Takdir Ailyna

Takdir Ailyna
EP.88 Pencarian


__ADS_3

Setelah kondisinya membaik, Ailyn segera melakukan pencarian terhadap para pelaku pembunuh bayaran tersebut. Sesuai informasi mereka berada di negara X. Dan Ailyn nekat ke negara tersebut berkat bantuan kakeknya.


Ailyn pun diberikan identitas sementara dan juga mendapatkan paspor. Lalu dirinya langsung terbang ke negara tersebut bersama dengan pasukan BlackShadow. Mereka berangkat bukan tanpa persiapan, tapi penuh dengan taktik dan rencana yg sudah mereka buat.


Ailyn dan anggota lainnya menyamar sebagai turis. Dan Ailyn mengubah penampilannya hingga sulit dikenali sebagai Ailyn. Setelah sampai di negara tersebut mereka menginap di sebuah hotel dan esoknya baru mulai berpencar.


.


Keesokannya misi pencariannya pun dimulai, Ailyn dan anggota BlackShadow berpencar ke berbagai tempat. Mereka pun berpura-pura menjadi turis asing dan menikmati berbagai hal di negara tersebut. Ada yg pergi ke sebuah kasino, ada yg ke sebuah bar, dan Ailyn pergi ke tempat makan di daerah pinggir pantai.


Karena kondisi kehamilannya, Ailyn harus mendapatkan tempat yg cukup aman untuk misi pencarian tersebut. Dan dirinya juga tak sendirian melainkan bersama satu orang rekan bernama Joe. Disini Ailyn menyamar sebagai Ivanka.


"Ivanka.. ayo kita kesana sepertinya disana ramai." ucap Joe.


"Oke." ucap Ailyn.


Dan mereka pergi ke sebuah cafe yg nampak ramai didatangi orang. Selain tempatnya tersembunyi, tapi disana cukup luas dan menawarkan pemandangan indah.


"Disini cukup indah." ucap Ailyn.


"Benar.. ayo kita pesan sesuatu." ucap Joe.


Mereka pun memesan sesuatu dan melihat kondisi sekitar. Nampak semuanya baik-baik saja. Hingga sekelompok orang datang dan memesan beberapa bir.


"Kami pesan birnya.."


"Juga beberapa snacknya."


"Baik tuan silahkan tunggu."


Ailyn pun pura-pura tak melihat dan menikmati makanannya. Hingga mereka sangat heboh dan tertawa riang membuat pelanggan lain terganggu.


"Hahaha.. akhirnya kita bisa liburan."


"Benar.. aku bahagia bisa ke tempat yg damai ini."


"Dan aku senang wanita tua itu menepati ucapannya.."


"Iya.. dia bahkan memberi kita bonus untuk jalan-jalan."


"Hahaha.. ayo kita nikmati ini semua.."


"Sayang sekali, kedua rekan kita tak menikmati ini."


"Itu sudah takdirnya.. kita juga sudah melakukan kewajiban kita sebagai rekan."


"Lalu si Sid dan Ron bagaimana kabar mereka?"


"Mereka sudah berjanji takkan buka mulut kan?"


"Kalau mereka sampai buka mulut aku yg aman membunuhnya."


"Sudahlah jangan rusak suasananya.."


Begitulah obrolan mereka yg didengar oleh Ailyn dan Joe. Mereka pun jadi bisa melacak para pelaku dengan mudah. Dan Ailyn hanya bisa berharap mereka tak bisa mengenali penampilannya saat ini.


Tanpa memedulikan kelompok pembunuh bayaran tersebut, mereka berdua pura-pura menikmati suasana indah di cafe tersebut. Hingga Ailyn pergi ke toilet sebentar dan menitipkan penjagaan pada Joe. Joe pun mengerti dan tetap mengawasi mereka.

__ADS_1


Joe juga sudah mengirim signal pada rekan yg lain agar mendekat ke lokasi.


Sementara Ailyn setelah keluar dari toilet dirinya berpapasan dengan salah satu dari mereka di sebuah lorong. Ailyn pun bersikap santai tapi pria itu terus menatapnya.


"Kau.. sepertinya kita pernah bertemu?" ucap orang tersebut.


"Benarkah?" balas Ailyn berpura-pura tenang dan bersikap alami. "Gawat.. apa dia mengenaliku.." gumam Ailyn dalam hati.


"Siapa namamu nona manis?" tanyanya.


"Ivanka.. dan siapa anda?" tanya Ailyn paham.


"Roger.." ucap pria itu tersenyum.


"Jadi anda sudah ingat kapan kita bertemu?" tanya Ailyn.


"Sepertinya aku lupa, tapi sekarang aku akan mengingat namamu.. Ivanka." ucapnya tersenyum.


"Terimakasih." balas Ailyn ikut tersenyum.


Roger pun langsung jatuh hati saat melihat senyum Ivanka untuknya. Dan pria itu ingin mengajaknya ke suatu tempat.


"Kau ada waktu malam ini?"


"Sepertinya tidak, tapi aku cukup lelah berjalan-jalan di negara ini." ucap Ailyn.


"Ayolah.. mungkin aku akan mengingat sesuatu." ucap Roger.


"Baiklah.. tapi jangan sampai larut malam, aku sangat lelah." ucap Ailyn.


"Oke.. kita bertemu di cafe ini nanti malam." ucap Roger.


Ailyn pun senang berhasil menarik perhatian salah seorang. Dan Ailyn berharap tahu siapa mereka sebenarnya, jika memang benar adalah pembunuh bayaran yg disewa Anita maka dirinya akan meringkus mereka semua.


Ailyn pun langsung menceritakannya pada Joe dan membuat semua anggota BlackShadow berkumpul. Mereka sudah berjanji pada John untuk menjaga Ailyn dari serangan apapun. Dan semuanya agak cemas mengingat mereka kelompok yg berbahaya.


"Nona anda yakin?"


"Kalian tenang saja.. aku tahu cara menghindari bahaya." ucap Ailyn.


"Tapi kondisi anda tak seperti dulu." ucap Joe.


"Aku mengerti kekhawatiran kalian.. aku akan berusaha untuk tak membuat kesalahan." ucap Ailyn.


"Baiklah nona, berhati-hatilah karena kami akan terus mengawasi." ucap Joe.


.


.


Tibalah saat malam hari, dan Ailyn menunggu Toger di cafe tersebut dengan dress putih yg membuatnya tampak anggun. Malam itu sebagian anggota BlackShadow pun berjaga di sekitar dan sisanya lagi mengikuti anggota pembunuh bayaran guna mencari dimana tempat mereka tinggal.


Ailyn pun duduk manis di sebuah meja sembari menatap ponselnya. Ailyn pun merasakan kehadiran seseorang, tapi berpura-pura tidak tahu dan fokus pada ponselnya.


"Hai cantik.. sudah lama menunggu." ucap Roger.


"Maaf aku terlalu fokus.. aku juga baru tiba." ucap Ailyn tersenyum.

__ADS_1


"Ayo kita pesan makanan dulu." ucap Roger.


Mereka pun menikmati makanan dan suasana yg romantis. Walau Ailyn merasa geli dengan tindakan Roger. Dan kehamilannya yg masih muda membuat bentuk tubuhnya belum berubah. Bahkan masih bisa disukai oleh seorang pria.


"Sampai kapan kau ada di negara ini?" tanya Roger.


"Mungkin satu atau dua hari.. kau sendiri.?" balas Ailyn.


"Aku akan cukup lama berada disini."


"Benarkah? kau sangat beruntung." balas Ailyn.


"Kau sendiri kenapa harus buru-buru pergi?" tanya Roger.


"Aku harus kembali ke kantor." ucap Ailyn.


"Oh begitu alasannya.. bisakah kita bertemu lagi? maksudku sebelum kau pergi agar aku bisa memberikan salam perpisahan." ucap Roger.


"Tentu saja, nanti aku kabari." ucap Ailyn.


"Kau sangat cantik dan manis, kau punya kekasih?" tanya Roger.


"Dulu iya.. sekarang tidak." balas Ailyn.


"Dia pasti pria bodoh yg meninggalkanmu." ucap Roger.


"Kau benar, ingin rasanya aku memukul kepalanya." ucap Ailyn.


"Mau aku yg melakukannya?" tanya Roger.


"Tidak usah, nanti kau kena masalah hukum."


"Aku ahlinya dalam hal memukul." balas Roger.


"Kau atlit atau apa?" tanya Ailyn antusias.


"Aku seorang pengawal pribadi." ucap Roger berbohong.


"Wow.. kau pasti pintar berkelahi." ucap Ailyn berpura-pura tertarik. "Pengawal pribadi apanya,.. kau itu pembunuh bayaran.." gumam Ailyn dalam hati.


"Tentu saja, kau hanya tinggal mengatakannya aku akan membereskannya." ucap Roger.


"Sudahlah.. aku tak ingin membalas dendam.. lagipula saat ini aku tidak menyukainya." ucap Ailyn.


"Benarkah?? bisakah kau menyukai seseorang lagi?" tanya Roger memberi kode.


"Aku tidak yakin.." ucap Ailyn tersenyum.


"Kau pasti bisa." balas Roger.


Pembicaraan mereka pun semakin intens dan Ailyn mencoba mencari informasi dari pria tersebut. Ada banyak hal yg masuk akal kalau mereka adalah pembunuh bayaran incarannya. Tapi Ailyn harus punya bukti kuat dahulu.


"Terimakasih makan malamnya.. aku harus kembali." ucap Ailyn.


"Masuklah.. sudah malam." ucap Roger di depan hotel Ailyn.


Lalu Ailyn pun berjalan masuk dan merasakan Roger menjauh dari hotel tersebut. Lalu Ailyn menarik nafas panjang karena berhasil mendekat tanpa dicurigai.

__ADS_1


Setelah itu, Ailyn pun mengumpulkan anggota BlackShadow untuk membahas rencana mereka kedepannya.


__ADS_2