kata manis keluar dari mulut Alonso, tapi wanita itu tetap tinggal di rumah tersebut. Cukup mencurigakan bagi Alonso dan itu membuatnya semakin penasaran pada tujuan utama dari Cloe mendekatinya.


Keesokannya, Alonso pergi lebih awal dari biasanya. Dirinya ingin bertemu Ailyn dan meminta maaf atas perbuatannya. Dan pagi itu juga Alonso pergi ke hotel tempat Ailyn menginap, tapi sayangnya Ailyn sudah tidak menginap lagi di hotel tersebut. Alonso pun bingung harus mencari kemana lagi Ailyn. Kemudian dirinya memilih untuk pergi bekerja dan meminta bantuan Jery untuk mencari keberadaan istrinya.


"Jery, cari Ailyn sampai ketemu." perintah Alonso.


"Apa ponsel nyonya mati? Mungkin nyonya sedang bertugas tuan." balas Jery.


"Kenapa aku tak terpikir untuk menelponnya." ucap Alonso kemudian menghubungi Ailyn.

__ADS_1


"Tuan menjadi semakin aneh.. padahal dia yg mengusirnya tapi saat nyonya menghilang dia panik sendiri." gumam Jery dalam hati.


Alonso pun menghubungi Ailyn dan ponselnya aktif. Tapi cukup lama bagi Ailyn untuk mengangkatnya. Ternyata Ailyn masih tertidur, karena dirinya pulang pagi dari tugasnya.


"Siapa sih pagi-pagi mengganggu saja." gumam Ailyn mengecek ponselnya yg berdering.


"Alonso? apa lagi yg dia butuhkan..?" umpat Ailyn lalu mengangkat teleponnya.


"Ada apa Al?" tanya Ailyn.


"Kau dimana?" tanya Alonso.


"Rahasia, bukan urusanmu." balas Ailyn.


"Cepat katakan..!" ucap Alonso.


"Kenapa? bukankah kau mengusirku kemarin, sudah katakan saja apa tugasku kali ini?" tanya Ailyn.


"Ailyna..!!!" teriak Alonso.


"Aku bisa tuli jika kau berteriak begitu." ucap Ailyn.


"Kau mulai berani melawanku." ucap Alonso.


"Bukankah sesuai perjanjian kita tak saling mengganggu urusan pribadi masing-masing?" tanya Ailyn.


"Tapi aku suamimu." ucap Alonso.


"Iya, dan kau mengusirku demi kekasihmu itu.. kau masih berani mengakui dirimu suamiku?" tanya Ailyn.


"Maaf aku sedang punya urusan lain.." ucap Alonso.


"Aku tak tahu dan tak mau tahu.. mulai sekarang aku akan hidup bebas dan hanya akan melakukan tugasku seperti biasanya." balas Ailyn.


"Ck.. kau benar-benar marah padaku.?" tanya Alonso.


"Ya.. kau sudah merendahkanku dengan mengusirku dari rumah. Jika keluargaku tahu kau akan dalam bahaya, harusnya kau bersyukur aku tetap diam." ucap Ailyn.


"Baiklah, mari kita bertemu dan bicara baik-baik." ucap Alonso.


"Ya.. tapi bukan sekarang, aku mengantuk karena semalaman bekerja." ucap Ailyn.


"Baiklah." ucap Alonso lalu memutuskan panggilan.

__ADS_1


Di ruangannya Alonso pun mengumpat kasar karena tak tahu keberadaan Ailyn. Sementara Jery, dirinya berusaha menguatkan imannya menghadapi tuannya yg semakin aneh. Bahkan Jery hampir saja menghubungi dokter psikolog untuk tuannya yg terlihat semakin aneh.


__ADS_2