
Ailyn pun mengikuti langkah pria tua itu yg mengaku sebagai kakeknya. Dan Ailyn diminta masuk ke dalam mobilnya agar mereka bisa bicara empat mata. Nampaknya pembicaraan ini sangat serius dan rahasia, sampai harus bicara di dalam mobil.
"Salam kenal kakek, maaf tak mengenalimu." ucap Ailyn.
"Itu semua karena ayahmu yg bodoh itu, dia takut aku akan membuangmu jauh." ucap John.
"Lalu, kenapa kakek ingin menemuiku sekarang?" tanya Ailyn to the point.
"Kau sangat tegas tak seperti David, aku hanya ingin menyapamu dan menanyakan beberapa hal." ucap John.
"Kita sudah saling menyapa, jadi silahkan kakek ajukan pertanyaannya." ucap Ailyn.
"Kau benar-benar orang yg waspada." ucap John.
"Tentu, aku bahkan tak tahu orang seperti apa kakek.." ucap Ailyn.
"Jika kau ingin tahu datanglah ke rumahku nanti." ucap John.
"Ya.. jika aku punya waktu aku akan kesana." ucap Ailyn.
"Baiklah Ailyn, bagaimana kabarmu?" tanya John.
"Cukup baik, aku menikah dengan orang yg memperlakukanku dengan baik, aku dapat melindungi diriku dengan baik, dan juga aku punya pekerjaan tetap.. jadi aku tak butuh bantuan ayah atau kakek." ucap Ailyn jujur.
"Aku mengerti, apalagi suamimu itu orang kaya bukan?" tanya John.
"Yah, sepertinya aku tak perlu banyak bicara pada kakek." ucap Ailyn.
"Ailyn, kenapa kau memilih pekerjaanmu saat ini?" tanya John.
"Karena aku menyukainya.. kenapa kakek sangat penasaran.?" tanya Ailyn.
"Jarang ada wanita yg memilih pekerjaan itu, apalagi kau juga cucuku." ucap John.
"Apa kakek khawatir padaku yg belum kakek kenal sedikitpun?" tanya Ailyn.
"Tentu saja, kau itu darah dagingku juga." ucap John.
"Baiklah, pertanyaan selanjutnya.." ucap Ailyn.
Banyak hal yg dibahas oleh John pada Ailyn, terutama masalah Jini. Ailyn begitu berani dan tak pandang bulu pada saudarinya sendiri. Dan Ailyn tak mengelak untuk alasannya melakukannya. Pertama karena apa yg dilakukan oleh Jini salah serta melanggar hukum, lalu kedua karena Ailyn sering direndahkan serta dipermalukan Jini di masa lalu.
"Alasan yg cukup kuat untukmu melakukannya." ucap John.
"Anda marah padaku?" tanya Ailyn.
"Tentu saja tidak, yg kau lakukan sudah benar." ucap John.
"Ya syukurlah kek, aku tak mau menambah musuh lagi.. cukup ibu tiriku dan saudariku yg tak menyukaiku." ucap Ailyn.
__ADS_1
"Nampaknya mereka begitu menyakitimu sampai membuatmu sewaspada ini." ucap John.
"Itu benar dan juga pekerjaanku-lah yg membuatku selalu waspada." ucap Ailyn.
"Baiklah, jika kau butuh sesuatu kau bisa datangi aku.. ini kartu namaku." ucap John memberikan kartu namanya.
"Baik kek, aku mengerti.. kuharap aku hanya datang untuk mengunjungimu bukan untuk meminta bantuanmu." ucap Ailyn.
"Kita lihat saja nanti." ucap John.
"Pergilah, suamimu sudah resah disana." ucap John tersenyum.
"Dia hanya khawatir karena kakek tahu sendiri kan seperti apa keluargaku." ucap Ailyn.
"Aku permisi kek, sampai jumpa lagi." ucap Ailyn.
Ailyn pun meninggalkan mobil tersebut dan John hanya tersenyum melihat Ailyn yg begitu berbeda dari cucunya yg lain, bahkan sangat bertolak belakang dengan David.
"Ailyn.. sesuai laporannya kau memang berbeda dari Jini maupun Jane.. bahkan melebihi David." gumam John dalam hati.
Sementara Ailyn menemui Alonso yg tengah menunggunya di mobil. Alonso pun takut kakek tua itu bersekongkol dengan Anita yg licik.
"Bagaimana?" tanya Alonso.
"Tenang Al, nampaknya kakek bukan orang jahat." ucap Ailyn.
"Kau yakin?" tanya Alonso.
"Baiklah jika kau sudah berkata seperti itu." ucap Alonso.
.
.
Sementara itu, ditempat lain nampak Jini mendengar kabar bahagia Jane yg menikah dan langsung hamil. Dan dirinya mendekam dipenjara karena kebodohannya. Jini pun merasa hidupnya kini sungguh tak adil. Dan berencana menghancurkan Ailyn hingga tak bisa bangkit lagi.
"Ailyn kau akan menerima balasanku setelah aku bebas." gumam Jini dalam hati.
Lalu tiba-tiba seseorang datang menunjunginya. Orang yg Jini pikir takkan mengunjunginya.
"Dad.." ucap Jini.
"Bagaimana kabarmu?" tanya David.
"Menurut dad aku baik-baik saja? aku menderita disini.. makanannya tidak enak, tak ada kasur yg empuk dan hangat, bahkan dad tak peduli padaku." ucap Jini.
"Jini, dad sudah memperingatkanmu bukan? Ailyn sudah bukan orang sembarangan.. dirinya punya posisi penting saat ini, jika kau mengusiknya kau takkan bisa mengatasinya apalagi suaminya adalah Alonso." ucap David.
"Dad mau aku bagaimana?" tanya Jini.
__ADS_1
"Jadilah dirimu sendiri, kau harus punya tujuan yg jelas.. tujuan positif untuk dirimu sendiri, bukan mencelakai orang lain." ucap David.
"Dad.. tidak mengerti kondisiku." ucap Jini.
"Sadarlah Jini, jika perbuatanmu memang melanggar hukum karena merugikan orang lain. Sekalipun dendammu terbalas dan Ailyn hancur, kau juga akan ikut hancur." ucap David.
"Pergilah dad, jika tak ingin membuatku keluar dari sini." ucap Jini.
"Aku akan pergi tapi ingatlah, hal buruk akan membawamu pada hal buruk juga." ucap David pergi meninggalkan tempat tersebut.
Saat dirinya keluar dari tempat itu, nampak John ada diluar lalu menghampirinya.
"Kau sudah temui Jini? apa dia sudah berubah?" tanya John.
"Belum, hatinya masih tertutup." ucap David.
"Itu karena Anita yg mengajarinya hal buruk." ucap John.
"Jadi ayah sudah tahu segalanya." ucap David.
"Ya.. aku tahu seburuk apa Anita.. dan menyesal menikahkanmu dengannya." ucap John.
"Percuma jika menyesal sekarang, sudah ada dua orang yg tersakiti yakni Ailyn dan ibunya." ucap David.
"Aku akan menjaga Ailyn dan mengawasi Jini.. Kau awasi Anita dan Jane." ucap John.
"Maksud ayah?" tanya David.
"Jangan jadi pria yg polos. Istrimu membawa dampak buruk pada anak-anaknya.. Jini sudah jadi korban pertama jangan sampai Jane juga jadi korban selanjutnya." ucap John.
"Baiklah ayah aku mengerti." ucap David.
"Serahkan Jini padaku aku akan mengawasinya.. bahkan setelah dia bebas. Sedangkan Ailyn, aku hanya perlu mendukungnya saat dia butuhkan." ucap John.
"Ailyn memang bukan anak yg merepotkan." ucap David.
"Tapi kau yakin Ailyn bahagia dengan Alonso.?" tanya John.
"Mereka nampak akrab, dan dekat.. kurasa tak ada masalah besar dalam pernikahannya." ucap David.
"Baguslah.. awasi Anita.. dan jangan lengah." ucap John.
"Baik ayah." ucap David.
Begitulah John Muller, dirinya selalu bergerak dalam diam. Bahkan dirinya sudah tahu sifat Anita selama ini tapi tetap membiarkannya karena cucunya membutuhkan ibunya. Tapi lambat laun, John tahu keberadaan Ailyn dan semakin ia menggali informasi tentang Ailyn, dirinya semakin merasa bersalah.
John pun awalnya berpikir kalau Dewi bukanlah jodoh yg tepat untuk putranya. Hanya karena Dewi berasal dari kalangan biasa, sedangkan Anita berasal dari kalangan atas yg berpendidikan. Tapi nyatanya John bahkan salah menilai Anita, dan anak-anak dari Anita juga menuruni sifat ibunya yg licik dan jahat. Berbeda dengan Ailyn, sikapnya yg tegas dan selalu waspada, tapi tetap menghormati orang disekitarnya.
Bahkan John pun tahu ulah Anita dan anak-anaknya di masa lalu pada Ailyn. Sungguh memalukan, dan membuatnya kesal. Anehnya Ailyn tak memiliki dendam membara yg membuatnya berbuat kejam pada Anita dan saudarinya. Justru Ailyn menggunakan hal yg benar untuk membalaskan dendamnya.
__ADS_1
John pun menjadi semakin merasa bersalah. Kedua cucunya yg besar dengan harta melimpah justru tak menjadi apa-apa. Tapi berbeda dengan Ailyn, gadis yg tumbuh tanpa kasih sayang orangtuanya itu bisa menunjukkan prestasi luar biasa dan tak menyimpan dendam berlebihan.