Takdir Ailyna

Takdir Ailyna
EP.110 Masalah Pengasuh


__ADS_3

Setelah beberapa hari berada di markas, Ailyn pun sudah diperbolehkan untuk pulang oleh dokternya. Dan Alex hanya perlu kembali beberapa minggu lagi untuk imunisasi.


Ailyn pun diantarkan oleh Alonso dan David menuju ke rumah mereka. John pun tak bisa ikut mengantar karena ada pekeejaan yg mendesak. Tapi John sudah meminta pengawalnya untuk menjaga cucu dan cicitnya agar aman.


Setelah sampai dirumah, rumah mereka pun terlihat berbeda dari biasanya. Semuanya Alonso desain agar putrnya aman dan nyaman. Bahkan ada kamar bayi untuk Alex beserta pengasuh bayinya.


Ailyn pun merasa tertolong, tapi dirinya belum mempercayai mereka semua. Ailyn masih sangat berhati-hati pada orang di sekitarnya. Meski orang tersebut pilihan Alonso, tapi tetap saja Ailyn takut putranya mendapatkan hal buruk seperti dirinya.


Ailyn pun memastikan mereka semua bekerja dengan baik dan memasang beberapa kamera tersembunyi di kamar Alex. Ailyn juga mengetes kedua pengasuh tersebut apakah mereka bekerja dengan benar atau tidak. Terlebih ada banyak kasus tentang pengasuh bayi yg tak bertanggungjawab yg membuat Ailyn selalu waspada.


Kekhawatiran Ailyn pun terjadi, dimana pengasuhnya bernama Lisa mulai memiliki gelagat mencurigakan. Bahkan terang-terangan memandang suaminya seperti tertarik, dan kerap mengabaikan Alex. Semua terpantau lewat kamera tersembunyi yg Ailyn pasang.


"Lisa jadi kau mau bermain-main denganku rupanya." gumam Ailyn dalam hati.


Setiap Alonso pulang bekerja pria itu selalu melihat anaknya entah sedang tertidur sekalipun. Dan Lisa selalu cari perhatian padanya.


"Lisa dimana anakku?" tanya Alonso.


"Alex sedang tidur tuan, apa tuan butuh sesuatu?"


"Aku hanya ingin melihat putraku, jadi minggir." ucap Alonso.


Lisa pun mengepal geram, karena Alex lebih diutamakan. Padahal dirinya hanyalah pengasuh, tapi nampaknya bercita-cita sebagai pelakor. Lisa pun tak bergeming dan terus berada di dekat Alonso.


Wanita itu berharap Alonso melihatnya sebentar saja, karena Alonso adalah pria impiannya, kaya, tampan, dan juga bertanggungjawab.


Saat itu, Ailyn yg melihat lewat cctv pun langsung menghampiri ke kamar Alex.


"Lisa.. sebaiknya kau cuci botol susu Alex.. lihat sudah ada 3 botol kosong.." tunjuk Ailyn.


"Baik nyonya."jawab Lisa. "Dasar pengganggu.." gertunya.


"Kau sudah pulang Al?" tanya Ailyn.


"Iya.. aku langsung kemari karena merindukannya." ucap Alonso.


"Dan kau langsung melupakanku?" balas Ailyn.


"Tentu saja tidak, tapi aku jarang ada waktu untuknya." ucap Alonso.


"Kau memang harus bekerja keras.." ucap Ailyn tersenyum.


Lisa pun masih ada di belakang mereka sembari mengepal geram. Dan Ailyn masih merasakan kehadirannya yg enggan keluar dari kamat bayi.


"Lisa, kau lupa perintahku?? " tanya Ailyn.


"Maaf nyonya." ucap Lisa lalu pergi mencuci botol susu.


"Ai.. apa kau tidak terlalu keras padanya?" tanya Alonso.


"Tidak, Lisa memang pemalas.. Bahkan botol susu Alex sampai dibiarkan menumpuk." ucap Ailyn.

__ADS_1


"Apa?? itukan berbahaya.. kalau botolnya sampai bau dan tak layak putraku bisa sakit." ucap Alonso protektif.


"Makanya, aku akan tegas padanya." ucap Ailyn.


Begitulah Ailyn mengawasi segala tindakan pengasuhnya. Yang satu lagi sudah tua bernama Siti. Siti lebih baik dan berpengalaman, pekerjaannya lebih bagus dan rajin dari Lisa.


Ailyn pun berencana memecat Lisa karena nampaknya wanita itu mulai kurang ajar. Terutama jika ada suaminya, Lisa akan mulai mencari perhatian tapi sayang Ailyn belum menemukan alasan yg tepat untuk memecatnya.


Ailyn juga sudah mendiskusikannya dengan Alonso. Alonso pun sudah menyerahkan semua keputusannya pada Ailyn.


"Lakukan saja Ai, apapun yg bisa membuatmu nyaman." ucap Alonso.


"Kau tak masalah?" tanya Ailyn.


"Aku melakukan semuanya untukmu dan Alex, kalau kau tak nyaman untuk apa dipertahankan? mungkin aku harus hati-hati lagi dalam memasukkan orang kemari." ucap Alonso.


"Baiklah, aku akan memecatnya akhir bulan." ucap Ailyn.


Begitulah Ailyn pun memiliki kekuasaan atas rumahnya. Dan bebas memecat siapapun yg dianggap berbahaya serta membuat keluarga kecilnya tak nyaman.


Setiap harinya Ailyn pun menjaga putranya baik-baik terutama saat giliran Lisa yg mengasuhnya. Bahkan Ailyn akan terus berada di samping putranya dan menggendongnya. Sementara Lisa hanya ia tugaskan untuk menyiapkan keperluan Alex saja.


Suatu hari, saat Lisa sedang bertugas menjaga Alex bersama Ailyn, bayi kecil itu pun menangis dan meminta susu. Ailyn pun meminta Lisa untuk menyiapkan susu untuk anaknya. Asi yg ia bekukan di lemari pendingin dan dihangatkan sampai suhu yg pas untuk anaknya.


Tapi Lisa yg malas pun hanya memberi Alex susu tadi pagi yg hampir basi dan dihangatkan kembali. Untungnya Ailyn menaruh curiga pada susu yg warna dan tampilannya berubah. Serta aroma susu yg berbeda.


"Kapan kau menyiapkan ASI ini?" tanya Ailyn dengan tatapan tajam.


"Ba-baru saja nyonya.." ucap Lisa berbohong.


"Nyonya aku hanya mengambil yg ada di lemari pendingin."


"Benarkah? haruskan aku mengeceknya?" selidik Ailyn.


"Nyonya.. kenapa anda tega sekali padaku.." ucap Lisa menangis.


"Pergilah, aku tak butuh kau sekarang.." ucap Ailyn.


Ailyn pun mau tak mau menyusui anaknya di dalam kamarnya. Sembari dirinya membuka laptop untuk melihat tindakan Lisa barusan. Dan didapatkan tayangan dimana Lisa tidak mengambil Asi tersebut dari lemari pendingin melainkan dari meja yg merupakan Asi tadi pagi yg belum diminum Alex.


"Hampir saja anakku keracunan.. dasar Lisa tak tahu diri." ucap Ailyn kesal.


Ailyn pun menyimpan bukti tersebut dan menidurkan Alex di kamarnya dibawah pengawasannya. Lalu saat sore menjelang, Alonso pun pulang. Nampak Lisa mulai cari perhatian lagi.


Lisa pun pura-pura terjatuh di hadapan Alonso agar ditolong tapi malah Alonso yg menghindarinya.


"Apa kau lelah? kalau lelah istirahat." ucap Alonso lalu meninggalkannya.


"Cih.. rencanaku gagal." gumam Lisa.


"Ya.. gagal total." balas Ailyn dari belakangnya.

__ADS_1


"Nyo-nya apa maksud anda.?" tanyanya.


"Rencanamu untuk menggoda suamiku gagal kan? dan lagi kau itu salah menggoda pria." ucap Ailyn.


"Kenapa nyonya menuduhku yg tidak-tidak.." ucap Lisa.


"Ikutlah denganku." ucap Ailyn.


Lisa pun mengikutinya dengan tangan mengepal. Dan mereka pun tiba di ruangan kerja Ailyn dan Alonso.


"Ini gajimu bulan ini dan sedikit pesangon.." ucap Ailyn.


"Jadi saya dipecat nyonya?" tanya Lisa terkejut.


"Sudah jelas bukan." ucap Ailyn.


"Tapi apa salah saya?? saya sudah bekerja keras." ucap Lisa.


"Oh salahmu ya.." ucap Ailyn kemudian membuka laptopnya dan memutar sebuah video.


"Itu tindakanmu siang ini, kau memberikan Asi yg hampir basi pada putraku, kau juga tidak mencuci botol susu anakku sampai bersih hingga Siti harus mengulanginya, serta kau sering curi-curi pandang dengan suamiku." ucap Ailyn.


"Tapi nyonya.." ucapnya.


"Pergilah, aku sudah mengawasimu selama ini.. dan aku tetap berbaik hati memberimu gaji beserta pesangonmu." ucap Ailyn.


"Baiklah nyonya. Anda pasti akan menyesali keputusan anda." ucap Lisa.


"Sadarilah kesalahanmu sebelum mengatakan itu." ucap Ailyn.


Lisa pun pergi dari rumah tersebut dengan kekesalannya. Dirinya tak menyangka Ailyn tahu gerak-geriknya. Bahkan tahu semua perbuatan buruknya.


Ailyn pun merasa lega setelah mengusir pengasuh bayi yg tak kompeten itu. Ailyn tak bisa mempercayakan nyawa anaknya pada pengasuh seperti Lisa. Bisa-bisa nyawa anaknya melayang hanya karena meminum susu basi.


Alonso pun matah besar saat tahu ceritanya dari Ailyn. Dan dirinya takkan mengijinkan Lisa untuk bekerja disini lagi atau siapapun yg tak bertanggunghawab untuk mengasuh putranya.


"Sudahlah Al.. semua sudah kuatasi." ucap Ailyn.


"Ai.. aku berjanji takkan membawa orang semacam itu lagi ke rumah ini." ucap Alonso.


"Iya aku percaya, tapi nampaknya kita tak perlu menambah pengasuh lagi, bu Siti juga cukup." ucap Ailyn.


"Kau yakin?" tanya Alonso.


"Aku bisa mengasuhnya, aku kan ibunya dan aku belum bekerja." ucap Ailyn.


"Baiklah.." ucap Alonso.


"Kalaupun aku kembali bekerja aku bisa membawa Alex bersamaku.. kan itu kantor milik kakekku." ucap Ailyn.


"Baguslah.. aku takkan mencegahmu.. lakukan saja apa yg membuatmu dan Alex bahagia." ucap Alonso.

__ADS_1


"Terimakasih Al.." ucap Ailyn.


Alonso pun terus mendukung Ailyn tanpa pernah melarangnya melakukan segala yg ingin istrinya lakukan. Alonso pun percaya kalau Ailyn tak mungkin melakukan sesuatu yg membahayakan apalagi hal bodoh.


__ADS_2